Perfect Mom

Perfect Mom
Episode 22


__ADS_3

Saat ini Keyza dan Wiliam beserta Axelio sudah sampai di kediaman keluarga Bagaskara. Mereka berdua pun masuk, membawa tas yang berisi baju- baju ketiganya. Ya, tadi saat di rumah sakit bagas meminta putrinya untuk tinggal di sana sementara. Karena Ayahnya yang terus memaksa, Keyza pun mau. Wiliam yang mendengar istrinya akan menginap di rumah sang mertua pun mengikutinya, dia juga membawa Axelio sekalian.


Skip


Kedatangan mereka bertiga pun di sambut baik oleh semuanya, kecuali satu orang yang terus memperhatikan mereka diam- diam, dari atas tangga.


" Aku nggak bakal biarin kamu betah di sini, keyza. Lihat saja nanti, akan ku buat dirimu menderita. " ucapnya menyeringai dan berjalan pergi menuju kamarnya.


" Ya sudah Keyza, mending sekarang kamu istirahat, ajak suami dan anakmu juga. " ucap Devi menyuruh putrinya. Yah, mereka tadi sudah baikan.


" Ayo kak, Kenzo antar. " ucap Kenzo berjalan duluan, diikuti Keyza, Wiliam serta Axelio.


Skip


Setelah sampai di kamar yang cukup luas, dan mampu untuk tidur bertiga. Mereka pun memutuskan untuk membersihkan diri.


Selang beberapa menit Keyza pun keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah. Karena malas mengeringkan rambutnya, Keyza langsung memilih rebahan. Dia pun mengambil handphone nya untuk membuka sosmed.


Wiliam yang baru selesai mandi di kamar sebelah pun hanya bisa geleng- geleng kepala, melihat kelakuan istrinya.


" Key, kamu keringkan dulu rambutnya, nanti bantalnya basah, " peringat Wiliam.


" Aku malas, Mas. "


" Sekarang kamu berdiri, " suruh Wiliam. Keyza pun menurut, ia lalu berdiri.


" Kenapa? "


Tanpa menjawab, Wiliam langsung menarik tangan Keyza dan mendudukan nya di kursi dekat kaca. Ia lalu mengambil hairdryer dan bersiap mengeringkan rambut Keyza.


" Aku akan keringkan, " ujar Wiliam meminta persetujuan Keyza.


" Hmm, " sahut Keyza dan lanjut memainkan ponselnya. Wiliam pun dengan asik, mengotak-atik rambut milik Keyza. Bau harum shampo memenuhi Indra penciumannya.


" Wangi, " puji Wiliam.


" Hah! Kenapa Mas? "


" Nggak papa, " jawab Wiliam melanjutkan mengeringkan rambut nya. Setelah kering, Wiliam pun mengambil catokan rambut, ia akan mencoba membuat rambut Keyza bergelombang. Keyza yang fokus dengan handphone nya pun tak peduli.


Selang beberapa menit, Keyza pun mengalihkan pandangan dari handphonenya ke arah kaca.


" Astaga, Mas! Kau apakan rambutku? " marah Keyza. Pasalnya rambutnya sekarang lebih mirip singa.


" Memangnya kenapa? " bingung Wiliam.


" Kau lihat saja sendiri, " ujar Keyza menunjuk rambutnya. Wiliam pun menjauhkan tubuhnya untuk menelisik rambut Keyza.


Deg!


Wiliam pun sangat syok dengan hasil karyanya. Ia pikir hasilnya tak akan sejelek ini, namun duganya salah. Ia justru membuat rambut istrinya rusak. Wiliam bingung sekarang, di satu sisi ia ingin tertawa, di satu sisi lain dirinya merasa sangat bersalah. Wiliam pun memilih menahan tawa.


Keyza yang melihat itu sangat sebal. " Jika ingin ketawa, ketawa saja, " ujarnya.


" Sini kan catok nya, biar aku yang perbaiki. Lain kali kalo tidak bisa jangan di paksa, jadi seperti inikan. " omel Keyza.


" Maaf, aku tak berniat begitu. " sesal Wiliam menautkan kedua jarinya, seperti anak kecil.


" Tidak usah membuat muka imut seperti itu, aku tak akan terayu olehmu. " ucap Keyza.


Wiliam pun langsung memeluk tubuh Keyza erat, ia berulang- kali mengucapkan permintaan maafnya.


" Maaf, maaf, maaf. Aku menyesal. " ujar Wiliam mencium tangan Keyza.


" Apa mulutmu tak lelah, mengucapkan kata maaf seratus kali, " ujar Keyza yang jengah, mendengar suaminya.


" Tidak, sampai kau mau memaafkan ku. "


" Terserah, sekarang mending kau jauh-jauh dariku. " usir Keyza. Ia tak nyaman karena terus di tempeli suami nya.

__ADS_1


" Kau tak suka jika aku terus di dekatmu? " tanya Wiliam.


" Tidak juga, aku hanya risih."


" Kau berani bilang seperti itu padaku? Kau lupa dulu kaulah yang terus menempel padaku, " ujar Wiliam menampilkan raut dingin dan datarnya. Ia tak suka Keyza menjauhinya.


" Itu dulu, bukan untuk sekarang. " ucap Keyza blak-blakan. Wiliam pun tersulut emosi, Ia lalu mendekati Keyza sampai Keyza mentok di meja rias.


" Kenapa sekarang nggak? Apa karena kamu sudah memiliki pengganti selain diriku, hem? " tuding Wiliam datar namun tersirat akan ancaman.


" T- tidak, bukankah kamu tak menyukaiku? Seharusnya kau senang bukan, karena aku tak mengganggumu lagi. " ujar Keyza.


Wiliam pun terus mendekat, tangannya membelai bibirnya. Keyza pun menjadi merinding.


" Jika sekarang aku menyukaimu, apa kamu akan menerimaku? " ucap spontan Wiliam.


" Maksudmu? "


" Aku suka padamu, dan aku juga akan berusaha mencintaimu. Aku berjanji untuk itu. " jelas Wiliam.


Pengakuan Wiliam barusan, mendatangkan sekebon bunga di hati Keyza. Baper, pastilah. Siapa sih yang tidak baper jika sedang di posisi Keyza. Wiliam bukan hanya memiliki paras bak dewa, namun dia juga romantis dan posesif. Ditambah latar belakang keluarga nya yang kaya raya. Tapi satu kekurangan Wiliam, kira- kira apa ya guys? Kalian pasti taulah.


Wiliam yang melihat keterdiaaman istrinya pun menjadi bimbang.


" Apa Keyza menolaknya? " batin Wiliam.


" Kau tak perlu jawab, aku sudah tau jawabanmu. " ujar Wiliam yang pasrah.


" Kenapa aku tak perlu jawab? " ucap Keyza sambil mendekati Wiliam, lalu melingkarkan tangannya di lehernya. Tangannya pun menarik kepala Wiliam untuk lebih dekat kearah wajahnya. Hidung mereka bahkan sudah sangat menempel.


CUP!


Satu kecupan singkat mendarat di bibir Wiliam, pelakunya adalah Keyza. Wiliam pun reflek melepaskan lingkaran tangan istrinya yang berada dileher. Dirinya lalu memegang bibirnya yang di kecup Keyza. Jantungnya sekarang sudah tak tertolong, berdetak sangat cepat seperti sedang berlari maraton. Rasanya pun sangat aneh, ini pertama kalinya seseorang wanita membuat dirinya seperti ini, bahkan Brilian pun tak bisa.


" Itu jawabanku, "


CEKLEK!


" Eh, ganggu ya kak. " ucap Kenzo yang melihat kakaknya duduk di pangkuan Wiliam. Keyza yang tersadar, langsung menjauhkan tubuhnya.


" Tidak, ada apa kamu kemari Kenzo? "


Kenzo pun mengusap belakang tengkuk lehernya.


" A-anu itu kak, mama nyuruh kakak sama kakak ipar untuk makan malam, " ucap Kenzo.


" Ya sudah, nanti kami nyusul. " jawab Keyza dan Wiliam kompak.


Skip


Setelah kepergian Kenzo. Keyza dan Wiliam pun saling pandang, sepertinya ada yang kurang. Tapi apa?


" Axelio! " teriak keduanya.


" Axelio pergi kemana ya, Mas. Dari tadi aku tak liat batang hidungnya, " ujar Keyza.


" Kamu salah jika bertanya padaku, sedari tadi kan aku bersama mu, " jawab Wiliam.


Keyza pun jengah, ia lalu turun kebawah untuk mencari anaknya. Wiliam yang tidak ingin di tinggal, ikut menyusul Keyza.


Sedangkan di bawah sana, Lio dan Devi sedang bermain puzzle dan slime. Melihat itu, Keyza pun menghampiri sang Ibu.


" Ternyata Lio sama Ibu, " ujar Keyza.


" Eh, iya key. Tadi katanya Lio bosan, jadi ibu ajak main, nggak papa kan key? " ucap Devi takut anaknya tak mengijinkan.


" Tidak apa Bu, Lio juga cucu Ibu. " ucap Keyza tersenyum ramah.


" Ya sudah, kalian berdua makan dulu sana! Ibu tadi sudah masak. " suruh Devi pada putri dan mantunya.

__ADS_1


" Iya Bu, nanti saja bersama. " ucap Keyza tak enak.


SKIP


Dimeja makan mereka sekarang sedang makan bersama, dan diiringi dengan perbincangan.


" Key, mama ingin punya cucu lagi. Masa temen arisan mama anaknya sudah lahiran, dan anaknya gemoy banget key. Mama juga pengin tau, kamu buatin dong key. " pinta Devi memelas.


Ukhuk Ukhuk


Keyza dan Wiliam tersedak makanan nya berbarengan.


" Lho, kalian kok pada tersedak sih. Memangnya mama salah ngomong ya..." bingung Devi.


" Istriku ini tak salah ngomong, tapi mereka berdua yang malu- malu, mah. " ucap Bagas, yang sialnya tepat sasaran. Membuat Keyza dan Wiliam sangat malu.


" Kenzo boleh riquest anaknya nggak, kak? Kenzo penginnya laki, biar nanti Kenzo ajak main tinju. " ucap Kenzo semangat. Sedangkan Axelio yang tak paham arah pembicaraan mereka hanya diam saja.


" Memangnya barang apa Zo, main riquest segala. Kalau kamu pengin anak ya, buruan nikah Zo. " ujar Devi heran dengan sang anak.


" Istri Kenzo lagi tersesat mah, mungkin sebentar lagi baru mau launching, " sahut Kenzo.


" Ada- ada saja kamu, Kenzo. " ucap Devi geleng- geleng kepala.


Devi pun kembali menatap Keyza dan Wiliam.


" Gimana? kalian mau 'kan kabulin permintaan mamah? Mamah udah tua key, apa kamu nggak kasihan, " ucap Devi membuat ekspresi sesedih mungkin.


" Kita nggak bisa janji, Mah. " ucap Keyza.


" Ya gapapa Key, yang penting kamu mau berusaha. " ujar Devi.


" Iya, Mah. " sahut Keyza.


" Wil, mamah punya jamu ampuh lho. Kamu bisa coba kalau kamu mau, " tawar Devi berbisik di telinga Wiliam.


" Lain kali saja Bu, sepertinya Keyza belum siap, " bisik Wiliam.


" Kamu rayu dong Wil, " balas Devi. Sedangkan Keyza penasaran dengan Ibunya yang berbisik- bisik pada suaminya.


Bella yang sedari tadi menyimak, mulai jengkel dan jengah.


Ting!


Bella pun menaruh sendoknya kasar di piring. Ia lalu berdiri.


" Kamu kenapa bel? " tanya Devi.


" Nggak papa, Mah. Bella pamit keatas ya mah. Mau lanjut ngerjain skripsi. "


" Ya sudah. " balas Devi.


SKiP


Dikamar Keyza dan Wiliam masih berdiam canggung. Sejak kejadian di meja makan, Keyza menjadi pendiam. William pun mendekati Keyza.


" Key, kau tak ingin wujudkan keinginan Ibu? Aku sekarang bisa, lho " goda Wiliam.


Keyza pun menatap tajam Wiliam.


" Tidak, aku belum siap. Lagian kita belum saling mencintai atau terbuka. Aku juga menyimpan banyak rahasia yang tak kau ketahui, " ujar Keyza jujur.


" Rahasia apa? " tanya Wiliam. Pasalnya Wiliam selalu memantau pergerakan Keyza, tapi menurut nya tak ada yang aneh.


" Bukan sekarang waktunya, suatu saat kau akan tahu. " ucap Keyza tidur membelakangi Wiliam.


Bersambung...


Mana nih like, komen, dan votenya? 🧐🤗😜

__ADS_1


Author masih pantau lho ya...


Sehat selalu untuk kalian ya.. Makasih yang udah mampir. Semangat bacanya, hehehe.


__ADS_2