Perjalanan Fira

Perjalanan Fira
hari yang melelahkan


__ADS_3

terima kasih sebelumnya bagi yang masih mengikuti cerita author.


dan mohon maaf karena cerita dan penulisannya masih banyak kekurangannya.


terima kasih dan selamat membaca...


\==================================


waktu yang di berikan asthon hanya satu hari setelah membuat desain dan itu benar benar membuat fira begitu sibuk mulai dari membuat ukuran, buat pola, gunting kain dan yang lainnya.


ingin rasanya fira minta tolong pada karyawan lain namun niat nya di urungkan karena pekerjaan ini harus di kerjakan olehnya sediri agar tidak ada kesalahan sedikit pun karena sebelumnya fira di beri tahu pahwa laki laki bernama asthon itu begitu teliti dan jeli.


kini fira duduk di atas kursi dengan tangan dan kaki mengendalikan mesin dan kain. di mulai dari menyambungkan bagian bagian dari bahu, lapis, kerah, tangan dan yang lainnya.


di lirik nya jam yang menempel di dingding ternyata waktu menujukan pukul 20:15 dan syukurlah pakaiannya sudsh siap di ambil dan tentunya sudah di periksa berulang-ulang dan tidak ada kesalahan sedikit pun.


tiba-tiba....


"mbak tadi dari pihak pak ashton meminta pakaian nya untuk di antar langsung oleh mbak fira sendiri" salah satu pegawai.


"apa? kenapa tidak di ambil? bukannya dia bilang akan mengambilnya sendiri? terus kenapa harus aku? ini kan udah malam" sederetan pertanyaan fira yang satu pun tidak di jawab.


"maaf mbak saya hanya menyampaikan saja"


"akh sial itu orang, ya udah aku antar sendiri, mana alamatnya?" pegawai itu pun memberikan sebuah kertas berukuran kecil yang terdapat beberapa hurup yang tersusun rapi bertuliskan sebuah alamat. fira pun mengambilnya.


kini fira sudah sampai di alamat yang tertera di dalam kertas kecil itu. fira pun melangkah kan kakinya di sebuah gedung yang begitu tinggi. sebuah apartemen yang penghuninya pastilah berasal dari kalangan atas terlihat dari struktur bangunan dan yang lainnya.


fira menekan salah satu tombol yang ada di dalam lif yang akan mengantarnya ke salah satu tempat yang di tempati oleh asthon grisham.


thing... bertanda lif berhenti fira pun menghentakan kakinya dan mulai mencari no 192.


setelah berkeliling mencari no 192 akirnya fira menemukannya dan langsung menekan tombol bel yang berada di samping pintu.


setelah menekan bel beberapa kali akhirnya pintunya pun terbuka, fira benar benar terkejut dengan sosok pria di depannya itu.


bagai mana seorang pria membukakan pintu untuk seorang tamu hannya mengunakan handuk untuk menutupi tubuh polosnya itu.


" ayo masuk! kenapa bengong" asthon.


" ekh, maaf tuan saya hanya mengantarkan pakaian anda" fira merona merah karena malu.


" masuk lah dulu! apa kamu mau terus melihat ku dengan keadan seperti ini" asthon.


" apa? tidak tuan" fira.


" makanya masuk dulu, saya tidak suka ada penolakan" asthon.

__ADS_1


" baik tuan" fira.


fira pun masuk dengan langkah kaki yang begitu berat.


" kamu duduk dulu di sini dan tunggu sebentar" asthon.


" baik tuan"fira.


setelah pemilik apartemen ini masuk ke sebuah kamar, fira nampak melihat lihat isi ruangan ini yang begitu tersusun rapi dengan pajangan pajangan yang begitu mengagumkan yang pastinya dengan harga yang menjulang tinggi. namun fira tak melihat satu pun bingkai foto dari pemilik apartemen ini.


terlihat ruangan yang bersih bahkan terlihat steril tanpa noda sedikit pun yang membuat semua orang yang tinggal disi pastilah nyaman dan betah termasuk fira sendiri.


beberapa menit kemudian terdengar headel pintu terbuka yang ternyata pemilik apartemen ini yang keluar dari dalam kamarnya dengan pakaian santai berupa kaos berwana hitam dan celana pendek selutut berwarna coklat susu yang terlihat begitu berbeda dengan berpakaian resmi.


" tungu sebentar saya akan membuatkan mu minum" asthon.


" tidak tuan terima kasih, saya tidak akan lama di sini" fira.


" tidak ada penolakan" asthon.


"tapi....." sebelum fira menyelesaikan perkataannya asthon sudah pergi meninggalkan fira.


beberapa menit kemudian asthon sudah membawa sebuah nampan kecil kengan cangkir berisi teh hangat.


" di minum dulu!" asthon.


mana bajunya!" fira pun menyodorkan sebuah tas yang berukuran besar dengan langsung di ambil oleh tangan asthon.


" aku akan memeriksa ulang takut nya ada yang tidak sesuai" asthon.


" silahkan tuan" fira.


asthon pun mulai memeriksa keseluruhan jas nya itu luar dan dalam.


"perpeck" fira merasa lega karena tidak ada keluhan sedikit pun.


" kalau begitu saya permisi pulang dulu tuan" fira


" tunggu sebentar di sini!" kata asthon dengan melangkahkan kakinya.


"ya tuhan apa lagi ini?" guman fira dalam hati.


" ayo!" ajak asthon.


" kemana tuan?" tanya fira.


" bukan kah kau mau pulang?" astho.

__ADS_1


" iya tuan"fira.


"makanya ayo saya antar pulang" asthon.


" tidak usah tuan, saya bisa pulang sendiri" fira.


" lihat lah ini sudah hampir tengah malam, apa kamu tidak takut pulang sendiri di negara asing" asthon.


" iya tapi...." fira.


" sudah lah cepat bukan kah saya sudah bilang bahwa saya tidak suka di tolak" asthon.


tanpa berkata lagi fira pun terpaksa mengekori laki laki yang ada di depannya itu. mereka pun memasuki sebuah lif begitu sudah sampai di lantai bawah asthon pun menuju ke parkiran dengan masih di ikuti fira dari belakang nya. setelah menemukan mobilnya mereka pun masuk dan langsung melajukannya.


dari mulai mereka keluar apartemen sampai saat ini di dalam mobil tak satu pun yang berbicara seakan akan mulut mereka tetkunci begitu rapat.


mobil di lajukan dengan kecepatan sedang.


" di mana alamat rumah mu?" ternyata setelah melaju begitu jauh asthon baru menanyakan alamat rumah fira.


dalam waktu kurang dari satu jam mereka sudah sampai di tujuan.


"terima kasih tuan, karena sudah bersedia mengantarkan saya pulang" fira.


"sama sama, tapi ini tidak gratis" asthon.


"maksudnya?" tanya fira tidak mengarti.


" ya, kamu harus membayar saya karena sudah mengantar mu, bagai mana jika teraktik saya makan malam besok" asthin dengan senyum licik nya.


" maaf tuan tapi saya tidak meminta anda untuk mengantar saya, jadi saya tidak akan membayarnya dengan apa pun itu"


" wanita yang menarik" gumam asthon.


fira pun keluar dari dalam mobil dengan berdecak kesal tanpa mengucaokan terima kasih lagi. bahkan fira terang terangan menolak permintaan asthon.


dan fira pun masuk ke halaman rumah karena ini sudah begitu malam orang orang di rumah pasti sudah tertidur. namun tanpa harus membangunkan orang, fira membuka pintu dengan kunci yang di bawa nya.


begitu masuk rumah fira sempat membuka tirai jendela dan mengintip di sana melihat mobil yang mengantarkannya ternyata sudah tidak ada. fira pun menutup kembali tirainya dan berjalan ke sebuah kamar di mana terdapat anak anaknya yang tertidur pulas di kecupnya oleh fira satu persatu.


" maafkan mommy nak, hari ini mommy ada pekerjaan yang mendesak sehingga mommy pulang telat dan tidak bisa menidurkan kalian, mommy sayang kalian" ucap fira dengan begitu pelan.


kemudian fira melangkah kan jakinya begitu pelan dan keluar dengan menutup pintunya kembali secara perlahan agar tidak ada sedikitpun suara yang membangunkan mereka.


setelah memasuki kamarnya, fira langsung masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan dirinya dari keringat keringat yang menempel di badannya dengan guyuran air hangat.


setelah selesai membersihkan dirinya pira pun mengambil baju tidur dan langsung di pakai.

__ADS_1


karena begitu kelelahan fira langsung naik tampat tidur dan membaringkan badannya sunguh kenikmatan yang luar biasa setelah aktipitas yang menguras banyak tenaga akhirnya fira bisa istirahat dan tertidur dengan lelapnya.


__ADS_2