Perjalanan Fira

Perjalanan Fira
bab 3


__ADS_3

" sayang "


ardika dengan melepas pelukannya kini tangannya meraih sebuah benda di dalam saku celananya yang sudah di siapkannya jauh jauh hari dari acaranya itu. sebuah benda yang berkilau dengan bentuk yang simple namun elengan dan terkesan mewah.


"ini hadiah yang kusiapkan khusus untuk mu sayang, semoga kamu suka" ardika sebelum itu rambut fira di sibakan terlebih dahulu kemudian di pasangkannya di leher jenjang istrinya.


" ini bagus sayang, aku suka terimakasih " ucap fira sambil memegang kalung pemberian suaminya itu.


ardika pun memuji sang istri "lihatlah kalung nya menjadi semakin indah setelah kamu pake sayang..." fira pun membenamkan keplanya di dada bidang suaminya seraya berkata " aku juga punya kejutan untuk mu sayang" karena penasaran ardika pun bertanya " apa itu??" fira mengarahkan tangan suaminya dan meletakannya di perut fira yang masih ramping dan berkata " ini" namun ardika belumpaham dan bertanya "apa sayang?" fira pun menjawab "sebentar lgi bakalan ada orang ketiga yang mangisi hari hari kita, yang akan memberi senyun dan tawa di kehidupan kita" ardika hanya menaikan sebelah alis mata nya karena masih bingung dengan pernyataan fira


" Aku HAMIL"


Entah apa yang ada di pikiran ardika sejenak ardika bengong, antara percaya dan tidak, yang jelas ini adalah kebahagian bagi nya, namun karna suatu hal yang membuatnya menjadi bingung.


fira terheran dan bertannya "ada apa sayang kenapa diam???'' ardika hanya tersenyum kaku dan berkata "aku, aku bahagia sayang akhirnya harapan kita terkabul"


fira tidak berfikir yang aneh aneh karena, wajar saja ardika terkejut karena tak menyangka kalau fira hamil pasalnya 2 tahun pernikahan nya belum dapat momongan, namun kini penantian mereka mendapat hasil.


Setelah keheningan yang tak begitu lama akhirnya pecah


" terima kasih sayang karena sudah memberi ku kado terindah dan kebahagian yang luar biasa" ucap ardika


Kini mereka saling bertatap muka dengan jarak wajah yang sangat dekat, perlahan ardika mengangkat dagu fira kemudian...


cup..


cup...


cup...


cup...


sebuah kecupan di kening, pipi kanan kiri, hidung dan berhenti sejenak memandang wajah fira yang nambak merah merona karena malu, kemudin mendaratkan bibirnya di bibir fira yang berwarna ping alami, yang awalnya sebuah kecupan yang lembut.


kemudian ardika menarik tengkuk leher fira agar mempermudahkan nya dalam berciuman, pada awalnya fira tidak merespon karena terkejut, namun setelah merasakan kelembutan dari sentuhan bibir suaminya akhirnya fira membalas ciuman ardika sehingga dapat di imbangi dengan membuka mulut nya membiarkan ardika dengan bebasnya masuk dan menjelajahi isi mututnya. bergulatlah lidah mereka di dalam sana dengan saling membelit dan menghisap


Terasa ciuman yang semakin menggebu dan panas tanpa ada niat pun untuk melepas pautan mereka, dengan perlahan ardika membuka resleting dres yang di pake istrinya itu.


seketika tubuh fira hanya terbalut dengan bra dan celana daleman, tak menyia nyiakan waktu tangan kanan ardika meremas lembut payudara istrinya, seakan tak puas dengan remasannya itu, kini ardika melepas ciumannya itu dan beralih ke payudara istrinya yang lembut selembu susu dengan warna kulit yang putih, di tempelkan bibirnya pada payudara fira, seakan menjadi candu baginya, di kulumya dan di hisapnya ***** payudara fira seperti seorang bayi yang kahausan tanpa henti.


"eemmmhhh" terdengar erangan fira yang bergejokak karena sentuhan dan belaian sang suami. karena tak kuat dengan permainan ardika pada payudaranya, fira mengangkat kepala ardika dan ******* bibir nya dengan rakus.

__ADS_1


malam itu udara semakin dingin tapi tidak bagi pasangan itu, di jadikan malam yang panjang dengan pergulatan yang panas dan penuh kasih sayang.


kini mereka berada di atas ranjang tanpa sehelai benang pun yang menghalangi kulit mereka, kecupan yang lembut menjadi semakin panas, sebuah gigitan kecil berubah menjadi berwarna merah dengan bentuk yang menawan begitu terlihat kontras pada kulit fira yang lembut dan putih. entah berapa tanda kepemilikan yang ardika buat di tubuh fira. kini ardika sudah memegang juniornya yang sedari tadi sudah tegang, perlahan menuntunnya agar masuk ke sarang surga dunia nya. dengan pelan namun pasti akhirnya juniornya itu sudah berada di dalam surganya itu.


Dengan gerakan maju mundur yang perlahan kini semakin cepat, terbukti dengan suara hantaman tubuh mereka yang bersatu.


Detik berlanjut ke menit, menit berlanjut ke jam dan kini waktu sudah menunjukan jam 5 pagi, tak disadari bergulatan mereka memakan waktu yang lama namun tak henti hentinya seakan tidak ada kepuasan.


Karena melihat fira sudah sangat kelelahan setelah bercinta semalaman barulah ardika menghentikan aksinya. walau pun ardika masih menginkan nikmat surga dunia nya itu, namun dia tak boleh egois agan hasratnya,


" toh nati juga bisa di lanjut dan ku pastikan kan ku buat kamu tak bisa berjalan sayang" gumam ardika dalam hati.


kini ardika meraih selimut yang entah di mana keberadaan nya, kemudian menyelimuti tubuh fira yang polos, tak begitu lama fira memejamkan matanya dan tertidur dengan pulas.


" terima kasih sayang" ucap ardika sambil mengecup kening sang istri nya. karena ardika kelelahan juga dan butuh stamina yg kuat. maka di pejamkannya matanya itu, dengan tangan yang memeluk fira dari belakang dan terlelaplah sudah.


 \=\=\=\=\=\=\=


Cahaya matahari masuk kedalam kamar denga silaunya. yang menandakan waktu sudah siang.


" jam berapa ini?" gumam fira sambil meraih ponselnya yang berada di atas meja kecil yg tetletak di sisi ranjang.


ardika bertanya dengan suara has bangun tidur "ada apa sayang?" fira menjawab dengan pipi merah merona karena malu "gak,, cuma agak sedikit ngilu aja" ardika bertanya "emang mau kemana sayang?" fira menjawab dengan lirih "mau mandi"


seketika ardika bagun dan menggendong fira


" aw, kamu ngapain sayang??"


" nganter kamu ke kamar mandi sekalian mandi bareng sayang" begitu mendengar ucapan ardika, fira berkata " gak aku bisa mandi sendiri lepas sayang, lagian kalau mandi bareng nantinya lama"


ardika menggoda fira dengan berkata "gak papa sayang kita lanjut yang semalam"


Di dalam kamar mandi fira dan ardika bergulat dengan panasnya namun dapat dikontrol karena kondisi fira yang sedang hamil. yang tak mau karena melampiaskan hasratnya yang menggebu dapat membuat patal karena kecerobohannya itu. setelah terpuaskan hasrat nya itu akhirnya mereka keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang terlihat segar. tidak lama kemudian mereka sudah berpakaian, dan duduk di kursi.


" sayang mau pesen makanan apa??" fira pun nenjawab "apa aja sayang aku terserah kamu"


" ya udah yah aku pesen dulu kamu tunggu di sini sebentar" di jawab dengan anggukan fira.


 


saat ardika menuju restoran yang berada di lantai satu, ponselnya bedering, yang ternya sebuah panggilan masuk....

__ADS_1


" sayang aku kangen, aku pengen ketemu sama kamu" terdengar suara perempuan di sebrang sana ardika pun menjawabn "besok malam kita ketemu sayang, sekarang aku lagi sama fira" perempuan itu pun menolak nya denfan betkata "gak mau besok sayang aku tuh mau nya sekarang, aku kangen banget"


" semalamkan kita ketemu sayang, sabar yach sayany"


" semalam kan kita ketemu di acara kamu dan situ ada banyak orang, aku tuh mau nya berduaan sama kamu sayang, kamu ngerti dong" seseorang


" ia, aku ngerti, tapi kamu juga harus ngertiin kondisi aku sayang" perempuan tersebut pun mengancam "aku gak mau tau pokonya, kita ketemu sekatang juga, kalau gak aku bakalan bongkar hungan kita pada istrimu itu" televonpun di tutup.


" arrrhhhggg" erang ardika yang prustasi akan ancaman kekasihny itu.


  seteleh memesan beberapa menu makananya akhirnya ardika kembali ke kamar hotel, setelah masuk ardika melihat istrinya yang tertidur di kursi.bdengan perlahan ardika menghampiri fira dan mengecup kening nya seraya mengucapkan kata " maaf aku sayang"


Merasakan sentuhan suaminya akhirnya fira bangun.


" maaf sayang kamu jadi kebangun" ucap ardika


" gak papa sayang"


" ya udah ayo makan dulu, kasian nantibayi nya lemas karena gak di kasih makan" ucap ardika sambil mengelus perut fira, fira hnya menjawab dengan anggukan.


Suasana begitu hening, yah memang sudah kebiasaan mereka kalau makan tanpa ada suara sedikit pun. mereka makan dengan begitu lahap dan nikmatnya.


autor.... ( "bangaimana gak lahap dan nikmat makan setelah bercinta semalaman dan dilanjut di kamar mandi, pasti nya menguras banyak tenaga bukan, 🤭🤫")


Setelah selesai makan ardika mengajak fira purang kerumah, rumah yang lumayan besar untuk mereka tinggali berdua, di sana hanya ada satu pembantu, bukan pembantu tapi seorang wanita paru baya yang mengasuh fira sedari kecil, namanya bi ani.


Setelah sampai rumah, fira dan ardika masuk, namun belum juga mereka duduk ardika berkata " sayang aku harus pergi dulu ada sesuatu yang harus aku urus dan itu penting, aku harap kamu ngerti sayang "


tanpa curiga fira pun mengiyakan " ia, sayang hati hati di jalan, jangan ngebut!"


ardika pun pergi dengan melajukan mobilnya. sesaat sampailah di tempat tujuannya itu, nyaitu di sebuah gedung arpatemen yang menjulang tinggi.


lantai 11, no 121, arfika masuk kedalam tanpa harus mengetuk atau menunggu orang membuka pintun.


terlihatlah seorang wanita yang terlihat menggoda, wanita itu adalah...


 


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2