
jangan lupa sebelum baca budayakan like, vote, komentar, saran dan kritikan akan membatu author untuk memperbaiki tulisan author agar lebih baik.
terima kasih dan selamat membaca...
_____
Beberapa waktu kemudian terdengar ketukan pintu dan fira pun membukanya tanpa ragu.
"kau?" ucap fira tercengang melihat sosok yang ada di depannya itu.
"bukankah ardika sedang ada di luar kota, tapi kenapa dia ada di sini? kapan dia pulang? dan dari mana ardika tau kalau aku ada di sini" gumam fira dalam pikirannya.
Ardika pun masuk kekamar hotel dan melihat seorang pria yang baru keluar dari kamar mandi yang telanjang dada hanya menggunakan handuk.
Tanpa basa-basi ardika memukuli seorang ZAFRAN RUSTAM pengusaha muda yang sukses di bidang perhotelan dan usaha di bidang daur ulang barang bekas yang sudah memiliki anak cabang di luar negri.
Ardika terus menghantam zafran tanpa ragu sedangkan fira berusaha melepaskan pertikaian namun tenaga laki laki itu begitu kuat dan tidak bisa di pisahkan. Zafran yang awalnya menerima setiap hantaman ardika kini melawannya karena geram. pertikaianpun berlanjut tanpa memperdulikan wajah memar mereka yang sudah babak belur.
" sudah berhenti ku mohon" suara keras fira berusaha menghentikannya walaupun sekujur tubuh nya gemetar dan ada rasa takut. " zafran ku mohon hentikan" begitu fira menyebut nama zafran pertikaian pun berhenti. terdengar suara ngos-ngosan dari kedua pria tersebut dengan tatapan wajah yang di penuhi emosi.
" aku gak nyangka kamu berani main api di belakang ku fira" ucap ardika yang masih menstabilkan emosinya.
" ini tidak seperti apa yang kamu pikir...." sebelum fira selesai bicara ardika sudah memotongnya.
" kamu pikir apa yang aku lihat tidak benar, dengan banyaknya kissmark di tubuh mu itu... apa kurang?"ucaf ardika dengan rahangnya yang keras menahanii emosi.
" dengar ini semua bukan kehendak ku, aku di jebak, kumohon percayalah sama aku" ucap fira dengan suara isakan tangis dengan tubuh yang masih gemetar. entah bagai mana fira harus menjelaskan kondisinya saat ini, fira bener-benar bingun bagai mana harus berkata. sedangkan situasinya sangatlah buruk dan tidak mendukung.
" jadi benar anak yang kamu kandung bukanlah darah daging ku?" ucap ardika dengan tatapan yang membunuh.
" tidak, ini anak mu, anak kandung mu, aku gak pernah selingkuh sama sekali" ucap fira dengan lirihnya
" sudah lah lebih baik kamu mengaku, karena purcuma saja kamu menjelaskan nya aku sudah tau, anak itu anak hasil perselingkuhan mu dengn nya bukan" ardika dengan menujuk kepada zafran.
" yah, dia emang anak ku, anak kandung ku puas kamu" ucap zafran yang tak tahan akan sikap dan ucapan ardika.
" zafran, berhentilah omong kosong bagai mana anak ini, anak kandung mu jelas jelas anak yang aku kandung darah daging ardika, bukan kamu" ucap fira yang tidak terima dengan ucapan zafran yang bicara seolah-olah anak yang di kandung nya adalah anak dari zafran.
" lihatlah bahkan ayah dari anak mu ini mengakuinya, tapi bagaimana kamu sendiri malah membantahnya. atau kamu bingung siapa ayah dari anak mu itu karena terlalu banyak laki-laki yang tidur dengan mu" ucap ardika yang tidak sadar dengan ucpannya yang secara tidak langsung henghina fira secara terang-terangan dan menyakiti harga diri fira.
__ADS_1
" apa...??? kamu berfikir kalau aku jalang yang tidur dengan banyak laki-laki, jadi itu yang selama ini ada di pikiran mu?" ucap fira yang tidak menyangka bahwa suaminya punya pikiran yang begitu kotor terhdapa istrinya sendiri..
"kamu keterlaluan ardika, jaga omong kosong mu itu" ucap zafran yang tidak terima pujaan hatinya di hina dengan begitu kasarnya.
" kenapa kamu tidak terima dengan apa yang aku ucapkan? apa aku salah? seorang istri yang tidur dengan laki- laki lain selain suaminya apa lagi kalau bukan di sebut dengan jalang" ucap ardika, fira tak berkutik dengan apa yang di lontarkan suamnya itu, fira memeng tidur dengan laki-laki lain namun itu bukan kehendaknya. tapi di mata suaminya fira hanyalah seorang jalang.
" berhentilah omong kosong bajingan" ucap zafran dengan memegang kerang kemeja ardika dengan kuat. namun ardika mendorong dan melepaskan diri dari zafran.
"dengar mulai detik ini, kamu bukan lagi istriku, aku akan mengirim surat cerai dan aku akan kasih kamu waktu untuk meninggalkan rumah ku" ucap ardika.
"aa apa cerai...??? segitu gampangnya kamu mengucapka kata cerai, pada hal kamu tidak mendengarkan penjelasan ku terlebih dulu" ucap fira yang tak menyangka ardika akan membuat keputusan dengan begitu cepan tanpa mendengar penjelasan terlebih dahulu.
" aku tak butuh lagi penjelasan mu" ucap ardika.
Di sisi lain. zhafran bingung akan perasannya, entah harus bahagia atau sedih dengan apa yang di dengarnya. tak di pungkiri zafran memang berharap fira bercerai dengan ardika, dengan begitu memudah zafran memikili fira. namun setelah melihat fira yang begitu sedih setelah mendengar kata cerai yang di lontarkan ardika. hatinya begitu terasa sakit melihat pujaan hatinya begitu sedih dan menderita. ada sekelebat perasaan bersalah dan penyesalan di hati ardika. namun nasi telah menjadi bubur. semuanya tidak dapak kembali seperti semula. apa lagi zafran tau kalau ardika sendiri ada main dengan felisha adik kandung fira sendiri. dan mungkin ini lebih baik terjadi walaupun fira nantinya akan jauh lebih menderita setelah tau kalau suami yang begitu di cintainya berselingkuh dengan adiknya.
" sudahlah berhenti menangisi laki-laki bajingan ini fira, dia tidak pantas mendapatkannya" ucap zafran kepada fira seraya memekuknya. namun fira meronta-ronta dari pelukan zafran.
" berhentilah sok baik, kamu lah yang bajingan di sini zafran, kamu yng sudah menghancurkan rumah tangga ku" ucap fira.
"sudahlah fira berhentilah main drama di sini" ucap ardika yang mendengar makian fira terhadap zafran. " ternyata benar apa yang semua di katakan felisha, aku bener bener bodoh sudah mempercayai mu" ucap ardika seraya meninggalkan fira dan zafran dengan wajah yang begitu memerah karena terbakar emosi.
" kamu mau ke mana? lihatlah diri mu tidak memakai pakain" ucap zafran sambil menarik tubuh mungil fira ke dalam pelukannya.
Fira terkulai lemas karena tidak bisa berbuat apa-apa. air mata yang masih deras membasahi pipinya.
"berhentilah menangis, kamu harus kuat, ak yakin ini jalan yang terbaik untuk mu, aku akan keluar sebentar mencarikan mu pakaian, tunggu aku di sini" ucap zafran sambil memegang wajah fira dan menghapus air matanya. fira mengabaikan apa yang di ucapkan zafran.
zafran pun meningalkan fira supaya menenangkan dirinya terlebih dahulu karena zafran yakin kalau sekarang fira membutuhkan waktuk untuk sendirian.
Beberapa waktu kemudian datanglah seseorang dengan membawa tas yang berisi pakaian untuk fira. dia adalah sani, sani adalah karyawan fira yang setia, mengingat sani mengikuti kalir fira yang mulai dari nol sampai mencapai kesuksesan seperti sekarang dengan usaha yang begitu keras.
Sani tercengang melihat kondisi fira yang begitu menyedihkan. tanpa menunggu lama sani mendekati fira dan memeluknya. dari melihat kondisi fira saja, sani tau kalau wanita yang di kagumi dan di hormatinya itu sedang mengalami masalah. yang tak berani sani tanyakan langsung akar pemasalahan nya apa.
Tangisan fira semakin menjadi di dalam pelukan sani seakan air matanya tak akan ada habisnya. sani yang mendengar tangisan fira bingung harus bagai mana. baru kali ini sani melihat fira menangis dengan filunya. sani hanya tau wanita yang di pelukannya adalah wanita yang ceria, ramah dan kuat. namun kini fira terlihat begitu rapuh dan menyedihkan. setelah isakan fira mulai melemah sani pun memberikan tas berisi pakaian kepada fira.
" mbak, pakai dulu bajunya! nanti sakit, mbak harus jaga kesehatan demi mbak dan janin yang ada di rahim mbak" ucap sani. tanpa menjawab fira pun mengambil tasnya dan masuk ke dalam kamar mandi.
Satu jam pun berlalu namun fira belum keluar juga dari kamar mandi. sani mondar mandir sambil terus melihat jam yang ada di tangannya. beberapa kali pintu kamar mandi di jetuk namun tak ada jawaban. hanya terdengan air shower yang mengalir. karena begitu panik sani menelvon resepsionis untuk meminta kunci cadangan pintu kamar mandi. namun tak kunjung datang.
__ADS_1
" ada apa? kenapa kamu mondar mandir" terdengar suara orang yang baru masuk.
" dari tadi mbak fira gak keluar-keluar dari kamar mandi, saya sudah meminta kunci cadangan pada resepsionis namun belum datang juga" ucap sani yang masih di landa kecemasan.
Brug brug brug
terdengar dobrakan pintu kamar mandi namun belum juga terbuka. sampai ahirnya pelayan hotel datang dengan membawa kuncinya. seketika pintu nya terbuka.
"fira" teriakan zafran yang melihat kondisi fira yang terkulai di lantai kamar mandi dengan tidak sadarkan diri.
" bawa tas fira" seru zafran pada sani. sebelum keluar kamar hotel.
Zafran begitu panik melihat fira yang tak sadarkan diri di gendonglah fira oleh zafran dan di ikuti sani dari belakang.dengan berjalan cepat dan ngos-ngosan karena beban tubuh fira akhirnya sampailah di parkiran.
Zafran menyuruh sani masuk dan duduk di belakang kursi pengemudi dan di baringkanlah fira di atas pangkuan sani. dan masuklah zafran dengan cepat ke dalam mobil tanpa menunggu lama, zafran langsung menancabkan gas dan melajukannya dengan cepat.
Selang beberapa waktu akhirnya sampailah di depan rumah sakit ternama di jakarta. di sanah sudah ada beberapa suster yang menunggu dengan peralatannya. karena sebelum ke rumah sakit zafran sudah menghubungi very.
very adalah dokter bedah di rumah sakit ternama di jakarta. tanpa mempertanyakan apa yang terjadi very beserta beberapa suster sudah membawa fira masuk ke dalam UGD. di ikuti zafran dan sani.
Saat zafran hendak masuk keruang UGD, sudah di cegah terlih dahulu oleh salah seorang suster. zafran dan sani telah duduk di kursi tunggu dengan raut wajah cemas.
Sedangkan di dalam UGD nampak para suster telah sibuk mempersiapkan alat-alat medis. salah satu dari mereka nampak sedang memasang influsan di tangan kiri fira. kemudian very pun mendekati fira yang tak sadarkan diri dan memeriksa tubuh fira selayaknya seorang dokter.
Tak lama kemudian pintu UGD pun terbuka dan nampak very keluar dari sanah. tanpa menunggu lama zafran dan sani mendekati very.
" bagai mana keadan fira?" tanya zafran.
" tidak apa-apa dia hanya shok dan terlalu banyak pikiran, dan harus banyak istirahat sekarang fira sudah di pindah kan ke ruangan inap" ucap very.
" apa kami boleh menemuinya?" tanya sani.
" tentu boleh, tapi tolong jangan di ganggu dulu biarkan dia istirahat" very. sani pun pergi menuju ruangan yang di maksud very.
" sebener nya apa yang terjadi?" tanya penasaran very pasalnya semalam fira baik-baik saja. zafran pun menghela napas karena bingung harus menceritakannya dari mana.
" bisa kita bicara di tempat lain?" zafran.
" bagai mana kalau ke ruangan ku, kebetulan jadwal ku sudah beres" very. zafran dan very pun pergi keruangan very.
__ADS_1
see you....