
Malam harinya, Keyza bergerak tak nyaman diatas kasur. Dia berulangkali berguling ke sana-kemari. Perutnya terasa sangat nyeri, mungkin karena efek datang bulan. Wiliam yang melihatnya pun tak tega.
" Kau kenapa?" tanya Wiliam khawatir.
" Aku tak apa, ini mungkin efek haid. " Jawab Keyza sambil menahan nyeri di perutnya. Wiliam yang paham dan peka pun berinisiatif untuk mengambilkan kompresan dan air hangat.
" Sebentar, aku akan mengambilkan sesuatu untuk meredakan nyeri mu. " ucap Wiliam dan melenggang pergi menuju dapur.
" Coba kau angkat sedikit bajumu keatas." suruh Wiliam yang baru kembali dengan baskom dan kain tebal di tangannya. Keyza yang mendengarnya pun buru-buru menggelengkan kepalanya serta memegangi bajunya erat.
" Kau jangan aneh-aneh, Wil. " ucap Keyza waspada dan malu.
" Aku tak akan macam-macam, aku hanya ingin mengompres mu saja. Lagian, aku sudah lihat semua tubuhmu. " ucap Wiliam kesal dengan istrinya. Ia pikir dirinya lelaki yang bernafsu dan mata keranjang apa? Kesal Wiliam dalam hati.
" Aku bisa sendiri. " tolak Keyza. Sebenarnya ia hanya tak terbiasa dengan hal- hal seperti itu. Walaupun dirinya adalah istri Wiliam, tapi dirinya bukanlah Keyza asli.
" Ya sudah, terserah mu saja. " pasrah nya dan tak ingin memperpanjang masalah. Keyza pun lalu mengambil alih komperesan yang berada di tangan Wiliam.
" Kau cepat balik badan, jangan sampai lihat. Awas saja jika kau lihat! " perintah Keyza penuh ancaman.
" Ck, kau ini lebay sekali. " Cibir Wiliam yang jengah. Wiliam yang tak ada gunanya berada disini, memilih untuk pergi ke dapur mengambil obat nyeri haid dan segelas air putih.
Setelah tadi Keyza mengompresnya dengan air hangat, sekarang nyerinya sudah mendingan dan tak sesakit sebelumnya.
" Ini, minumlah." suruh Wiliam menyodorkan segelas air putih dan obatnya dengan datar dan dingin pada Keyza. Keyza pun segera mengambilnya dan meminumnya.
" Terimakasih," ucap tulus Keyza.
" Hmm, "
Kini pun sudah tak ada percakapan, Keyza dan Wiliam saling diam.
" Ibu, Ayah!!! " Teriak Axelio dari arah pintu dengan memakai baju tidur motif pikachu serta boneka pinguin di kedua tangannya. Ia pun berjalan kecil menghampiri pasutri itu.
" Ibu, Axelio tidur disini boleh? " pintanya menunjukan muka pup-eyes nya.
" Bo__" suara Keyza pun terhenti, karena Wiliam yang lebih dulu memotongnya.
" Tidak, kau tidur di kamarmu sendiri Lio. Kau itu sudah besar, harus bisa mandiri! " Tolak Wiliam. Ia hanya tak ingin malamnya bersama Keyza terganggu, karena kehadiran Axelio.
" Bu, lihatlah! Ayah sangat galak!" Adu nya pada Keyza. Sedangkan Wiliam sudah melototkan matanya dan menatap tajam Axelio.
" Wil, biarkan Axelio tidur disini yah malam ini. " Bujuk Keyza dengan wajah di imut- imut kan.Ini pertamakali nya Keyza menunjukan ekspresi semenggemas kan itu, membuat Wiliam tertengun.
__ADS_1
" Terserah mu, tapi hanya untuk malam ini. " putus Wiliam pasrah. Kini, Wiliam pun menatap kearah putranya.
" Dan untuk kamu Lio, tidurlah dengan baik. Jangan membuat Ibumu kesusahan. " peringat Wiliam pada Axelio. Sebab, cara tidur Axelio sangat buruk, ia akan bergerak ke sana-kemari untuk mencari kenyamanan.
" Siap, Yah. "
Mereka pun mulai merebahkan diri bersama, dengan Keyza yang membacakan sebuah dongeng untuk Axelio.
❄️❄️❄️❄️❄️
Sedangkan di tengah malam, seorang gadis sedang memergoki pacarnya selingkuh di sebuah hotel. Ia pun dengan emosi langsung menendang pintu kamar pacarnya dengan sekuat tenaga.
BRAKKK
Pintu itu pun roboh dan copot dari engselnya. Gadis itu berjalan untuk menghampiri pasangan itu yang sedang terkejut.
" Rio!!!" Marah gadis itu dengan air mata yang sudah membanjiri pipinya.
PLAKKK
Bunyi tamparan yang sangat keras, menggema di kamar hotel itu.
" Dasar laki-laki brengsek! " Makinya pada sang pacar. Gadis itu pun menatap mereka berdua yang sudah telanjang dengan perasaan jijik.
" Sebutan sampah saja tak cukup! karena apa? Sampah saja masih bisa di bersihkan, sedangkan wanita rusak sepertimu selamanya akan menjadi aib! " Lanjut maki Arisa yang sudah terlanjur emosi. Sedangkan Feby sudah mengepalkan tangannya emosi. Sebenarnya ia ingin melawan, tapi ia takut dengan tatapan peringatan dari Rio.
" Rio, mulai sekarang kita PUTUS! " ucap Arisa yang sudah muak dan ingin cepat pergi dari tempat maksiat ini.
" Plisss Ris, jangan putusin aku. Aku janji, kedepannya nggak akan mengulanginya lagi." Mohon Rio sambil memegang tangan Arisa.
" Rio lepasin! Aku jijik di pegang olehmu!" Bentak Arisa dan menghempas kasar tangan Rio. Arisa pun berjalan pergi dan berlari kecil meninggalkan hotel itu dengan derai air mata.
" Ini semua gara-gara kau, ******!" ucap Rio marah dan mendorong Feby hingga terjatuh, lalu membenturkan kepalanya pada tembok. Feby kini pun tak sadarkan diri dengan darah mengalir dari pelipisnya.
Skip
Di sebuah taman yang gelap, dan hanya terdapat pencahayaan bulan serta lampu jalanan yang meneranginya. Arisa sedang menangis sesenggukan.
" Hiks,,,hiks,,,hiks! Kamu jahat Rio, kamu jahat!kenapa kamu selingkuh? Aku kurang apa, hah!!!" Marah gadis itu dan merancau bak orang gila.
" Hey, kamu ngapain malem-malem sendirian? Nyari nyamuk? " tanya pemuda yang tiba-tiba datang.
" Saya lagi sedih om, bukan nyari nyamuk!" Kesal gadis itu.
__ADS_1
" Enak saja kamu panggil saya dengan sebutan om! Saya nggak setua itu ya, umur saya saja baru 23 tahun. " ucap pemuda itu tak terima.
" Terserah om aja! Arisa nggak mood untuk berdebat. " ucap lelah Arisa pada pemuda di depannya. Bukannya ia menjadi tenang disini, malah semakin stres saja dirinya.
" Ya bagus kalau gitu. Btw, kamu lagi ngapain di sini?" tanya Kenzo penasaran.
" Lagi maling om," jawab asal Arisa.
" Ditanya serius, jawabnya malah ngawur."
" Ya abisnya om sih, udah tau lagi nangis gini. Itu tandanya saya lagi galau! Om nggak tau sih, kalau aku baru aja di selingkuhi! "Kesal Arisa dan malah kelewat curhat dengan pemuda yang tak dikenalnya itu.
" Di selingkuhi pacar kok galau, ya nyari yang lain dong!" usul Kenzo.
" Nggak segampang itu, om."
" Om, lagi?"
" Ya terus apa? Kakak? " tanya Arisa yang sudah jengah.
" Tidak buruk, " komentar Kenzo.
" Oh ya, nama kakak siapa?" tanya Arisa hanya sekedar basa- basi.
" Kenzo,"
" Kamu? " tanya balik Kenzo.
" Arisa, "
Kenzo pun mengangguk mengerti.
" Lebih baik sekarang kamu pulang Arisa, ini sudah malam. Tidak baik untuk perempuan sepertimu masih keluyuran begini. Ayo saya antar, " Ajak Kenzo pada Arisa.
" Baiklah, "
Mereka berdua pun memasuki mobil. Setelahnya mobil itu pun meninggalkan tempat tersebut dan membelah jalanan kota.
Yah, pemuda itu adalah Kenzo adik Keyza yang baru pulang karena harus ngelembur, dan tak sengaja matanya melihat gadis yang sedang merancau tak jelas. Sedangkan gadis itu adalah Arisa adik Wiliam yang baru di selingkuhi pacarnya.
Bersambung....
^^^Jangan lupa like, komen and vote.😭🥰😘^^^
__ADS_1