
jangan lupa sebelum baca budayakan like, vote, komentar, saran dan kritikan akan membatu author untuk memperbaiki tulisan author agar lebih baik.
terima kasih dan selamat membaca...
__
zafran pun masuk kedalam kamar mandi dan terdengar suara guyuran air di dalamnya. beberapa menit kemudian suara guyuran air sudah berhenti bertanda zafran sudah selesai mandi dan keluarlah zafran yang nampak sudah segar.
" kamu boleh pulang sekarang, fira biar saya yang jaga" ucap zafran.
" ea pak, besok saya kesini lagi" sani.
" eemmmh" saut zafran tanpa suara.
setelah zafran menyuruh sani pulang, sanipun langsung pulang dan kini zafran sendirian menemani fira. karena waktu sudah larut malam zafran pun tidur di atas kursi dengan meringkung. tak lama mata zafran sudah terlelap.
beberapa menit kemudian terdengar nada dering ponsel zafran, zafran pun terpaksa membuka matanya kembali dan melihat sebuah panggilan yang tak asing. setelah mengangkatnya zafran nampak serius dengan aura yang gelap karena emosi. setelah selesai zafranpun meng akhiri panggilannya dan kembali tidur namun matanya tak bisa di ajak kompromi karena memikirkan masalah yang baru saja di ketahuinya. zafran hanya membolak balikan tubuhnya kekanan dan kiri karena tak bisa tidur lagi.
pagi pun datang menggantikan malam, kini sudah ada sani di ruangan fira sedangkan zafran sudah pergi dari pagi pagi sekali karena ada masalah yang begitu besar sehingga zafran terpaksa harus pergi keluar negri untuk menyelesaikan masalah nya dan itu tidak dapat di wakilkan. "tolong kamu jaga fira selama saya tidak ada, saya akan berusaha menyelesaikan dulu masalah besar di kantor cabang di luar negri, setelah itu saya akan menemui fira lagi, tolong kamu laporkan semua kegiatan fira pada saya, ini kartu nama saya, kalau ada apa apa kamu hubungi saya kapan pun itu." itulah pesan zafran sebelum pergi meninggalkan fira. sani pun mengiyakan permintan zafran.
setelah fira bangun, fira sama sekali tidak menanyakan ke beradaan zafran, walau pun zafranlah yang menjaga fira selama di rumah sakit dan zafran pula yang mengurus semua keperluan fira selama di rumah sakit. namun setelah apa yang di lakukan zafran terhadap fira kemaren. fira benar benar tidak perduli sebaik apa pun zafran terhadapnya. kebenciannya begitu besar dan mendalam.
tak lama kemudian very pun datang untung memeriksa keadan fira. setelah pemeriksaan selesai akhirnya fira di ijinkan untuk pulang.
" terima kasih ver" ucap fira.
" sama sama, tolong jaga kesehatan mu jangan terlalu banyak pikiran, karna nanti akan berpengaruh pada cabang bayi yang kamu kandung" ucap very, sebagai jawaban fira hanya mengangukan kepalanya.
" apa ardika dan felisha tidak menjenguk mu?" very.
" tidak" fira.
"maaf" very.
" gak apa apa" fira, karena merasa tidak ada urusan lagi very pun meninggalkan ruangan fira.
" ayo mba saya sudah membereskan semua barang mba" sani.
" ya" jawab singkat fira.
fira dan sani pun berjalan saling beriringan keluar dari rumah sakit itu. kini mereka memasuki taksi yang sudah di pesan dari tadi. masuklah fira dan sani, kini taksinya melaju dengan cepan dan sampailah di rumah ardika. " terima kasih pak" ucap fira kepada supir taksi sebelum fira masuk kedalam rumah.
sebelum sani keluar mobil, fira terkebih dahulu menyuruh sani untuk pulang dan sani pun mematuhi perintah wanita yang di kaguminya itu karena mengerti akan situasi fira sekarang ini. walau pun sani tidak tau apa yang sudah terjadi. taksi oun meninggalkan halaman rumah fira.
Dan fira pun masuk kerumah, di dalam rumah nampak sepi seakan tidak ada penghuninya. salah seorang pengurus rumah menghampiri fira yang baru datang.
__ADS_1
" selamat siang bu" maid.
"siang, kemana nenek dan bi ani? " tanya fira.
" sudah pulang ke bandung bu, tadi pagi katanya ada urusan mendadak" maid.
" terus ardika ?" fira.
" pak ardika kan ke luar kota bu dan belum pulang" maid.
fira tercengang mendengar penjelas maid di rumah nya itu, "bukannya ardika sudah kembali dari luar kota, terus ke mana dia sekarang kenapa gak ada di rumah? " gumam fira dalam hati.
" ada yang perlu saya bantu bu?" maid.
" tidak perlu" ucap fira. fira pun berlalu pergi kekamarnya dan duduk di kursi depan tv. seketika ingatannya teringat akan kata kata ardika yang menyebut nama felisha saat ardika hendak meninggalkannya sewaktu di hotel. membuat pikiran fira kemana mana tak karuan, memikirkan apa ada hubungan antara ardika dan felisha. tapi setau fira, ardika dan felisha tidak terlalu akrap namun jika mengingat perkataan ardika terasa ada yang janggal. fira pun pergi dengan tergesa gesa tanpa memikirkan kondisinya yang masih lemah.
kini fira sudah ada di perjalanan, pikiran dan hati fira semakin gelisah dan tidak karuan.
setelah menepuh perjalanan yang aga macet akhirnya sampailah fira di sebuah apartemen, tanpa ragu fira memasuk apartemen itu yang tetnyata tidak di kunci, hatinya benar benar berdebaran serasa jantungnya akan copot.
samar samar fira mendengar suara yang begitu pamiliar di dalam kamar, ada perasaan takut namun penasaran akhirnya fira mendekatkan diri ke pintu kamar dan ternyata pintunya tidak tertutup dengan rapat sehingga fira bisa melihat aktipitas di dalam sana.
detak jantung fira seakan berhenti seketika dengan apa yang di lihatnya, dua sosok manusia yang sedang saling menikmati cumbuan satu sama lain dengan erangan yang begitu jelas. dua sosok yang di kenalnya tak lain adalah suami dan adiknya sendiri.
tak terasa buliran air keluar dari ujung mata fira, sungguh tak pernah di sangka dengan apa yang dilihat nya bahkan dalam mimpinya sekalipun fira tak pernah membayangkannya. dua orang yang begitu di cintai dan di percaya oleh fira ternyata selama ini telah mengkhianatinya tanpa ragu.
dengan berat hati fira meninggalkan tempat itu dengan perlahan dan mengendap endap. dengan air mata yang begitu derasnya.
dengan sempoyongan fira berjalan keluar dari apartemen itu sehingga fira tak sengaja menabrak seseorang. tanpa melihat tanpa meminta maaf fira meninggalkan orang yang di tabraknya itu dengan bergenangan air mata. orang yang di tabraknya mendesah karena tidak ada kata maaf dari fira.
fira terus dan terus berjalan tanpa tujuan arah yang akhirnya membawa fira di ujung jalan. terdengar suara kelakson mobil yang begitu ramai di jalanan. seseorang yang melihat fira keluar mobil dan menghampiri fira yang tampak kacau. tanpa basa basi orang itu membawa fira ke dalama mobilnya. dan dilajukan mobilnya itu.
nina dan ferdi suami dari nina bingung dengan keadaan fira yang begitu kacau beberapa pertanyaan di lontarkan oleh nina. namun di dalam mobil fira benar benar tak bergeming seakan dirinya tuli tidak menghiraukan dua orang yang ada di dalam nya. air matanya tak kunjung berhenti dari tadi. yang menbuat nina semakin bingung. sebenernya apa yang tetjadi dengan sahabatnya itu. tanpa bertanya nina membawa fira ke rumah orang tua nya.
kini sampailah mereka di rumah yang begitu mewah. nina membawa fira masuk kedalam rumah. nina membopong fira dan membaringkan fira di kamar tamu. nina keluar meninggalkan fira sendirian dan menuju ke ruang tamu yang sudah ada suami dan mommy nina yang sedang menunggu nina.
"sayang, fira kenapa? " tanya mommy nina, begitu nina duduk di sampingnya.
" gak tau mih, tadi aku dan ferdi gak sengaja lihat fira di tengah jalan dengan kondisi kacau" nina
"apa ada masalah?" mommy nina.
" entahlah tapi waktu di acara feshhen show, fira tampak baik baik aja mi" nina.
" kenapa kmu gak tanyakan langsung?" mommy nina.
__ADS_1
" udah my, tapi fira tidak menjawab dan hanya menangis saja, aku juga bingung lihat keadan fira degitu" jawab nina lirih.
" ya sudah kalau begitu, biarkan fira disini dulu" mommy nina.
" iya mih, sayang kamu gak apa apa kan balik bandung sendirian dulu, aku mau nemanin fira dulu di sini" nina.
" ya, gak apa apa sayang kamu temani fira dulu kasian, dia pasti butuh teman" ferdi.
"makasih sayang" nina.
" ya udah aku berangkat dulu sayang" ferdi.
" hati hati di jalan sayang" nina.
" mah ferdi pulang dulu" ucap ferdi berpamitan pada mommy nina yang tak lain ibu mertuanya sendiri.
" ya sayang jangan ngebut" mommy nina. ferdi pun pergi dengan di antar nina ke depan rumah. setelah mobilnya sudah tidak terlihat nina masuk lagi ke dalam rumah.
" sayang bawa makanan ini ke dalam kamar fira" ucap mommy nina yang sudah membawa nampan.
" ya mom" ucap nina sambil membawa nampan yang di berikan mommy nya.
kini nina sudah ada di kamar fira. terlihat fira yang sedang duduk di atas ranjang dengan bersender di kepala ranjang.
" fir, makan dulu, ini makanan kesukan kamu, ini mommy yang buat lho khusus buat kamu" ucap nina. namun fira sama sekali tidak menghiraukan nina.
" makan dulu nanti kamu sakit kamu juga harus memikirkan bayi yang kamu kandung fir" kata nina, namun masih juga tidak ada reaksi dari fira.
"aku gak tau apa yang sudah terjadi pada mu fir, tapi air mata mu sudah menjekaskannya, ketika bibir mu tidak mampu untuk menjelaskan apa yang membut mu terluka.
tapi percayalah walau pun aku tidak bisa memberikan solusi tapi aku bisa mendengar dan mengerti akan situasi mu.
komunikasi sangatlah penting untuk setiap hubungan, jadi percayalah setelah kamu siap kamu bisa bercerita apa pun itu pada ku, aku akan senan tiasa mendengarkannya.
sekarang makan lah dulu, kasian mommy sudah cape cape membuatnya untuk mu tapi tidak di makan" kata nina. fira pun mengambil nampan itu dan perlahan makan sedikit demi sedikit entah kenapa rasa makanan ini pun terasa ikut hambar dan pahit. nina tersenyum melihat fira makan makanan yang di bawanya.
" makanlah yang banyak supaya kamu dan kandungan mu kuat dan sehat. dan mommy menyarankan kamu tinggal di sini dulu fir, agar kamu ada temannya, lagian aku gak bakalan balik dulu ke bandung sebelum kamu baikan" kata nina, fira hanya mengangguk tanpa menjawab.
nantikan kelanjutnnya....
jangan lupa like dan komennya.
__ADS_1
thanks .....