
flashback
Karena sudah dikabari bahwa anak dan cucunya akan kesini jadi Bu Ipeh mengecek stok makanan saat dicek ternyata hanya tersisa telur untuk itu Bu Ipeh memutuskan ke pasar tapi ia mulai berpikir " kalo aku ke pasar terus pada dateng gimana? ya udah deh ke pasar aja paling juga sampai sini sore" pikirnya berkecamuk antara ke pasar tidaknya tapi setelah di fikir ke pasar aja deh
Bersamaan dengan pak Nasrul yang habis dari kebun pun menyapa Bu Ipeh
" Bu Ipeh, mau pasar " sapanya memperhatikan tas belanja Bu Ipeh
" eh pak Nasrul, iya kalo bapak sendiri habis dari ladang " tanya Bu Ipeh melihat membawa cangkul
" iya Bu kok keliatannya buru buru kenapa " tanya pak Nasrul
" takutnya saya belum sampai rumah anak cucu saya udah dateng " jawabnya
" Oalah iya udah silahkan Bu " tawarnya
" saya permisi dulu pak " pamit Bu Ipeh
pak Nasrul hanya mengangguk sebagai jawaban
" Terimakasih pak atas informasinya saya pamit dulu " ucap pak Bejo
" Sama sama" jawabnya
Setelah dari rumah pak Nasrul, Bejo pun kembali ke rumah ibunya dari kejauhan melihat istri dan anak yang nampak menunggu kehadirannya.
" gimana pak " tanya istrinya penasaran
" iya gimana pak " timpal Siti merasa pak Bejo lamban memberi jawaban
" ibu lagi pergi ke pasar kata tetangga sebelah { pak Nasrul } menghela nafasnya
" ya udah kita tunggu aja ya pak, Siti " pasrah Bu Saroh
" iya " sahutnya bebarengan
Berbeda dengan Siti dan Bu Saroh berbeda pula dengan Bu Ipeh saat ini ia sedang asik berbelanja di pasar hingga lupa waktu dijalan pulang ia bertemu ibu tukang gosip tapi ia kenapa kaya ada yang lupa yah padahal stok belanja bulanannya udah dibeli semua alias lengkap
" eh Bu tadi saya liat ada tamu di rumah ibu " tanya seorang ibu ibu gosip
" iya siapa Bu" tanya yang lainnya
__ADS_1
" Tamu oh ya bu saya lupa anak sama cucu saya mau dateng udah sampai yah " terkejut menyadari ternyata ini mengapa ia merasa ada yang lupa
" ih ibu masa lupa sih udah pikun yah " sindir ibu yang suka gosip
" ya udah kalo gitu saya permisi " tak ingin memperpanjang bisa panjang urusannya kalo di ladenin
Gosip itu bagaikan rel kereta api yaitu dari gerbong satu ke gerbong yang lainnya tidak akan ada putusnya kenapa demikian???
karena disaat gosip akan berhenti tapi akan ada orang di setiap gerbong satu ke gerbong yang lainnya!
Sudah menunggu setengah jam maka pak Bejo, Bu Saroh, dan Siti pun rebahan di teras depan. Bu Ipeh pun baru pulang dari pasar dan melihat anak dan cucunya lagi menunggunya
Pasti para pembaca penasaran kan kenapa dari tadi hanya menyebut anak dan cucu??
Bu Ipeh itu kurang suka sama Bu Saroh ia menganggap menantunya hanya pura pura baik di depannya dan mempunyai niat terselubung.
Meskipun begitu bu saroh tetap menganggap dan menghormati Bu Ipeh sebagai mertuanya.
Ketika melihat itu Bu Ipeh buru buru untuk menghampirinya dirasa sudah hampir dekat Bu Ipeh pun mengatur nafasnya agar teratur.
" Bejo, Saroh, Siti kalian udah lama nunggunya " melihat raut wajah mereka bu Ipeh sudah bisa menebaknya
" ga bu baru setengah jam " sindir Bejo ia pun merasa kesal niat hati setelah sampai langsung tiduran karna lelah eh ditungguin ga dateng dateng
" ishhhh sakit lepas "
" biarin aja, biar ibu itu berfikir menunggu tidaklah enak" seraya mengelus perutnya yang dicubit
" maaf ibu kira kalian sampai sini sore " dengan raut wajah bersalah
" iya nek ga papa udah terlanjur kok" sama dengan yang lain Siti pun kesal tapi apa boleh buat nasi sudah menjadi bubur
" ya udah ayo kenapa ga masuk istirahat di dalem aja " tawarnya
" pintunya kan dikunci kalo enggak udah masuk dari tadi" ucapnya semakin kesal
" oh ya ibu lupa kalo dikunci soalnya kan gada orang " sambil meringis malu
" ya udah buka " mencoba menahan kesal yang udah sampai ubun ubun kekesalannya
Ceklek ceklek akhirnya pintu pun berhasil dibuka
__ADS_1
setelah mempersilahkan semuanya duduk ibu pun pergi ke dapur disusul Bu Saroh
" pak aku mau susul ibu ke dapur sebentar " ijin kepada suaminya
" iya buruan gih "
Saat sampai dapur Bu Saroh melihat mertuanya yang sedang bikin kopi sama goreng ikan laut ia pun berniat membantu ibu
" mau ngapain kamu " ucapnya judes
" ada yang bisa aku bantu bu " menoleh tersenyum
" nih tolong dong seduh kopinya " sahutnya menyuruh
" sini Bu "
Setelah melihat Bu saroh selesai mengaduknya Bu Ipeh dengan sengaja menabrak Bu Saroh pada akhirnya kopi yang masih panas itu mengenai kaki hingga melepuh. Mendengar suara seperti gelas pecah akhirnya Bejo pun menghampiri dan melihat kaki istrinya melepuh pun langsung di bawa ke depan.
" Bu kok bisa kaya gini " memegang khawatir kaki istrinya melepuh
" tadi ibu ga sengaja jatuh terus kena air panas" bohong istrinya
" ga usah bohong kamu pasti celaka gara gara ibu aku kan " iya merasa yakin pasti ini ulah ibunya kalo bukan siapa lagi coba
" ga aku ga bohong kok pak " masih mencari alasan
" sampai kapan si hah kamu belain ibu aku di itu udah keterlaluan" heran tentunya mengapa istrinya selalu sabar menghadapi ibunya
" pak bagaimana pun sikap ibu kamu ke aku dia itu tetep mertua aku " bela Bu Saroh
" tapi kan kamu itu istri aku ga seharusnya ibuku bersikap seperti itu" menghela nafasnya
" udah pak aku ikhlas kok " menenangkan suaminya
" iya kamu ikhlas tapi aku yang ga ikhlas Bu " ia merasa heran mudah sekali memaafkan orang lain
Bu Saroh hanya diam ia pun capek dengan sikap mertuanya yang keterlaluan tapi ia mencoba untuk ikhlas menjalani semuanya kalo pun mundur percuma makanya ia mencoba mempertahankan walaupun dia sendiri sakit hati atas perlakuannya.
Memang benar kata orang ikhlas itu mungkin mudah diucapkan dalam kata tapi belum tentu orang yang mengatakannya sanggup untuk dijalaninya dan ikhlas untuk menerimanya. Sama seperti sabar kalo lagi menghadapi cobaan pasti orang selalu berkata sabar ini ujian mereka bisa berkata begitu mungkin ada dua kemungkinan.
Pertama: orang itu pernah mengalami yang namanya dihina, dicaci maki, dibully tapi mereka mencoba untuk sabar orang yang seperti itu yakin bahwa Allah tidak akan memberi ujian diatas kemampuan hambanya
__ADS_1
Kedua: orang itu hanya sebatas mengatakannya seperti yang biasa orang lain katakan bisa juga orang itu beranggapan sabar itu ada batasnya dan tidak semua orang akan sabar secara terus menerus bisa saja kesabarannya akan habis bila di pancing dan akan meledak sewaktu waktu