
Saat ini Keyza dan Axelio sedang dalam perjalanan pulang. Namun di tengah jalan, Axelio tiba-tiba merengek minta di belikan es krim.
" Bu, aku ingin es krim." pintanya menunjukan pup eyesnya.
" Apakah boleh Bu? "
" Hmm baiklah, tapi hanya dua cup tidak lebih." putus Keyza memberi toleran.
" Oke siap! " ucap Axelio memberi hormat.
" Pak, mampir di mall dekat sini ya.." suruh Keyza pada supirnya.
" Oke siap non."
SKIP
Wiliam sekarang sudah sampai di sebuah kafe yang cukup terkenal di kalangan masyarakat kota tersebut. Pandangannya kini mencari sosok asistennya.
" Tuan, sini!! " panggil Mark dari ujung sana saat melihat bosnya yang sedang kebingungan.
Mendengar itu, Wiliam langsung saja menghampiri meja Mark dan klien nya.
" Selamat siang Pak, " sapa Wiliam ramah setelah sampai di depan meja mereka.
" Siang Pak Wili, silahkan duduk." ucap Pak Randi yang notabene klien nya.
" Ah iya pak, terimakasih." jawab Wiliam mendudukan diri di samping Mark.
" Ekhem, sebenarnya ada apa Pak. Mengapa anda mengajak saya kemari? " tanya Wiliam langsung pada intinya.
" Sebenarnya ini tidak terlalu penting, saya hanya ingin menyampaikan bahwa anda besok di undang di acara pernikahan anak pak Khai, klien kita yang berasal dari Jerman. Disana juga kita akan sekalian membahas bisnis." beritahu Randi.
" Mark sialan! Dia ternyata membohongiku? " batin Wiliam kesal karena merasa di bohongi oleh Mark. Pasalnya saat tadi berbicara di telepon, Mark bilang ini pertemuan sangat penting yang mengharuskan dirinya datang.
" Bagaimana pak?" tanya Randi yang melihat keterdiaaman Wiliam. Tersadar dari pikirannya, Wiliam segera menanggapi klien nya.
" Bapak tenang saja, saya pasti akan datang." ucap Wiliam.
" Oh baiklah, saya sangat senang mendengar nya. Dan ya, Pak Wili juga jangan lupa mengajak pasangan, karena di sana akan diadakan dansa romantis." jelas Pak Randi menggoda Wiliam.
" Ah itu, saya pasti akan usahakan membawa pasangan." sahut Wiliam tersipu malu.
" Kau juga ikut Mark! " perintah Pak Randi pada Mark asisten Wiliam.
Ukhuk Ukhuk
Mark yang sedang minum tersedak minumannya.
" Mana mungkin aku ikut, aku saja masih jomblo karatan. Yang ada nanti aku akan menjadi nyamuk galau di sana." Batin Mark.
" Ah sebelumnya terima kasih, tapi saya seperti nya tidak bisa ikut Pak." tolak Mark.
" Yasudah, sepertinya pertemuan kita cukup sampai disini. Saya permisi, " ucap Pak Randi bangkit dari kursi kafe bersiap untuk pulang.
" Hati-hati Pak, " ucap Wiliam saat berjabat tangan dengan Pak Randi. Sedangkan Pak Randi menanggapi dengan anggukan dan senyum tipis.
Sekarang tinggal Wiliam dan Mark.
" Ada apa tuan? " tanya Mark yang melihat Wiliam menatap tajam ke arahnya.
" Ck, kau benar-benar membuatku kesal Mark. Kau bilang tadi ini pertemuan penting, tapi nyatanya pertemuan ini sama sekali tak penting bagiku." ujar Wiliam.
Sedangkan Mark menampilkan senyum tanpa dosanya. " Maaf tuan, saya juga tidak tau." sahut Mark.
" Terserah kau saja, sekarang kau ikut bersamaku." perintah Wiliam.
" Kemana tuan? " tanya Mark penasaran dan kegirangan.
" Tentu saja ke kantor, memang kemana lagi? " sahut Wiliam memutar bola mata malas.
" Ck, ku kira dia akan mengajakku pergi healing. Ternyata hanya mengajakku ke kantor. " batin Mark mendengus kecewa.
__ADS_1
" Ayo Mark, Kenapa masih bengong? " kesal Wiliam yang menunggu Mark lama.
" Iya, tuan muda." sahut Mark jengah.
SKIP
Di saat Mark sedang menyetir, matanya tak sengaja menatap bercak darah di celana bosnya lewat kaca spion.
" Itu kenapa bos celana nya, kok ada bercak darah seperti itu. Jangan- jangan bos habis merawanin anak orang ya? " tuduh Mark memikirkan yang iya-iya.
" Jaga bicaramu Mark, atau mulutmu akan ku sumpal dengan belati kesayanganku." ancam Wiliam kesal karena ucapan Mark tadi. Mendengar itu Mark begidik ngeri, ia sangat tahu bagaimana sadisnya tuannya itu dalam menyiksa orang.
" Iyaa bos, iyaaaaa...saya diam. " ucap Mark tak ingin memperpanjang masalah.
" Itu lebih baik, karena jika mulutmu berbicara membuatku sakit kepala." ucap Wiliam setuju dengan Mark. Sedangkan Mark hanya mampu mendengus dan mengutuk bosnya.
SKIP
Sekarang Keyza dan Axelio sedang memutari mall terbesar di kota Jakarta. Mereka berdua pun berjalan ke arah tempat es krim.
" Kau ingin makan es krim yang mana? " tanya Keyza menanti jawaban sang anak.
" Hmm, bentar." ujar Axelio meletakkan jempol dan telunjuk di dagu, seolah sedang berpikir.
" Axelio, mau yang itu, itu, dan itu." tunjuk nya pada es krim diamond rasa vanila, coklat dan stroberi.
" Oke, " ucap Keyza dan mengambilkanya untuk Lio.
Setelah tadi mereka berbelanja es krim, kini mereka berdua lanjut mengelilingi mall tersebut. Mata Keyza pun terpaku pada jam tangan pria yang sangat menarik perhatiannya. Tanpa sadar langkah kakinya berjalan ke arah toko itu dengan tangan menggandeng Axelio. Namun saat dirinya ingin mengambil jam tangan itu, seseorang lebih dulu mengambilnya.
" Ini berapa mbak? " tanya pemuda itu menanyakan harga jam tangan yang baru di ambilnya.
" 50 juta Mas, " ucap mbak penjaga toko.
" Yasudah, tolong bungku___"
" Tunggu! " teriak Keyza berlari cepat ke arahnya.
" Maaf Mas, jam tangan itu boleh untuk saya saja? Saya janji akan membayarnya dua kali lipat dari harga semula." ucap Keyza memberikan tawaran.
Pria itu pun menoleh kesamping untuk menatap wanita yang sedang berbicara dengannya.
" Edgar!! " kaget Keyza.
" Lho ternyata kamu Key. Btw kamu beli jam pria untuk apa? " tanya Edgar penasaran.
" Aku membelinya untuk suamiku, jadi bolehkah jam itu untukku saja. " pinta Keyza menunjuk jam yang sudah di bungkus.
Mendengar itu Edgar merasa tak rela, sebab jam tangan itu akan di berikan Wiliam. Ia juga sudah terlanjur menyukainya. Tapi ia juga sangat sungkan untuk menolak Keyza. Apalagi Keyza adalah gadis pujaannya, ya walaupun dia bukan gadis sih, melainkan istri orang.
" Mbak, apa masih ada stok jam yang sama persis seperti ini? " tanya Edgar.
" Tidak ada Mas, karena stoknya terbatas." jawab mbak itu. Edgar pun mendengus kecewa, lalu kembali menatap Keyza.
" Yasudah Key, ini untukmu saja." ucap Edgar menyerahkan kantong plastik itu. Demi Keyza, ia rela mengalah.
" Kau serius?"
" Iya Key, buat apa aku berbohong." ucap Edgar yang sedikit kesal.
" Oke baiklah, aku akan membayar mu dua kali lipat dari harga semula sesuai perjanjian."
Mendengar itu, Edgar merasa tak suka. " Tidak usah Key, itu untukmu saja. Lagi pula aku sudah membayarnya." tolak Edgar.
" Tidak Edgar, aku tidak ingin barang gratisan. Apalagi ini untuk suamiku." ujar Keyza tegas.
" Andai aku yang jadi suamimu key, pasti aku sangat bahagia." batin Edgar.
" Hmm, Yasudah terserah mu saja." balas Edgar yang tak ingin memperpanjang masalah.
SKIP
__ADS_1
Setelah pertemuan yang tidak di sengaja, sekarang mereka bertiga memutuskan untuk makan bersama di mall itu.
" Kita akan duduk dimana? " tanya Edgar yang bingung mencari tempat duduk, pasalnya mall ini lumayan ramai.
" Di situ saja, " tunjuk Keyza pada meja paling pojok.
Mereka bertiga pun berjalan menuju meja kosong itu dan langsung mendudukan diri.
" Lio mau pesan apa? " tanya Keyza pada sang anak yang sedari tadi diam.
" Lio mau makan Pasta, Burger, Nasi goreng
dan pizza Bu." sahutnya girang.
" Wawww, porsi makan mu sangat banyak boy." ujar Edgar yang takjub dan tak percaya.
" Biarkan saja om, orang Ibuku mampu membelikan nya, huh. Tidak seperti om yang miskin! Wleeeee..." ejek Axelio sambil menjulurkan lidahnya menyebalkan pada Edgar. Melihat itu Edgar mendengus kesal.
" Hey boy, membeli makanan yang tadi kau sebutkan itu sangat mudah untukku. Bahkan uangku tidak akan pernah habis walau kau setiap hari makan seperti itu. Apa lagi jika ibumu menikah denganku dan kamu menjadi anakku, aku pastikan semua permintaanmu akan ku turuti boy. " ucap Edgar sungguh-sungguh.
" Hmphhh, aku tidak akan pernah mau mempunyai Ayah sepertimu om. Dan aku yakin, Ayahku lebih kaya dan tampan di bandingkan om, iya tidak Bu? " ujar Axelio meminta persetujuan Keyza. Keyza yang di tanya pun menjadi bingung, menurutnya mereka berdua sama-sama tampan. Namun menurut Keyza suaminya lah yang paling tampan.
" Sudah! kita sekarang pesan makan.Dan untukmu Edgar, kau harus ingat jika aku sudah bersuami." ucap Keyza pada Edgar yang tiba-tiba raut muka nya terlihat masam.
" Aku bercanda Key, tidak benar-benar serius."
sahut Edgar yang sebenarnya berbohong. Ia tadi mengatakannya secara spontan, dan jujur.
" Bagus lah, " ujar Keyza lega.
" Mbak, sini!!" panggil Keyza yang melihat karyawan wanita telah selesai mencatat pesanan pengunjung lain.
" Iya, mbak." sahut wanita itu yang sudah sampai di meja Keyza.
" Saya pesan steak, chicken, burger, pizza, dan pasta mbak." ucap Keyza.
" Oke baik, mbak." sahut pelayan itu mulai mencatat.
" Kalau masnya mau apa? " tanyanya pada Edgar yang sibuk memainkan handphone.
" Em, saya steak sama spaghetti saja. Minumnya black coffe. " ucap Edgar.
" Oke, silahkan tunggu ya mas, mbak." ucap pelayan itu melenggang pergi.
SKIP
Sedang asyik-asyiknya mereka menyantap makanan, tiba- tiba kedatangan seseorang membuat suasana rusak.
" Wah, wah, wah...hebat kamu ya Key, mentang-mentang suami sibuk kerja, kamu bisa seenaknya jalan bareng pria lain. Wow, anakmu juga ikut Key? " ujar Brilian sangat terkejut dan takjub.
Ting!
Edgar berdiri dari kursinya dengan meletakkan sendok kasar.
" Brilian, jika kau tidak tau apa-apa lebih baik diam. Karena jika mulutmu berbicara, akan membuat panas sekitar. Seperti sedang mengeluarkan lahar panas, dan Itu sangat berbahaya. Lebih baik sekarang kau pergi." ucap Edgar mencibir dan mengusir Brilian.
" Dasar pembinor! Apa kamu nggak sadar kalau mulutmulah yang minta di cabein. Itu mulut apa boncabe sih." kesal Brilian yang tak terima dengan ucapan Edgar.
" DIAM!!! " bentak Keyza yang jengah mendengar perdebatan mereka. Keyza pun berjalan mendekati Brilian.
" Brilian, jika kedatanganmu hanya untuk membuat semuanya runyam, sebaiknya kau pergi. Karena kehadiranmu tidak di harapkan disini." ucap Keyza pedas.
" Kamu benar-benar makin kurang ajar ya Key.."
Setelah mengatakan itu, Brilian langsung mendorong tubuh Keyza. Namun Edgar lebih dulu mencekal tangannya dan membawa pergi Brilian.
" Axelio, ayo pulang. " ajak Keyza pada sang anak. Ia tak mau Axelio menjadi takut jika lama-lama ada disini. Kejadian tadi itu sangat tidak baik untuk anak seusianya.
" Bu, Tante itu sebenarnya siapa? Kenapa dia selalu mencari keributan dengan Ibu? " tanya Axelio penasaran, pasalnya bukan sekali dua kali ia melihat Brilian bertengkar dengan sang Ibu.
" Jangan kau pikirkan, karena dia itu wanita aneh." ujar Keyza.
__ADS_1
Bersambung.....
jangan lupa like+komen..🙏