
setelah mengakhiri telfonnya ia pun berlari menuju kamar karena saat ini Siti sendirian di rumah meskipun ada orang di pos yang berjaga namun tetap saja rasanya sendiri di rumah berbeda saat bersama dengan keluarga, saat ia ketakutan dirinya malah ingin pergi ke kamar mandi buang air kecil dirinya pun berjalan berjinjit seperti maling Siti berjalan begitu karena takut ada orang masuk hingga kekhawatirannya pun menjadi kenyataan terdengar suara pintu diketuk oleh seseorang ia pun mengeceknya lewat gorden terlebih dahulu takutnya ada orang iseng saat melihat kakak perempuannya yang datang, yang biasa dirinya panggil kak Ima ia langsung saja membuka pintunya.
Ternyata kak Ima menanyakan sembari menawarkan berani tidaknya tidur di rumah sendirian kalo tidak berani di rumah kakak aja tidurnya, mendapat perlakuan ini dirinya merasa senang namun Siti berkata bahwa ia berani tidur di rumah sendiri mendengar keputusan dari adeknya, Ima pun berusaha terus berusaha membujuk tetapi tidak ada hasil sama sekali, jadi Ima pun pulang seraya mengatakan kalo dirinya berubah pikiran ia boleh langsung ke sana untuk menginap tapi Siti tetap kekeh akan keinginan lagipula ia tidak ingin merepotkan kak Ima, dirinya juga merasa sudah banyak menyusahkannya sekarang ia bertekad untuk tidak membuat kak Ima repot karena dirinya.
saat kak Ima kembali ia langsung saja ke kamar mandi karena sudah tidak kuat untuk menahannya lagi setelah selesai dirinya merasa lega lalu berjalan menuju ke kamar dan bersiap siap untuk tidur, Siti pun berdoa seraya mencoba memejamkan matanya tak lama
duaaaaaarrrr
suara petir bergemuruh bersama hujan yang lebat dirinya menjadi susah memejamkan mata karena terkejut Siti pun berusaha agar tidak takut meskipun itu yang dirasakannya sekarang, setelah berusaha memejamkan mata nyatanya itu tidak membuat dirinya tertidur melainkan ia menjadi semakin ketakutan.
__ADS_1
sampai di rumah, Ima pun segera masuk karena tiba tiba hujan lebat dirinya cemas dan takut terjadi sesuatu pada adeknya sehingga Ima tidak sadar bahwa ia sudah berkali kali mondar mandir, melihat Istrinya berjalan mondar mandir membuat Sugi heran dibuatnya ia langsung saja menghampiri sembari bertanya kenapa terlihat panik perkataan suaminya membuat ia menghela nafas bahwa dirinya khawatir terjadi sesuatu terhadap adeknya yang di rumah sendirian karena tadi sudah diajak agar kesini untuk menginap tetapi sikap adeknya yang keras kepala lebih memilih tidur di rumah sendiri.
Siti yang di rumah pun tidak bisa tertidur meskipun dirinya sangat mengantuk ingin tidur ia berencana pergi ke rumah kak Ima ia takut karena hujan yang semakin lebat bersamaan dengar petir dan juga dirinya malu karena tadi sudah menolak keras akan tetapi ia juga tidak bisa seperti ini terus bisa bisa ia tidak tidur semalaman, Siti pun mengambil payung di atas lemari sambil membawa selimut dan bantal guling dirinya mencoba menerobos hujan deras tengah malam, setelah sampai hujan pun berhenti seketika seakan akan memang menyuruh dirinya untuk menginap disini ia pun mengetok pintu tak lama kak Ima membukanya.
saat tadi dirinya cemas Sugi berusaha meyakinkan dirinya bahwa adeknya pasti kemari karena hujan yang lebat bersama dengan petir pasti siti merasa takut jika berada sendirian di rumah, Ima pun sedikit tenang mendengar itu ia jadi ingat bahwa Siti itu takut dengan petir dan mau tidak mau Siti pun kesini daripada tidak bisa tidur semalaman, ternyata dugaannya tepat Siti sendiri yang kesini padahal tadi lebih memilih tidur di rumah daripada kemari.
" katanya berani tidur di rumah sendiri kok kesini " sindir Ima meskipun begitu dirinya pun merasa senang karena pada akhirnya Siti mau tidur dirumahnya malam ini. mendengar sindiran itu Siti merasa cuek dan terus berjalan sampai masuk kamar, setelah masuk dirinya melihat keponakannya belum tidur ia pun menghampiri.
" eh bibi Siti... kirain siapa... iya bi soalnya eka nunggu bibi siapa tau bakal menginap disini malam ini... jadi eka tungguin" jujur eka ia memang menunggu bibinya karena tadi ibunya bilang tungguin aja siapa tau bibi Siti dateng karna takut hujan sama petir, mendapat perhatian itu dirinya merasa keputusannya untuk menginap disini tidak sia sia buktinya eka sampai rela menunggu dirinya hingga tengah malam.
__ADS_1
" karna orang yang ditunggu udah datang yuk tidur biar besok gak kesiangan" ajaknya sambil menutupi dirinya dan Eka menggunakan selimut Siti pun mengajak berdoa sebelum tidur.
di rumah sakit Salamah dan Saroh pun tertidur pulas karena sekarang tinggal gantian Bejo yang menjaga ibunya, disaat dirinya merasa ngantuk ia pun menoleh kearah ibunya yang sedang tidur. Bejo pun masih tetap terjaga meski kantuk melanda, sambil menikmati kopi buatannya sendiri ia sampai menghabiskan enam gelas kopi hingga membuat Bejo tidak tidur hingga pagi mendatang.
pagi harinya Siti terbangun saat mendengar suara ayam berkokok dirinya pun bergegas membereskan selimut sembari pamit menuju dapur setau ia kak Ima lagi masak dari Indra penciumannya belum sempat berbicara kak Ima lebih dulu mengangguk, saat mendengar langkah kaki Siti sambil membawa selimut ia tau akan tujuannya akan pamit untuk itu ia berpartisipasi mengangguk. setelahnya Siti bersiap siap memasak dan segera mandi lalu berangkat ke sekolah.
sedangkan di rumah sakit Bejo yang begadang semalaman pun kantung matanya menjadi hitam serta perutnya yang terasa kembung akibat meminum kopi tidak sesuai takaran, Salamah dan Saroh yang mendengarkan penjelasan Bejo pun menjadi tidak enak padahal mereka berdua sudah berpesan semisal sudah mengantuk bangunin aja buat bergantian menjaganya, sebenarnya Bejo ingin membangunkannya namun dirinya tau pasti mereka juga capek tidak hanya dirinya.
" ya udah sekarang bapak tidur gih jangan dipaksa" Bejo tidak terlalu mendengar itu karna dirinya lebih dulu tidur saat tidur pun karena perutnya yang terasa kembung membuat ia susah saat akan memejamkan mata. Saroh yang melihatnya menjadi tidak tega ia pun berinisiatif untuk membelikan obat kembung ke apotek dengan uang yang masih tersisa berbeda dengan Salamah yang membeli air minum kebetulan saat ibunya akan dibawa kemari dirinya tidak membawa air minum sedikitpun mengingat satu tangannya memapah ibunya dan yang satu lagi membawa tas ransel berisi baju.
__ADS_1
jangan lupa saksikan terus yah kelanjutannya
maaf kalo ceritanya tidak seru๐๐