
Keyza turun dari Lamborghini Aventador nya yang berwarna merah. Matanya memandang rumah elit di depannya yang begitu megah dengan perasaan kagum. Kaki jenjangnya yang terlapisi sepatu hak tinggi, membawanya melangkah menuju rumah itu, yang di ketahui adalah rumah asli pemilik tubuh.
" Selamat pagi, " Sapa Keyza pada penjaga yang sedang menjaga di depan rumah. Penjaga itu pun terbengong, menatap kagum nona Keyza yang sangat cantik.
" P-pagi nona Keyza. " jawabnya gugup, dan Keyza pun memakluminya.
" Apakah saya bisa masuk untuk mengambil sesuatu di dalam? " tanya Keyza sopan.
" Tentu saja nona, ini kan rumah nona sendiri. " jawab penjaga di depan yang tak habis pikir dengan nona nya yang sangat aneh ini.
" Yasudah kalau begitu, terima kasih. " ucap Keyza melenggang pergi dan memasuki rumah, meninggalkan penjaga tadi yang masih terbengong.
Apakah penjaga tadi tak salah dengar? nona nya yang biasa bersikap angkuh dan semena-mena mengucapkan terimakasih? Itu kemungkinan. hanya 0,01% ia mempercayainya. Tapi apa sekarang? ia baru saja mendengarkan nona nya mengucapkannya barusan. Penjaga itu pun tak mau memperpanjang pikirannya itu dan kembali bertugas.
Baru saja Keyza menginjakkan kakinya di ruang tamu, tiba-tiba suara yang sangat menusuk itu memasuki gendang telinganya.
" Apakah kamu tak punya muka dan tak tau diri, sampai berani menginjakkan kaki di rumah ini, hah? " sindir wanita cantik yang merupakan adik angkatnya.
" Why? ini rumah saya, seharusnya kamu yang tak punya urat malu untuk mengusirku, dan apakah anda sedang bercermin? " jawab datar dan dingin Keyza pada adik angkatnya, Bella.
Sedangkan Bella sangat terkejut dengan perubahan sikap Keyza yang sekarang lebih berani. Seketika ia pun mengeram kesal, ketika dirinya tak bisa berkutik, karena memang itu faktanya. Sampai dengan kedatangan Ibu kandung sekaligus adik kandung Keyza yang menghentikan acara ribut-ribut itu.
" Ternyata kamu, Keyza? Pantas saja rumah ini terasa semakin panas. Apakah sekarang kamu sudah di buang oleh suamimu itu, sampai kamu berani pulang setelah membuat keluarga ini malu, hah?!! " hardik Devi marah.
" Maaf, tapi saya kesini hanya ingin mengambil sesuatu milik saya dan tak ada niatan mengemis untuk tinggal disini atau sekedar silahturahmi. " sarkas Keyza yang sudah kehilangan kesabaran, namun dirinya masih tenang.
Devi yang mendengar nada datar dan dingin putrinya, menatap Keyza dengan perasaan yang sulit diartikan. Keyza yang tak ingin berbasa-basi pun langsung pergi dari hadapan mereka dengan arogan, dan tanpa sepatah- kata pun. Anggap saja ia tak sopan, tapi memang begitulah Keyza, ia akan bersikap arogan pada orang yang mengusiknya.
Setelah mendapat apa yang ia inginkan, Keyza pun hendak keluar dari rumahnya. Namun karena suara adiknya yang memanggil, ia urungkan niatnya.
" Kak!! " panggil Kenzo adik laki-lakinya.
__ADS_1
" Ya, kenapa? "
" Aku sangat rindu dengan kakak, "ungkapnya langsung memeluk Keyza. Dengan perlahan pun Keyza pun membalas pelukannya.
Kenzo yang mendapat perlakuan manis pertama kali dari kakaknya merasa senang. Dulu, kakaknya sangat tertutup. ia tak suka jika dirinya mencoba mendekatinya atau sekedar mencari perhatian. Namun sekarang dirinya sangat bersyukur atas perubahan sikap Keyza.
" Gimana? Kakak baik-baik saja selama ini? maaf, karena Kenzo tak selalu ada buat kakak." sedih Kenzo karena dulu ia harus menyelesaikan kuliahnya di London, sehingga tak bisa memantau keadaan kakaknya.
" Tak apa Kenzo, kakak baik-baik saja. Gimana denganmu, apakah sudah mendapat pekerjaan? " tanya Keyza tak mempermasalahkan ke khawatiran Kenzo padanya.
" Sudah kak, aku bekerja sebagai sekretaris perusahaan Star Company."
" Yasudah kakak pergi, jaga dirimu baik-baik. "
Skip
Setelah Keyza tadi mengunjungi rumah asli pemilik tubuh. Sekarang Keyza sudah kembali ke mansionnya dengan berkas di tangannya. Dia pun meletakan tas nya di sofa dan mulai membaca berkas itu dengan teliti
' Delicious Resto? '
Sesudah membaca berkas di tangannya, Keyza pun berencana akan membuka kembali saja restoran yang sudah lama di tutup oleh pemilik asli tubuh. Mungkin itu akan sangat menguntungkan jika ia kelola, lagian hanya berdiam diri di rumah tanpa melakukan pekerjaan itu sangat membosankan. pikirnya.
" Permisi, Aku ingin bertemu kakakku. Apakah ada di rumah?" tanya seorang wanita yang entah dari mana sudah berdiri di depan pintu.
Keyza pun meletakan berkasnya di meja, lalu bangkit berdiri untuk menghampiri tamu tersebut.
" Kamu?!! Bisa- bisanya kamu ada di mansion kakak Wili, apa kamu tak punya harga diri untuk tinggal bersama kakakku? " Marah gadis yang sepertinya masih anak kuliahan. Keyza yang mendengar kemarahan gadis di depannya mengernyit bingung.
" Siapa lagi dia? Kenapa semua orang seolah membenci pemilik asli tubuh. " Batin Keyza. Entahlah ia tak tau, sekarang dirinya harus meladeni perempuan di depannya.
" Menurutmu apakah salah, jika seorang istri tinggal di rumah suaminya? " jawab tenang dan datar Keyza.
__ADS_1
Arisa diam sesaat, setelahnya dia balik menatap perempuan di depannya ini yang dulu selalu bersikap sombong, angkuh, dan kasar padanya.
" Ya itu tak salah, tapi jika untuk istri sepertimu itu tak pantas! Karena dengan licik kau menjebak kakakku! " sarkas Arisa. Mungkin kelakuan Keyza dulu membuat ia muak dan jijik. Sebenarnya Arisa itu orangnya baik dan humoris namun entah mengapa dengan kakak iparnya ia begitu benci. Namun ketika tadi melihat ketenangan dan kelembutan pada Keyza ia merasa heran. Biasanya Keyza akan membentak atau langsung menjawab jika ia kurang ajar. Tapi dia tak melihat tanda-tanda Keyza akan menindasnya.
Sedangkan Keyza hanya diam, tak ingin memperpanjang masalah. Semua yang di katakan perempuan di depannya itu memang ada benarnya. Keyza yang dulu itu sangat keterlaluan.
" Lupakan saja yang tadi, sekarang mendingan kakak buatin aku minum. Aku haus!" Perintahnya pada Keyza.
" Ok Baiklah. Tunggu sebentar. " Ucap Keyza hendak berjalan menuju dapur, sebelum suara dengan nada tinggi, membuat langkahnya terhenti.
" Risa!!! Dia kakak iparmu, kamu jangan kurang ajar!" bentak Wiliam yang dari tadi berdiri di depan pintu menyaksikan perdebatan Keyza dan adiknya.
Arisa yang baru duduk pun tersentak kaget mendengar bentakan kakaknya. Sekujur tubuhnya pun merinding, takut kakaknya mencincangnya abis-abis. Niatnya hanya ingin menguji kakak iparnya apakah sudah berubah, tak taunya dia akan seperti ini.
Wiliam pun berjalan menghampiri sang adik.
" Minta maaf dengan istri kakak cepat, Arisa. " suruh Wiliam tak terbantahkan.
" B-baik kak. "
" Aku minta maaf, kak Keyza." ucapnya menatap Keyza penuh permohonan.
" Tak apa, itu bukan salahmu. " Keyza memaklumi sikap adik iparnya itu.
" Yasudah aku permisi, membuatkan minum untukmu dan adikmu Wiliam. " Pamitnya pada mereka. Buru- buru Wiliam mencegahnya.
" Kau itu istriku bukan pembantuku, jadi biarkan pembantu saja yang membuatkannya. " cegah Wiliam.
Arisa yang mendengar kakaknya memanggil Keyza istri pun tercengang. Sejak kapan kakaknya yang sangat membenci Keyza bahkan tak sudi bertemu dengannya sekarang malah mengakui kalau Keyza adalah istrinya. Entahlah, sepertinya Es batu sudah mencair. pikir Arisa.
Bersambung....
__ADS_1
Jangan Lupa komen, Like, dan vote ya.🤗
Mau upload ini doang lama banget sinyalnya jelek😫😫