
" Saya senang bekerja sama dengan anda! Kalau begitu saya pamit, saya masih banyak urusan. " ucap pak Khai bangkit dari kursi duduknya.
[ Pak khai Walaupun orang Jerman, tapi dia pandai bahasa Indonesia ya guys]
" Terimakasih pak, saya juga sangat senang bisa bekerja sama dengan bapak. Apalagi bapak jauh-jauh datang dari Jerman." ucap Wiliam sungkan.
" Tidak masalah pak, saya senang bisa membangun bisnis dengan pak Wili, " ucap Khai sambil berjabat tangan dengan Wiliam.
" Hati-hati pak, " ucap Wiliam melihat Kliennya sudah berjalan menjauh di dampingi asistennya.
Wiliam pun bernafas lega, meetingnya sudah selesai dan berjalan sesuai ekspetasi.
Drettttt Dretttt
Bunyi getaran hp yang berada di saku Wiliam, ia tadi lupa tidak menonaktifkan hpnya ke mode pesawat saat meeting. untung saja tadi saat meeting tidak ada panggilan masuk.Tanpa melihat si penelpon, Wiliam langsung saja mengangkatnya.
" Hallo, "
" Hallo Wil, kamu bisa jemput aku di bandara nggak? " tanya suara di seberang sana penuh harap. Sedangkan Wiliam yang tak asing dengan suaranya pun melihat nama kontak. Di sana tertera nama Brilian, dan dirinya pun sangat terkejut.
" Kamu udah nyampe bandara, Bril?"
" Iya Wil, Makanya aku minta jemput kamu."
" Kenapa harus minta jemput aku, memangnya sopir kamu kemana? " tanya Wiliam bingung.
" Sopirnya nggak bisa jemput aku Wil, katanya mobilnya mogok." jelas Brilian.
" Ya sudah, aku yang jemput kamu. " putus Wiliam dan mematikan telpon sepihak.
" Mark! " panggil Wiliam pada asistennya.
" Ya tuan, kenapa?
" Kamu tolong handle kerjaan saya, saya ada urusan." perintah Wiliam mutlak.
" Urusan apa bos? " tanya Mark penasaran.
" Kamu itu masih bawahan saya, apa sopan kamu bertanya seperti itu pada atasanmu?" sindir Wiliam pada Mark yang menurutnya sangat kepo.
" Ya sudah terserah bos saja. " ucap Mark tak ingin membuat masalah.
Wiliam pun langsung bergegas pergi menuju bandara. Mark yang melihat Wiliam sudah pergi menjauh pun mengumpatinya.
" Dasar bos temperamen, selalu saja menyusahkanku. Untung saja gajinya besar, yang membuat**ku betah disini" batinnya.
__ADS_1
Sesampainya di bandara, Wiliam langsung mencari Brilian. Matanya terus mengamati setiap orang yang lewat. Tanpa sengaja matanya terfokus pada wanita dengan balutan dress berwarna hijau laut di sertai jas yang hanya di sampirkan di kedua bahunya, untuk menutup lengannya yang terekspos. Wiliam yang sudah yakin kalau itu adalah Brilian, langsung saja menghampirinya.
" Brilian!!" panggilnya dari jauh sambil menerobos beberapa orang yang lewat. Brilian yang merasa di panggil, menolehkan matanya menatap sumber suara itu. Dan yap, akhirnya matanya menemukan sosok tampan yang ia tunggu.
" Wiliam!!!" teriak Brilian berlari dengan menenteng kopernya.
" Aku sangat rindu padamu, " ucap Brilian sambil memeluk tubuh Wiliam erat, menyalurkan rasa sayangnya. Wiliam yang di peluk tiba- tiba merasa risih, karena payudara Brilian yang menempel di dadanya. Dengan cepat ia melepaskannya, dia sadar diri untuk tidak terlalu lama memeluk sahabatnya. Lagian, dirinya sudah memiliki istri yang sangat-sangat cantik.
" Ayo, sebaiknya kita pulang. " ajak Wiliam pada Brilian.
" Yaudah yuk, " tanpa tau malu, Brilian melingkarkan tangannya pada lengan Wiliam.
" Brilian, jangan seperti ini. Aku malu di lihat banyak orang. " ucap Wiliam yang sebenarnya ingin menggertak Brilian, namun melihat kebaikan Brilian dulu membuatnya mengurungkannya.
" Kenapa Wil? Bukannya dulu kita sering peluk-pelukan dan berpegangan tangan seperti ini? " ucap Brilian heran dengan perubahan Wiliam. Dulu, Wiliam tak pernah protes atau menolak jika ia berbuat seperti sekarang.
" Itu dulu Bril, kita sekarang sudah sama-sama dewasa, dan seharusnya kamu mengerti." jelas Wiliam pada Brilian
" Apa yang salah? Aku masih sahabatmu kan Wil? Jadi nggak ada salahnya dong aku pegang kamu kayak gini. " ucap Brilian yang tak terima dengan penolakan Wiliam.
" Sahabat sih sahabat, tapi tidak berlebihan seperti ini juga kan?"
Hahaha
Brilian tertawa mendengar ucapan Wiliam.
" Lupakan saja yang tadi, ayo kita pulang. " ajak Brilian tak menggubris ucapan Wiliam, dan terus menggandengnya selama perjalanan. Wiliam pun hanya pasrah, karena Brilian yang keras kepala.
Di pertengah jalan.
Mereka saling mengobrol dan membahas masa lalu
" Gimana dengan hubunganmu ?" tanya Wiliam basa-basi. Dirinya tak ada niat atau maksud lain.
" Aku dan Jack sudah memutuskan hubungan sejak lama, " jawab Brilian yang malas membahas Jack.
" Alasan? "
" Karena kita udah nggak ada kecocokan. " bohong Brilian, ia hanya tak ingin Wiliam tau dengan masalahnya. Ia malu mengakuinya, jika Jack sudah mencampakkan dirinya. Sedangkan Wiliam hanya mengangguk paham.
" Wil, kita mampir dulu yuk ke resto Jepang yang di situ, " ajak Brilian menunjuk resto di dekat sana.
" Hmm, oke. " jawab Wiliam setuju, lagian dia juga sedikit lapar. Mereka berdua pun turun bersama dengan Brilian yang menggandeng tangan Wiliam paksa. Mungkin orang akan mengira mereka sepasang suami-istri karena terlihat mesra.
Sedangkan di dalam resto tersebut, Keyza juga sedang berbincang dengan pak Sean manajernya dulu.
__ADS_1
" Pak, saya percayakan untuk anda mencari koki dan juga karyawannya. " ucap Keyza.
" Baik mba, akan saya usahakan. "
" Dan ini, uang untuk kamu. Jika kerjamu bagus, akan saya tambahkan." ucap Keyza sambil menyerahkan amplop coklat itu.
" Waduh, ini kebanyakan mba." ucap Sean tak enak.
" Tak apa, itu tak seberapa. "
" Ya sudah saya pergi, " pamit Keyza bangkit dari duduknya. Baru saja ia berbalik badan, matanya yang lentik menangkap sosok seperti suaminya yang begitu mesra dengan wanita yang tak di kenalnya. Terlihat di ujung sana wanita itu sedang menyuapi Wiliam dengan senyum mengembang. Entahlah, melihat Wiliam di perhatikan oleh wanita lain selain dirinya ia merasa sakit. Untuk meyakinkan jika itu suaminya, Keyza pun menghampiri meja keduanya.
" Wiliam!!" panggil Keyza, namun karena ramai pengunjung resto, suaranya menjadi tidak terlalu jelas.
PRANG!!
Bunyi pecahan piring dan gelas berserakan di lantai.
" M-maaf mba, saya tidak sengaja. " ucap pelayan yang menumpahkan minuman dan makanan ke baju Keyza.
" Saya maafkan, tapi lain kali kamu kerjanya hati- hati." ucap Keyza dan langsung pergi ke toilet untuk membersihkan bajunya. Niatnya untuk menghampiri Wiliam pupus.
Sedangkan di sana Wiliam dan Brilian sudah selesai dengan makanannya.
" Pelayan!" panggil Brilian. Seorang pelayan pun mendatanginya.
" Iya, mbak "
" Semua jadi berapa?" tanya Wiliam.
" Tujuh ratus ribu, Pak. " jawab pelayan itu.
Wiliam pun meletakkan 10 lembar uang diatas meja.
" Ayo, pulang. " ajak Wiliam pada Brilian.
" Pak, ini kebanyakan." ucap pelayan itu yang menghitung jumlah uangnya.
" Nggak papa, buat kamu saja. " ucap Wiliam.
Mereka berdua pun pergi dan memasuki mobil, meninggalkan restoran itu. Sedangkan Keyza yang sudah selesai membersihkan bajunya pun kembali ke tempat dimana meja Wiliam berada. Raut kecewa tercetak jelas di wajahnya, ketika tak mendapati keberadaan mereka.
Bersambung....
...Jangan lupa komen, like, dan vote😘...
__ADS_1
.