Perfect Mom

Perfect Mom
Episode 28


__ADS_3

Di kamarnya Brilian sekarang sudah seperti pasien yang terkena gangguan jiwa. Pasalnya sedari tadi ia hanya mengamuk dan berteriak bak kerasukan jin atau sejenisnya.


Prang Prang


Dengan sangat brutal Brilian membanting benda-benda yang ada di kamarnya. Sehingga menciptakan suara nyaring dari pecahan beling yang berserakan.


" ARRRKHHHH, " teriaknya menjambak rambutnya kesal.


" Kenapa hanya ingin menjadi sekretarisnya saja aku tak bisa, hah!! " marahnya pada diri sendiri.


" Wiliam, Pokoknya kamu harus menjadi milikku bagaimana pun caranya..." ucap Brilian tersenyum devil.


" Yah, Wiliam akan menjadi milikku." gumam Brilian sangat yakin.


Setelah dirinya sudah tenang, Brilian pun memutuskan untuk berenang. Ia ingin merefresh kan pikirannya. Saat dirinya berjalan ke arah kolam renang, dirinya tak sengaja berpapasan dengan pembantunya. Brilian lalu berhenti dan memanggilnya.


" Fani! " panggilnya sedikit keras. Fani yang hendak mencuci baju segera berjalan menghampiri majikannya.


" Iya, nona." sahutnya menunduk hormat.


" Tolong kamu bereskan kamar saya, cepat! " suruh Brilian menatap rendah Fani.


" I-Iya nona, saya akan segera membereskannya.


" jawab Fani buru-buru pergi dari hadapan Brilian. Tanpa mempedulikan Fani, Brilian melanjutkan jalanya kembali


SKIP


Keyza sekarang sedang memoles wajahnya secantik mungkin. Yah, dirinya nanti akan ke kantor Wiliam untuk mengantarkan makan siang. Jadi dia harus benar- benar perfect, pikirnya. Sebenarnya Keyza hanya mengikuti saran dari google untuk tampil cantik. Yah, Keyza sekarang sudah putuskan akan mengikuti saran dari google untuk mendapatkan cinta suaminya itu.


Keyza pun sekarang sudah tampil cantik dan elegan. Dirinya memakai dress warna maroon dengan panjang selutut, dan hinghels warna hitam dengan tinggi 10 cm serta tak lupa kacamata hitam yang bertengger di hidungnya.


Dirinya pun berjalan ke arah dapur untuk mengambil rantang makanan yang tadi sudah ia siapkan. Setelah semuanya beres, Keyza berjalan ke arah garasi untuk mengeluarkan Bugatti Veyron nya.


Mobil yang di kendarai Keyza pun melesat cepat keluar dari gerbang rumah mewah itu.


Sedangkan Wiliam sekarang sedang pusing, memikirkan masalah yang terjadi pada proyek barunya. Dia pun berulang kali mengernyitkan dahinya bingung.


" Mark! " panggil Wiliam pada asisten nya.


Mark yang sedang mengerjakan tumpukan berkas berdecak kesal, saat dirinya di panggil bosnya itu. Walau begitu, ia tetap berjalan menghampirinya.


" Iya tuan, ada apa? " tanya Mark basa- basi kek tahi ayam.


" Tolong kamu jelaskan masalah pembangunan yang mengalami kendala itu. " suruh Wiliam tegas.


" Baik tuan. Jadi begini inti dari masalahnya, manajer proyek yang bertanggung jawab mengurus pembangunan itu ternyata korupsi. Dia membawa kabur uang sebanyak satu miliyar yang seharusnya di gunakan untuk membeli material bangunan." jelas Mark singkat.


Wiliam yang mendengarnya pun mengangguk paham.


" Mark, tolong kamu ambilkan berkas laporan keuangan bulan ini. Saya ingin mengecek nya. " suruh Wiliam.


" Siap tuan, saya akan membawakannya kemari."


Setelah mengatakan itu Mark segera berjalan menuju ruang direktur keuangan. Sedangkan Wiliam kembali melanjutkan kerjanya yang tertunda. Sesekali dirinya juga meminum kopi yang ada di meja. Tak lama, tiba-tiba pintunya di buka seseorang.


CEKLEK


Keyza masuk tanpa permisi dahulu. Membuat Wiliam yang sedang fokus dengan laptop nya mengalihkan pandangan ke arah Keyza. Wiliam pun di buat terpaku dengan sosok istrinya yang tampil sangat cantik setiap harinya. Pusing yang melanda kepala Wiliam pun seketika hilang, di gantikan oleh senyum manisnya.


" Sayang, kamu kesini? " tanya Wiliam senang.


" Sudah tau aku kesini, kenapa kau masih bertanya.." heran Keyza menatap suaminya.


" Oke, oke..Sekarang kamu duduk di sofa atau disini saja." ujar Wiliam menunjuk pahanya. Sedangkan telinga Keyza sekarang sudah sangat merah hingga ke leher dan wajahnya. Melihat itu Wiliam terkekeh geli.


" Aku duduk di sofa saja, " jawab Keyza dan berjalan ke arah sofa yang berdekatan dengan meja kerja Wiliam. Setelah cukup lama berdiam, Wiliam mulai membuka percakapan.

__ADS_1


" Kamu kesini ingin apa? " tanya Wiliam penasaran.


" A- aku kesini membawa makan siang untukmu." sahut Keyza gugup. Pasalnya sedari tadi Wiliam menatap intens dirinya.


" Hmm yasudah. Kenapa kau tak menyiapkannya untukku. Aku juga sudah lapar, "


" Oke, aku akan menyiapkannya untukmu." jawab Keyza dan mulai menyiapkan masakannya dengan gemetar. Sedangkan Wiliam yang melihatnya menahan tawa.


" Kau tak usah gemetar seperti itu, aku tidak akan memakan mu. Tenanglah, " ucap Wiliam yang seolah tau dengan pikiran Keyza. Sedangkan Keyza yang mendengar itu berdecak kesal.


" Aku juga gemetar karenamu yang terus menatapku, seolah ingin menelanjangiku." batin Keyza. Mana mungkin dia berani berbicara langsung pada Wiliam.


" Ini... sekarang kamu makan," suruh Keyza menyodorkan piring berisi nasi dan lauk pauk.


" Aku ingin kau yang menyuapiku, " pinta Wiliam manja. Keyza pun menghela nafas panjang untuk menghilangkan geroginya.


" Aku harus sabar, ini baru awal belum apa- apa. Semangat! " batin Keyza menyemangati dirinya sendiri.


" Yasudah sekarang kau buka mulutmu, " suruh Keyza tak terbantahkan. Dengan senang hati, Wiliam membuka mulutnya lebar-lebar. Keyza pun mulai menyuapkan nasinya bertahap. Sedangkan Wiliam terus memandangi wajah istrinya dari dekat sambil mengunyah makanan.


Setelah lima belas menit Keyza pun selesai dengan acara suap-suapanya. Dirinya pun beranjak berdiri untuk pulang. Dia tau Axelio pasti sudah menunggunya di rumah. Pikir Keyza.


" Kau mau kemana? " tanya Wiliam bingung.


" Aku ingin pulang, Axelio pasti sudah menungguku di rumah." jelas Keyza.


" Yasudah, kau hati-hati. " ucap Wiliam sedikit tak rela di tinggal istrinya.


" Hmm, "


Setelah mengatakan itu, Keyza langsung berjalan membuka pintu bersiap pulang.


SKIP


❄️❄️❄️❄️


" Pah, rasanya hangat ya berkumpul bareng rame-rame kaya gini." ujar Devi meminta pendapat sang suami


" Iya dong, apalagi ada kamu." sahut Bagas.


" Ishh, papa ini udah tua masih aja ngegembel." balas Devi yang sedikit tersipu.


" Ngegombal mah, bukan ngegembel." sahut Kenzo yang sedari tadi menyimak membetulkan.


" Iya itulah pokoknya, "


" Kamu kapan nikah Zo, jomblo mulu emang nggak iri sama Keyza."


ukhuk ukhuk


Keyza yang di bawa-bawa menjadi tersedak ludahnya sendiri.


" Biarkan saja Bu, mungkin Kenzo belum siap." ujar Keyza menimbrung.


" Iya mama juga tau key, tapi masalahnya dia ini sudah matang untuk menikah. Mama pengin cepet gendong si embul." jelas Devi.


" Ck, emang nikah gampang mah, mana Kenzo belum ada calonnya lagi." ucap Kenzo kesal.


" Yaudah kamu sama Ratih aja, kaya nya dia suka kamu." saran mama.


" Mama gila, masa Kenzo yang ganteng ini di suruh nikah sama ketek sih." kesal Kenzo. Ya, Ratih itu ketek peliharaan Devi yang suka menempeli Kenzo.


SKIP


Sekarang sudah pukul setengah dua belas malam. orang rumah pun sudah pada tidur, kecuali


Bella. Bella sedari tadi berguling kesana-kemari tidak bisa tidur karena dirinya sangat gerah, padahal AC di kamarnya sudah dingin.

__ADS_1


" Huh, panas banget." ucap Bella dan menyibak selimut yang menutupi setengah tubuhnya. Ia lalu bergegas mengambil air minum di dapur. Kakinya perlahan menuruni satu persatu tangga. Keyza yang belum tidur pun tak sengaja melihatnya.


" Sepertinya aku akan memberi sedikit pelajaran untuk Bella." gumam Keyza.


SKIP


Bella pun sudah sampai di dapur, dirinya lalu menyalakan saklar lampu tetapi tidak bisa. Karena tak ingin buang waktu, Bella pun tidak peduli lagi. Kaki pendeknya pun berjalan untuk mencari keberadaan kulkas dimana. Jujur saja di sini sangat gelap, sehingga membuat Bella susah mencari keberadaan kulkas tangannya pun meraba- raba benda sekitar. Namun tak sengaja tangannya menyentuh benda kenyal yang terlapis kain.


" Ini apa? kenapa rasanya aneh gini, " batinnya.


Karena penasaran, Bella pun memberanikan diri mendongak keatas.


" ARRRKHHHH! Kuntilanak!!! " jeritnya histeris. Bella pun segera membalikan badan untuk melarikan diri. Namun justru ia mendapati penampakan yang membuat tubuhnya lemas dan tak bertenaga.


" T-tuyul Arrrkhhhh! " jerit nya semakin gila saja dan


berlari terbirit-birit.


{ Hati-hati ada adegan 21+ }


Tok tok tok


" Mah, buka pintunya!!! " teriak Bella sambil menggedor - gedor pintu itu keras. Sedangkan orang yang di dalam sedang asik melakukan dinas malam.


" Ahhhhh, papa ini sangat gagah sekali." puji Devi di sela-sela desahannya.


" Akhhh, ouhhh..kamu bisa aja."


" Akhhh akhhh faster baby." ucap Devi yang mendesah atas ulah Bagas.


" M-mah, ahhhhh.. seperti nya ada yang ketuk pintu, "


" Biarkan saja, pah."


Sedangkan diluar Bella sudah semakin gemeteran karena tak kunjung di bukakan pintu. Teringat dengan Kenzo, Bella langsung berlari menuju kamarnya.


Tok tok tok


" Kenzo buka pintunya!! " teriak Bella.


CEKLEK


Pintu pun di buka Kenzo dengan muka kantuknya.


" Apa sih boneka Annabelle. Ganggu orang tidur aja! " marah Kenzo kesal karena tidurnya di ganggu.


" Aku tidur bareng kak Kenzo ya.." pinta Bella memelas. Sedangkan Kenzo yang tadinya mengantuk melototkan mata sempurna.


" Aku tidak sudi tidur denganmu! "


Setelah mengatakan itu Kenzo menutup pintunya keras dan melanjutkan tidur. Tak mempedulikan teriakan Bella dari luar.


Bella yang tidak tau harus tidur dengan siapa pun berlari memasuki kamar tamu yang ada di bawah. Ia mungkin akan tidur dengan pelayan saja. Pikirnya terpaksa.


Sesampainya di sana, Bella segera memasuki kamar salah satu pekerja di rumahnya.


Sedangkan Keyza dan Axelio sekarang sudah tertawa cekikikan.


" Gimana Bu, Axelio hebat kan? " bangganya.


" Iya, anak ibu yang terbaik." jawab Keyza.


" Yasudah kamu tidur, besok sekolah." suruh Keyza.


Mereka berdua pun kembali ke kamar masing-masing.


Bersambung....

__ADS_1


jangan lupa like, komen, hadiahnya😜🤗


__ADS_2