Perfect Mom

Perfect Mom
Episode 9


__ADS_3

Subuh-subuh Wiliam terbangun dari tidurnya. Ia merasakan sesuatu yang berat melilit perutnya. Ia pun melihat ke arah perutnya dan yap, tangan Keyza memeluk dirinya. Wiliam pun mengembangkan senyumnya. Yah, semalam Keyza secara reflek memeluk Wiliam, ia takut dengan bunyi petir yang menggelar disertai angin kencang dan hujan deras, yang membuat kulit halusnya menggigil. Memikirkan itu, jantungnya Wiliam menjadi berdebar. Dengan reflek, ia mendaratkan kecupan di kening istrinya tetapi gagal, karena bunyi deringan ponselnya di atas nakas.


" Ck, dasar pengganggu!" decak kesal Wiliam pada si penelpon. Dengan malas, Wiliam mengangkatnya. Melihat nama kontak yang tertera di layar, yang merupakan kelayan pentingnya. ia melototkan matanya dan segera berdiri tegak.


" H-hallo, ada apa ya pak Heru menelpon saya pagi-pagi? " tanya Wiliam.


" Begini pak, ada perjamuan yang harus bapak hadiri nanti. Perjamuan ini mengharuskan anda datang dengan istri anda, apakah bisa pak?" suara dari seberang sana.


" Oh bisa pak, "


" Ya sudah kalau begitu, nanti bapak datang dengan istrinya jam 10. Masalah tempat, akan saya serlok nanti. Terimakasih "


" Sama-sama. " Panggilan pun diakhiri. Wiliam kembali meletakan hpnya di atas nakas.


" Eunghhh "


Bunyi erangan dari mulut Keyza pun membuat Wiliam menatap kearahnya. Keyza dengan perlahan, mulai mengucek-ucek matanya sesekali menguap lebar. Sungguh, Wiliam rasanya ingin sekali mencubit muka bantalnya karena terlalu gemas. Keyza pun menatap kearah Wiliam.


" Wiliam, kamu sudah bangun? Sejak kapan?" tanya penasaran Keyza.


" Sudah sedari tadi. "


Keyza pun hanya ber- oh ria dan mengangguk.


" Aku ingin bicara denganmu." ucap Wiliam tiba-tiba.


" Hmm, " tanggapan yang di berikan Keyza.


" Apakah kamu bersedia untuk ikut perjamuan bersamaku? " tanya Wiliam menanti jawaban dari Keyza penuh harapan.


" Terserah saja, lagian hari ini aku tak sibuk. "


Wiliam yang mendengarnya pun bernafas lega.


" Ya sudah, nanti kau ikut denganku saja. " putus Wiliam dengan semangat.


" Hmm, "


" Satu lagi, jangan lupa nanti kau dandan yang cantik! " Bisik Wiliam tepat pada telinga Keyza.


" Tentu, meski aku tak dandan sekali pun aku akan tetap cantik. " sombong Keyza.


" Terlalu percaya diri. " cibir Wiliam.


Skip


Jam kini menunjukan pukul 10.00 pagi. Itu berarti Wiliam dan Keyza akan berangkat untuk menghadiri perjamuan dari kelayan nya. Keyza kini sudah siap dengan gaun selutut berwarna silver dengan perpaduan mutiara dan pernak-pernik yang menghiasi gaunnya. Begitupun dengan Wiliam yang sudah rapih dengan stelan jas berwarna biru dongker nya. Mata mereka saling melirik satu sama lain, seolah menilai penampilan masing-masing.


" Apa kamu tak punya baju lain, hingga memakai baju kurang bahan seperti itu? " Sindir Wiliam tak suka.


Kayza yang merasa tersindir pun segera menelisik baju yang ia kenakan. Menurutnya tak ada yang salah, bajunya masih sopan kok. Bagian dada yang tertutup dengan panjang baju selutut, hanya saja bajunya itu tak berlengan panjang, yang memperlihatkan lengan putih mulusnya.

__ADS_1


" Apa yang salah? "


Wiliam yang mendengarnyapun berdecak kesal. Ia tak suka jika ada bagian tubuh dari istrinya seperti, lengan, paha, serta bagian dada yang dilihat orang lain.


" Cepat ganti bajumu dengan yang lebih tertutup, pakailah gaun panjang yang berlengan panjang juga. " Suruh nya tak terbantahkan.


Sebenarnya Keyza enggan untuk berganti, namun tatapan tajam Wiliam membuatnya terpaksa menurut. Dengan kesal, ia menghentakkan kaki kelantai dan mengoceh sepanjang jalan.


" Wiliam pikir ia akan keacara kondangan apa? Memakai baju yang sangat ribet." Batinnya tak habis pikir. Kini, Keyza sudah kembali dengan gaun panjang di bawah lutut dan berlengan panjang, sesuai perintah Wiliam.


" Ck, lama." Cibir Wiliam.


" Kau bisa diam tidak? Masih untung aku mau menemanimu. " Keyza yang sudah kehilangan kesabaran.


" Yasudah, ayo pergi. " Ajak Wiliam pada Keyza.


Mereka pun kini berjalan untuk memasuki mobil BMW milik Wiliam. Mobil pun melesat jauh membelah jalanan kota yang ramai oleh pengendara.


15 menit mereka telah sampai di tempat yang telah di serlok oleh kelayan nya. Wiliam pun memakirkan mobilnya dan bergegas membukakan pintu mobil Keyza.


" Ayo, " Ajak Wiliam sambil menyodorkan lengannya. Dengan ragu-ragu, Keyza pun melingkarkan tangannya pada lengan Wiliam. Mereka berjalan beriringan bak suami- istri yang bahagia. Seluruh pengunjung resto pun menatap kagum pada mereka berdua.


" Ya Tuan, nggak nyesel saya minjam uang untuk mampir ke sini. "


" Saya bersyukur karena rajin memakan wortel, sehingga dapat melihat begitu sempurnanya ciptaan Tuhan."


" Andai aku yang ada di posisi pemuda itu, takkan ku biarkan istriku keluar rumah. "


Kurang lebih begitu reaksi pengunjung resto saat mereka baru masuk.


" Pak Wili, SINI!! " teriak seorang pria paruh baya yang duduk di pojok bersama istri serta dua pemuda lainnya.


Wiliam dan Keyza pun berjalan menghampirinya. Mereka berdua lalu mendudukan diri.


" Ini istrimu Wil,? " tanya pemuda yang di ketahui bernama Reno.


" Hmm, "


" Sangat cantik ya, " puji Reno menatap kagum istri dari kelayen nya. Wiliam yang mendengar pujian Reno mengepalkan telapak tangannya di bawah meja.


" Apa-apaan dia, sudah memiliki istri masih ganjen." Batin Wiliam. Sedangkan Tessa istri dari Reno menatap sinis Keyza, lalu ia mencubit keras pinggang suaminya.


" Mas, masih ada aku disini. Jagalah sikapmu! " Bisiknya pada Reno.


" Terserah kau saja lah, dia memang cantik dari pada dirimu. " ucap Reno tanpa memikirkan perasaan Tessa yang sudah panas akibat cemburu.


Pak Bima yang sedari tadi melihat mereka yang berbisik-bisik entah membahas apa, kini membuka suara.


" Saya menyuruh kalian semua datang kesini untuk perjamuan sebagai ucapan syukur atas berjalannya proyek kita. Sebelumnya, kita saling perkenalkan diri dulu agar semakin akrab. " ucap Bima.


" Serra, "

__ADS_1


" Mega, "


" Davin, "


" Keyza, " ucap Keyza yang menjabat tangan Reno. Namun tangannya tak urung di lepaskan. Keyza pun merasa risih, dan tak enak. Apalagi istrin nya menatap tajam dirinya.


" Ekhem! Jangan terlalu lama memegang tangan istri saya. " peringat Wiliam tajam, berusaha tidak terbawa emosi sehingga tidak akan terjadi kekacauan. Reno pun dengan segera melepaskan tangannya. Sekarang, Keyza memandang kearah istri Reno.


" Keyza, " ucapnya mengulurkan tangan. Dengan malas, Tessa menjabat tangannya singkat.


" Tessa, "


Mereka pun mulai makan makanan yang sudah di pesan. Saat ingin meminum minumannya, Keyza mempertimbangkannya dulu, ia tak biasa meminum wine, karena tak enak dengan klien Wiliam. Keyza pun dengan terpaksa, meminumnya hingga habis.


17+ [ yang tak suka skip.]


Setelah selesai perjamuan, Wiliam harus di repotkan oleh istrinya yang mabuk dan merancau tak jelas.


" Wiliam, aku pusing. " keluhnya setelah sampai di mobil.


" Tunggulah, sebentar lagi kita sampai di rumah. " ucap Wiliam datar.


" Akhhh, panas. " Keluh Keyza yang sudah bergerak gelisah kesana-kemari. Bahkan ia sudah akan menurunkan gaunnya. Namun, tangan Wiliam mencegahnya.


" Jangan buka bajumu bodoh! " Maki Wiliam yang sudah kesal dengan istrinya. Keyza pun tak peduli, ia menatap ke arah Wiliam yang sedang menyetir. Keyza pun kini makin menjadi saja tingkahnya.


" Wiliam kamu sangat tampan. "


Blush...


Pipi Wiliam pun menyemburkan warna merah, seketika tangannya yang sedang menyetir pun menjadi kaku. Sedangkan Keyza sekarang sudah menaikan pinggulnya keatas paha Wiliam yang asik menyetir. Tangannya mulai menjalar keatas kemeja Wiliam yang masih terbalut jas. Dengan telaten, ia mulai membuka satu-persatu kancingnya. Pinggul Keyza pun tiba-tiba menyentuh sesuatu yang keras di bawah sana.


" ****, " umpat Wiliam, merasakan di bawah sana yang mulai berdiri.


Keyza kini, pun sudah berhasil membuka tiga kancing kemeja teratas Wiliam. Tangannya mulai mengelus-elus dadanya. Wajahnya pun ia benamkan di ceruk leher Wiliam, yang merupakan daerah sensitifnya.


Citttttt


Wiliam pun mengerem mendadak. Ia tak ingin kelepasan, dan berujung bercinta di dalam mobil. Dirinya masih waras, untuk tidak melakukannya. Dengan perlahan, Wiliam menyingkirkan Keyza dari pahanya. Setelahnya, ia membenarkan kemejanya yang sudah terlepas tiga kancing. Buru-buru ia menancap gasnya menuju rumah, membiarkan Keyza yang sudah teler.


Sampainya di mansion, Wiliam langsung menggendong Keyza ala bridal style. Dia pun meletakkan Keyza diatas ranjang.


" Syukurlah, sampai juga." Lega Wiliam.


Wiliam pun hendak berjalan untuk pergi, namun Keyza menarik tangannya dan berujung Wiliam jatuh menimpa tubuhnya diatas ranjang.


" Ayah!!! "


Bersambung.....


Jangan Lupa tinggalkan jejak.🤗🥰

__ADS_1


Maaf jika ceritanya terlalu vulgar.


__ADS_2