
Setelah semalam Wiliam menjelaskan kejadiannya diresto bersama Brilian, Keyza pun sekarang sudah tidak mempermasalahkannya lagi. Namun tetap saja dirinya tak sepenuhnya percaya dengan Wiliam. Ia masih ragu-ragu, sebab Brilian merupakan cinta pertamanya.
Sekarang adalah hari Minggu, itu berarti pekerja dan sekolah-sekolah di liburkan. Mengingat itu, Keyza pun berencana akan mengajak putranya untuk pergi liburan. Sebelum itu, dirinya harus menyelesaikan mencuci piring. Yah, sekarang Keyza sedang mencuci piring kotor bekas tadi sarapan. Keyza pun buru-buru menyelesaikan pekerjanya.
GREP!
Keyza sangat kaget dengan seseorang yang tiba-tiba memeluk pinggangnya. Bahkan ia hampir menjatuhkan piringnya ke wastafel. Dengan reflek, ia menoleh kebelakang ke arah sang pelaku, yang ternyata suaminya.
" Wiliam! Kau hampir saja membuatku jantungan! " kesal Keyza.
" Maaf, "
" Ck, terserahmu sajalah! Sekarang mending kau lepas tanganmu dari pinggangku. Aku sedang mencuci piring, " suruh Keyza, jujur saja ia merasa tak nyaman.
Wiliam pun tak mau melepaskannya, ia justru semakin mengeratkan pelukannya dan menaruh dagunya di bahu Keyza, yang membuat hembusan nafas milik Wiliam menerpa lehernya.
" Biarkan seperti ini, sebentar. " pinta Wiliam dengan suara lembut.
" Wiliam, tolong lepaskan, oke? Aku tak bisa mencuci piring jika seperti ini, " jelas Keyza memang benar adanya. Dengan terpaksa dan tak rela, Wiliam pun melepas pelukannya. Ia lalu memandang Keyza dengan muka masam serta bibir yang di manyunkan. Keyza yang melihatnya pun di buat gemas sendiri, menurutnya suaminya itu sangat lucu seperti bayi. Ia pun jadi berpikir- pikir, kemana sifat suaminya yang dingin dan datar? Entahlah Keyza tak tau, tapi dirinya suka dengan sifat Wiliam yang seperti ini. Sedangkan Wiliam pun menaikan alisnya, heran.
" Bukanya tadi kau bilang ingin mencuci piring? Mengapa sekarang kau malah memandangiku? " herannya. Keyza yang tersadar dari lamunannya pun gelagapan.
" I-ini aku akan mencucinya, " ucap Keyza terbata, Keyza lalu melanjutkan kerjanya yang belum selesai. Wiliam yang tumpukan piring masih banyak pun berinisiatif membantunya.
" Sini, biarku bantu. "
" Emang bisa? " tanya Keyza menatap Wiliam.
" Kau meragukan suamimu ini? "
" Eh nggak, bukan begitu maksudku, aku hanya tak ingin tanganmu kotor. " jelas Keyza merasa tak enak.
" Tidak masalah, selagi karena membantu istriku. "
Mendengar kata ' istri ' dari mulut Wiliam membuat hati Keyza berbunga- bunga, perasaanya pun sulit di jelaskan. Dulu sebelum jiwanya memasuki tubuh Keyza, ia tak pernah merasakan perasaan aneh ini pada pria lain. Robecca yang tersadar dari pikirannya pun menepis jauh. Ia teringat dengan statusnya nanti, ia tak ingin berharap lebih pada Wiliam. Apalagi dirinya bukanlah Keyza, belum tentu Wiliam akan menerimanya suatu saat nanti.
Mereka berdua pun mencuci piring bersama. Wiliam dengan jahil, mencipratkan busa sabun itu pada Keyza, begitupun sebaliknya.
" Wiliam Stop! Busanya kemana- mana, " peringat Keyza namun tak dihiraukan olehnya, Wiliam terus memainkan busa sabun itu kearah Keyza, hingga busanya mengenai mata Keyza yang belum sempat menghindar.
__ADS_1
" Akhh, " rintihnya perih, Keyza pun mengucek-ucrk matanya. Wiliam yang melihatnya merasa bersalah. Ia pun buru-buru mencuci tangannya, lalu ditangkupnya kedua pipi Keyza, dengan lembut Wiliam mulai meniupnya. Sedangkan Keyza hanya mampu berdiri mematung saat menatap bola mata coklat Wiliam. Wiliam yang merasa di perhatikan pun berhenti meniupnya, ia menatap balik bola mata indah istrinya. Cukup lama mereka saling pandang, Keyza pun memutuskan kontak matanya.
" Cuci piringnya sudah selesai kan, kalau begitu aku pergi. " pamit Keyza pergi dari hadapan Wiliam yang masih linglung.
Skip
Sekarang Keyza sedang memperhatikan anaknya yang aktif bermain dan berlari kesana-kemari.
" Axelio! " panggilnya. Axelio yang sedang bermain pesawat dari kertas pun meletakanya, dan menghampiri sang Ibu.
" Kenapa, Bu? "
" Axelio mau liburan, nggak? " tanya Keyza menyamakan tingginya dengan sang anak.
" Mau bu!! " jawab girang Axelio sambil melopat-lompat kecil. Keyza yang melihatnya pun tersenyum tipis, hanya dengan hal kecil itu Axelio sudah sangat bahagia.
" Yasudah, sekarang Lio ganti baju ya.." ucap Keyza dan langsung menggendong Lio. Mereka berdua pun menuju kamar untuk berganti baju.
Skip
Mereka berdua pun sudah siap, Axelio yang memakai baju pendek dan celana jins selutut tak lupa topi dan kaca mata hitam. Sedangkan Keyza sekarang memakai kemeja putih dan celana jins hitam panjang serta kaca mata hitam yang bertengger di kepalanya. Mereka pun berjalan menuruni tangga dengan Axelio di gendongannya.
Bunyi heenghels Keyza menyita atensi Wiliam yang sedang meminum kopi.
" Kalian mau kemana? " tanya Wiliam melihat pakaian mereka berdua yang sudah rapih.
" Pantai, " jawab Keyza.
" Tunggu sebentar, aku ikut. " ucap Wiliam langsung bersiap-siap. Setelah lima menit menunggu, akhirnya Wiliam pun sudah kembali dengan pakaian kasualnya.
" Ayo, " ajak Wiliam yang juga sudah siap. Mereka pun berjalan beriringan. Baru saja mereka sampai di depan pintu, sosok tamu tak diundang tiba-tiba memeluk Wiliam.
" Wiliam, jalan yuk. " ajak Brilian tanpa menatap kearah Keyza dan Axelio. Wiliam yang tak enak dengan tatapan Keyza sedari tadi pun melepas paksa tangan Brilian.
" Aku tak bisa, hari ini aku akan pergi dengan istri dan anakku. " tegas Wiliam.
DEG!
Brilian yang mendengarnya pun seketika membeku, jantungnya tiba-tiba seperti di hantam ribuan batu besar. Ia tak pernah menyangka akan mendapat kejutan yang sangat luar biasa menyayat hatinya. Pandangannya pun beralih pada sosok perempuan yang berdiri di samping Wiliam, lalu berganti pada sosok anak kecil di gandengannya. Brilian menatap sinis keduanya, apalagi saat menatap Keyza.
__ADS_1
" Ck, perempuan kampungan kaya dia tak cocok untuk di sandingkan dengan Wiliam. Seharusnya yang cocok itu aku, secara kan aku lebih cantik dari dia. " Batin Brilian kesal.
Brilian pun sekarang berusaha mati-matian untuk menampilkan senyum yang sangat manis. Ia akan berpura- pura baik pada Keyza di depan Wiliam, ia harus bisa menjaga imagenya agar rencananya berjalan mulus.
" Hai, aku Brilian sahabatnya Wiliam. " ucap Brilian mengulurkan tangannya mengajak Keyza berkenalan. Tanpa ragu, Keyza pun menerima uluran tangannya dan membalas dengan senyum ramah.
" Keyza, istrinya Mas Wiliam, " ucap Keyza.
Ukhuk- Ukhuk
Wiliam yang mendengar istrinya menambahkan kata ' Mas ' membuat Wiliam tersedak ludahnya sendiri.
" Kamu kenapa Mas, kamu sakit. " ucap Keyza khawatir sambil menangkup kedua pipi Wiliam.
" Aku baik- baik saja, "
" Syukurlah kalau begitu, ya sudah ayo berangkat. " ajak Keyza.
" Aku ikut ya Wil, " ucap Brilian yang tiba- tiba menimbrung.
Wiliam pun menatap istrinya untuk meminta persetujuannya. Keyza pun mengangguk, ia tak mempermasalahkan kehadiran Brilian.
" Ya sudah, kau boleh ikut Bril, " putus Wiliam. Brilian pun bersorak senang di dalam hati.
Skip
Sampainya mereka di depan mobil, Brilian tanpa tau diri langsung duduk di depan dengan Wiliam. Keyza yang melihatnya pun diam dan tak protes. Ia langsung duduk di belakang bersama Axelio. Wiliam yang melihat Brilian pun tak suka, Ia ingin istrinya yang duduk di depan bukan sahabatnya.
" Bril, kamu sebaiknya duduk di belakang, biarkan Keyza yang di depan. " usir halus Wiliam.
" Key, buruan kamu pindah. " suruh Wiliam tegas.
" Aku ingin disini bersama Lio, aku tak masalah kok jika Brilian yang di depan. " ucap Keyza tak terbantahkan.
" Oke, terserah. " ucap Wiliam dan menancap gas menuju pantai terdekat. Di sepanjang jalan Brilian terus mengoceh, yang membuat Wiliam pusing sendiri.
Sesampainya di pantai, Brilian langsung turun dari mobil dan menggandeng tangan Wiliam, meninggalkan Keyza dan Axelio di belakang. Keyza pun menatap mereka dengan pandangan yang sulit diartikan.
Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa vote, komen, like + hadiah. Thanks 🥰