Perfect Mom

Perfect Mom
Episode 24


__ADS_3

Mobil taksi yang membawa Keyza kini sudah sangat jauh entah kemana. Pak supir pun bingung, lantas sedari tadi ia hanya muter- muter tak jelas tanpa tujuan.


" Non, sebenarnya kita akan kemana? "


Keyza yang ditanya pun bingung, ia ingin pulang tapi ia malas jika harus bertemu suaminya. Pandanganya kini menatap luar jendela mobil. Namun matanya tak sengaja melihat sebuah taman.


" Pak! Nanti berhenti di taman depan sana ya.." tunjuk Keyza.


" Beneran non, mau di situ aja? "


" Iya pak, "


Skip


Wiliam sekarang sedang mengendarai mobilnya untuk mencari keberadaan Keyza. Perasaanya pun sangat gelisah dan panik. Bahkan tadi ia hampir tertabrak truk besar karena tak fokus menyetir. Pikirannya selalu di penuhi oleh Keyza, ia tak bisa tenang sebelum menemukan istrinya dan menjelaskan apa yang terjadi.


" Argghhh! " erangnya frustasi.


Bug


Bug


Bug


Wiliam dengan brutal memukul setir mobilnya.


" Kamu dimana si key? " batinnya.


Drettttt Drettttt Drettttt


Bunyi getaran handphone Wiliam yang berada di dasbor mobil. Dengan perasaan senang, Wiliam langsung mengangkatnya. Ia pikir mungkin bawahannya sudah menemukan keberadaan istrinya.


" Hallo, gimana James? Apa kamu sudah menemukan istriku? " tanya Wiliam berharap.


" Maaf tuan, kita gagal mengejar mobil istri tuan. "


" Dasar bodoh! Mengejar mobil itu saja kamu tak becus, percuma saya bayar kamu mahal." marah Wiliam.


" Maaf tuan, tadi tiba-tiba saja ada lampu merah, yang membuat kami kehilangan jejak." jelas James.


" Saya tak butuh alasanmu, sekarang kalian cari sampai dapat. Jika tidak, kalian akan menerima konsekuensinya. " ucap Wiliam dingin dan tanpa ekspresi. Setelah itu Wiliam langsung membanting Hp nya keras. Ia tak peduli jika hpnya rusak, yang terpenting sekarang adalah istrinya.


Wiliam pun menjalankan mobilnya dengan kecepatan penuh, tak peduli pengendara lain yang memakinya. Anggap saja dirinya sudah gila.


SKIP


DOR!


Keyza yang melamun tersentak kaget, ia lalu menatap sang pelaku.


" Edgar, kamu sedang apa disini? " bingung Keyza.


" Seharusnya aku yang tanya, kamu sedang apa disini, " heran Edgar. Sedangkan Keyza menaikan satu alisnya.


" Memangnya ada yang aneh jika aku kesini? " tanya Keyza.

__ADS_1


" Iya aneh, tak biasanya kamu kesini." ujar Edgar.


" Kamu sendiri kenapa kesini?" tanya balik Keyza.


" Aku tadi sedang jalan- jalan, karena kebetulan rumahku dekat dari sini. " jelasnya. Keyza pun mengangguk saja, moodnya sekarang sedang buruk. Membuatnya tak berminat untuk menanggapi Edgar.


" Kenapa mukamu sedih seperti itu, apa kamu sedang ada masalah? " ujar Edgar yang peka.


Keyza pun hanya menggelengkan kepala untuk menanggapinya.


" Apa karena suamimu, " tebak Edgar yang sialnya tepat sasaran.


" Aku tak apa Edgar. Aku baik- baik saja," ucap Keyza berbanding terbalik dengan keadaannya sekarang.


" Kamu tak akan bisa membohongiku keyza, aku tau sekarang kamu sedang dalam masalah. "


" Tidak Edgar, percayalah padaku." ucap


Keyza meyakinkan Edgar.


" Ya sudah jika kamu tak mau jujur. Ayo ikut aku, " ajak Edgar menarik tangan Keyza untuk ikut bersamanya.


" Kemana? "


" Nanti kamu juga akan tau, " ucap Edgar. Sedangkan Keyza pasrah saja ketika Edgar membawanya pergi entah kemana.


SKIP


Wiliam sepertinya sudah sangat- sangat frustasi. Dirinya berulang kali menjambak rambutnya dengan kasar.


'Ibu,'


Teringat dengan sang mertua, ia langsung menelpon nya.


Tutttt tutttt tutttt...


" Hallo, kenapa Wil?"


" A-anu Bu, Keyza sudah pulang belum?"


"Belum, memangnya kenapa?" panik Devi.


" Tidak apa Bu, ya sudah Wiliam tutup ya Bu, " ucap Wiliam menutup telpon sepihak.


Sedangkan Devi di sana merasa ada yang tidak beres. Tidak seperti biasanya Keyza belum pulang padahal ini sudah sore menjelang magrib. Devi pun menjadi khawatir. Devi pun memutuskan untuk menelpon Keyza, namun tak diangkat olehnya.


"Ada apa sebenarnya?" bingung Devi.


SKIP


Sekarang jam menunjukan pukul 19.00 WIB. Keyza dan Edgar pun sedang dalam perjalanan pulang. Yah, tadi Edgar mengajaknya ke pantai. Mereka berdua pun menghabiskan waktu bersama untuk bermain air dan melihat sunset sore hari. Keyza pun sedikit terhibur, ia sudah tak sedih lagi.


"Kamu mau aku antar pulang kemana?" tanya Edgar yang sedang menyetir.


"Hotel saja," jawab Keyza.

__ADS_1


"Mending sekarang kamu pulang saja. Aku takut orang rumah mencari mu." usul Edgar.


" Antar aku ke hotel saja Edgar. " mohon Keyza.


"Oke baiklah,"


SKIP


Sesampainya di hotel bintang lima, Edgar langsung memberhentikan mobilnya. Mereka lalu turun bersama berjalan beriringan memasuki hotel itu. Tanpa mereka ketahui seseorang memotret nya. Ya, Edgar hanya menemani Keyza sampai ia mendapatkan kamar untuk tidur. Setelah memastikan Keyza sudah aman, Edgar pun pamit pulang.


SKIP


Di lain sisi.


Wiliam sekarang sangat murka saat mendapati foto Keyza dan Edgar yang berjalan bersama memasuki hotel.


"Kurang ajar! Beraninya dia bermain- main denganku, " ucap Wiliam menguarkan semiriknya. Sepertinya jiwa psikopat Wiliam sedang menguasainya.


Tanpa ba-bi-bu, Wiliam menancap gas menuju hotel miliknya. Yah, hotel yang di tempati Keyza adalah miliknya.


Sepanjang jalan Wiliam menyetir mobilnya tak karuan. Ia mengatur kecepatan mobilnya seperti sedang beradu balap. Padahal jalanan sangat ramai, namun tak di pedulikan olehnya.


Sampai nya di depan hotel bintang lima itu, Wiliam turun dari mobil dan berlari kesetanan menuju kedalam. Tujuannya adalah kamar 202. Wiliam yang memang sudah hafal dengan setiap ruangan hotel itu, memudahkan ia menemukan kamar Keyza.


"BRAK!"


Pintu di tendang Wiliam. Bahkan engselnya sudah copot.


CEKLEK


Pintu kamar mandi pun di buka Keyza. Keyza pun keluar dengan dengan rambut yang basah serta hanya memakai jubah mandi. Dirinya sangat terkejut dengan kedatangan Wiliam tiba- tiba.


" Mas! "


" Dimana Edgar! kamu sembunyikan dia dimana, hah? " bentak Wiliam emosi. Dia seperti bukan Wiliam, namun jiwa lain yang seperti memasukinya.


"Tidak ada Edgar disini, kamu kenapa?" takut Keyza yang melihat suaminya Wiliam sangat mengerikan.


"Diam! Sekarang kita pulang!" suruh Wiliam menarik tangan Keyza kasar. Ia lalu melepas jasnya untuk menutupi tubuh istrinya yang masih menggunakan jubah mandi. Setelahnya ia menggendong tubuh istrinya itu ala bridal style. Anggap saja Wiliam sudah tak waras. Keyza pun memberontak di gendongan Wiliam. Sedangkan Wiliam tak perduli itu, ia terus berjalan dengan muka sangar dan menatap semua orang tajam. Ia tak suka menjadi perhatian pengunjung hotel.


Wiliam pun menyetir mobilnya sangat cepat dan ugal-ugalan. Keyza yang takut pun terus membujuk Wiliam agar menurunkan laju mobilnya.


" Mas pelan-pelan, aku takut." ucap Keyza memohon tapi tak di dengarkan oleh Wiliam.


"Hiks, hiks, hiks." Keyza pun menangis sesenggukan.


William yang mendengarnya sedikit luluh, ia lalu mengurangi kecepatan mobilnya menjadi stabil.


" Jangan menangis, dasar cengeng!" ucap Wiliam.


Keyza yang di bilang seperti itu pun menghapus air matanya segera. Ia tak mau terlihat menyedihkan di depan suaminya.


Bersambung....


Jangan lupa tinggal jejak dan komentar. see you

__ADS_1


__ADS_2