Perfect Mom

Perfect Mom
PENYUSUP


__ADS_3

Dor! Dor! Dor!


Bunyi tembakan yang saling bersahutan menggema di luar mansion milik Alexander. Satpam yang berjaga di luar pun sudah terkapar kaku tak bernyawa diatas tanah.


BRAKKK!


Pintu mansion itu di tendang oleh sekelompok pria berbaju hitam. Sontak saja orang yang ada di dalam berteriak ketakutan.


" Tolong....Ada penyusup!!! " teriak para pelayan itu berlarian kesana-kemari untuk menyelamatkan diri. Sedangkan para bodyguard yang berjaga di taman belakang langsung berlari menuju ruang tengah. Dan betapa kagetnya mereka saat mendapati para pelayan sudah terkapar tak berdaya di atas lantai dengan darah di sekujur tubuhnya.


" Siapa kalian? " tanya Bodyguard itu pada sekelompok pria berbaju hitam.


" Omong kosong! " ucap mereka tanpa aba-aba langsung mengarahkan pistolnya.


Dor! Dor!


Dua kubu itu saling mengadu keterampilan menembak satu sama lain, mempertahankan nyawanya masing-masing. Bunyi tembakan pun terus bersahutan dalam kurun waktu yang lama, karena dua kubu itu sama-sama kuat dan tidak ada yang mau mengalah.


*******


Sedangkan di kamarnya Keyza menatap suaminya dengan bingung, pasalnya sedari tadi Wiliam tidak berhentinya mondar-mandir. Bahkan bisa di hitung, jika Wiliam sudah sepuluh kali keluar masuk ke kamar mandi.


" Kau itu kenapa? " tanya Keyza yang sudah jengah dan pusing dengan kelakuan Wiliam yang aneh. Wiliam tidak menjawab, ia justru memerhatikan seluruh tubuh Keyza yang hanya memakai baju tidur tipis dengan bahan satin. Melihat lekukan tubuh bagian atas yang seperti bola pingpong, membuat Wiliam bernafsu dan ingin memakannya.


Entahlah, Wiliam juga tidak tahu dengan dirinya. Sekarang yang ia rasakan adalah rasa panas yang menjalar di seluruh tubuhnya, ditambah dengan hasrat yang meminta untuk dituntaskan. Tanpa sadar, kakinya melangkah mendekat kearah Keyza. Tatapan matanya pun terlihat sangat sayu saat menatap manik hitam di depannya. Bahkan Wiliam sekarang sudah melepas bajunya hingga membuat ia bertelanjang dada.


Melihat itu Keyza melototkan bola mata sempurna. Rasa panik dan was-was mulai menghantuinya, ia takut jika suaminya berbuat macam-macam.


" Mas, kau baik-baik saja kan? " tanyanya memastikan. Lagi-lagi Wiliam tidak mengeluarkan suaranya, membuat pikiran Keyza berkecamuk.


" Aku ingin ke toilet. " ucap Keyza tiba-tiba saat lama terdiam. Sebenarnya itu hanya alasannya saja agar ia bisa menghindari sang suami yang sepertinya setengah waras. Belum sempat ia beranjak, tangan Wiliam tiba- tiba menariknya dan menjatuhkan dirinya keranjang. Melihat istrinya sudah terlentang, Wiliam langsung menindihnya.

__ADS_1


" Aku ingin kau malam ini, apa boleh? " ucap Wiliam dengan suara lembut dan serak basah. Mendengar permintaan pria yang sudah diatasnya, Keyza tidak tahu harus menjawab apa.


" Tolong bantu aku, aku benar-benar tidak sanggup menahannya." ucap Wiliam yang tersadar jika ia dalam pengaruh obat perangsang. Mungkin saat di acara resepsi tadi, ada seseorang yang sengaja menaruh obat perangsang di minumnya. pikir Wiliam.


" T-tapi aku___"


Belum sempat Keyza menyelesaikan kalimatnya, bibir Wiliam sudah membungkam bibirnya lebih dulu. Bibir mereka berdua pun kini sudah saling menempel. Wiliam pun mulai menyesap serta menggigit kecil bibir merah cherry yang sedari tadi sudah menggodanya itu. Keyza yang mendapat serangan tiba-tiba, sontak saja membuka mulutnya hingga memudahkan Wiliam untuk memasukan lidahnya.


Lidah Wiliam kini mulai memeriksa setiap inci yang ada didalam mulut itu, dan ********** dengan sangat lembut. Tangannya pun tidak tinggal diam, namun ia gunakan untuk membuka kancing baju teratas sang istri.


" Emmphhhhhh, " Keyza yang kehabisan nafas, memukul-mukul keras dada bidang suaminya. Namun pukulan itu tak di indahkan oleh Wiliam, dan hanya dianggap angin lalu.


Drettttt Drettttt


Ponsel milik Wiliam yang berada di atas nakas tiba-tiba berdering. Keyza pun langsung mendorong tubuh Wiliam kasar dan langsung beranjak untuk mengangkat telepon itu.


" Hallo, " ucap Keyza setelah sambungan terhubung.


" Memangnya ada apa, Bu? " tanya Keyza saat mendengar suara Rose yang sepertinya sedang panik.


" Arrkkkkhhh......"


" Ibu!!! " teriak Keyza panik saat tiba-tiba sambungan terputus.


" Ada apa? " tanya Wiliam yang sudah ada di sampingnya.


" Aku tidak tahu, lebih baik kita sekarang pulang." ujar Keyza.


" Kau sudah tidak apa-apa kan? " lanjutnya menatap sang suami yang sudah memakai bajunya.


" Hmm...."

__ADS_1


*********


Rose sangat kaget saat tiba-tiba sebuah peluru hampir saja mengenai kepalanya jika saja Alex suaminya tidak datang tepat waktu untuk menyelamatkannya.


" Sayang, kau tak apa? " tanya Alex khawatir.


Rose yang masih menormalkan detak jantungnya, kini balik menatap wajah suaminya yang masih tampan walau usianya sudah tidak muda lagi.


" Aku baik-baik saja, Mas." jawab Rose.


" Syukurlah jika begitu." lega Alex saat melihat tidak ada luka sedikitpun di tubuh sang istri. Kini tatapan Alex pun berganti menatap pria bertopeng yang hampir saja mencelakai istri tercintanya. Rahang Alex tiba-tiba mengeras, dengan urat-urat leher yang menonjol.


" Kurang ajar! Berani sekali kau ingin mencelakai istriku." marah Alex tak terima. Tanpa aba-aba, ia langsung mengeluarkan pistolnya yang berada di saku jasnya. Diarahkannya pistol itu tepat pada jantung pria misterius itu. Pria bertopeng yang melihat itu pun sudah siap dengan pistol di tangannya. Namun tiba-tiba saja pistol itu tidak bisa di gunakan karena memang pelurunya sudah habis.


" DOR! " dengan sekali tembakan, peluru milik Alex berhasil menembus dalam tepat pada jantungnya. Pria itu pun langsung tumbang, dengan mata melotot. Rose yang melihatnya begidik ngeri. Teringat dengan sang cucu, Rose langsung memukul lengan suaminya keras.


" Mas, cucuku." ucap Rose panik, takut terjadi apa-apa dengan cucu kesayangannya.


" Kau tenanglah, aku yakin dia baik-baik saja. " ujar Alex tidak terlalu ambil pusing. Sontak saja perkataan Alex mendapatkan sebuah jitakan dari Rose.


" Bagaimana bisa aku tenang, hah? Cucuku itu masih bocah, kalau dia tertembak dan mati bagaimana? " ucap Rose kesal pada Alex.


" Tinggal suruh Wiliam buat lagi." sahut Alex enteng.


" Terserah mu, aku ingin mencari cucuku."


Setelah mengatakan itu, Rose berjalan meninggalkan Alex yang sudah memutar bola mata malas.


" Istriku terlalu khawatir pada bocah itu, padahal aku yakin dia sekarang sedang bersenang-senang karena mendapat mangsa baru." batin Alex.


Dan benar saja, Axelio sekarang sedang menusuk-nusuk tubuh pria bertopeng yang sudah terkapar tidak berdaya di atas lantai. Bocah itu tanpa rasa takut, menjadikan tubuh pria itu sebagai media tempat ia melukis. Pasalnya ia tak henti-hentinya membuat gambar abstrak pada tubuhnya menggunakan belati. Ya, walaupun usia Axelio masih lima tahun, tapi dia sudah mengenal dunia gelap. Bahkan dia juga merupakan bocah pesikopat.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2