
jangan lupa sebelum baca budayakan like, vote, komentar, saran dan kritikan akan membatu author untuk memperbaiki tulisan author agar lebih baik..
terima kasih dan selamat membaca
langkah ardika terhenti saat berada di depan kamar fira yang begitu tenang tanpa ada suara di dalam sana, sesaat hati ardika merasa ada dorongan untuk masuk kedalam kamar itu, namun niatnya di urungkan mengingat fira yang masih berkabu dan pastinya hanya ingin sendirian tanpa ada yang mengganggu. ardika pun berlalu meninggalkan tempat itu dan melajukan mobilnya. dia mencari tempat untuk menenangkan diri nya, apalagi ardika merasa muak akan felisha yang selalu marah marah tanpa sebab.
sedangkan di rumah nampak felisha mengeliingi setiap sudut rumah mencari keberadaan ardika namun tidak ada. hanya satu ruangan yang belum di lihatnya felisha pun pergi ke ruangan yang di tujunya.
" mana ka ardika?" tanya felisha dengan nada tinggi, fira yang sedang duduk pun terlonjat karena kaget.
"kamu kan istrinya, kenapa tanya aku?"
" aku yakin, ardika pasti di sini!" seru felisha tidak percaya.
"silahkan kamu cari, sampai rambut mu putih pun kamu tidak akan menemukannya" seru fira dengan senyuman mengejek.
" kauu..." geram felisha, dia pun pergi meninggalkan kamar fira setelah orang yang di carinya tidak ada di sana.
tanpa berpikir panjang felisha langsung masuk kamarnya dan membereskan barang barangnya. pikirannya begitu buntu takun akan di tinggalkan sehingga dia berpikir ardika kembali ke jakarta karena setelah melihat mobilnya yang tidak ada dan ini sudah berjam jam semenjak ardika meninggalkan rumah, bahkan ponselnya tidak dapat di hubungi.
__ADS_1
ardika
sedangkan ardika sendiri sedang berada di salah satu kaffe ternama di bandung kaffe benne, kaffe dengan konsep bangunan klasic modern dengan semua furnitur dari bahan kayu, sungguh elegan, modern, dan juga tenang.
kini di hadapan nya tersedia menu read bean bingsu merupakn menu berbahan es serut khas korea bertoping read bean, almond dan es kream vanilla. terdengar aluna lagu korea yang membuat tempat ini semakin nyaman.
teringat akan fira yang sering mengajaknya nongkrong disini karena kosnsep berserta berbagai menu khas dari korea yang membuat mantan istrinya itu selalu betah jika berada di sini. setelah beberapa menit ardika pun meninggalkan kaffe itu dengan sebuah bingkisan di tangannya berupa menu paforit fira.
kini sampailah ardika di rumah.
setelah masuk rumah ardika langsung memasuki kamar fira dari kejauhan terlihat fira sedang tertidur perlahan ardika mendekati fira dan duduk di samping fira setah meletak bungkusan yang di bawanya.
ardika memandangi mantan istrinya itu dengan intensnya. entah kenapa setelah berpisah dari mantan istrinya itu ardika selallu merindukannya. kini wanita yang selalu di rindukannya berada di depan matanya. perlahan dia menyentuh wajah mantan istrinya itu dengan kembut dan pandangnnya tertuju pada bibir fira yang begitu menggoda.
fira buru buru bangun dan berjalan ke luar dengan tergesa gesanya, tetapi tangan ardika menariknya ke dalam pelukannya.
dengan nada tingginnya " lepaskan aku brengsek" ardika pun berkata " tidak, biarkan seperti ini, sebentar saja ku mohon" namun fira tidak tinggal dian dengan sekali hentakan fira menginjak kaki mantan suaminya sehingga ardika merintih " auwhhh" dan itu kesempatan fira untuk pergi dari jangkauan laki laki itu.
fira berlari seakan akan di kejar setan, tanpa memikirkan keadaannya yang sedang hamil. sungguh aneh bukan? bukan kah ini rumahnya tapi kenapa dia yang justru pergi dari rumah. tanpa membawa apa apa. padahal ini sudah mulai malam hari.
fir terus dan terus berjalan sehingga kini dinya sudah berada di sebuah taman yng begitu ramai. banyak muda mudi yang nongkrong disana sekedar berkumpul beseta teman temannya, ada juga yang sedang pacaran terlihat dari cara mereka berpelukan, bahkan ada juga sebuah keluar yang berkumpul beserta orang tersayangnya.
__ADS_1
namun di sini fira hanyalah sendiran dengan menggunakan pakaian rumah dan beralas sandal jepit yang berbulu. setelah berkeliling taman akhirnya fira terduduk di sebuah kursi dengan bersender di sana.
terdengan suara yang begitu pamiliar " sedang apa kamu di sini sendirian?" dengan wajah kagetnya fira pun berkata "pastinya sedang duduk bukan sedang berlari" mendengar perkatan fira yang menurutnya lucu, dia pun tertawa "ok!!! kenapa kamu sendirian? bolehkah aku temani?" sedangkan fira menjawabnya dengan ketus " tidak minta ijin pun kamu sudah duduk di sini dan menemani ku bukan?" lagi lagi dia tertawa "baik lah kalau begitu" sesaat suasana begitu hening hanya terdengar suara langkah kaki yang melewati tempat mereka duduk.
pria itu pun memperhatikan wajah wanita yang berada di samping nya itu lalu bergumam "cantiknya" mendengar gumam pria di sampingnya yang tidak terlalu kencang namun masih dapat di dengar fira pun berkata "tentu saja canti karena aku seorang perempuan bukan laki laki" entah karena bahagia, entah karena lucu akan setiap perkatan fira, zafran selalu tertawa di dekat wanita yang dicintainnya.
zafran pun bertanya dengan penuh penasaran " kenapa kamu ke sini dengan jalan kaki dan berpakaian seperti itu?" pasalnya zafran tidak sngaja melihat fira dan mengikutinya. padahal selama berhari hari dia mencari fira namun tidak ketemu keberadannya. entah takdir, entah kebetulan sehinga zafran pun dapat bertemu dengan wanita yang fi cari cari nya.
fira pun menjawab pertanyaan zafran dengan datar nya "mengapa apa tidak boleh?" zafran melepaskan jasnya lalu memberikannya pada fira sambil berkata " tidak apa apa, tapi apa tidak kedinginan?" karena merasakan sedikit hangat fira pun berterima kasih " terima kasih"
rasa ingin sekali membawa fira kedalam pelukanya, namun teringat akan kejadian waktu itu membuat nya tersadar bahwa wanita yang di samping nya begitu membencinya terbukti dengan cara bicaranya yang ketus dan datar.
suasana semakin malam dan dingin zafran pun mengajak fira pulang " ayo pulang! aku antar, tidak baik wanita hamil berada di luar malam malam" fira hanya menghela napas dalam dalam seraya berkata " tidak usah aku bisa pulang sendiri" namum zafran tetap memeksakan kehandaknya " cepatlah! pa kamu tidak takut berjalan sendirian di malam malam begini" mendengar perkatan zafran, fira pun berpikir.
bukan karena takut akan hantu atau pun manusia, tapi akan kakinya yang terlalu lelah untuk berjalan dengn jarak yang tidak dekat. di tambah lagi dengan penampilannya yang sederhana pastinya akan ada banyak mata yang tertuju padanya.
fira pun mengiyakan ajakan zafran " baiklah ayo!" mendengar tawarannya di terima tanpa penolakan zafran pun berdiri denhan semangatnya seraya mengulurkan tangannya untuk membantu fira bangun dari duduknya. namun tawarannya yang kali ini di tolak fira.
kini mereka sudah terduduk di atas kursi mobil, karena canggung zafran pun mulai bercakap "apa perceraian mu sudah selesai?" fira tidak bergeming dengan pertanyaan pria di sampingnya itu, hanya memandanginya seakan penuh arti.
fira begitu malas setiap orang orang bertanya akan masalah perceraian atau pun yang berhubungan dengan ardika mantan suaminya. baginya itu sudah tidak penting dan tidak perlu di bahas lagi. karena tidak mau luka hatinya semakin menusuk ke dalam.
__ADS_1
kini sampailah mereka di rumah fira.
sebelum keluar mobil fira memlepaskan jas yang di berikan zafran seraya berkata "terima kasih jas dan tumpangannya, aku berharap kita tidak pernah bertemu lagi" tidak terima akan ucapan fira, zafran pun bicara dengan mengangkat kedua alisnya naik turun menggoda "tapi aku yakin dan percaya kalau kita akan bertemu lagi dan itu pasti bukan sekali dua kali tapi sering malah setiap hari" karena kesal dengan apa yang zafran katakan fira pun keluar dengan membanting pintu mobil yang begitu keras. bukannya marah zafran hanya tertawa melihat tingkah laku wanita yang di cintainya.