Perfect Mom

Perfect Mom
MENGAGUMI


__ADS_3

Mentari pagi mulai muncul menebus kaca jendela kamar milik dua mahkluk berbeda gender yang masih betah menjelajahi alam mimpi.


" Eunghhh, " lenguh Edgar yang baru bangun dari tidurnya. Seluruh tubuhnya pun kini terasa remuk, akibat semalaman ia tidur di bawah, lebih tepatnya di lantai. Tadi malam ia dan brilian sudah seperti kucing dan tikus hanya karena berebut tempat tidur. Mengingat itu membuat Edgar ingin mengutuk Brilian.


Ia pun beranjak dari duduknya untuk membangunkan Brilian yang masih molor bagai orang mati.


" Heh, bangun! Kamu pikir ini kamar milikmu." ucap Edgar mencolek-colek pipi chubby milik Brilian. Namun sang empu tak menggubrisnya, ia justru semakin menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya. Melihat itu, Edgar mengeram kesal. Ide jahil pun memenuhi isi kepalanya.


Edgar berjalan mengambil ponsel miliknya, lalu dinyalakannya suara kebakaran dengan volume yang cukup keras. Kemudian ia dekatkan ponselnya tepat pada telinga Brilian.


" Kebakaran! Kebakaran!!! " teriak Edgar membuat kehebohan. Untung saja kamar hotel ini kedap suara, sehingga tak akan terdengar sampai di uar. Pikir Edgar.


Brilian yang tadinya tertidur pulas, tiba-tiba terlonjak dari kasur. Dirinya bahkan sudah berlari ke arah kamar mandi bersiap mengambil air.


" Edgar, katanya ada kebakaran, kok nggak ada asapnya? " linglung Brilian menatap kanan-kiri.


" Tidak ada kebakaran, itu hanya alarm untuk membangunkan wanita kebo sepertimu." ujar Edgar.


" Edgar sialan!!! " maki Brilian saat sadar jika dirinya sedang di bohongi. Emosi Brilian pun mendidih, ia tadi sedang bermimpi menikah dengan rider BTS Taehyung, namun gara-gara Edgar semuanya buyar.


" Edgar sini kamu," ucap Brilian ancang-ancang mengambil bantal guling untuk memukul tubuh Edgar.


*********


Keyza dan Wiliam sudah bersiap-siap untuk menghadiri resepsi pernikahan putri ketiga pak Khai, klien bisnisnya. Keyza pun sibuk memilih-milih baju yang cocok untuk di kenakan dirinya dan sang suami.


" Mas, menurutmu bagusan yang mana? " tanya Keyza meminta pendapat Wiliam. Sedangkan sang empu yang tadinya fokus ke arah kaca, sekarang berbalik menatap Keyza, lalu beralih pada dua jas yang ada di tangannya.


" Mungkin yang hitam." jawab Wiliam setelah mengamati jas berwarna maroon dan hitam itu. Ia memilih warna hitam karena memang itu warna kesukaannya.


" Mengapa tidak yang maroon saja? Ini lebih baik." usul Keyza yang tak setuju dengan pendapat suaminya. Wiliam yang sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk mendengus kesal.


" Jika pilihannya maroon, mengapa dia meminta pendapatku?" heran Wiliam sedikit dongkol.


" Terserah kau saja, apapun pilihanmu akan ku pakai. " ucap Wiliam pada akhirnya. Mendengar itu Keyza tersenyum senang.


" Baiklah, sekarang kau pakai yang maroon." titah Keyza menyerahkan jas itu padanya. Dengan malas, Wiliam menerimanya. Sebenarnya ia paling tidak menyukai warna cerah, tapi karena permintaan sang istri ia mau memakainya.


SKIP


Mobil Wiliam kini sudah sampai di depan gedung mewah yang sudah dihias sedemikian rupa. Para tamu undangan pun sudah banyak yang datang, dan rata-rata dari mereka berasal dari keluarga konglomerat. Wiliam pun berjalan keluar membukakan pintu mobil Keyza.

__ADS_1


BRAKK


Keyza keluar dengan pembawaan yang anggun dan tenang. Ia memakai dress berwarna putih yang sangat cantik dan pas di tubuh rampingnya. Membuat Keyza tampil dengan sangat memesona. Wiliam yang tadi sudah melihatnya pun di buat kagum, dengan pesona sang istri.


" Ayo! " ucap Keyza mengajak Wiliam untuk masuk.


Sedangkan Wiliam tidak menjawab, ia justru menyodorkan lengannya di depan Keyza. Sedangkan Keyza menaikan satu alisnya bingung, seolah bertanya ' apa maksudmu? '


Ck, Wiliam mendengus kesal saat sang istri tidak paham.


Tanpa sepatah kata pun, Wiliam langsung mengambil tangan Keyza untuk ia lingkarkan di lengannya.


" Seperti ini, " ucap Wiliam setelah melihat tangan sang istri sudah melingkar sempurna di lengan berototnya.


Mereka berdua kini berjalan beriringan. Di sepanjang jalan mereka berdua menjadi sorotan, banyak sekali orang yang iri dengan keromantisan yang mereka berdua ciptakan.


" Istrinya sangat cantik, aku ingin memiliki istri seperti itu."


" Dia adalah lelaki tampan sesungguhnya."


" Wow, pasangan yang sangat serasi dan romantis. Aku iri dengan wanitanya."


" Mereka berasal dari mana? Aku ingin berkunjung ke rumahnya. "


" Pria itu mirip suami masa depanku."


" Hey, kau ini sudah memiliki suami. Jangan menghayal yang tidak-tidak. "


Kurang lebih seperti itu bisikan para tamu undangan, namun tak di pedulikan oleh Keyza dan Wiliam. Mereka berdua menganggapnya hanya angin lalu.


" Pak Khai, selamat atas pernikahan putrimu. Semoga putrimu bahagia dengan pilihannya. " ucap Wiliam menjabat tangan p


Pak Khai.


" Ah terimakasih Pak Wili, anda juga sehat selalu ya.." sahut Pak Khai memeluk tubuh Wiliam erat.


" Selamat untukmu dan suamimu, semoga kalian dapat membina rumah tangga dengan sebaik mungkin. " ucap Keyza menjabat tangan Jeremy putri dari klien bisnis Wiliam.


" Terimakasih kak, " balas Jeremy tersenyum ramah.


SKIP

__ADS_1


Wiliam dan Keyza sekarang sudah duduk di kursi tamu. Di meja mereka kini sudah tersedia berbagai hidangan mewah.


" Kau ingin makan apa? " tanya Keyza pada sang suami.


" Aku ingin mak___"


" Hai! " sapa seseorang tiba-tiba datang memotong percakapan mereka berdua.


" Toilet dimana ya? " tanyanya.


Wiliam yang memang jaraknya lebih dekat dengan dia berinisiatif menjawabnya.


" Anda tinggal berjalan lurus kearah timur, lalu belok kanan." beritahu Wiliam datar. Sedangkan wanita yang tadi bertanya justru terbengong menatapi Wiliam, membuat sang empu merasa risih.


" Jika tidak ada keperluan, sebaiknya anda pergi." usir Wiliam secara halus.


" Eh, kamu Wiliam kan? " bukanya pergi, wanita itu justru menanyai hal yang tidak penting.


" Siapa? " tanya Wiliam mengernyitkan dahi bingung, ia merasa tidak mengenal wanita di depannya saat ini.


" Aku Meisya, teman sefakultas kamu dulu. Kamu lupa ya? "


" Hmm," ucap Wiliam saat memori masa-masa kuliahnya berputar-putar di kepala nya.


" Aduh, kamu semakin tampan saja." puji Meisya mengagumi sosok Wiliam Alexander. Sebenarnya Meisya sudah lama menyukai Wiliam, namun ia tak berani mengungkapkannya karena takut di tolak.


" Oh ya, gimana kabarmu Wil? " tanya Meisya basa-basi.


" EKHEM! " dehem Keyza sengaja ia keras kan agar wanita itu segera sadar, bahwa masih ada orang disini. Pasalnya dia sedari tadi tidak berhenti menatap sang suami, membuat Keyza jengah dan rada-rada tak suka.


Dan benar saja, Meisya yang tadinya fokus ke arah Wiliam, menoleh kan pandangan ke arah Keyza.


" Dia siapa Wil, adikmu? "


" Bukan, dia istriku." sahut Wiliam cepat, ia tidak akan malu untuk memperkenalkan Istrinya di depan umum.


" Owhhh, kamu sudah menikah ya.." ucap Meisya sedikit lesu.


" Maaf, bukankah tadi kau bilang ingin ke kamar mandi? " ujar Keyza mengkode agar dia segera pergi.


" I-Iya, ini aku akan pergi." ucap Meisya yang tak enak dengan Keyza.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2