Perebutan Harta Warisan

Perebutan Harta Warisan
bab 18


__ADS_3

Sumi kesal dengan Arip yang seenak jidat memberi tau bahwa dirinya di rumah rencananya gagal total, Arip dari tadi pun merasa tidak bersalah atas kelakuannya sendiri kalo aja ibunya memberi pesan pasti akan Arip turuti apalagi tadi dirinya bawa hp jadi disini yang salah menurut Arip ibunya bukan dirinya.


singkatnya Salamah serta nek Ipeh sampai di rumah lalu masuk untuk beristirahat bukan hanya badannya yang terasa lelah namun juga pikiran, nek Ipeh juga berdoa semoga besok ketika berunding lancar dan tidak ada satu kendala sekalipun yah walau dirinya pun tidak yakin akan hal itu tapi nek Ipeh berusaha berfikiran positif.


Saat matahari akan terbenam Saroh bersama Bejo telah sampai di kediaman rumahnya, Saroh melihat sekeliling terlihat sunyi mungkin anaknya sedang di dalam kamar jadi dirinya tidak mengetok pintu melainkan langsung membuka pintu lebar lebar agar Bejo bisa memasukkan motornya ke ruang tamu mengingat hari sudah semakin gelap.


Siti yang baru selesai mandi pun berpapasan dengan ibu bapak yang baru pulang, ia merasa senang karna mereka pulang dengan kondisi selamat yah meski lama sampai sini.


" Bu pak, kok baru nyampe katanya di usahain cepat" protes Siti andai saja ibu bapak tau kalo sebelumnya ia cemas ke mereka bukannya terharu pasti akan ditertawakan oleh Bejo.


" tadi motornya mogok terus Bejo ngajak makan gorengan di sebrang jalan jadinya lupa deh kalo udah janji sama Siti, masih untung tadi ibu ingat kalo ga pasti sampai sini lebih lama" jelas Saroh yang seakan akan Bejo yang salah namun memang kenyataannya seperti itu walaupun Saroh ikut menikmati tapi kalo Bejo tidak mengajak kesana pasti tidak akan begini.


mendengar penuturan Saroh Bejo merasa terpojok apalagi sejak tahu kronologi kejadiannya Siti terus menatap Bejo dengan tatapan yang kecewa sekaligus marah maka dari itu Siti berlalu ke kamar. Bejo melihat reaksi anaknya pun menjadi bersalah dibuatnya Bejo pun menghela nafas beratnya.


sementara Saroh ia terpaksa jujur tidak mungkin dirinya berbohong kepada Siti, Saroh yang berbicara jujur aja Siti kecewa apalagi bila Saroh bohong pasti Siti yang mengetahuinya akan lebih kecewa dari ini, saroh hanya mengelus bahu Bejo agar bersabar.


Siti sedang kesal dengan dirinya sendiri yang cemas dengan ortunya apalagi yang dicemaskan malah asik makan gorengan di sebrang jalan dan akibat terlalu banyak berfikir Siti akhirnya tertidur pulas di ranjang.


hari berlalu begitu cepat sehingga orang yang baru terbebas dari tahanan sudah menunggu hari dimana ia akan bebas, selama bertahun tahun dia akan memulai misi dari sekarang setelah bebas dari penjara dan akan menghancurkan keluarga yang sudah membuat dirinya hancur seraya bersiap siap untuk memulai taktik yang sudah direncanakan matang sejak lama sambil tersenyum licik.


setelah semua sudah berkumpul lengkap di rumah nek Ipeh mereka pun mulai fokus pada pembicaraan

__ADS_1


" langsung saja kita mulai pembahasannya dan kalian yang ada di sini mau tidak mau harus menerima keputusan yang sudah saya buat atau tidak saya kasih sepeser pun" setelah menyatakan hal itu ada salah satu dari mereka ingin protes namun ditahan siapa lagi kalo bukan Tuti.


setengah jam kemudian


mau tidak mau mereka dengan terpaksa menerimanya untuk kali ini tapi itu tak membuat Tuti menyerah begitu saja Tuti tetap akan membuat rencana licik agar separuhnya menjadi miliknya. berbeda dengan Sumi walaupun terpaksa tapi Sumi berusaha ikhlas toh harta tidak dibawa mati_ pikir Sumi


sedangkan Bejo dan Salamah sangat senang karna pembahasan kali ini berjalan lancar sehingga senyum tak pernah pudar dari tadi. selesai pembahasan Saroh menyiapkan makanan dibantu Salamah lalu menaruh dimeja makan.


waktu berjalan begitu cepat hingga tak sadar mereka sudah banyak menghabiskan waktu dimeja makan.karna sudah sore anak nek Ipeh pun kembali ke rumah masing-masing, untuk Tuti dia sudah pulang dari tadi tanpa ikut bencengkrama dengan yang lain dan Tuti juga masih belum sepenuhnya menerima keputusan tadi jadi Tuti lebih memilih makan dengan cepat lalu berlenggang pergi tanpa pamit ke nek Ipeh.


Eka yang sudah sering bermain di rumah Saroh pada waktu sore pun berniat ingin kesana, Eka pergi ke sana hanya bisa sore hari hal ini dikarenakan kalo pagi Eka akan sekolah setelahnya istirahat lalu pergi lagi untuk mengaji dan saat pulang mengaji lah Eka mempunyai waktu ke rumah Saroh.


sekeliling rumah terlihat sepi namun tak membuat Eka mengurungkan niatnya Eka tetap mengetok pintu


assalamualaikum sudah berusaha namun tidak ada jawaban Eka pun terpaksa masuk mencari tuan rumah saat mukanya mengarah ke sofa dan melihat tuan rumah yang sedang berbaring memegang hp tak lupa dengan earphone ditelinga sehingga tidak mendengar saat Eka panggil.


ide jail keluar begitu saja di otaknya Eka kesal sudah diketuk eh malah Siti sedang asik sendiri Eka berjalan perlahan sambil jongkok saat sampai tepat di samping Siti Eka langsung berdiri dan


dorrrrrrr


Siti terkejut bukan main hingga Siti terjungkal ke bawah bersama hp yang sedang ia pegang

__ADS_1


Eka sangat senang karna rencananya berhasil dan tidak sia sia namun senyumnya pudar melihat Siti menatap tajam ke arahnya membuat Eka bergidik ngeri melihatnya tanpa sepatah kata pun Eka berlari menghindari amukan siti tapi ternyata tuhan tidak memihak pada Eka saat sampai di luar.


bbuugggghhhhhh


aduuuhhhhh Eka meringis sambil memegangi pinggang yang terasa nyeri Eka lupa bahwa semalam hujan jadi lantainya licin, Siti mendengar orang seperti terjatuh pun bergegas keluar didepan pintu


befff menahan tawa


detik kemudian


hahahahaha..... hahahahahh Siti tertawa terbahak bahak melihat sepupunya terjatuh emang benar kata orang setiap orang akan selalu sedia P3K pertolongan pertama pasti ketawa😂


" bukanya bantuin malah diketawain " sungut Eka Siti pun berhenti tertawa sebenarnya Siti kasihan namun Siti puas melihat tontonan live di depan rumahnya


" iya iya pas kamu tuh dapet karma karna udah kerjain aku tadi " tapi tetap mengulurkan tangan


" lagian salah kamu juga udah ketok ketok pintu ga ada yang jawab mau langsung masuk kamu tau sendiri kan aku itu anak Soleh " jelas dengan sedikit sombong meski masih usia tujuh tahun namun sifatnya memang seperti dari kecil.


penjelasan Eka membuat Siti menjitak kepala Eka pelan tingkah sepupunya memang terlihat konyol kadang sering kesal, marah tapi tak lantas membuat Siti membenci Eka mereka akan terhibur dengan kekonyolan Eka dan Siti akui dengan kelakuan Eka dirinya merasa bisa menjadi diri sendiri.


maaf telat up 🙏

__ADS_1


__ADS_2