Perfect Mom

Perfect Mom
CEMBURU


__ADS_3

" Wiliam! " panggil Brilian dari seberang sana yang baru saja datang bersama Edgar.Tanpa aba-aba, ia langsung berlari kearah meja milik Wiliam dan meninggalkan Edgar sendiri di belakang.


Sesampainya di sana, Brilian langsung memeluk tubuh Wiliam erat, tidak mempedulikan sosok orang yang masih berada di sampingnya. Sedangkan Wiliam yang mendapat pelukan dadakan merasa risih. Apalagi di sampingnya masih ada Keyza.


" Brilian, tolong kau lepaskan tanganmu." pinta Wiliam tegas, melepas paksa tangan Brilian yang melingkar sempurna di punggungnya. Bukannya menurut, Brilian justru semakin mengeratkan pelukannya pada Wiliam. Keyza yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua, kini mulai kesal dan jengah.


" Brilian, apa kau tak punya malu menggelayuti pria yang jelas-jelas sudah memiliki istri? "


Mendengar itu, Brilian memutar bola matanya malas.


" Lihatlah Wil, istrimu sungguh posesif. " adu nya pada Wiliam.


" Apa yang dikatakan istriku memang benar, kelakuanmu itu sungguh memalukan Bril." ujar Wiliam membela sang istri, dan mengabaikan tudingan dari sahabatnya. Mendengar itu kuping Brilian terasa panas dan sakit. Tanpa sadar, ia melepas kasar pelukannya pada Wiliam.


" Kamu benar-benar sudah berubah Wil, apa selama ini istrimu meracuni otakmu? " ujar Brilian saat merasa Wiliam semakin menjahuinya. Mendengar itu Keyza merasa tak terima.


" Apa maksudmu? Aku tidak pernah meracuni otak suamiku. Kau itu hanya sahabatnya sedangkan aku istrinya. Jika kau pikir dengan logika mu, wajar saja jika Wiliam sedikit menjaga jarak denganmu. Mungkin saja ia ingin menjaga perasaan istrinya. " ucap Keyza membantah tuduhan dari Brilian.


" Apa yang dikatakan Keyza itu benar, kau itu harus sadar diri Bril." timpal Edgar yang tiba-tiba datang dan langsung mendudukan diri dikursi yang masih kosong. Wiliam yang melihat kedatangan Edgar mendengus tak suka.


" Kenapa dimana- mana aku harus bertemu tikus satu ini." batin Wiliam heran.


" Apa kau diundang juga? Dan Brilian datang kesini bersama mu? " tanya Wiliam yang sedari tadi memikirkan kedatangan Brilian yang tiba-tiba, hingga mengacaukan waktu berduanya dengan sang istri.


" Seperti yang kau katakan, aku juga mendapat undangan dari pak Khai. Tapi sebenarnya aku kesini bersama asistenku, namun karena di sedang sakit. Aku terpaksa mengajak wanita sinting ini." tunjuk Edgar kearah Brilian.


Brilian yang mendengar perkataan Edgar menggeram kesal. Emosinya kini sudah berada di ubun-ubun.


" Jika kau tidak memaksaku, mana sudi aku ikut denganmu. Dasar perjaka tua! " maki Brilian menatap penuh permusuhan kearah Edgar.


" Jika aku perjaka tua, terus kau itu apa? Perawan tua? " balas Edgar yang tak terima dengan ucapan Brilian. Sedangkan Keyza dan Wiliam yang sedari tadi memperhatikan mereka, kini saling adu pandang. Lalu menaikan satu alisnya.


" Sudah, kalian diam. Apa kalian tidak malu menjadi tontonan gratis para tamu undangan? " ucap Keyza yang malu sendiri, saat semua pasang mata terfokus pada mejanya.


SKIP


Kini Wiliam dan Edgar sedang berkumpul dengan klien lain, mereka berbicang-bincang membicarakan seputar bisnis. Sedangkan Keyza dan Brilian tidak ikut bergabung dengan mereka berdua. Alasannya karena malu dan tak enak. Di sana hanya berisi para pria saja, tidak ada satupun wanita. Istri-istri dari mereka semua memilih membuat kelompok sendiri-sendiri.

__ADS_1


Keyza pun memilih memainkan ponselnya, sembari menunggu sang suami selesai dengan urusannya. Sedangkan Brilian sedang memakan rakus semua hidangan yang ada di meja. Dirinya tidak peduli dengan orang-orang yang menatapnya sinis.


" Kau lihatlah, wanita itu memakan hidangan nya dengan sangat rakus, tidak ada anggun-anggunnya sama sekali. Apa dia tidak pernah diajarkan etika saat makan, sungguh memalukan." cibir wanita paruh baya yang merupakan salah satu tamu penting di sana.


Keyza yang tak sengaja mendengar bisikan itu, menatap kearah Brilian tajam.


" Brilian, tolong kau jaga sikapmu. Makanlah makananmu dengan tenang, jangan seperti pengemis yang kelaparan. "


Mendengar perkataan yang seakan-akan sebuah hinaan dari mulut Keyza. Membuat nafsu makan Brilian hilang.


" Keyza, apa kamu tidak punya kerjaan lain sampai-sampai mengomentari ku yang sedang makan, hah? " marah Brilian menatap sengit Keyza.


" Sebenarnya aku malas berurusan denganmu, tapi kelakuan mu itu sangat memalukan. Kita disini sebagai tamu, kesopanan itu sangat penting. " ucap Keyza memandang rendah Brilian.


Sedangkan Brilian yang tidak tahu harus menjawab apa, memilih membungkam mulutnya. Karena jika ia berdebat dengan Keyza, dirinya pasti akan kalah. Mereka berdua pun kini saling diam, sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.


" Acara selanjutnya yaitu, lomba beradu dansa dengan pasangan. Siapa yang paling romantis dan serasi, itulah yang akan menjadi pemenang. Untuk itu, dimohon bagi semua hadirin agar mengambil nomor undian. Siapa yang mendapat nomor sama, berarti itu pasangannya. " ucap MC itu dari atas panggung.


Pengumuman itu sontak saja membuat atensi seluruh tamu undangan termasuk Wiliam, Keyza, Brilian, dan Edgar tertuju pada MC itu. Mereka berempat pun berjalan mengikuti tamu lain yang juga sedang mengambil nomor undian.


Wiliam yang sudah mengambil nomor itu, langsung berjalan menghampiri sang istri. Edgar yang melihatnya juga mengikuti Wiliam dari belakang.


Keyza yang baru saja akan membuka nomor itu, terpaksa ia urungkan saat mendapati sang suami sedang berjalan mendekat kearahnya.


" Kau dapat nomor berapa? " tanya Wiliam setelah sampai di depan Keyza. Sedangkan Keyza tidak langsung menjawab, melainkan membuka lintingan kertas itu dahulu.


" 202 " jawabnya setelah melihat angka yang tertera di situ. Mendengar itu Wiliam merasa kecewa, padal


" Kau sendiri? "


Sial!


" 207 " jawab Wiliam malas. Sedangkan Brilian yang mendengar itu, tersenyum lebar. Tanpa ba-bi-bu, Ia langsung berlari menghampiri Wiliam.


" Nomormu itu sama dengan ku Wil, itu artinya kita berpasangan." ucap Brilian berbunga-bunga.


" Dan nomormu sama dengan milikku Key." timpal Edgar.

__ADS_1


Kedatangan mereka berdua pun berhasil menghentikan perbincangan Wiliam dan Keyza. Sontak saja keduanya menatap kearah Edgar dan Brilian.


" Apa kau yakin jika nomormu itu sama persis dengan milik istriku? kenapa aku sulit


mempercayaimu."


" jika kau tak percaya, kau bisa lihat sendiri Wil." ucap Edgar memberikan nomor itu pada Wiliam. Belum sempat Wiliam melihat, suara di depan berhasil menghentikannya.


" Baik, karena semua sudah mendapat nomor undian masing-masing. Mari semua berkumpul dan bersiap-siap dengan pasangannya." ucap MC itu memberi instruksi.


" Kau lihat kan Key, Wiliam memang jodohku. Buktinya saja dari ratusan tamu nomor kita berdua sama." bisik Brilian memanas-manasi Keyza, sebelum ia berjalan menggandeng tangan Wiliam. Mendengar itu, Keyza memutar bola matanya malas dengan tingkat kepercayaan diri Brilian.


Musik kini mulai di putar, Edgar pun mulai melingkarkan tangannya pada pinggang Keyza, begitupun sebaliknya dengan Keyza yang melingkarkan kedua tangannya di leher putih milik Edgar. Mereka berdua terlihat sangat romantis dan serasi. William yang melihat pemandangan itu, mengepalkan tangannya erat. Bahkan buku-buku jarinya sudah memutih, menandakan jika dia sedang emosi. Dengan kasar, ia menghempas tangan Brilian yang melingkari lehernya. Lalu ia berlari kearah mereka berdua.


BRUK


Wiliam mendorong kasar tubuh Edgar, membuat Edgar hampir terjatuh jika saja ia tidak bisa menjaga keseimbangannya.


" Biarkan istriku bersamaku, kau dengan Brilian." titah Wiliam tak terbantahkan.


" Kau tidak bisa seenaknya begitu, kita harus sesuai peraturan." bantah Edgar tak terima.


" Dia istriku! Seharusnya kau sadar diri dan mengalah. " tegas Wiliam tak mau kalah.


" Sudahlah Edgar, kau mengalah saja. Biarkan Wiliam denganku." lerai Keyza yang memiliki niat terselubung. Mendengar pembelaan sang istri, Wiliam tersenyum penuh kemenangan.


" Kau sudah dengar kan Edgar? Istriku memilihku."


Tanpa sepatah kata, Edgar meninggalkan mereka berdua.


Wiliam kini mulai melingkarkan tangannya di pinggang sang istri, Keyza juga tak kalah semangat saat melingkarkan kedua tangannya di leher sang suami. Tatapan mereka berdua kini saling terkunci di satu titik yang sama. Mereka berdansa dengan sangat terampil dan serasi, mengikuti bunyi alunan musik. Senyum di bibir keduanya pun tidak pernah pudar.


Di tengah-tengah bunyi alunan musik, Keyza tersenyum miring saat menatap kearah Brilian. Ia semakin gencar menunjukan keromantisannya dengan sang suami. Melihat itu, Brilian menjadi sangat kesal. Tanpa sadar, tangannya mencekik leher Edgar. Kakinya juga tidak tinggal diam, tapi kakinya ia gunakan untuk menginjak kaki Edgar.


Edgar yang merasa kehabisan nafas, langsung menginjak balik kaki Brilian.


" Aku tahu jika kau sedang kesal, tapi jangan lampiaskan padaku juga. " kesal Edgar.

__ADS_1


BERSAMBUNG


Maaf tulisan masih acak-acakan. Author masih belajar. hehehe.


__ADS_2