Perfect Mom

Perfect Mom
Episode 8


__ADS_3

Sekarang mereka bertiga sedang berkumpul di ruang tamu dengan tiga gelas jus diatas meja.


" Ada perlu apa kamu kesini? " tanya to the points Wiliam pada sang adik.


" Aku kesini cuma mau bilang kalau ibu rindu dengan kakak dan ingin menemui cucunya.Jadi ibu minta kakak untuk pulang mengunjungi keluarga besar bersama Axelio, bagaimana? Apakah kakak ada waktu untuk pulang? "


" Yasudah kalau gitu, besok kakak akan ke sana." putus Wiliam.


" Jika tak ada keperluan lagi, sebaiknya kamu segera pulang. " usir Wiliam pada sang adik. Entahlah, Wiliam merasa kedatangan adiknya mengganggu waktu berdua dengan Keyza. Wiliam yang sudah ngelantur pun menggelengkan kepalanya.


" Apa-apaan aku, kenapa aku bisa berpikir begitu tentang adikku sendiri. Apakah Keyza menggunakan pelet atau dukun? Makanya aku sekarang menjadi tergantung padanya? " batin Wiliam konyol.


Sedangkan Arisa yang mendengar kakaknya mengusirnya pun melototkan matanya. Hey, dia itu udah jauh-jauh kesini dan belum ada sepuluh menit duduk, tiba-tiba kakaknya mengusirnya? siapa yang tak kesal sih.


" What! Kakak ngusir aku? " tunjuk nya pada diri sendiri tak percaya.


" Nggak juga, Kakak kan cuma bilang sebaiknya kamu pulang, takutnya nanti ibu mencari mu. " jawab Wiliam tak masuk akal.


" Hey kak, aku udah gede bukan anak kecil kalo kakak lupa! Mana mungkin Ibu mencari ku, sedangkan ibu tau aku kesini. " heran Arisa pada kakaknya itu.


" Ya kan mungkin saja kan? Lebih baik kamu pulang saja sana, hus..hus!" bangkit Wiliam manarik pelan tangan adiknya.


" Kak, pokoknya aku nggak mau pulang! Aku mau main disini. " berontak Arisa pada saat kakaknya mengusirnya secara paksa.


Keyza yang sedari tadi diam pun mulai jengah dengan kelakuan kakak-beradik itu yang seperti anak kecil.


" Wiliam sudah, biarkan saja Arisa jika ingin bermain sebentar disini. " lerai Keyza.


Wiliam yang mendengarkan Keyza membela sang adik pun cemberut. Dengan terpaksa, ia melepaskan tangannya yang berusaha mengusir sang adik.


" Tuh, dengerin! Kak Keyza aja nggak masalah. Kakak aja yang terlalu menyebalkan!" kesal Arisa dengan kakaknya.


" Diam kamu, dasar bocah tengil! " maki Wiliam.


" Dasar kulkas tuju pintu!" balik maki Arisa


Keyza yang pusing dengan mereka pun segera membuka suara.


" Sebaiknya kalian berhenti berdebat, kalian seperti anak kecil saja. "


Adik- kakak itu pun seketika diam dan tak berbicara lagi hingga terjadi keheningan.


Skip


Sekarang Keyza dan Arisa sedang duduk di kursi yang berdekatan dengan kolam renang.Tadi setelah perdebatan, Arisa langsung membawa pergi Keyza begitu saja, itu sebabnya dia berada di sini.


" Kak, aku minta maaf ya untuk yang tadi. " sesal Arisa.


" Aku nggak tau kalau kakak udah berubah, nggak kaya dulu lagi." lanjutnya.


Keyza yang melihat ada ketulusan di mata Arisa pun mengangguk.


" Tak apa, maafin kakak yang dulu juga ya." ucap Keyza.


Mereka berdua kini pun saling berpelukan. Lama berpelukan, Arisa lalu melepaskannya.

__ADS_1


" Oh ya kak, Axelio belum pulang?" tanya Arisa bingung, pasalnya ia tak mendapati keberadaan Axelio.


" Belum, mungkin sebentar lagi. "


Baru saja dibicarakan, sosok kecil itu pun datang dengan baju seragam yang masih di pakainya, menandakan ia baru pulang dari sekolah.


" IBUUU! " Panggilnya dan langsung memeluk Keyza. Arisa yang tak di peluk pun mengerucutkan bibirnya dengan muka masam.


" Tante nggak di peluk nih?" godanya pada Axelio. Sedangkan Axelio pun melepas pelukannya dan menatap tantenya.


" Tante! Axelio rindu," ucapnya berganti memeluk Risa. Arisa dengan senang hati membalas pelukannya.


Skip


Hari kini sudah sore, matahari pun mulai terbenam di ufuk barat. Burung-burung mulai beterbangan untuk pulang ke rumah masing-masing. Udara di mansion pun mulai menjadi sejuk. Seperti kebiasaan Keyza, ia akan memasak dan menyiapkan makan sore untuk keluarga kecilnya. Keyza pun berniat akan membuat nasi goreng seafood, fillet ikan, dan capcay saja yang merupakan kesukaan Wiliam. Tadi, sebelum Arisa pulang, Ia menceritakan berbagai hal tentang Wiliam yang tidak di ketahui Keyza dari makanan kesukaan, hingga kebiasaan buruk Wiliam. Itu sebabnya ia menjadi tau segala tentang Wiliam.


Semua masakan pun kini sudah tertata rapih di meja makan, hanya tinggal memanggil suami serta putranya saja untuk makan malam. Keyza pun berjalan menaiki tangga dan berjalan ke arah kamar mereka berdua. Kamar pertama yang ia masuki adalah milik Wiliam yang tak di kunci. Tanpa mengetuk atau permisi, Keyza langsung nyelonong masuk kedalam.


Damn!


Betapa terkejutnya Keyza mendapati Wiliam hanya memakai handuk dengan rambut basah, sepertinya ia baru saja selesai mandi. Glek, Keyza menelan saliva nya dengan kasar melihat perut sixpack dan rambut acak-acakan Wiliam. Tak sadar matanya terus menatap Wiliam, hingga lamunan nya buyar, pada saat Wiliam akan melepas handuknya dan memakai celana. Buru-buru Keyza berteriak untuk mencegahnya sebelum dirinya gila.


" Wiliam! Stop! "


Wiliam yang akan memakai celananya pun mengurungkan. Ia menatap Keyza yang entah dari mana sudah berdiri di depan pintu. Seketika telinga Wiliam memerah, ia malu jika tubuhnya dilihat oleh istrinya.


" Keyza cepat kamu pergi, aku ingin memakai bajuku." usir Wiliam.


Dengan buru-buru keyza mengangguk, dan segera keluar dengan membanting pintu keras.


Tok...tok


" Axelio, tolong buka pintunya! Ini ibu, nak. " panggilnya pada putranya itu.


" Bentar, Bu." jawab Axelio yang baru saja selesai mengerjakan PR dan segera merapihkan alat tulisnya.


Cklek


Pintu yang di buka perlahan oleh tangan kecil Axelio.


" Kenapa, Bu? " tanyanya ketika melihat ibunya malah bengong.


" Ah ya, makan malam sudah ibu siapkan, kamu nanti tinggal makan, oke? "


" Baik Bu, " jawab Lio sambil memandang wajah ibunya yang memerah.


" Ibu kenapa? Kok mukanya merah gitu, ibu sakit? "


Mendengar pertanyaan polos putranya itu, membuat Keyza salah tingkah.


" N-nggak kok, ibu baik-baik saja. Mungkin ini karena ibu memakai blush on terlalu tebal. " alibi Keyza.


Axelio yang tak tau itu blush on hanya mengangguk saja. Padahal Keyza sedang berbohong, ia saja sedang tak memakai make-up mana mungkin ada blush on yang menempel di pipinya. Untung saja Axelio masih polos, jadi mudah untuk mengakalinya.


" Yasudah, ayo kita makan sayang." ajaknya pada Axelio. Mereka pun turun kebawah dengan bergandengan tangan.

__ADS_1


Dilihatnya Wiliam yang sudah stay cool yang seperti sudah menunggu mereka. Keyza dan Axelio pun mendudukan diri di kursi.


"Em Lio, kamu ingin makan apa sayang? "


" Umm, Lio ingin makan nasi goreng, capcay, sama sayur buncis saja, Bu." tunjuk Lio pada piring yang berisi makanan yang ia bilang tadi.


" Ya udah bentar, ibu ambilkan. "


Wiliam yang melihat perlakuan manis Keyza pada putranya pun mendengus.


" Saya tidak kamu ambilkan, Key? "


Keyza yang mendengar nada manja suaminya pun menghentikan tangannya yang akan mengambil lauk untuk Axelio.


" I-Iyah, nanti aku ambilkan juga. " ucapnya gugup. Ia teringat dengan kejadian tadi.


Setelah melayani suami dan anaknya. Kini pun mereka makan dengan keadaan hening. Sesekali juga Keyza pun menyuapi Axelio begitu hingga nasi tinggal setengah.


Wiliam yang melihatnya merasa iri, kenapa Keyza hanya peduli dengan anaknya? Ia juga ingin di perhatikan.


" Key, aku nggak kamu suapin?"


Keyza pun terkejut dengan permintaan Wiliam. Ia ingin menjatuhkan rahangnya kebawah. Kenapa Wiliam menjadi manja seperti ini? Pikirnya bingung.


" Kamu sudah tua, bersikaplah mandiri! Makan makananmu sendiri. " jawab Keyza dengan datar. Wiliam pun hanya bisa pasrah dan memakan makanannya tak selera. Sedangkan Axelio sudah menahan tawa, melihat wajah masam ayahnya.


Setelah makan sore, kini mereka sedang berkumpul di ruang keluarga. Lebih tepatnya, hanya Wiliam dan Keyza saja yang sedang menonton televisi film barat.


Awalnya mereka biasa saja setelah menonton film itu, namun ketika ada adegan kissing. Keyza menjadi salting sendiri. Wiliam yang melihatnya terkekeh geli.


" Kamu ingin juga, hem? Aku bisa melakukanya untukmu." goda Wiliam.


" Wiliam stop, jangan mencoba menggodaku! " Kesal Keyza.


" Kamu tergoda, hem?"


" Wiliam diam! " bentak Keyza yang sudah merah bak kepiting rebus. Wiliam pun berhenti menggodanya.


Jederrr!


Bunyi petir pun menyambar di luar mansion itu.


" Arkkkh..." Keyza yang takut reflek memeluk Wiliam.


" Wiliam, matikan televisinya!" teriak Keyza ketakutan. Wiliam pun menurut, ia lalu mematikannya.


" Sebaiknya kita tidur saja, ini sudah larut malam. " saran Wiliam dan diangguki Keyza.


Mereka berdua pun tertidur dengan saling memeluk untuk menghangatkan tubuh mereka masing-masing. Meninggalkan petir yang terus menggelegar di malam hari.


Bersambung....


jangan lupa, like , komen ya. 🤗🥰


Oh ya gimana dengan cerita ini? Author kok merasa agak aneh nggak sih? Coba komen dong😊

__ADS_1


__ADS_2