Perjalanan Fira

Perjalanan Fira
ban 6


__ADS_3

Sebelumnya mohon maaf di bab sebelumnya author salah ngetik yang seharus nya 5 malah 4 yang di cantumkan, tapi isi dari bab tersebut adalah kelanjutan bab 3.


sekali lagi mohon maaf.


 


"ya udah cepet NGOMONG" ucap fira dengan penekanan kata terakhirnya.


" iya aku bakal ngomong" ardika


" sebenernya aku ada masalah yang serius di kantor cabang dan aku harus pergi ke luar kota selama 2 minggu, itupun kalau selesai" sambung ardika.


" apa... jadi itu yang mau kamu omongin ke aku, dengan sebegitunya ragu ?" tanya fira yang heran nyatanya dari tadi yang di ragukan suaminya itu hanyalah pemberi tahuan kalau suaminya itu akan pergi ke luar kota.


"ea sayang, maafkan aku, aku terpaksa ninggalin kamu sendirian di rumah" ucap ardika dengan suara yang parau dengan kesungguhannya.


"ea gak papa sayang, aku ngerti ko, lagian di rumahkan ada bi ani dan nenek yang menemani aku, jadi aku gak akan terlalu kesepian" jelas fira walau ada sedikit kekecewaan di dalam hatinya. di mana seorang istri yang hamil muda selalu ingin di perhatikan dan di manjakan oleh suaminya. namun apa daya karena situasi dan permasalahan yang harus di selesaikan maka fira haruslah menerimanya walau dengan berat hati.


" terimakasih sayang" ucap ardika dengan memengang tangan fira kemudia mengarahkannya ke bibirnya seketika mengecup lembut tangan istrinya itu. terukir senyum bahagia di sudut bibir fira yang mungil.


" sayang udah malem kita pulang yuk!" seru fira, dengan anggukan ardika sebagai jawaban. setelah membayar, merekapun berlalu meninggalkan restoran dengan saling bergandengan. begitu banyak orang yang melihat dengan tatapan kagum akan sepasang suami istri itu yang terlihan serasi dan bahagia.


Tepat pukul 21:30 sampailah mereka di halaman rumah yang terlihat indah dengan tanaman hijau dan bunga bunga yang berbagai macam warna yang dapat memberikan kesejuk dan ketenangan.


Begitu mobil berhenti ardika mengelengkan kepala sebari terseyum menyadari istrinya tertidur dengan lelapnya di dala mobil. ardika berlalu keluar membuka mobil dan menjokokan tubuhnya hendak mengendong fira, dengan perlahan ardika mengangkat fira dengan sangat hati hati karena ardika tidak ingin membangunkan fira.


Setelah susah payang ardika mengendong fira, akhirnya sampailah di sebuah kamar, kamar yang di tempati ardika dan fira. dengan perlahan ardika membaringkan tubuh fira di atas ranjang yang berukuran king size. ardika mengambil selimut, dan menyelimutu tubuh fira sampai ke dada. melihat fira yang tidur terlelap ardika tersenyum dan berkata "selamat malam sayang, semoga mimpi indah" sebari mengecup kening fira.


Ardika berlalu meninggalkan fira dan masuk kedalam kamar mandi, karena merasakan badan yang tak nyaman karena aktipitas sepanjang hari di tambah pergulatannya dengan felisha membuat badan ardika lengket dengan keringat. di guyurlah badan ardika dengan air shower yang dingin, yang membuat badannya segar. setelah beberapa menit ardika keluar kamar mandi dan mengambil pakaian di dalam lemari yang begitu besar dengan pakaian yang tersusun rapi.


Setelah berpakaian ardika menaiki ranjang dan berbaring di samping fira dengan melingkarkan tangannya di pinggang fira. tak lama kemudian ardika pun ikut terlelap dan tidur nyenyak.


Sinar matahari pagi yang masuk ke jendela dengan bebasnya menyilaukan pelupuk mata, perlahan fira membuka matanya yang berat, mengumpulkan kepingan nyawa yang belum terkumpul sepenuhnya, "perasaan semalam aku tertidur di dalam mobil" gumam fira dalam hati. di rasakanya beban di pinggangnya yang tak lain adalah tangan kekar suaminya yaitu ardika, dengan perlahan, setelah terlepas fira bangun, menurunkan satu persatu kakinya, selangkah demi selangkah akhirnya sampailah di kamar mandi.


Setelah selesai dengan rutinitas di dalam kamar mandi, fira keluar dengan hanya menggunakan seutai hantuk di atas lutut. setelah berpakaian lengkap fira menghapiri ardikayang masih terlelap dengan pulasnya.


" sayang bangun ini udah siang" seraya mengguncang guncangkan badan ardika.


" emmmhh, lima menit lagi sayang" ucap ardika dengan suara parau yang serak ciri has bangun tidur.


" gak sayang ini sudah siang, cepat bangun" seru fira namun tak ada reaksi dari ardika, akhirnya


cup


cup


cup


fira mengecup kening, pipi ardika, namun masih tak ada reaksi. " hemmhh" suara lengkuhan fira.

__ADS_1


" sayang bangun kalau gak bangun aku siram pake air mau? kqmu" seru fira dengankesal.


" sayang bangun cepetan, denger gak sich?" sambung fira yang semakin kesal. akhirnya fira berdiri hendak mengambil air, tapi sebelum niatnya tetlaksana. tangannya terlebih dahulu di cekal dan ambruk di samping ardika.


" ea, sayang aku bangun sekarang tapi..." ucap ardika seraya menunjukan jari tangannya ke bibir nya sendiri, fira yang mengerti maksudnya langsung mendekatkan wajahnya dengan wajah suaminya


cup


kecupan di bibir ardika membuatnya tersenyum, tak cukup disitu.


" sayang aku pengen mandi bareng sma kamu" pinta ardika.


" sayang aku dah mandi tadi" seru fira melepaskan dirinya dari dekapan ardika.


"tapi aku pengen mandi bareng sayang, lagian besok kita gak ketemu" rajuk ardika.


"baiklah ayo" ucap fira, tampa menunggu lama ardika langsung bangun dengan sumringgah seperti anak kecil yang bahagia di beri mainan.


Di dalam kamar mandi mereka berendan di dalam bath, bukan hanya sekedar saling menggosok punggung, tetapi mereka menyatukan tubuh mereka dengan hasrat yang tinggi. terdengar suara cipratan air yang di iringi suara erangan kenikmatan. setelah puas dengan pelepasan dari keduanya, mereka mengguyur badan mereka di bawah shower air dingin. keluarlah mereka dari kamar mandi yang sudah lengkap dengan memakai pakaian lengkap.


Merekapun turun ke bawah menuju ruang makan. di sanah sudah ada nenek fira yang duduk sendirian di meja makan.


" selamat pagi nek" setu fira dan ardika.


" pagi" jawab nenek dengan melontarkan senyum. " ayo cepat duduk nenek sudah nunggu kalian dari tadi" sambung nene fira.


Fira dan ardika pun duduk berdampingan, fira mengambil piring dan mengisinya dengan menu yang tersedia. lalu memberikannya pada ardika.


" iya nenek, akan menjaga fira dengan baik, firakan cucu nenek, jadi kamu jangan sungkan dan jangan hawatirkan dia" nenek fira.


"ya nek makasih sebelumnya" ucap ardika dengan perasaan lega. " kenapa nenek gak tinggak dengan kami aja nek, dengan begitu fira ada temennya, dan nenek gak tinggal sedirian di bandung" sambung ardika di barengi anggukan fira bertanda setuju dengan usul ardika.


" nenek gak bisa ninggalin rumah nenek, rumah itu adalah rumay peninggalan kakek fira, disana banyak kenangan nenek, yang gak bisa di lupakan " jelas nenek. fira dan ardika hanya mengangguk pertanda mereka mengerti dan tidak bisa memaksa kehendaknya.


Setelah selesai makan fira mengantarkan suaminya kedepan rumah.


" sayang gak ada yang ketinggalan kan?" tanya fira.


" gak sayang, semuanya udah aku cek ko" seru ardika


" hati hati di jalan ya sayang, jangan lupa kalau sudah sampai hubungi aku" seru fira.


" ya sayang" ucap ardika


" sayang baik baik di perut momy mu yak nak, jangan nakal, jaga momy mu dengan baik ya nak, selama dady gak ada di rumah" sambung ardika sambil mengelus perut fira.


" yach dady, dady juga baik baik di sana jaga kesehatan dan jangan nakal ya..." seru fira dengan suara yang di manjakan. ardika hanya mengangguk dan tersenyu.


" ya udah aku berangkat dulu yach sayang" ucap ardika dengan memberi kecupan di kening fira.

__ADS_1


lalu ardika masuk mobil, tak lama selang beberapa menit mobil nya sudah tak nampak melaju dengan cepat. fira masuk ke dalam dengan perasaan yang berat hati karena di tinggal suami. apa lagi fira yang sedang mengandung.


Di tempat lain dan di waktu yang berbeda.


Nampak seorang wanita yang terlihat sedang menunggu seseorang di sebuah kafe yang cukup terkenal di lingkunganya dengan nuansa dan ciri hasnya. tak lama kemudian datanglah seorang pria yang menghampiri wanita tersebut. " udah lama nunggu nya?" tanya pria tersebut dengan senyumannya.


" lumayan sebentar ko, kurang lebih 50 menit" saut wanit tersebut dengan penekanan kata terakhirnya dengan raut wajah yang cemberut pasalnya sudah menunggu lama.


" maaf tadi ada kecelakaan jadi jalanan macet" jelas peria tersebut sambil menarik kursi dan duduk di atasnya.


"gak ada jalan pintas apa?" tanya wanita tersebut


" kalau ada, saya gak bakalan ikutan terjebak macet dengan nunggu di dalam mobil seperti orang ****" saut pria tersebut.


" kenapa gak jalan kaki aja sich ??" saut wanita tersebut


bbuurrrr


semburan air minum keluar dari mutut pria tersebut, karena terkejut mendengar perkatan wanita yang ada di depannya. " kalau ngomong itu pake otak jangan pake dengkul doank, emangnya dari sana ke sini jaraknya satu atau dua meter apa?" kata pria tersebut dengan geramnya.


"gila nie cewek cantik cantik tapi pemikirannya kaya bukan otak manusia tapi kaya otak ayam" sambung nya dalam hati.


" yah siapa tau anda punya pintu ajaib doraemon yang bisa di bawa ke mana aja" ujar wanita


"bener bener parah nie cewek" gumam dalam hati pria tersebut.


" ya udah kamu mau ngomong apa cepet" kata pria tersebut karena gak mau mendengar kekonyolan wanita di depannya.


" saya mau ngebahas soal fira dan ardika" kata wanita tersebut.


" apa??" tanya heran pria tersebut.


" saya mau anda membantu saya menghancurkan hubungan mereka"


" kenapa kamu ngomong kaya gtu?" tanya pria tersebut.


" yah karena saya mau ardika jadi milik ku seutuhnya tanpa ada orang ke 3" kata wanita tersebut.


" bukannya kamu yang orang ke 3 di antara hubungan mereka? bukan fira" kata pria tersebut


" yah saya tau, tapi saya gak mau jadi orang ke 3, saya mau nya jadi orang pertama yang memiliki ardika seorang" jelas wanita tersebut dengan pedenya. sedangkan pria yang di hadapannya hanya geleng geleng mendengar wanita tersebut.


" lagian anda juga punya perasaankan sama ka fira?" sambung wanita tersebut yang tak lain adalah felisha adik kandung fira sendiri.


Dan pria yang di depannya adalah....


see you


 

__ADS_1


jangan lupa setelah membaca tinggalkan jejak like, komen dan paforit


__ADS_2