
Sinar matahari pagi kini mulai memasuki kamar kedua pasutri itu yang masih betah menjelajahi mimpinya. Tak lama kemudian salah satu dari mereka mulai menggeliatkan tubuhnya.
" Eunghhh..." ucap Keyza beranjak duduk lalu menatap jam weker diatas nakas yang menunjukan pukul 07.00 pagi.
" Ya Tuhan, aku kesiangan." gumamnya dalam hati. Keyza pun buru-buru merapihkan bantal dan selimutnya, tapi saat dia menyadari sosok suaminya yang masih terlelap membuat ia mengernyitkan dahi bingung.
" Tidak seperti biasanya Wiliam bangun telat." bingung Keyza, pasalnya Wiliam biasanya akan bangun lebih awal untuk bersiap ke kantor.
Keyza pun kini berinisiatif untuk membangunkannya.
" Mas bangun, sudah pagi." ujar Keyza sambil menggoyangkan tubuh Wiliam pelan. Wiliam yang merasakan pergerakan di badannya pun mulai terusik. Ia lalu membuka matanya perlahan dan menatap wajah cantik milik istrinya.
" Kenapa? " tanyanya dengan suara serak khas bangun tidur.
" Sudah jam 7 pagi, kau tidak ke kantor? "
" Sepertinya aku tidak ke kantor dulu, aku masih sedikit pusing." sahut Wiliam lemas. Ya, semalam dirinya tidak tidur, melainkan harus ngelembur untuk mengerjakan tugas kantor.
Keyza yang mendengar nya pun menjadi khawatir. Tangannya dengan reflek menyentuh dahi milik Wiliam.
" Kau sedang demam? " tanya Keyza panik. Pasalnya suhu Wiliam sangat panas.
" Aku baik-baik saja, kau tak usah khawatir." ucap Wiliam yang melihat wajah khawatir istrinya. Tanpa memedulikan Wiliam, Keyza berjalan ke arah lemari khusus untuk mengambil termometer.
" Buka mulutmu, " suruh Keyza tegas. Wiliam pun langsung menurut. Ia lalu membuka mulutnya lebar-lebar, yang membuat Keyza gemas sendiri. Tanpa aba-aba, Keyza memasukkan pucuk termometer itu pada mulutnya. Sedangkan Wiliam dengan reflek mengatupkan bibirnya erat-erat. Setelah beberapa saat, Keyza pun menarik termometer itu untuk melihat hasilnya.
"Astaga, suhu mu tinggi." kaget Keyza. Disitu suhu Wiliam menunjukan angka 39,6° Celcius.
" Ayo, kita ke dokter sekarang. " ajak Keyza.
" Tidak, aku ingin disini saja denganmu." ucap Wiliam memeluk tubuh Keyza erat. Ya, kehadiran Keyza disisinya sudah cukup membantu meredakan pusing di kepalanya.
" Kau harus ke dokter, jika tidak kau tidak akan sembuh." jelas Keyza melepas lilitan tangan Wiliam di pinggangnya.
" Terserah mu, aku tidak ingin ke dokter! " rajuk Wiliam lanjut tidur dengan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
" Astaga, mengapa aku memiliki suami yang dingin dan kekanakan begini? " bingung Keyza melihat sifat aneka ragam milik Wiliam, kadang marah, cemburu, manja, dingin dan lainnya yang tidak diketahui Keyza.
Jika sudah begini Keyza pun tak bisa memaksa Wiliam. Dirinya lalu beranjak ke dapur untuk mengambil kompresan dan obat Paracetamol.
Sedangkan sampainya di bawah, Keyza melihat Devi sedang mengintrogasi putri angkatnya.
" Bella, apa yang kamu lakukan bersama Mang Dadang, hah!! " bentak Devi menatap ke arah Bella. Pasalnya tadi ia memergoki Bella yang tidur seranjang dengan supirnya. Kini tatapan Devi pun beralih ke Mang Dadang.
" Saya tidak pernah menyangka bahwa supir yang saya anggap keluarga ternyata berbuat tidak senonoh pada putriku." ucap Devi menatap sinis Mang Dadang yang diam ketakutan. Dirinya tidak tau kalau nonanya tidur bersamanya semalam.
Bella yang di tuduh seperti itu merasa tak terima.
" Mah, Bella benar-benar tidak melakukan apapun. Bella murni salah masuk kamar!! " bantah Bella.
Devi pun terkekeh sinis mendengarnya lalu sekilas memandang ke arah Bella.
" Apa kamu bilang? Salah masuk kamar? Kamu sudah 17 tahun tinggal di rumah ini, mana mungkin kamu bisa salah masuk kamar." ucap Devi sinis.
__ADS_1
" Bukan begitu maksud Bella, mama dengerin dulu penjelasan Bella." ucapnya memelas.
Sedangkan Keyza yang sedari tadi berdiri mematung menyimak, kini menampilkan senyum tipis datarnya.
" Gadis malang yang mencoba bermain denganku, akhirnya terkena getah juga." batinnya lalu berjalan meninggalkan mereka yang asik berdebat.
Selang beberapa menit, Keyza pun sudah sampai dikamar dengan kompresan dan Paracetamol di tangannya. Dengan pelan, ia menyingkirkan selimut yang menutupi seluruh tubuh suaminya. Wiliam yang masih merajuk pun kesal sendiri.
" Sudah ku bilang Key, aku tidak ingin ke dokter." ucap Wiliam sambil membelakangi Keyza.
" Aku tidak akan membawamu ke dokter."
Mendengar itu Wiliam langsung membalikan badannya menghadap Keyza.
" Kau serius? "
" Hmm, tapi kau harus di kompres dan minum obat." sahut Keyza.
" Oke...aku akan menuruti kemauan istri kecilku." jawab Wiliam semangat dengan kondisi yang lemah.
SKIP
Setelah tadi Keyza mengompres dan meminumkan obat pada Wiliam. Sekarang dirinya akan membeli bubur untuk suaminya itu. Ya, Keyza ingin sekalian cari udara segar karena ia yang juga malas memasak. Karena tak mau ribet, Keyza pun menaiki motor sport hitam milik Kenzo.
SKIP
Sekarang Keyza sedang mengantri untuk membeli bubur sambil memainkan ponselnya. Brilian yang akan berangkat untuk pemotretan matanya tak sengaja melihat Keyza yang berada di pinggir jalan. Rasa marah dan dendam pun tertuju ke arahnya.
" Pak berhenti." suruh Brilian pada supirnya.
Kini Brilian pun keluar dari mobil dan berjalan ke arah Keyza. Banyak tatapan kagum dan sinis yang di tujukan untuk Brilian. Pasalnya Brilian hanya memakai dress sepaha ketat dan tanpa lengan yang membuat kulit putihnya terekspos jelas.
Sampainya di depan Keyza, Brilian langsung mendorong kasar tubuh Keyza. Sedangkan korban tidak berpindah posisi sama sekali. Ia tetap berdiri tegak, lalu matanya kini menatap ke arah pelaku.
" Ada apa? Kenapa kau mendorong ku? " tanya Keyza pura-pura polos.
" Aku tau Wiliam menjauhiku karena kamu yang menyuruhnya kan, jawab!! " bentak Brilian marah- marah tidak jelas.
" Jika Wiliam menjauhimu kenapa kau bertanya padaku? " ucap Keyza seperti orang bodoh.
" Tentu saja karena kamu istrinya!! " marah Brilian karena kurang puas dengan jawaban Keyza.
" Jika kau sudah tau Wiliam sudah memiliki istri, lantas mengapa kau justru mendekatinya. " ucap Keyza tenang dan arogan. Sedangkan Brilian skakmat, yang di bilang Keyza memang benar. Tapi karena ambisi yang tinggi ia tidak peduli.
" Aku masih sahabatnya Wili, jadi wajar jika aku dekat." sahut Brilian tak mau kalah.
" Statusmu boleh sahabat, jika niatmu untuk memilikinya. Kira-kira sebutan apa ya yang cocok." ucap Keyza seolah berpikir keras. Brilian yang sudah tau maksud wanita di depannya pun mengepalkan tangannya erat.
" Kau yang merebutnya dariku!! " ujar Brilian menatap sengit Keyza.
' lelucon macam apa ini? ' batinnya.
Keyza pun menatap tajam dan datar Brilian. Dia juga sedikit menaikan dagunya keatas seolah menganggap rendah Brilian.
__ADS_1
" Sepertinya urat malumu sudah putus." cibir Keyza pada Brilian.
" Apa maksudmu." potong Brilian cepat.
" Bukannya kau sendiri yang menolak Wiliam, lalu mengapa kau sekarang mengejarnya. Apa kau setidak lakunya sampai mengejar suami orang. Oh, atau kau kurang garukan ya..."
" Beraninya kam___" ucap Brilian hendak menampar wajah Keyza.
Plakkk
Bukan Brilian yang menampar melainkan Keyza yang lebih dulu menampar wajah Brilian keras, yang membuat kemerahan tercetak jelas di pipi sebelah kirinya.
" Keyza kamu keterlaluan, aku akan adukan pada Wiliam. Lihat saja nanti! " ucap Brilian mengancam, lalu pergi meninggalkan Keyza. Sedangkan Keyza tidak takut sama sekali dengan ancaman Brilian. Dirinya justru sangat menantikan reaksi Wiliam jika dirinya sudah menampar Brilian.
" Mbak, ini buburnya. " ucap penjual itu yang sedari tadi melihat perdebatan mereka berdua. Tersadar dengan tujuannya, Keyza langsung berjalan menghampiri penjual itu.
" Berapa pak? "
" 20 ribu mbak." ucap penjualnya.
Keyza pun merogoh sakunya dan memberikan satu lembar uang warna biru, lalu langsung pergi menaiki motornya.
" Mbak kembaliannya!!' teriak penjual itu pada Keyza yang sudah akan mengegas motornya.
" Untuk bapak saja." sahut Keyza meninggalkan bapak itu.
SKIP
Di dalam mobil Brilian merasa sangat marah. Bahkan dirinya sudah meremas hpnya kuat- kuat. Ia tidak terima Keyza merendahkannya dan dengan lancang menampar pipi mulusnya.
Tiba-tiba saja dirinya memiliki ide licik untuk berusaha mencelakai Keyza.
" Hallo, " ucap Brilian yang baru menelepon orang suruhannya.
" Iya nona, ada apa? "
" Saya mau kamu buat Keyza celaka." suruh Brilian.
" Baik nona, akan saya laksanakan."
Setelah mendengar itu, Brilian lalu mematikan teleponnya sepihak.
Ting!
Brilian baru selesai mengirim identitas Keyza beserta gambarnya pada orang kepercayaannya. ia lalu memasukan hpnya kembali ke dalam tas.
SKIP
Di tengah jalan pulang, Keyza merasa diikuti oleh seseorang dari belakang. Dan benar saja, saat dirinya melihat ke arah kaca spion, mobil sedan hitam sedang mengikutinya. Keyza pun semakin mengegas motornya diatas kecepatan rata-rata. Sedangkan mobil dibelakang juga tidak mau kalah, mereka menambah kecepatan mobil hingga setara dengan motor Keyza. Dan pada puncaknya, mobil berhasil menghalangi jalan Keyza. Dengan terpaksa Keyza turun dari atas motornya bebarengan dengan sekelompok orang berbaju hitam.
Tanpa aba-aba, mereka langsung menyerang Keyza bersamaan. Keyza pun dengan lihai menangkis serangan mereka dan sesekali memberikan bogeman mentah pada wajah sangarnya. Namun tetap saja dia wanita, dia tidak akan kuat mengimbangi sepuluh orang pria, apalagi mereka bermain kroyokan. Nafas Keyza pun mulai naik turun, menandakan dia sangat kewalahan. Tiba-tiba saja matanya tak sengaja melihat balok kayu di bawah kakinya. Dengan cepat ia mengambilnya lalu memukulnya pada daerah kelemahan lawan, yang menyebabkan lawan tumbang dengan darah mengalir di sekujur tubuhnya. Keyza pun tidak peduli, ia langsung meninggalkan mereka.
Bersambung....
__ADS_1
jangan lupa like+ komen.