Perfect Mom

Perfect Mom
Episode 27


__ADS_3

Di meja makan sekarang sudah ada Wiliam, Keyza dan Lio. Seperti biasa, Keyza akan mengambilkan makanan untuk suami dan anaknya. Mereka pun makan dengan lahap, dengan Axelio yang sedang di suapi oleh Keyza. Wiliam yang melihat itu mendengus, anaknya terlalu manja. Pikir Wiliam.


" Kau tidak ke kantor, Mas? " Tanya Keyza sambil menyuapkan nasi ke mulut anaknya.


" Biarkan saja, aku malas. Lagian uangku sudah banyak jika hanya menghidupimu itu lebih dari mampu. Bahkan sampai tujuh turunan sekali pun. " sahutnya.


" Kau harus tetap bekerja walaupun uangmu sudah banyak." balas keyza tegas.


" Kau tidak usah takut miskin, uangku benar- benar sudah sangat banyak. Kau saja tidak akan kuat menghabiskan nya." ujar Wiliam membantah.


" Kau itu seorang CEO, seharusnya kau bisa memberi contoh yang baik untuk bawahan mu." nasihat Keyza.


" Ya, ya, ya...terserah mu saja." Balas Wiliam yang tidak mau memperpanjang masalah.


" Aku mau kau hari ini bekerja."


Wiliam yang mendengarnya mendengus kesal dalam dalam hati. ' kenapa istrinya tidak membiarkan dirinya untuk istirahat? Dirinya kan juga capek terus bekerja.' Pikir Wiliam.


" Kau akan berangkat ke kantor kan? " tanya Keyza memastikan karena Wiliam yang justru melamun.


" Hmm, " sahut Wiliam terpaksa.


Kini sudah tidak ada percakapan lagi. Mereka berdua sibuk dengan makanannya masing-masing.


Kriettt


Bunyi decitan kursi milik Wiliam.


" Aku sudah selesai, aku kan bersiap ke kantor. " ucap Wiliam beranjak berdiri dan bergegas menaiki tangga untuk mandi. Sedangkan Keyza hanya mengangguk kan kepala karena mulutnya penuh dengan nasi.


SKIP


Wiliam sekarang sudah rapi dengan setelan jas kantornya. Wiliam pun menuruni tangga untuk pamit pada sang istri.


" Aku berangkat, " ucapnya setelah sampai di bawah melihat istrinya yang sedang membereskan bekas makan tadi.


" Hmm, " balas keyza mencium tangan suaminya.


Setelah itu Wiliam berjalan ke arah garasi untuk mengambil mobil miliknya. Namun di tengah jalan, ia berpapasan dengan Devi yang baru selesai menyiram bunga.


" Wil kamu mau berangkat kerja ya.." ujar Devi melihat mantunya sudah rapi.


" Iya, Bu. Yasudah Wiliam pamit, " ucapnya menyalimi tangan Devi.


" Hati-hati, " peringat Devi yang melihat Wiliam sudah memasuki mobilnya.


SKIP


Keyza sekarang sedang bingung harus melakukan pekerjaan apa. Dirinya masih belum terbiasa di rumah orangtuanya.


" Keyza! Tolong kamu ambilkan tangga di gudang!" teriak Devi dari atas.

__ADS_1


" Iya, Bu! " sahut Keyza segera berjalan menuju gudang. Sesampainya di sana ia langsung mencari tangganya karena tertutup oleh kardus-kardus yang sudah usang dan berdebu.


Bella yang baru akan berangkat kuliah kebetulan melihat Keyza memasuki gudang. Otak licik Bella tiba-tiba muncul, Ia langsung berjalan mengendap-endap menuju gudang. Saat dirinya melihat Keyza yang sibuk mencari tangga, ia langsung menarik perlahan gagang pintu itu lalu menguncinya dari luar. Bella pun tersenyum sangat lebar, setelahnya berjalan pergi meninggalkan Keyza.


" Akhirnya dapat juga, " gumam Keyza lega setelah menemukan tangga yang sekarang sudah ada di tangannya. Dirinya pun berbalik untuk membuka pintu namun susah.


" Ada apa dengan pintunya? Mengapa susah sekali di buka. Apa pintunya terkunci dari luar? " batinnya.


Krekk krekk krekk.


Keyza terus mencoba membuka pintu itu namun nihil, pintu itu tidak bisa di buka. Keyza pun menghela nafas panjang. Dirinya lalu melepas jepit rambut yang terpasang di rambutnya karena kebetulan ia memakainya. Keyza pun mencoba membuka pintunya.


❄️❄️❄️❄️


Wiliam sekarang sudah sampai di kantor nya. Ia berjalan dengan muka datar tanpa ekspresi dan penuh wibawa. Banyak karyawan wanita yang terpesona padanya. Seperti sekarang, pekikan memuja karyawan wanita yang di layangkan untuknya.


" Ya Tuhan, laki- laki seperti inilah yang hamba maksud untuk menjadi pendamping hidup hamba."


" Pak, aku rela jadi yang ke berapapun demi bapak."


" Pak, jadikan aku simpanan mu, "


" Rahimku anget karena mu, pak.


" Tembak aku, pak. "


" Kau ingin mati? "


Begitulah pekikan karyawan wanita yang mampu di dengar Wiliam. Namun dirinya acuh dan tak peduli, ia tetap berjalan santai menuju ruangannya.


Pintu CEO yang di buka Wiliam. Brilian yang sudah menunggu dua jam tersenyum senang. Akhirnya orang yang di tunggunya datang juga. Pikirnya. Berbeda dengan Wiliam yang sudah menatap datar dan tanpa minat ke arah Brilian. Ya, semenjak kejadian salah paham itu Wiliam menjadi kesal padanya.


" Sedang apa kau disini? " tanya Wiliam datar dan dingin tidak seperti sebelumnya saat pertama bertemu Brilian.


Brilian pun sangat terkejut dengan perubahan yang ditunjukan Wiliam. Ia tak tahu mengapa Wiliam jadi seperti itu.


" Tentu saja aku ingin menanyakan jawabanmu, "


Wiliam yang sudah paham arah pembicaraan Brilian kemana pun segera menyahutinya.


" Aku tidak bisa menerimamu untuk menjadi sekertarisku." jawab Wiliam tegas.


" Mengapa Wil? Apa kamu tak mempercayaiku?" Tanya Brilian yang tidak terima dengan ke putusan Wiliam.


" Bukan, "


" Terus, " bingung Brilian menanti alasan yang di berikan Wiliam.


" Karena aku memang tidak sedang membutuhkan sekertaris, lagian aku sudah memiliki sekertaris." ujarnya menatap Brilian datar.


" Kau pecat saja dia, biar aku yang menggantikannya." suruh Brilian memaksa.

__ADS_1


" Di sini aku bosnya bukan kamu, jadi terserah ku." tegas Wiliam.


" Aku sahabatmu Wil, masa kamu nggak mau terima aku." ucap Brilian memelas. Sedangkan Wiliam yang mendengar Brilian yang selalu mengatasnamakan sahabat menjadi muak sendiri.


" Karena kamu sahabatku, aku bisa membantumu untuk menjadi sekertaris tapi tidak di perusahaan ku, gimana? " putus Wiliam memberi toleransi. Sedangkan Brilian mengumpat kesal pada Wiliam. Ia tidak membutuhkan posisi sekertaris, tapi ia terpaksa melakukannya untuk mendekati Wiliam.


" Aku maunya menjadi sekertarismu Wil, " tolak Brilian.


Wiliam yang mendengarnya merasa ada yang tidak beres. Jika memang tujuan Brilian hanya untuk menjadi sekertaris, mengapa saat dirinya menawarkannya dia tidak mau? Bingungnya.


" Ini untuk terakhir kalinya aku menolak mu menjadi sekertarisku, Brilian. "


Setelah mengatakan itu Wiliam langsung pergi dari hadapan Brilian dan mulai menyalakan laptopnya bersiap bekerja. Brilian yang mendengar penolakan Wiliam menjadi sangat marah. Ia pun akan mencoba membujuk Wiliam sampai dirinya berhasil membuat Wiliam menjadikanya sekertaris.


" Ayolah Wil, kali ini saja kau turuti kemauanku." bujuk Brilian namun tak dihiraukan Wiliam. Brilian pun tidak mau menyerah, ia terus membujuk Wiliam.


" Kamu jahat Wil, aku minta itu saja kau tak mau menuruti ku."


" Kamu egois! "


" Aku membencimu, kau bukan sahaba___"


" Kau bisa diam tidak, hah!! " bentak Wiliam yang sudah sangat jengah dengan Brilian yang terus memaksa. Sedangkan Brilian tersentak kaget dan berdiri mematung.


" K-kamu bentak aku Wil? " tanyanya tak percaya.


" Iya karena kamu menggangguku yang sedang bekerja, membuatku tidak fokus." jelasnya dingin dan datar.


" Maaf jika aku mengganggumu, aku pamit pulang." ujar Brilian berjalan membuka pintu dengan menampilkan muka sesedih mungkin, berharap Wiliam kasihan dan mencegah dirinya pergi.


" Bagus, " ucap Wiliam acuh dan kembali bekerja. Ya, Wiliam sudah memutuskan untuk menjaga jarak dengan Brilian.


Brilian yang mendengar itu merasa sakit hati, ia tak pernah menyangka Wiliam akan setega ini padanya. Bahkan tadi saat berbicara dengannya, Wiliam tidak menatap dirinya sama sekali.


'Seperti menjauhinya.' Pikir Brilian.


❄️❄️❄️❄️


" Keyza kamu lama banget sih ambil tangganya, kasihan pak Harto yang mau benerin listrik nunggu lama, " marah Devi.


" Iya Bu, Keyza minta maaf. Keyza tadi sangat mulas jadi ke toilet dulu." alibi Keyza. Ya, Keyza sudah berhasil keluar dari gudang.


" Ya sudah sinikan tangganya," suruh Devi. Keyza pun menurut, ia memberikan tangga itu pada Devi.


SKIP


Sekarang Keyza berada di ruang cctv. Ia ingin melihat siapa orang yang menguncinya di gudang tadi. Tangannya pun dengan lihai mengotak-atik komputer itu. Dan yap, munculah video Bella yang sedang berjalan mengendap-endap, lalu mengunci dirinya. Melihat itu Keyza pun menampilkan semiriknya.


" Gadis kecil mencoba bermain denganku? " batinnya.


Bersambung.....

__ADS_1


maaf banyak jika ada kata yang typo.


Jangan lupa like, komen, hadiahnya😉🥰


__ADS_2