Perfect Mom

Perfect Mom
Episode 26


__ADS_3

Pagi harinya, Keyza terbangun dengan keadaan tangan Wiliam yang melingkar sempurna di pinggangnya. Perlahan, Keyza pun menyingkirkan tangannya itu.


Dia lalu berjalan untuk membuka pintu, namun tak bisa. Ternyata dirinya baru ingat, jika pintu itu dikunci. Keyza pun mulai mencari kunci itu dimana. Dan yah, akhirnya ia menemukan kunci itu berada di bawah kolong meja.


CEKLEK


" Akhirnya..." lega Keyza setelah pintu berhasil di buka.


Tap tap tap


Kaki jenjangnya yang terbalut sendal bulu sedang menuruni tangga. Keyza yang belum sempat cuci muka atau gosok gigi, memutuskan untuk pergi ke kamar mandi yang berada di bawah.


Selesai dengan rutinitas nya, Keyza langsung berjalan ke arah dapur. Dirinya akan membuat sarapan.


" Pagi semuanya, " sapa nya pada maid yang sedang memasak.


" Pagi juga non, " sapa mereka kompak.


" Nona ingin sarapan? Kebetulan kami sudah selesai memasaknya, " ujar salah satu maid itu menawarkan masakannya. Keyza yang mendengarnya mendesah kecewa.


" Tidak, Nanti saja." ucap Keyza lalu berjalan lesu pergi dari situ.


" Non! " panggil pelayan berlari ke arahnya.


" Iya, ada apa?"


" Anu non, Ibu besar telpon." beritahu pelayan itu.


Keyza pun bingung, Ibu besar siapa yang di maksudnya? Begitulah pertanyaan yang muncul di otaknya.


" Ayo, non." ajak pelayan itu berjalan duluan, Keyza pun mengikutinya dari belakang.


" Hallo, ini Keyza kan? "


" Iya Bu, ada apa? "


" Ini key, Axelio dari tadi nangis terus nggak mau berhenti nyariin kamu sama Wiliam. Kalian semalam kemana sih, Mama telepon kok nggak diangkat." kesal Devi.


" Ya sudah Keyza ke sana, Bu. " ucap Keyza tak menjawab pertanyaan Devi.


" Jangan lama-lama, " ujar Devi yang kasihan dengan cucunya.


Tanpa menjawab lagi Keyza langsung mematikan teleponnya sepihak.


" Pak, tolong antarkan saya." suruh Keyza pada pak Joko.


" Kemana, non? " tanya pak Joko.


" Rumah saya, "


" Siap non! " sahut pak Joko semangat.


Mobil kini melaju cepat dan meninggalkan pekarangan mansion itu.


" Pak, tolong sedikit cepat. "

__ADS_1


" Siap non! " ujar pak Joko menambah kecepatan mobilnya diatas rata-rata. Keyza pun tak takut, pak Joko mengendarai mobilnya dengan sangat baik. Tidak seperti Wiliam semalam, yang ugal-ugalan dengan kecepatan penuh.


Sedangkan Wiliam yang baru bangun tidur sangat panik ketika tak mendapati Keyza di sisinya.


" Sayang! kamu dimana? " teriak Wiliam.


Tak ada sahutan, membuat Wiliam ketar- ketir sendiri. Ia hanya takut Keyza pergi meninggalkannya seperti semalam.


Tap tap tap


Wiliam berlarian menuruni tangga.


" Keyza! " teriaknya memanggil Keyza dengan suara bariton miliknya. Wiliam sekarang sudah seperti reog yang kebingungan mencari istrinya. Dirinya sudah mencari Keyza di setiap kamar, taman, dapur, dan gudang. Namun tak kunjung menemukan keberadaan Keyza.


" ARRRKHHHH! " teriaknya frustasi.


" Ada apa tuan, kenapa tuan berteriak? " tanya salah satu bodyguard yang sedang berjaga menghampiri Wiliam.


" Apa kau melihat istriku?"


" Tadi saya lihat sekilas nona Keyza pergi diantar Pak Joko, tuan." beritahunya.


" Kemana?"


" Kalau itu saya kurang tau tuan, "


Wiliam pun menghela nafas panjang, guna meredakan panik nya. Tanpa sepatah kata pun Wiliam langsung pergi kembali ke kamar, ia akan menelpon istrinya.


Sampainya di kamar, Wiliam melihat handphone milik Keyza yang tergeletak di kasur. Itu artinya Keyza pergi tak membawa handphone.


Wiliam pun meraup muka kasar, dirinya lalu menyambar kunci mobil di dalam lacinya, lalu bergegas menuju rumah sang mertua. Mungkin Keyza ke sana. Pikirnya.


" Wiliam mana sih! Di tungguin nggak dateng-dateng juga." kesal Brilian yang sudah menunggu satu jam.


" Aku telepon aja kali ya, " monolog Brilian.


Brilian pun menekan tombol panggil. Begitu panggilan terhubung, Wiliam justru menolaknya. Brilian pun merasa dongkol, sebenarnya ada apa sih dengan Wiliam? Begitulah pertanyaan yang memenuhi otaknya.


SKIP


Seorang gadis sedang duduk di samping gundukan tanah yang sudah usang. Dirinya lalu menaburi bunga di makam yang bertulisan Argantara dan Anandita yang merupakan nama kedua orangtuanya


" Ayah dan Ibu yang tenang di sana ya..Arisa sayang kalian. " ucapnya mencium batu nisan Arga dan Dita bergantian.


" Ayo sayang, kita pulang. " ajak Rose pada Arisa yang sudah dirinya anggap seperti anak sendiri. Ya, Arisa bukanlah anak Rose, melainkan anak dari sahabat baiknya yang sudah meninggal karena kecelakaan.


" Gimana kabar orangtua Arisa di sana ya mah, apa mereka sudah bahagia? "tanyanya.


" Pasti sayang, kamu jangan sedih dong." hibur Rose.


" Yasudah ayo kita pulang! bentar lagi mau turun hujan." ujar Rose. Arisa pun mengangguk menurut, membenarkan ucapan Rose.


Mereka berdua pun meninggalkan pemakaman tersebut.


SKIP

__ADS_1


Wiliam memakirkan mobilnya di depan rumah megah sang mertua.


" IBU!! " panggil Wiliam menaikan satu oktaf suaranya dan dengan tak sabaran berlari ke arah Devi.


Devi yang sedang menyiram bunga sangat terkejut, melihat mantunya datang seperti orang habis di kejar- kejar setan. Pasalnya, mantunya itu masih memakai baju tidur dan sandal jepit dan tak lupa rambutnya yang acak-acakan, ditambah muka bantal. Devi pun geleng-geleng kepala.


" Kenapa Wil,? " sahut Devi setelah melihat Wiliam sudah di depannya.


" Apa Keyza kesini, Bu? " tanya Wiliam langsung pada intinya.


" Iya, memangnya Keyza nggak bilang sama kamu." ujar Devi.


" Tidak Bu," sahutnya.


" Yasudah kamu masuk ke dalam aja Wil, Keyza ada di dalam kok lagi main sama Lio" beritahu Devi.


Tanpa sepatah kata pun, Wiliam pergi begitu saja meninggalkan Devi.


"Sayang!" ucap Wiliam setelah sampai di depan Keyza dan langsung memeluknya erat.


"Kamu kenapa Mas?" heran Keyza yang mendapati suaminya banjir keringat. Bukannya menjawab, Wiliam justru memberi nasihat pada Keyza.


" Lain kali, jika kau ingin pergi harus ijin dulu padaku." perintah Wiliam mutlak.


" Hmm, oke."


"Yasudah, kenapa kau masih memelukku?"


" Tidak ada yang salah, kita sudah halal. " ujar Wiliam semakin memeluk erat tubuh kecil istrinya.


" Iya aku mengerti, tapi di sini ada Axelio. Aku malu, mas." ucap Keyza.


" Berarti jika tidak ada Lio, aku boleh memelukmu sepuas ku? " ujar Wiliam mengedipkan satu matanya ke arah Keyza berniat menggodanya.


" Tentu saja tidak, itu mau mu bukan mau ku!" sarkas Keyza.


Sedangkan Axelio tidak peduli dengan dua orang dewasa berbeda gender itu yang sedang bermesra- mesraan. Dirinya tetap fokus memainkan mobilnya kesana- kemari. Karena capek dan bosan, Axelio lalu berjalan menghampiri Ibunya.


" Ayah minggir! jangan peluk- peluk Ibu." ucap Axelio mengusir Wiliam agar tidak menempeli Keyza.


" Dia Istriku, jadi terserah ku jika ingin memeluknya." balas Wiliam menatap anaknya remeh.


" Tapi dia Ibuku, jadi aku berhak melarangnya untuk tidak dekat dengan Ayah, " ujar Lio menatap sengit Ayahnya. Wiliam yang mendengar itu pun mendengus.


'Mengapa dirinya harus memiliki anak yang sangat menyebalkan.' Pikir Wiliam.


" Bu, Axelio lapar. " rengeknya langsung memeluk tubuh Keyza tanpa memperdulikan Ayahnya lagi.


" Jika lapar ya kamu makan, tidak usah merengek pada Ibumu." sahut Wiliam.


" Ayah tak usah ikut campur! " ucap Axelio memandang Ayahnya penuh permusuhan.


" Apa? Mau Ayah congkel itu mata." ancam Wiliam. Pasalnya sang anak melototkan mata ke arahnya.


" Sudah! tidak usah ribut. Sekarang mending kita makan." saran Keyza yang jengah melihat perdebatan suami dan anaknya.

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa like+ komen.😉😓


__ADS_2