
fira nampak kebingungan dengan syarat yang di berikan zhafran padanya. bagaimana bisa dia menjadikan anak anaknya sebagai pion agar fira mau menjadi istrinya sungguh konyol.
"aku tidak mungkin menjadi istrinya setelah apa yang sudah terjadi rasanya tidak mungkin tapi bagai mana jika aku tidak menerimanya akankah aku kehilangan anak anak ku? tidak. aku tidak akan membiarkannya bagai mana pun mereka adalah anak anak ku. walau aku bukan yang melahirkannya. aku begitu menyanyanginya seperti anak kandung ku sendiri" gumam fira dalam hati.
" aku sungguh sungguh sayang, aku begitu mencintai mu, aku harap kamu mau menerimanya. dengan begitu kita akan bersama dan berkumkul dalam sebuah keluarga. ada aku, kamu dan anak anak. aku akan meberikan waktu 1 bulan untuk berpikir dan meratapi perasaan mu, jangan sampai kamu menyesalinya fir, untuk sementara aku akan membiarkan mereka tinggal bersama mu, mereka juga pasti butuh waktu untuk menyesuaikan kehadiran ku. mereka pasti merasa asing melihat ku" zafran.
fira hanya memandangi zafran dengan pandangan yang begitu dalam dengan eksfresi wajah yang tidak bisa terbaca.
"sayang kenapa kamu memandangiku begitu?" zafran merasa risih karena terus di pandangi fira tanpa memalingkan pandangannya sedikitpun
" sayang dari dulu aku memang ganteng dan gagah. jadi kamu tidak perlu memandangi ku seperti itu" sambung zafran dengan mengedipkan satu matanya menggoda fira.
__ADS_1
fira hanya mendesah kesal mendengar celotehan lelaki yang ada di depannya itu. ternyata dari dulu laki laki itu tidak berubah masih dengan sikap kepedeannya dan bisa mencairkan suasana yang tidak nyaman.
"boleh aku manemui anak anak ku?" tanya zafran. fira hanya mengangguk. fira sadar dia tidak berhak untuk melarang zafran menemui anak anak bagai manapun zafran adalah ayah biologisnya. fira berdiri berjalan menuju kamar anak anak dengan di ikuti zafran di belakangnya.
satu demi satu anak tangga di naikinya sehingga sampailah mereka di depan sebuah kamar.
terdengar helaan napas yang begitu dalam terdengar dari zafran. fira yakin bahwa laki laki yang bersamanya pasti gugup karena ini pertama kalinya dia menemui anak anaknya.
cklek
terdengar suara pintu yang terbuka seketika anak anak berhenti dan terdiam dari kegiatannya dan mereka langsung menolehkan pandangannya pada pintu yang terbuka itu. dilihatnya fira dan seorang pria dewasa yang asing di mata anak anak itu.
__ADS_1
perasaan zafran benar benar menciut melihat anak anak yang tidak ada ekspresi yang hanya diam mematung tanpa ada pergerakan sedikit pun suasana saat ini membuat jantung zafran berdetak dengan kencang tak beraturan.
anak anak dan fira saling bertatap mata seakan akan mereka berbicara dengan isyarat tapi entah apa itu yang tau hanya fira, anak anak dan tuhan. fira melontarkan senyum seraya di barengi anggukan.
seketika anak anak ikut tersenyum dan berlari mendekati laki laki yang ada di samping ibunya dan langsung memeluk laki laki itu.
kini zafran kebingungan dengan situasi saat ini tiba tiba anak anak berlari dan memeluknya dan satu lagi yang membuatnya semakin bingung saat anak anak memanggilnya daddy.
zafran melirik fira dan fira langsung menganggukan kepalanya. zafran pun tersenyum bahagia dan mensejajarkan badan nya dengan tinggi anak anak. dia pun membalas pelukan anak anaknya.
rasa gela dan tenang itulah yang di rasakan zafran saat anak anak nya memeluk dan memanggilnya daddy padahal zafran belum berkata sepatah katapun. bahkan belum memperkenalkan diri pada anak anak.
__ADS_1