
Dan pria yang di depanya adalah seseorang yang mempunyai perasaan khusus terhadap fira sejak lama. namun takdir tak mengijinkannya bersatu dengan fira. karena tentunya fira sudahlah memiliki seseorang yang di cintainnya sejak lama yaitu ardika. ardika adalah cinta pertama sekaligus suami dari fira. tapi bagai mana pun dirinya menyembunyikan perasaan nya terhadap fira tetap saja akan di ketahui oleh orang lain, sama halnya seperti felisha yang mengetahuinnya.
" kamu salah felisha" elak pria tersebut.
" anda tidak bisa ngelak karena saya tau dan saya yakin kalau anda memang punya perasaan terhadap ka firA" ucap felisha.
" apa buktinya kamu tau kalau says punya perasaan terhadap kakamu itu?"
" dari cara anda memandang ka fira, foto yang ada di dompet anda, apa itu tidak cukup?" tanya felisha. seketika pria tersebut terkejut dengan pernyataan felisa bagaimana felisha tau kalau di dompetnya itu terdapat foto fira.
" waktu itu saya tidak sengaja liat dompet anda jatuh waktu di hotel, anda ingatkan?" ucap felisa seakan tau apa yang ada di pikiran pria di depannya itu.
" terus mau kamu apa?" tanya peria tersebut.
" ya seperti yang saya bilang tadi pada anda, says mau kita kerjasama buat misahin ardika dan ka fira, gimanapun caranya. ka fira akan jadi mikik anda, sedangkan ardika jadi milik sayA. dil kan?" seru felisa.
Setelah sekian lama memendam perasaannya itu. haruskah dia melakukan cara yang salah untuk mendapatkan cintanya itu? walaupun tidak mendapatkan cintanya. setidanya fira berada di sisinya. itulah yang ada di fikirannya.meski keyakinannya akan cinta yang bertepuk sebelah tangan tak kan mudah tuk di gapai tapi apa salahnya untuk mencoba. meski membutuhkan peroses yang sulit dan salah.
" terus bagaimana rencana mu?"
"begini ..........................." jelas felisha panjang lebar. pria itu hanya menganggukan kwpala.
"apa rencananya akan berhasil?" tanya pria misterius
" ya tentu, selama anda tidak mengacaukannya."seru felisha.
" baiklah kalau begitu,saya serahkan semuanya pada mu" ucap pria tersebut. "kalau tidak berhasil maka kamu harus menanggung konsek wensinya" sambung pria tersebut.
" tenang saja itu tidak akan terjadi" ucap felisha dengan senyum keyakinan. Setelah sepakat dengn rencana mereka. mereka berjabat tangan sambil tersenyum satu sama lain. mereka pun meninggalkan kafe tersebut.
Di tempat lain
Terlihat sebuah rumah yang terlihat sederhana namun mewah.
ting tong.... terdengar suara bel rumah berbunyi, mia pun berlari membuka pintu, dan ternyata itu fira, ramdan dan very. mia pun mempersilahkan mereka masuk dan duduk di ruang tamu.
" terimakasih sudah menerima undangan makan malam di rumah ku" seru mia sebagi pemilik rumah.
" ya gak masalah lagin kami gak sibuk ko" saut ramdan.
" ya beb, lagian apa sich yang gak buat kamu?" seru very yang cengengesan pada mia.
" perasaan aku gak ngundang kamu" seru mia pada very
" gak di undang juga aku bakalan dateng beb, asalkan aku bisa liat wajah cantik kamu beb" goda very dengan kedipan sebelah matanya. mia hanya mencerutkan bibirnya. merekapun berlalu ke kebun belakang yang sudah siap dengan berbagai macam persiapan untuk memanggang.
nampak kebun belakang rumah mia.
" beb biar aku yang manggang beb, kamu duduk aja temeni bumil" kata very denga menunjuk fira dan mengambil ayam yang ada di tangan mia. mia pun berlalu meninggalkan very dan duduk di samping fira. ramdan menghampiri very karena tidak mau membuat sahabatnya itu repot sendirian.
fira dan mia yang duduk dengan santainya sambil mengobrol banyak hal, sedangkan very dan ramdan nampak sibuk dengan panggangannya. seteh panggangan siap untuk di santap barulah mereka menyajikannya di atas meja.
saling bercanda dengan melontarkan kata kata lelucon. terdengar gelak tawa mereka yang terdengar bahagia. kemudian,
__ADS_1
" oyah mi, aku boleh yah liat liat rumah baru kamu ini" seru fira " ayo ram temani aku" sambung fira ajak ramdan pasalnya fira tidak mau menganggu mia dan very.
ramdan dan fira pun berkeliling rumah,
" oyah ram kamu gak ikut ardika ke luar kota? tanya fira.
" keluar kota ngapain?" tanya ramdan heran pasalnya ramdan tidak tau kalau ardika ke luar kota untuk mengurus kantor cabang yang berjmasalah.
" lho bukannya kantor cabang ada masalah?" tanya fira.
" aku gak tau soal itu, lagian kalau masalahnya gak terlalu besar, ardika bisa mengurusnya sendiri tanpa harus ngelibatkan aku" seru ramdan tanpa ada maksud, fira hanya mengangguk bertanda mengerti.
ramdan adalah sahabat sekaligus patner kerja ardika akan terasa aneh jika ramdan tidak mengetahui kalau ardik ke luar kota. namun tidak mau pusing dengan pikiran yang aneh aneh fira hanya percaya dengan apa yang di dengarnya.
waktupun berlalu dengan cepat.
" ayo ku antar pulang fir" ajak ramdan.
" gak usah ram, nanti ngerepotin" saut fira
" gak repot ko, ayo" ucap ramdak
"ya tapikan rumah kita beda jalur, kasian kamu nanti bolak balik" kata fira.
" gak papa, lagian ini udah larut malam gak bakalan ada taksi lewat" ujar ramdam.
" kamu ngipen di sini aja fir" ajak mia pada fira.
" ngak mi, kasian nenek sendiran di rumah" fira.
"aku gak di ajak nginep beb, rumah aku kan jauh banget beb" goda veri dengan cengengesannya. tanpa di hiraukan oleh mia.
Setelah menempuh jarak yang lumayan jauh akhirnya sampailah di depan rumah fira.
" makasih ya ram, udah mau nganter aku pulang" ucap fira.
" ya sama sama" ucap ramdan.
" mau masuk dulu?" tanya fira.
"gak fir makasih lain kali aja, lagian udah malam" tolak ramdan.
" ya udah selamat malam, hati hati di jalan ya" ucap fira. ramdan hanya mengangukan kepalnya. fira pun keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah.
Di sebuah hotel bintang 5 tampak ardika sedang berbicara dengan seseorang.
" bagai mana dengan tugas yang saya berikan pada mu apa ada hasilnya?" tanya ardika
"ya pak, semalam saya melihat ibu di antar oleh seorang pria" kata suruhan ardika.
Ardika menyuruh seseorang untuk mengawasi dan mengikuti gerak gerik fira. untuk membuktikan apa yany di bicarakan felisha beberapa waktu yang lalu mengenai kehamilan fila.
" seorang pria? siapa dia?" tanya ardika dengan geramnya dengan mengepalkan kedua tangannya.
" ini pak" seru suruhan ardika dengan menyodorkan beberapa lembar foto. yang tak lain foto fira dan ramdan.
"sial" ucap ardika dengan melemparkan semua foto yang ada di tangannya.
__ADS_1
" kau boleh pergi dan terus awasi fira jangan sampai ketauan" seru ardika. suruhannya itu pun pergi meninggal kan ardika yang sedang kesal.
" kalau bener kamu berani macam macam di belakang ku, aku gak akan mengampuni mu dengan mudahnya" gumam ardika dalam hati.
tak lama kemudian ponselnya berbunyi...
" hallo sayang" suara di sebrang sana.
" ya, ada nelvon?" tanya ardika ketus.
" aku kangen sama kamu sayang, kamu lagi di mana?" tanya felisha.
" di hotel, ada apa?" tanya ardika.
" di hotel? hotel mana? bolehkah aku ke sana?" tanya balik felisha. " aku kangen kamu sayang" sambung felisha.
" baiklah nanti ku kirim alamatnya" seru ardika.
" baiklah sayang" ucap felisha. Ardikan pun mengirim alamat hotelnya kepada felisha melalui pesan.
Beberapa waktu kemudian sampailah felisha di alamat yang ardika kirim. kini mereka sedang duduk santai sambil berpelukan dengan mesranya. di da
lam kamar hotel.
" bagai mana sudah kamu seldiki tentang kehamilan ka fira?" tany felisha.
" emmh" gumam ardika yang malas membahas fira.
" apa ada hasil?" tanya felisa.
" belum tapi...." jawab ardika ragu.
" tapi apa sayng?" tanya felisha penasaran.
" semalam fira pulang di antar ramdan ke rumah" sahut ardika.
" ramdan teman kamu?" tanya ardika.
"ya" jawab singkat ardika.
" kenapa bisa sama ramdan? malam malam lagi" ucap felisha.
" entahlah" jawab ardika.
" apa mungkin anak yang di kandung ka fira anak teman mu itu?" ucap felisha.
" aku belum yakin sayang, aku harus memiliki bukti yang kuat, baru aku percaya" jelas ardika. terlihat raut kekecewaan di wajah felisha karena ardika tidak begitu percaya dengan bukti yang ada.
" terus apa lagi yang akan kamu lakukan?" tanya felisha.
"aku akan terus nengawasi nya selama aku di sini sampai aku bener bener ddapat bukti yang kuat" ucap ardika. felisha hanya menganguk.
" kamu gak pulang?" tanya ardika.
" aku mau nginep di sini sama kamu sayang, aku kangen" ucap felisha dengan manjanya. perlahan felisha mendekatkan wajahnya ke wajah ardika lalu di kecupnya bibir ardika dengan lembut dan perlahan ciumannya itu menjadi semakin panas dan menggairahkan.
setelah membaca tolong budayakan ngelike dan komen.
__ADS_1
thanks, see you