
Setelah kejadian tadi bersama Edgar, Brilian sekarang terpaksa harus menjalani pemotretan di perusahaan milik Edgar.
" Satu, dua, ti__ga " ucap Fotografer memberi aba-aba.
CEKREK
Brilian pun mulai berpose alakadarnya dan asal-asalan. Dia tidak benar-benar serius. Setelah selesai, ia lalu kembali ke tempat duduk semula. Sedangkan sang Fotografer sangat tidak menyukai hasil foto milik Brilian. Pasalnya fotonya sangat jelek, tidak ada senyum sama sekali dan kaku. Berulangkali fotografer itu menghela nafas panjang, mencoba untuk bersabar.
" Aduh mbak, gaya nya jangan kaku terus dong. Saya juga capek motonya." protes nya pada Brilian.
Brilian yang sedang minum, mendongakkan kepala ke atas untuk menatap sang fotografer " salah sendiri bos kamu pilih saya. " ujar Brilian bodo amat.
" Tolong mbak nya bisa profesional, jangan bawa-bawa masalah pribadi mbak di sini. Saya hanya pekerja di sini mbak, saya tidak ingin di pecat. " marah Andi sang fotografer.
" Oke fine! Kita foto ulang. " putus Brilian yang tak ingin kupingnya sakit, karena mendengar omelan pria di depan nya.
" Nah, gitu dong mbak dari tadi! " ucap kesal+ lega Andi.
Brilian kini mulai berpose ala model internasional. Kali ini dirinya menampilkan senyum manisnya dan juga tubuh lenturnya. Sehingga membuat nya sangat memesona.
CEKREK
CEKREK
CEKREK
Beberapa kali sang fotografer mengambil gambar milik Brilian.
" Oke, cukup! " ucap Andi setelah memeriksa hasil jepretan nya. Mendengar itu, Brilian langsung turun dari tempat pemotretan, lalu mengambil tasnya bersiap pulang.
" Udah selesai kan? Kalau gitu saya pulang." ucapnya.
" Iya mbak, udah selesai kok."
Brilian pun berjalan ke luar dari area pemotretan. Dirinya tadi sudah menelepon supirnya untuk menjemput.
SKIP
Brilian sekarang sudah sampai di rumahnya,
Ia pun menjatuhkan tubuhnya ke sofa.
"Ahhhhh leganya..." Gumam Brilian menghembuskan nafas perlahan.
Drettttt Drettttt
Bunyi deringan handpone miliknya yang ada di dalam tas. Membuat aktivitasnya terganggu. Dengan perasaan kesal, Brilian mengangkatnya.
" Hallo, ada apa ya? "
" Mana uang bayarannya nona, kita sudah babak belur begini tapi nona belum juga mentransfer nya." ucapnya marah.
" Bentar, bentar, bentar....Jadi kalian sudah berhasil celakain si Keyza nih? "
" Maaf nona, kami gagal. Tapi kami sudah berusaha sekeras mungkin, nona. Jadi sekarang mana uangnya..." ucap suruhan nya menuntut.
" Apa? Uang? Kalian saja gagal, mana mungkin saya kasih kalian upah. Itu sangat merugikan saya. " sinis Brilian.
__ADS_1
" Jika anda tidak mau membayar kami, kami pastikan rumah anda besok hanya tinggal abu." ancam nya.
Ancaman itu tentu saja membuat Brilian takut. " Oke fine! Saya segera mentransfernya, tapi itu hanya setengah dari perjanjian, karena kalian sudah gagal. " putus Brilian.
" Oke, tidak masalah."
" Dan kalian harus bisa tutup mulut, jangan sampai kalian bocorkan pada siapa pun! " tegas Brilian.
" Jika ada diantara kalian yang berani membocorkan, saya tidak akan segan-segan membunuh kalian semua!! " lanjut ucap Brilian.
" B-baik nona, kami akan tutup mulut."
SKIP
Setelah tadi mereka menerima uang transferan dari Brilian. Sekarang mereka sedang berpesta alkohol di sebuah klub malam. Mereka juga asik bermain dengan wanita ****** yang ada di situ.
" Sayang, kita main yuk. " ajak wanita ****** itu membelai dada salah satu preman yang sudah teler.
" Oke, baby. Ini untukmu..." ucap Preman itu memberikan beberapa lembar uang warna merah.
Tanpa mereka semua sadari, seorang pria misterius sedang memantau aktivitas mereka. Sesekali memotretnya untuk ia serahkan pada tuannya. Merasa cukup, sosok itu menyudahi penyelidikannya.
" Hallo tuan, " ucapnya setelah sambungan terhubung.
" Kenapa James? Apa kau sudah berhasil menemukan orang itu? " tanya pria dari seberang sana.
" Sudah tuan, "
" Kalau begitu kau cepat bawa mereka ke ruang bawah tanah. Aku tidak sabar bermain dengan mereka. "
" Kerja bagus! " pujinya.
Dikamar, Wiliam baru saja menerima telepon dari orang suruhan nya. Dirinya pun akan bersiap-siap untuk pergi.
CEKLEK
Tiba-tiba pintu di buka oleh Keyza. Wiliam pun terpaksa mengurungkan niatnya.
" Kau sudah sembuh, Mas? " tanya Keyza yang berjalan menghampirinya.
" Hmm, " sahut Wiliam.
" Sekarang kau tidur, ini sudah larut malam." Ujar Wiliam sambil menepuk kasur di sampingnya.
" Baiklah, aku akan tidur." ucap Keyza berjalan mendekati tempat tidur di sampingnya. Lalu menaikan kakinya perlahan ke atas ranjang.
Wiliam pun menaikan satu alisnya bingung, " Kau kenapa? " tanya nya ketika melihat Keyza terus memandangi dirinya.
" Kau tidak kedinginan, tidur tanpa memakai baju? " Ujar Keyza yang risih melihat perut kotak- kotak milik suaminya. Tersadar dengan dirinya yang belum memakai baju, Wiliam segera mengambil nya di lemari.
Melihat baju tidur sudah ada di tangan Wiliam, Keyza pun mengambil alihnya.
" Biar aku saja yang memakaikannya untukmu, " ucap Keyza.
" Tidak usah, aku bisa sendiri." sahut Wiliam menolak.
Sedangkan Keyza tak mempedulikan penolakan dari Wiliam, ia langsung memakaikan baju itu pada tubuh berotot dan bidang suaminya. Satu persatu kancing berhasil terpasang oleh Keyza walau dengan tangan gemetar. Berbeda dengan Wiliam yang sedang menahan rasa geli di perutnya akibat sentuhan tangan lembut Keyza.
__ADS_1
" ****, Keyza benar- benar membuatku frustasi." umpat Wiliam yang tidak tahan menahan sensasi geli yang di berikan Keyza.
" Cukup! " suruh Wiliam saat tangan keyza akan mengancingkan bajunya yang terakhir.
" Kenapa? " bingung Keyza.
Mendengar itu Wiliam mendengus kesal.
"Tentu saja karena dirimu akan membuatku terangsang. "Batin nya.
" Ayo sekarang kita tidur." ajak Wiliam setelah selesai mengancingkan bajunya yang terakhir.
" Oke, "
Mereka berdua pun mulai merebahkan tubuhnya di kasur dengan bantal sebagai pembatas. Melihat itu Wiliam berdecak kesal. Dirinya lalu membuang asal bantal guling itu.
" Hadap sini Key." suruh Wiliam tegas.
Keyza yang tadinya tidur membelakangi Wiliam, sekarang membalikan badannya untuk menghadap ke arahnya. Setelah tubuhnya berhadapan dengan Wiliam, Keyza lalu menaikan satu alisnya seolah bertanya ' ada apa? '
Tanpa sepatah kata, Wiliam langsung menarik perlahan tubuh mungil Keyza ke dalam pelukan nya. Lalu setelah itu Wiliam melingkarkan tangannya di pinggang istrinya.
" Seperti ini saja, aku sangat menyukainya. Ini terasa hangat." ucap Wiliam lembut.
Aishhhh, jantung Keyza pun terasa cenat- cenut, seperti sedang di terbangkan diatas awan. Dengan reflek, Keyza melingkarkan tangannya di punggung kokoh Wiliam. Tentu saja tindakan Keyza membuat Wiliam senyum- senyum tidak jelas.
Setelah 30 menit, Wiliam akhirnya melepas perlahan tangannya dari pinggang Keyza. Setelah memastikan Keyza sudah terlelap. Dirinya lalu berjalan pelan-pelan menuju lemari, agar tidak membangunkan Keyza.
Wiliam pun mulai menanggalkan baju tidur yang sedang di gunakan nya. Lalu, ia menggantinya dengan jubah hitam panjang miliknya. Setelah siap dengan pakaian serba hitam. Wiliam berjalan mengendap-endap ke arah jendela. Dengan lihai, ia membuka kunci jendela itu.
Keyza yang sebenarnya belum tidur menjadi terbangun karena aksi Wiliam. Dirinya lalu ikut turun dari ranjang dan berjalan mendekati jendela yang barusan di buka Wiliam. Dapat di lihat, Wiliam sudah berhasil turun kebawah dan berjalan keluar dari gerbang. Melihat itu Keyza buru-buru mengikutinya, Ia tidak ingin kehilangan jejaknya.
SKIP
Di tengah malam hari yang sangat dingin, Wiliam berjalan kaki untuk sampai di tempat tersembunyi miliknya. Keyza pun terus membuntutinya dari belakang, dengan bersembunyi di semak- semak atau pepohonan.
Tap Tap Tap
Langkah kaki Wiliam kini sudah semakin jauh. Namun karena penglihatan nya yang tajam. Ia dapat melihat bayangan seseorang sedang mengikutinya dari belakang. Tanpa aba-aba, Wiliam langsung mengeluarkan belati nya.
Krakk
" Akhhh, " jerit pelan Keyza menutup mulutnya. Pasalnya, belati yang di lempar Wiliam hampir saja mengenai sebagian tubuhnya. Tetapi untungnya melesat, belati itu justru tertancap di pohon. Keyza pun menghela nafasnya panjang, guna menormalkan rasa terkejutnya.
" Sial, hampir saja aku mati." batin Keyza.
Keyza pun kembali melihat ke arah Wiliam untuk membuntutinya lagi. Namun sepertinya ia kehilangan jejak, pasalnya Wiliam sudah tidak ada di tempatnya.
" Dasar ceroboh! Bisa- bisanya aku kehilangan jejak suamiku." maki Keyza pada dirinya sendiri.
Saat dirinya ingin pulang, tiba-tiba seseorang membekap mulutnya dari belakang.
" Emmmppphhh, " ucap Keyza yang merasa sesak.
Bersambung...
jangan lupa like+ komennya...see you.🥰🤗
__ADS_1