Perfect Mom

Perfect Mom
KEMBARAN KEYZA


__ADS_3

Diluar sana, hujan turun dengan derasnya mengguyur mansion elit milik Bagaskara. Sedangkan kini di kamarnya, kedua pasangan suami istri itu sibuk dengan urusannya masing-masing. Wiliam yang fokus menatap layar laptop miliknya, di temani dengan secangkir teh hangat. Sementara Keyza sibuk dengan lamunan nya.


" Mas, " Panggil Keyza tiba-tiba.


Wiliam yang tadi nya fokus ke arah laptop, sekarang mengalihkan pandangannya ke arah Keyza.


" Hmm, kenapa? " Sahut Wiliam.


" Aku ada sesuatu untukmu, " ucap Keyza memberi tahu. Sedangkan Wiliam menaikan satu alisnya ke atas.


" Apa itu? " tanya Wiliam cukup penasaran.


" Kau kesini sebentar, " Suruh Keyza menepuk- nepuk kasur di sampingnya.


" Oke, " Sahut Wiliam berjalan mendekati Keyza.


Setelah melihat Wiliam duduk dengan sempurna, Keyza beranjak berdiri dan membuka laci mejanya.


" Ini untukmu, aku berharap kau menyukainya." ujar Keyza memberikan kotak hitam itu padanya. Tanpa pikir panjang, Wiliam langsung membuka nya. Dan terpampang lah jam tangan Italia dengan warna hitam dan putih, yang sangat kontras dengan warna kulit Wiliam. Bibir Wiliam pun berkedut, membentuk seulas senyum tipis.


" Terimakasih, tapi lain kali tidak usah." ucap Wiliam, ia hanya merasa tak enak. Bukankah seharusnya ia yang memberikan kejutan untuk sang istri, tapi ini justru kebalik. Pikirnya.


" Kenapa? Apa kau tak menyukainya? " ujar Keyza sedikit kecewa.


" Tidak, aku sangat-sangat menyukainya. Apalagi ini pemberian darimu, tapi___"


" Tapi apa? " potong Keyza cepat. Ia benar-benar penasaran dengan kelanjutannya.


" Tapi aku tak ingin menyusahkanmu, dan


ini kau beli pakai uangmu bukan? " ujar Wiliam.


" Hmm, " dehem Keyza membenarkan. Itu memang uangnya, lebih jelasnya uang dari hasil restoran nya.


" Lebih baik kau simpan saja uangmu, biarkan semua kebutuhan aku yang penuhi. Dan untuk jam tangan ini, biar aku ganti." ucap Wiliam.


Mendengar itu, entah kenapa membuat Keyza kesal.


" Itu jam untukmu, aku tak ingin di ganti. Jika kau tak menyukainya tinggal kau buang saja." ucap Keyza dingin.


Wiliam yang sadar jika istrinya sedang marah. Langsung menggeser tubuhnya ke arah Keyza, lalu memeluknya erat.


" Baiklah, aku akan memakai jam tangan ini untukmu. Aku menghargai pemberian istri cantik ku ini. Jangan marah, oke? " ucap Wiliam tulus.


" Hmm, "


" Oh ya, aku juga ingin berbicara denganmu." ucap Wiliam melepaskan pelukan nya pada sang istri.

__ADS_1


" Yasudah, bicaralah." sahut Keyza.


" Besok kita akan ke Jerman, untuk menghadiri pernikahan anak dari klien bisnisku. Bagaimana? Apa kau mau? "


" Lalu Axelio? " bukannya menjawab, Keyza justru memikirkan sang anak.


" Kau tak usah pikirkan, kita di sana hanya 3 hari. Axelio biarkan bersama Ibu. Lagian, Ibu sudah sangat rindu dengan cucunya." ujar Wiliam. Pasalnya tempo hari, Rose terus menanyakan kabar sang cucu.


" Oke, baiklah."


" Yasudah, sekarang kau tidur. Aku akan kembali menyelesaikan pekerjaanku. "


ucap Wiliam beranjak berdiri.


" Jangan sampai larut, tidak baik untuk kesehatan. Apalagi di luar sedang hujan." peringat Keyza.


" Iya, istriku. Suamimu ini akan menurut." sahut Wiliam manis.


Tanpa menanggapi Wiliam lagi, Keyza langsung menutupi setengah tubuhnya dengan selimut. Bersiap untuk menjelajahi mimpinya. Sedangkan Wiliam sudah stay cool di depan layar laptopnya.


SKIP


Di sebuah klub mewah dan elit. Wanita cantik dengan balutan dress kurang bahan, yang sangat mirip dengan Keyza. Sedang menengguk alkohol, dirinya bahkan sudah menghabiskan tiga botol wine. Namun, tiba-tiba saja ke datangan pemilik klub yang berjalan menghampirinya.


" Stevi, malam ini kau mendapatkan pelanggan baru. Lebih baik sekarang kau puaskan dia. " suruh Pretty pemilik klub malam itu.


" Bagaimana? Apa kau mau menerimanya? " tanya Pretty yang melihat keterdiaaman Stevi.


" Dia membayar ku berapa? " tanya to the poin Stevi, mengalihkan topik.


" 50 juta, itu pun jika kau mainnya terampil." jawab Pretty.


" Oke, tolong antarkan saya padanya." ucap Stevi setuju.


" Baik, dan jangan lupa kasih pelayanan terbaik. " peringat Pretty.


" Cihh, itu sangat mudah. Bahkan nanti aku akan memberikan kejutan yang wah." batin Stevi.


Stevi pun kini memandang Pretty dengan senyum manisnya.


" Aku akan melakukannya dengan sangat baik, kau tenang saja." jawab Stevi.


Pretty pun mengangguk percaya, ia lalu mengantar Stevi sampai di kamar nomor 27


SKIP


Sesampainya di depan pintu, pretty lalu meninggalkan Stevi.

__ADS_1


Stevi pun berjalan perlahan, membuka pintu itu.


CEKLEK


Saat dirinya berhasil masuk, Stevi langsung di suguhi pemandangan pria tua yang sudah bertelanjang dada.


" Hai, " sapa Stevi tersenyum manis dan berjalan mendekatinya. Sedangkan Pria bangkotan itu sudah menatap tubuh sexy Stevi dengan tatapan liar dan lapar. Seperti sudah tidak sabar untuk mencicipinya.


" Sayang, kemari lah." suruh Pria tua itu mengode Stevi.


Sedangkan Stevi sudah ingin muntah, saat dirinya di panggil sayang. Namun dia tetap profesional, ia akan memerankan aktingnya sebagai kupu-kupu malam.


" Kita langsung ke intinya saja ya..." ucap Stevi setelah duduk di samping pria tua itu.


" Sepertinya kau sudah tidak sabar ya? " ujar Roni, saat mendengar suara manja Stevi.


" Iya yang, aku udah gatel nih." ucap manja Stevi.


Roni yang sudah mendapat lampu hijau, langsung membanting tubuh Stevi di atas ranjang. Melihat Stevi sudah telentang, Roni langsung menindihnya.


" Saya mulai, " ucapnya, lalu mulai menyobek baju kurang bahan Stevi. Namun sebelum itu terjadi, Stevi lebih dulu menusuk perutnya dengan belati. Stevi pun dengan gilanya, memutar dan mengoyak-oyak isi di dalam perut itu. Melihat darah serta ususnya keluar, Stevi langsung mencabut belatinya.


Dirinya lalu menatap wajah pria itu yang sangat mengerikan. Mulut yang terbuka lebar, serta mata dalam kondisi melotot.


" Dasar pria tua bangkotan! Mana sudi aku menjual tubuhku untukmu. Hey, aku hanya ingin uangmu. " ucap Stevi pada pria tua yang sudah tidak bernyawa.


Tak ingin ada orang yang mengetahuinya, Stevi langsung membersihkan jejaknya. Ia juga berganti pakaian, agar tidak ada yang mengenalinya.


SKIP


Stevi sekarang sudah mengganti pakaiannya dengan baju serba hitam. Tanpa ba-bi-bu, ia segera keluar dari klub itu dengan berjalan mengendap-endap.


" Fyuuh, akhirnya sampai juga." gumam Stevi setelah sampai di depan mobilnya. Sebelum memasuki mobil, Stevi lebih dulu memandang ke arah langit yang sedang menangis. Pasalnya sekarang sedang hujan.


" Sampai kapan aku menjadi ******? Aku ingin hidup normal, tapi ini cara cepat untuk mendapatkan uang. Terpaksa aku harus menjalaninya. " batin Stevi, lalu ia memasuki mobil.


Mobil Stevi pun melaju cepat, membelah jalanan kota yang licin.


SKIP


Pukul 01.00 malam, Wiliam baru selesai mengerjakan tugas kantornya. Ia pun merapihkan kembali berkas- berkasnya, lalu menutup laptopnya. Setelah semua beres, Wiliam berjalan ke arah Keyza, lalu membaringkan tubuh di sampingnya. Sebelum memejamkan mata, Wiliam lebih dulu mencium kening sang istri lama.


" Good night, My wife." ucap Wiliam.


Bersambung.....


Jangan lupa like+ komen.

__ADS_1


__ADS_2