
Sudah dua Minggu Robecca menempati raga milik Keyza. Dirinya pun sudah mulai membiasakan diri sebagai Keyza. Walau sifat Keyza asli sangat buruk di mata orang, namun sekarang dirinya sudah berhasil membersihkan nama baiknya. Hanya saja sekarang, pikiran Keyza menerawang pada kejadian di rumah sakit.
" Apa aku harus membuat Wiliam jatuh cinta padaku? Aku saja tak tau caranya, " bingung Keyza.
" Apa aku cari di internet saja ya? " monolog Keyza.
Keyza pun mencoba searching di google 'bagaimana cara membuat suami jatuh cinta?' ketiknya.
Ubah penampilan keseharian.
2. Siapkan kejutan manis.
3. Buat suami merasa di butuhkan.
4. Sering memberi sentuhan fisik.
5. Bermanja- manja dengan suami.
6. Mencoba hal baru, misalnya mengubah gaya bercinta.
Keyza yang membaca nomor terakhir begidik ngeri membayangkannya. Dirinya yang asli itu masih suci, belum pernah bercinta dengan pria manapun. Walaupun dirinya sudah pernah membaca atau melihat sekilas adegan dewasa, namun dirinya belum pernah mempraktekannya.
" Apa aku harus melakukan ini pada Wiliam? " batin Keyza.
" Iya kau harus keyza, "
" Tidak Keyza, kau tak boleh melakukanya. Nanti Wiliam ilfeel padamu. "
" Kau harus melakukanya Keyza. Apa kamu ingin suamimu di rebut wanita lain? "
" Harus bisa Keyza, semangat. "
Pikiran Keyza pun berkecamuk, ia pusing memikirkan Wiliam. Keyza pun memilih memasukan hp nya kedalam tas. Ia akan mengunjungi resto nya saja. Lagian dirinya menganggur.
Tap tap tap
Devi yang sedang memotong bunga mawar di ruang tamu memberhentikan aktivitas.
" Lho Keyza, kamu sudah rapih aja, mau kemana nak? " tanya Devi.
" Aku ingin mengunjungi resto, Bu." jelas Keyza.
" Bukanya resto itu sudah kamu tutup satu tahun yang lalu? " bingung Devi.
" Iya Bu, tapi Keyza sudah membukanya kembali. "
" Oh begitu, ya sudah hati- hati. Kamu minta mang Dadang aja buat anterin." suruh Devi.
" Mang Dadang siapa, Bu? "
" Supir mama, Key. " sahut Devi.
" Ya sudah, Keyza pamit Bu." ucapnya sambil menyalimi tangan Devi.
SKIP
__ADS_1
Setelah tadi mang Dadang mengantarnya sampai di depan resto. Keyza sekarang langsung masuk untuk menemui manajer.
CEKLEK
Pintu pun di buka oleh Keyza.
" Pagi pak Sean, " sapa Keyza ramah.
" Pagi Bu Keyza, " sapa balik Sean dan buru- buru berdiri dari kursi singgasananya.
" Ada apa ya Bu? " tanya Sean.
" Tidak apa, Saya hanya ingin mengecek saja. " ucap Keyza.
" Oh ya Pak, Gimana sama restonya? " lanjut Keyza bertanya.
" Alhamdulilah, Bu. Semua berjalan dengan baik. Semua Koki dan karyawan juga bekerja secara efisien. Di tambah pengunjung resto yang lumayan banyak, " lapor Sean.
" Oke, sekarang saya ingin mencicipi masakan koki disini. Apa Pak Sean mau mengantarkan saya? "
" Tentu saja, Bu. "
SKIP
Sampainya di dapur, Keyza langsung melihat cara kerja koki dan karyawannya. Seperti yang Pak Sean bilang, mereka bekerja dengan efisien. Semuanya kompak mengerjakan tugasnya masing-masing, tanpa ada yang sedang menganggur. Keyza merasa tak sia- sia ia mempercayakan Pak Sean untuk merekrut karyawan dan koki. Pikirnya.
" Pemilik resto berkunjung! Semuanya berikan sambutan, " teriak Pak Sean memandu bawahannya.
" Selamat datang, Bu. " ucap mereka serempak, berbaris menunduk hormat.
" Pagi semuanya, saya kesini ingin mencoba hasil masakan kalian. Tolong salah satu dari kalian untuk menyiapkan! Lalu antar ke meja nomor 23. Kalau gitu saya permisi, ayo pak Sean. " ajak Keyza pada Pak Sean. Salah satu koki pun menyiapkan hidangannya.
SKIP
Keyza pun mulai melahap makanan itu perlahan, rasanya lumayan enak. Pedes+ asin+ gurihnya sangat pas di lidah. Hanya teksturnya saja yang mungkin sedikit kurang. Menurutnya.
" Gimana Bu, enak kan? " ujar Pak Sean.
" Hmm, "
" Pelayan! " panggil Keyza. Salah satu pelayan pun menghampirinya.
" Iya, Bu. "
" Tolong kamu bungkus semua menu yang ada disini, " suruh Keyza.
" Baik, Bu. " ucap pelayan itu melenggang pergi.
SKIP
Di tangan Keyza sekarang sudah ada rantang berisi makanan. Tujuannya sekarang yaitu kantor suaminya. Keyza tau sekarang adalah jam makan siang. Dirinya pun memutuskan memesan taksi menuju Victor Company yang merupakan perusahaan suaminya.
Sesampainya di depan perusahaan yang menjulang tinggi. Keyza langsung menginjakkan sepatunya untuk masuk.
Karena dulu Keyza pernah kesini, menjadikan dirinya hafal ruang CEO dimana, tanpa harus bertanya pada resepsionis.
Sesampainya di depan pintu ruang CEO, Keyza terdiam sejenak. Tangannya sudah hampir mengetuk pintu, tapi suara yang berasal dari dalam membuat ia terhenti.
" Sttttttt, ahhhhh..."
__ADS_1
" S-sakit..."
" Yah di situ, geser dikit. "
" Ahhhhh...udah perih. "
" Akhhh! "
CEKLEK
PRANG!!
Rantang yang di bawa Keyza jatuh ke lantai. Hatinya berdenyut nyeri, melihat pemandangan di depan.
" Mas, apa yang kamu lakukan dengan Brilian!! " bentak Keyza. Baru semalam Wiliam menyatakan perasaanya. Dan sekarang, ia melihat pemandangan yang cukup menyakitkan. Suaminya William, sedang berpelukan dengan Brilian dengan keadaan yang cukup intim. Membuatnya salah paham, apalagi tadi ia sempat mendengar suara aneh itu.
" K- keyza, Ini tidak seperti yang kamu pikirkan. A-aku sama Brilian tadi____" ucap Wiliam lebih dulu di potong Keyza.
" Tadi apa! Sedang beradu kasih ya..." ucap Keyza memotong penjelasan Wiliam, lalu ia terkekeh hambar.
" B- bukan seperti itu Key, K- kamu salah pa____"
" Bulshit! " ucap Keyza melenggang pergi dari sana dan membanting pintu keras. William pun panik, ia langsung berlari menyusul Keyza.
" Ayo, pak jalan. " ucap Keyza pada taksi tersebut.
" Oke, non. " ucap supir taksi itu.
Wiliam yang melihat taksi sudah pergi membawa istrinya pun meraup wajah kasar.
" Arrrkhhhh, sial! " umpat Wiliam.
Wiliam pun merogoh ponselnya yang berada di saku jasnya.
" Tolong kamu ikuti mobil dengan plat nomor B 2279 QR " suruh Wiliam.
" Baik tuan, saya akan cari. " ucap orang misterius dari seberang sana.
Sedangkan Brilian di dalam sana sangat senang.Ia sangat bersyukur atas kejadian tadi. Karena tanpa harus mengotori otaknya untuk menyingkirkan Keyza, ia berhasil membuat Wiliam dan Keyza bertengkar.
" Pasti seru nih, " monolog Brilian memikirkan hal- hal yang mungkin terjadi.
SKIP
Sedangkan di tengah jalan, Keyza merasa seperti sedang diikuti seseorang. Ia pun menengok kebelakang. Dan yap, mobil BMW warna hitam sedang mengikutinya.
" Pak, buruan ngebut." suruh Keyza tak terbantahkan.
" Kita memangnya ingin kemana, non. " ucap supir taksi itu bingung.
" Kemana saja pak, yang penting kita ngebut dulu, " suruh Keyza.
" Baik non, "
Mobil Keyza pun melaju pada kecepatan di atas rata- rata. Mobil BMW di belakang juga semakin mempercepat lajunya. Namun pada saat di tengah jalan, lampu tiba- tiba berwarna merah. Mobil BMW itu pun terpaksa berhenti.
" Hufttt, akhirnya lolos juga, " ucap Keyza sembari menghela nafas panjang.
Bersambung.....
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, dan hadiahnya ya... see you🤗😊