
setelah naik lif dan sekarang fira sudah berada di depan pintu apartemen felisa, tanpa menunggu, fira masuk kedalam, karena memang pintunya tidak di kunci.
Alangkah terkejutnya fira dengan apa yang di lihatnya....
" felisha apa yang kamu lakukan? aku gak nyangka yach, gadis cantik kaya kamu kelakuan nya kaya gini" terdengar terikan fira yang memecah keheningan di arpatemen felisha.
" apa sih ka?? datang datang udah teriak teriak, bisa bisa apartemen ku ini runtuh tau gak" ucak felisha yang gak kalah kerasnya.
" kamu tuu yach, bener bener keterlaluan" heran fira dengan kelakuan adiknya.
" kenapa emang?? salah aku apa???" tanya heran felisha.
" salah kamu apa??? kamu gak lihat apa ni rumah kaya kapal pecah gini, kamu tuh harus belajar beresin rumah jangan ngandelin penguruh rumah, gak malu apa cantik canti tapi ko jorok" jelas fira yang melihat keadan apartemen felisha yang sangat berantakan, pasalnya felisha bercinta dengan ardika di ruangan televisi, degan berbagai macam gaya tanpa menyadari di atas meja ada begitu banyak makanan dan cemilan. sehingga makanan dan cemilannya itu bertaburan ke lantai sehingga berserakan ke mana mana.
" ya... ya... nanti ku bereskan, bawel banget sich jadi orang" ucap felisha sambil beres beres.
" ada perlu apa kesini tumben?" tanya felisa heran karena jarang sekali fira berkunjung keapartemennya itu.
" kaka hawatir sama kamu, di hubungi tapi gak di jawab jawab, takut nya kamu kenapa-napa, makanya kaka kesini" fira.
" tadi ponsel ku di simpan di kamar, makanya gak kedengeran" felisha.
" kaka tuh bosen di rumah sendirian, ardika belum pulang pulang dari tadi siang, di hubungi juga gak aktip" kata fira yang panjang lebar.
"uh... untung saja ardika tadi langsung pergi kalau ga..." gumam felisha dalam hati.
" maklumin aja ka, suami mu itu kan super sibuk banget tambah dia itu gila kerja" felisa.
" ya kaka tau dan kaka juga ngerti, tapi kan dia juga harus perhatian sama kaka, jangan kerjaan mulu yang di perhatikan sampai sampai gk pulang" ucap fira
" sama kerjaannya aja kamu cemburu, apalagi kalau kamu tau, kalau suami mu itu selingkuh sama aku, belum lagi kalau aku sama suamimu itu sering bercinta sama aku, hampir tiap malam lagi... aaarhhhggg gila jadi pengen lagi bercinta sana dia, kalau tadi ardika gak pulang, aku jamin sekarang kita masih bercinta dengan ganasnya... junior nya itu bener hebat banget, bikin aku ketagihan rela deh gak tidur semalaman" pikiran gila felisha.
" kamu kenapa diem felisha?" tanya fira yang melihat felisha bengong dengan pemikiran gilanya itu.
" gak papa, aku kan lagi beres beres, kalau beres beresnya sambil ngobrol entar gak selesai selesai dong" elak felisha.
" kamu mah ada ada aja. kalau mau selesai beresinnya cepet cepet jangan bengong."ucap fira.
" ya, makanya bantuin dong ka, jangan duduk aja" felisha.
" kamu aja yang beresin inikan rumah kamu" fira.
" ikh, kaka nyebelin banget sich, ya udah kalau gak mau bantuin cepet pulang sana!! udah malam tau" felisha.
" ngusir kamu sama kaka sendiri" fira.
" ia, emang kenapa uee?" tanya pira dengan menjulurkan lidahnya.
" oyah, kaka kesini mau sekalian ngasih tau kamu kalau bentar lagi, kamu bakal punya ponakan sayang" ucp fir dengan bahagianya.
" serius ka? kaka hamil?" tanya felisha yang pura pura terkejut, pasalnya felisha sendiri sudah tau tentang kehamilan kakanya itu dari ardika.
__ADS_1
" iya sayang kaka hamil" ucap fira
"wah selamat yach ka, aku ikut bahagia" felisha dengan kepura purannya.
Kemudian felisha menghampiri fira dan memeluknya.
" sayang semoga kamu sehat dan kuat yach, agar kamu cepet lahir dan bermain sama aunty" ucap felisa sambil mengelus perut fira.
"seharusnya kamu tuh gak tumbuh, nanti juga ujung ujungnya kamu tuh bakal lahir tanpa seorang ayah, kamu tau kenapa? karena ayah mu akan menjadi miliku seorang" guman hati felisa.
" udah dong sayang ngelus ngelusnya, lagian perut kakakan belum besar" ucap fira, lalu felisha melepaskan tangannya dri perut felisha.
" ya udah dech kaka pulang dulu, nanti keburu ardika khawatir karena kaka gak ada di rumah" fira.
"ya udah hati hati di jalan ka, kaka sama sopirkan kesini?" tanya felisha.
" ea, sama pak asep, pak asep sebentar lagi dateng" fira
"oya, sayang, kamu jangan lupa kunci pintunya" ucap fira dengan tangn kanannya yang mengambil tas yang di letakanya atas meja.
" ia ka" jawab singkat felisha.
kemudian fira keluar dari apartemen felisha, berjalan menuju lip. selang beberapa waktu fira sampai di depan lobi dan datanglah mobil yang menjemputnya. keluarlah supir yang menjemput fira.
" silahkan nyonya " dengan senyum yang menggoda dengan tangannya yang membuka bintu mobil.
" terima kasih sayang" ucap fira dan masuklah fira ke dalam mobil dengan duduk di samping pengemudi.
" baiklah sayang, lagian aku juga lapar" ucap fira.
" ok, kalau begitu kita pergi ke restoran tempat biasa kita makan" kata pengemudi.
" baiklah sayang, aku ngikut aja" ucap fira.
suasana di dalam mobil begitu dingin karena ac yang menyala di tambah suasana malam yang mencekam menjadikannya hening dan dingin.
fira mengalihkan pandangannya ke arah pria yang sedang mengemudi di sampingnya dengan memberi senyum yang dapat menggoda pengemudinya itu. seketika di rasakannya sebuah elusan di atas paha fira yang tak lain tangan kekar pengemudinya itu. tanpa rasa risih fira membiarkan pahanya di elus. toh fira juga merasakan nyaman dengan perlakuan pengemudinya itu bahkan fira memegang erat tangan kekar itu.
Tak lama kemudian sampailah mereka di restoran yang di tuju, kemudian di parkirkanlah mobilnya itu.
lalu masuklah mereka ke dalam restoran. disana mereka langsung duduk di tempat yang sudah di sediakan. setelah memesan makann tiba tiba fira mengeluarkan suaranya " oyach sayang ko kamu tau aku ada di tempat felisha??" tanya fira
" ya, sewaktu aku nyampe rumah, aku ngeliat pak asep mau masuk ke mobil dan katanya dia mau jemput kamu yang sedang di tempat felisha, " jelas ardika.
" padahal aku baru pulang dari tempat felisha, tapi sesampai di rumah, aku harus balik lagi jemput kamu" ucap bathin ardika.
" emang kamu gak cape sayang baru nyampe udah pergi lagi hanya untuk jemput aku." ucap fira.
" gak saya itukan demi kamu dan calon anak kita" ucap perdi dengan senyum yang di paksakan.
" aku seneng dech punya suami kaya kamu yang perhatian dan baik, aku beneran beruntung sayang" fira
__ADS_1
" gak sayang seharusnya aku yang beruntung dapat istri kaya kamu bukan hanya baik dan cantik, kamu juga pinter ngurus suami, ngurus rumah, perhatian dan kamu bener bener percaya sama aku" puji ardika pada fira.
"namun ntah kenapa aku bisa jahat sama kamu karena selingkuh dengan adik kandung mu sendiri, karena keegoisan ku, aku gak mau kehilangan kalian berdua, maafkan aku karena aku begitu ******** gak mau ngelepasin adik mu atau pun kamu sendiri, apalagi sekarang kamu sedang halim, harapanbku begitu besar pada anak yg kamu kandung dan ku berharap janin yang ada di rahim mu itu bener bener darah daging ku" gumam dalam hati ardika.
Datanglah seorang pelayan yang membawa pesanan fira dan ardika lalu di letakanlah di atas meja.
" terima kasih" ucap fira kepada seorang pelayan.
" sama sama, silahkan di nikmati tuan dan nyonya" kata seorang pelayan, lalu pelayan itu pergi meninggalkan meja fira dan ardika. tanpa menunggu lama mereka langsung memakan hidangannya. tiba tiba...
" oyah sayang ada yang mau aku omongin sama kamu" ucap ardika.
" apa sayang??" tanya fira
" aku bingung mau mulai dari mana" ucap ardika.
" mau ngomong apa sayang? peting?" fira
" iya penting ini masalah....." ucap ardika dengan sedikit ragu.
" apa sayang ngomong aja jangan ragu aku dengerin ko, apa pun itu" ucap fira sambil memegang tangan ardika.
" tapi janji sayang jangan marah yach!" pinta ardika
" ya tergantung, kamu ngomong nya masalah apa dulu, soal marah atau ngga nya yach... nanti setelah aku denger penjelasan kamu sayang" fira
" gak aku mau kamu janji dulu gak bakalan marah sama aku" ardika. seketika fira merasa heran dengan suaminya itu, tidak biasa nya ardika kaya gitu. kalau mau bicara selalu di bacarakan tanpa ragu apa pun masalah nya itu.
" ada apa sayang jangan bikin aku penasaran" fira
" itu..........." ardika.
" itu........ apa?" fira menatap tajam suaminya itu.
" emmhhh...." ardika
" kamu mau ngomong apa sayang, jangan bikin aku kesel dech, kalau engga aku pergi ni..." ancam fira dengan suara kerasnya sambil berdiri dari kursinya.
" sayang jangan marah donk, duduk dulu malu di lihatin orang orang" ucap ardika. repkek fira melihat sekeliling, yang ternyata memwng bener orang orang sedang memoerhatikan mereka. lalu fira duduk kembali.
" ya udah cepet NGOMONG" ucap fira dengan penekanan kata terakhirnya.
" iya aku bakal ngomong" ardika
" sebenernya..............
bersambung...
jangan lupa tingagalkan jejak setelah membaca.
__ADS_1
see you