Perjalanan Fira

Perjalanan Fira
pemaksaan


__ADS_3

terima kasih sebelumnya bagi yang masih mengikuti cerita author.


dan mohon maaf karena cerita dan penulisannya masih banyak kekurangannya.


terima kasih dan selamat membaca...


\==================================


mommy....


teriakan anak-anak secara bersamaan setelah melihat fira sedang menata makanan di atas meja untuk sarapan, mereka menghampiri fira dengan berlari kencang silih mengdahului tanpa memperhatikan benda benda yang berada di ruangan itu sehingga gadis kecil yang bernama freya tersandung kursi dan merengek kesakitan.


fira pun mendekati gadis kecilnya itu dan meraihnya ke dalam pelukannya.


"gak pa pa sayang, freya kan anak kuat" kata fira menenangkan anak gadisnya.


" iya gitu aja nangis, hihihi... anak cengang" ledek fannan.


" tuh kaka nya jahat ngeledek freya" adu freya yang masih terisak pada mommy nya.


" kaka gak boleh gitu sama ade nya" tegur fira pada anak ke dua nya itu.


"hee... iya mommy maaf"


" minta maaf nya sama ade bukan sama mommy, ayo minta maaf sama ade nya"


" de kaka minta maaf ya" seraya mengulurkan tangan kanan nya. di balas dengan uluran tangan freya.


" ya freya maafin, tapi nanti freya ikut main bola ya kak hehe..." bicara dengan manjanya sambil cengengesan.


" gak boleh de kamu kan cewek, masa cewek main bola" seru finley.


" freya boleh main bola, tapi main bolanya yang kecil kecil aja ya jangan ikutan kaka kaka nya main sepak bola, ..." freya pun mengangguk tanpa berkata.


" ya udah kita sarapan dulu ya" fira pun berjalan menuju meja makan dengan di ikuti freya, fannan, finkey.


mereka pun duduk di atas kursi masing masing dan sarapan seperti biasa. setelah selesai sarapan fira dan sani berpamitan pada anak-anak.


" mommy sama aunty kerja dulu ya... kalian jangan nakal-nakal harus nurut ya!" seru fira pada anak anak.


"iya mommy" ucap finley, fannan, freya secara bersamaan. fira dan sani mengecup pipi mereka satu persatu. lalu berjalan meningalkan mereka dengan melambaikan tangan.


\==========

__ADS_1


tepat pukul 20:15 di depan butik sebuah mobil terparkir dengan seseorang di dalamnya nampak seperti menunggu seseorang.


setelah melihat orang yang di tunggunya baru ke luar dari dalam butik, dia terburu-buru membuka pintu mobil dan menuju ke arah orang yang di tunggunya.


" hay" dengan melambaikan tangan ke atas udara.


" tuan?" tanya fira heran.


"ya, kenapa kamu terkejut melihat saya?" tanya asthon yang melihat raut wajah fira.


" akh maaf, tapi butik nya baru saja tutup tuan" fira.


" aku ke sini untuk menagih hutang mu" dengan lantangnya.


" maksudnya" fira tidak mengerti dengan apa yang di katakan laki-laki itu.


" bukan kah kamu, akan makan malam dengan ki" asthon.


" maaf sepertinya anda salah tuan" fira.


" salah? tidak ko, bukan kah kemarin saya mengantarkan mu pulang, dan saya meminta imbalan itu dengan cara makan malam dengan saya malam ini" asthon dengan senyum liciknya.


" maaf sebelum nya tuan, bukan kah saya sudah bilang kalau bukan saya yang meminta anda untuk mengantar saya pulang, tapi itu inisiatip anda sendiri, jadi saya tidak akan membayar anda dengan apa apun termasuk makan malam dengan anda"


"???????" fira.


" menikah dengan ku" dengan kedipan sebelah mata dan senyum yang menggoda.


" apa?" fira membulatkan matanya dengan sempurna benar-benar tidak menyangka dengan apa yang di katankan laki laki di depannya ini, begitu mudahnya mengeluarkan kata ajakan menikah.


" ya kalau kamu tidak mau makan malam dengan ku maka akan ku pastikan besok kamu akan menjadi istri ku" perkataan asthon dengan percaya dirinya.


"dasar gila" fira berdecak kesal di hadapan asthon sendiri. fira meningalkan laki laki itu dengan menghentakan kakinya. laki laki itu hanya tertawa melihat tingkah fira yang baginya menggemaskan dan mengikutinya dari belakang. asthon adalah tipe laki laki yang tidak pantang menyerah untuk mendapatkan apa yang dia mau bahkan seorang fira pun harus di dapatkannya bagai mana pun caranya.


laki laki itu menarik pergelangan tangan fira dan memasukannya kedalam mobil dengan memaksanya walau fira menolaknya.


"kamu ngapain sich? cepat buka kuncinya gak!" suara keras fira. namun laki laki itu mengbaikan dam membiarkan fira ngedumel.


" kamu yach benar benar!"


"gila, pisikopat" fira benar-benar tidak bisa menahan emosinya sampai-sampai tidak sadar siapa yang di makinya itu.


namun bagi asthon, fira justru perempuan yang sangat menarik di mana setiap prempuan yang mengenalnya pasti akan mengejar-ngejarnya dan berusaha mencari perhatiannya.

__ADS_1


namun fira malah kebalikan dari wanita-wanita yang mengejarnya, dia malah dengan terang-terangan menolak bahkan berani memakinya secara langsung.


jika orang lain yang memaki asthon secara langsung maka dia tidak akan selamat dengan mudah nya.


" kamu boleh memaki-maki saya sesuka hati mu" dengan sebelah mata yang dikedip-kedipkan menggoda fira.


"kamu...."


fira menghela napas dalam-dalam seakan-akan tidak bisa berkata apa pun lagi.


sepanjang perjalanan fira hanya terdiam dan pandangannya hanya kesamping seakan-akan tidak sudi melihat sosok laki-laki yang duduk di sampingnya yang sedang mengemudi.


setelah sampai mereka langsung masuk ke dalam sebuah restoran yang sederhana namun terlihat suasana yang romantis.


ketika memasukinya mereka di sambut oleh pelayan yang yang berdiri di damping pintu masuk. salah satu dari mereka menunjukan meja yang di pesan aston yang letak nya tidak jauh dari pintu masuk. mereka pun menuju meja yang di tunjuk dan mendudukan pantat mereka di atas kursi.


seorang pelayan menghampiri mereka dengan sebuah buku menu di tangannya dan menyodorkannya pada asthon dan fira.


" mau pesan apa?"


" terserah" jawab fira dengan ketus.


" baik yang ini, ini, ini " seru asthon dengan menunjuk salah satu menu yang berada di daftar menu.


suasana begitu hening di lihat nya fira hanya memainkan ponselnya sedari tadi mereka duduk di sana membut asyhon jenggah dan merebut ponsel fira dengan paksa. membuat fira semakin kesal.


" kau ini apa apan sich? kemarikan ponsel ku!" sahut fira sedikit berteriak.


" saat bersama ku, jangan sekali kali kamu mengabaikan ku"


" aku gak perduli, sekarang cepat berikan ponselnya"


"akan ku berikan tapi setelah kita makan oke!!"


"kau..." kalimatnya terhenti di saat seorang pelayan menghampiri mereka dengan membawa hidangan yang di pesannya dan di letakannya di atas meja. setelah selesai dengan tugas nya pelayan itu pun meninggalkan tempat mereka.


" cepat makan" seru asthon dan fira pun menyantapnya dengan cepat agar dirinya bisa dengan cepat meninggalkan tempat ini dan terlepas dari laki laki di hadapanny itu.


setelah selasai makan fira pun beranjak hendak pergi meninggalkan tempat itu namun setelah berada di depan pintu fira tesadar ada sesuatu yang salah.


yach fira baru sadar bahwa ponselnya masih ada di tangan asthon dengan terpaksa firapun berbalik tubuhnya dan melangkan kan kakinya kembali menuju tempat aston.


asthon sadar akan kecerobohan fira yang membuatnya tertawa kecil sedari tadi saat fira meninggalkannya tanpa berkata apa pun dan berlalu meninggalkannya.

__ADS_1


__ADS_2