
Sementara nek Ipeh sedang mencari cara bagaimana menyampaikan keinginanya kepada Salamah agar mau menemaninya ke rumah Sumi dan Tuti untuk ikut berunding masalah harta.
" Sal kamu mau gak nemenin ibu ke rumah Sumi sama Tuti" tanya nek Ipeh seraya mencari tempat duduk.
" emang ibu, kapan mau kesana" Salamah balik bertanya kepada ibunya
" niatnya sih sekarang biar ga ke sorean, mau yah nemenin ibu" ucapnya sedikit memaksa agar Salamah mau menemaninya
" iya Bu, kalo gitu Salamah siap siap dulu yah mau mandi biar seger" ingin sekali menolak karena dirinya malas jika bertemu dengan kedua adiknya yang itu, tapi Salamah tidak mungkin membiarkan ibunya pergi sendiri dirinya takut ibunya kembali dihasut oleh mereka terutama Tuti bukan hal yang susah untuk menghasut orang apalagi ibunya yang mudah sekali terpengaruh.
selesai bersiap siap mereka pun bergegas ke rumah Tuti karna jaraknya lebih dekat dari pada rumah Sumi, sesampainya di sana nek Ipeh pun mencoba mengetuk pintu
tok
tok
tok
" Assalamualaikum Tuti " tak lama kemudian pintu dibuka oleh anaknya Tuti.
" Wa'alaikumsalam eh ada Salamah sama nenek mau cari ibu yah" sapa putra sambil menebak, setau dirinya nek Ipeh jarang kemari sekalinya kesini pasti ada sesuatu yang penting
" iya putra, ibu kamu ada di rumah kan" tanya nek Ipeh mewakili Salamah yang hanya diam saja dari tadi
" ada kok, yaudah ayo masuk aku panggilin ibu dulu" beranjak mencari ibunya di kamar mungkin lagi rebahan_ pikirnya melihat pintu tidak ditutup rapat putra langsung saja memegang gagang pintu namun langkahnya terhenti ketika samar samar mendengar suara yang membuatnya juga ingin melakukannya lagipula ini juga salahnya yang ingin langsung masuk tanpa mengetok terlebih dahulu, dirinya pun lebih memilih ke dapur untuk membuatkan minum dari pada terus berdiri didepan pintu.
__ADS_1
"ahhh pelan pelan " begitulah suara yang didengarnya dan sekarang telinganya sudah ternodai, di kamar tuti sedang olahraga ranjang bersama Somad yang libur bekerja, kebetulan mereka lupa menutup pintu dengan rapat ataupun menguncinya karna mereka fikir tidak ada anak kecil dirumah ini dan juga sudah tidak sabar untuk bermain. Somad masih bisa mendengar langkah kaki yang mengarah kemari namun ia tidak peduli akan hal itu dan tetap melanjutkannya.
Akhirnya putra kembali keruang tamu sambil membawa nampan ditangannya berisi 2 gelas teh manis tak lupa dengan sedikit cemilan lalu ia taruh di atas meja.
" Tuti mana " heran Salamah yang berbicara dengan nada jutek ia sudah ingin cepat pergi dari sini dan langsung menuju rumah Sumi andai ibu tidak mengajak kemari dirinya juga tidak akan ikut gumam Salamah
" tadi udah putra cek ternyata lagi mandi, tunggu sebentar lagi juga akan selesai" sambil menyunggingkan senyumnya walaupun Salamah bersikap jutek terhadapnya tapi ia tetap bersikap sopan, putra pun tau penyebab Salamah berubah menjadi sekarang ini
Sementara itu Tuti yang sudah kelelahan melayani nafsu suaminya yang meminta lima Rode membuat seluruh badannya terasa remuk tapi Tuti tetap beranjak untuk mandi tidak sempat tidur karna harus beberes sebelum matahari tenggelam berbeda dengan Somad yang terlihat lebih segar dan tidak terlihat lelah sedikitpun, ia pun langsung saja menuju kamar mandi menyusul istrinya untuk meminta tambahan Rode ia tak peduli Tuti kelelahan yang terpenting hasratnya terpenuhi.
sudah lima belas menit nek Ipeh beserta Salamah menunggu namun yang ditunggu tidak ada tanda tanda datang, putra sudah berusaha dengan mengajak ngobrol agar tidak terlalu lama menunggu akan tetapi dirinya sudah kehabisan topik karna terlalu lama menunggu apalagi ia melihat nenek dan Salamah sudah merasa jengah. membuatnya mau tak mau putra kembali ke kamar ibunya ia pun mengetok dengan sedikit keras agar terdengar.
di dalam kamar mandi mereka masih melakukan aktivitas yang menguras tenaga dengan berbagai gaya tadi Tuti sudah menolak namun Somad tetap memaksanya, beruntung ia mendengar pintu diketuk dari luar membuat Tuti bisa mencari cara mengakhiri olahraga ini dan bersiap siap untuk mandi hanya mandi tidak lagi melanjutkan aktivitasnya.
lima menit kemudian pintu terbuka dan membuat putra menghela nafas lega karna ia sudah bosan berdiri dari tadi, melihat kedatangan putranya Tuti pun tersenyum dengan wajahnya yang pucat.
" bu ada nek Ipeh sama Salamah udah nunggu tuh dari tadi" ucap putra sebenarnya ia merasa kasihan kepada ibunya yang harus melayani nafsu bejad bapaknya setiap hari apalagi ini hari libur pasti ibunya akan kelelahan.
" oh yaudah yuk" ajak Tuti
sesampainya di ruang tamu Tuti mendapat tatapan tajam dari kakaknya tapi ia tetap cuek, melihat Tuti duduk nek Ipeh pun mulai menyampaikan hal yang membuat dirinya kemari.
" ada Bu tumben kemari " Tuti tidak bisa menebak keberadaan mereka ia berfikir masalah harta sudah selesai jadi tidak perlu diungkit lagi.
" ibu kesini mau ngajak kamu ikut berunding di rumah ibu besok pagi dan saya tidak perlu menjelaskannya pasti kamu udah faham kan" sambil menaikan alisnya.
__ADS_1
melihat reaksi Tuti yang akan protes nek Ipeh memotongnya " Tuti bagaimana hasilnya nanti pasti kamu tetap akan mendapat bagian" nego nek Ipeh
" oke aku usahain dateng " jutek Tuti
"yaudah kami pamit dulu " ucap Salamah yang tak kalah judesnya
mereka sedang dalam perjalanan ke rumah Sumi, sesampainya di sana rumah terlihat sepi Salamah pun berfikiran negatif thinking apakah Tuti sudah mengadu ke Sumi bahwa dirinya dan nek Ipeh akan kemari? Salamah bisa menganggap seperti itu karna memang Sumi dan Tuti seringkali bersekongkol? atau memang Sumi sedang pergi keluar?
Tapi nek Ipeh tidak menyerah begitu saja sebelum bertemu langsung dengan Sumi. mereka berdua pun memilih menunggu Arip pulang.
flashback
saat Tuti mengetahui kedatangan nek Ipeh dirinya pun menyusun rencana agar salah satu anak nek Ipeh tidak datang, didalam otaknya ia teringat Sumi yang mudah sekali dibodohi, maka dari itu Tuti menelfon Sumi bahwa nek Ipeh sedang dalam perjalanan kesana dan akan membahas masalah harta.
mendapat kabar itu Sumi pun menyusun rencana supaya tidak bertemu nek Ipeh, ia mendapat ide untuk bersembunyi lalu mengunci pintu seakan tidak ada penghuninya.
dan saat nek Ipeh datang sebenarnya dirinya tau akan tetapi ia memilih diam.
Sudah mengunggu dua jam namun belum ada tanda tanda Sumi keluar dan juga Arip pulang pada akhirnya Salamah mengajaknya untuk pergi dari sini, saat akan beranjak nek Ipeh melihat Arip lalu menghampirinya.
" Arip ibu kamu lagi pergi" tanya nek Ipeh karena melihat Arip yang baru saja pulang bermain
" kayaknya enggak nek, coba deh Arip cek dulu kebetulan aku bawa kunci serep" sambil memperlihatkan kuncinya sebagai tanda bukti
" buruan gih cek, dari tadi nenek sama Salamah ketuk ketuk ga ada jawaban" ujar nek Ipeh
__ADS_1
Arip langsung membuka pintu dan mengeceknya kedalam dan melihat ibu yang sedang menonton tv, Arip pun menyuruh mereka masuk dan memberi tahu bahwa ibunya sedang menonton tv.