Perjalanan Fira

Perjalanan Fira
fira pov


__ADS_3

pagi pun telah tiba, akh bukan tepatnya ini pagi menjelang siang mengingat waktu menunjukan pukul 9:45 setelah pergulat semalamam membuat ku kelelahan. dan ku lihat dia masih tertidur dengan pulasnya.


perlahan aku meninjakan kaki ku di atas lantai dan berjalan menuju kamar mandi dengan tubuh yang masih polos tanpa penghalang sedikit pun.


setelah masuk kamar mandi ku pandang tubuh ku yang penuh dengan kissmax. setelah bathum penuh dengan air panas ku masukan tubuh ku kedalamnya. sungguh rasanya sangat nyaman saat tubuh ku berendam di dalam air hangat.


rasa nya lelah ku hilang setelah berendam hampir setengah jam. aku pun membilas tubuh ku di bawah air shower tiba tiba terasa dua tangan yang kekar memeluk pinggang ku. ke melirik pria yang memeluk ku dari belakang siapa lagi kalau bukan very.


ku lihat senyumnya yang ku yakin pasti ada maksud dari senyumnya itu. dan ternyata benar saja "sayang aku mau lagi" suaranya yang parau. dan tangannya sudah tidak dapat di kondisikan lagi.


"tapi aku sungguh lelah sayang"


"tapi aku tidak lelah jika menyangkut hasrat ku pada mu sayang, kalau tidak kasian pada mu yang kelelahan aku pasti memakan mu setiap setiap waktu" lerkatannya membuat aku menelan selavina ku bagai mana tidak. jika perkataan nya benar maka aku pastikan aku pasti tidak akan bisa berjalan jika dia meminta jatahnya setiap saat.


melayaninya setiap malam saja membuat ku begitu kelelahan. itu pun aku yang selalu memintanya berhenti karena aku kewalahan melayaninya.


akupun membalikan tubuh ku sehingga kami bertatap muka "baiklah tapi dengan satu sarat" dan aku sengaja mendekatkan tubuh ke tubuhnya sehingga dadak ku menempel di dada bidang nya itu.


dia pun mengiyakan sayat yang aku ajukan pada nya tanpa bertanya syyarat apa itu.


dan kami memulai aksi panas kami di bawah air shower yang dingin. membuat gairah kami semakin memuncak.


fira pov

__ADS_1


setelah seharian berkeliling di kebun binatang akhirnya kami pulang. anak anak tertidur di dalam mobil dan di pintahkan oleh zhafir satu persatu. padahal aku dan sani pun bisa melakukan nya namun dia melarang kami.


setelah dia menidurkan anak anak di kamarnya. dia duduk di sopa ruang keluarga. aku pun membawakan nya minum dan duduk di sampingnya. dia terlihat begitu lelah. bagai mana mungkin tidak lelah seharian dia menggendong gadis kecilnya tanpa melepaskannya dan tanpa mengeluh.


"maaf membuat mu repot, sampai sampai kamu begitu kelelahan" ucapku pelan namun masih bisa di dengarnya.


" tidak masalah lagian sudah seharusnya" katanya sambil mengambil gelas dan meminumnya sekali tegukan air nya habis seketika sungguh kasihan sekali dia.


". mau aku ambilkan lagi air? kau sepertinya kau kehausan sekali?" tanya ku sambil menahan tawa karena dia terlihat lucu dengan kondisi berantakan.


"kenapa kau tertawa sayang? apa ada yang lucu?"


" tidak" bantah ku yang masih menahan tawa ku. ku lihat dia menatap ku dengan tatapan tak terbaca.


"kenapa kau menatap ku begi...." belum selesai kalimat ku dia mengecup bibir ku dan itu benar benar membuat ku terkejut. dia bukannya meleoaskan bibirnya di atas bibir ku dia malah menarik tengkuk leher ku. dan kecupannya berubah menjadi ciuman.


akh rasnya aku benar benar sesak napas karena akdinya yang masih mencium dan menghisap bibir ku. karena tak ada perlawanan dari ku dia melepaskan bibirnya dari bibir ku.


aku benar benar merasa lega karena aku akhirnya bisa bernapas dengan lega. dia masih menatap ku dan menari ku sehingga aku kini berada di bawahnya. kaki ku di himpit oleh lututnaya sehingga aku tidak bisa bergerak.


dia masih menatap ku dengan intensnya. itu membuat ku malu. perlahan dia mendekatkan wajahnya kewajah ku namun aku menahannya.


" apa yang kau lakukan? cepat lepaskan aku nanti sani melihatnya"

__ADS_1


"kalau begitu bagai mana kalau kita pindah ke kamar mu" mendengar perkatannya membuat ku membulatkan mata ku dengan sempurna. dan dia langsung bangun dan duduk dengan posisi semula begitu juga aku.


uasana menjadi hening hanya suara hujan deras yang terdengar.


"hujannya semakin deras, bolehkan aku nginap di sini" tanyanya tiba tiba membuat ku bingung. dia masih saja menatap ku dengan tatapan yang membut darah ku bergolak.


" baiklah, kau bisa tidur di kamar ku"


" jadi aku boleh tidur dengan mu?"


" bukan itu maksud ku. maksud ku kamu tidur di kamar ku dan aku bisa tidur di kamar sani"


aku tidak menyangka dia bisa bisanya bertanya seperti itu pada ku. dia berbisik sesuatu di telinga ku " padahal aku ingin tidur dengan mu" sungguh gila. dia membuat ku benar benar kesal dan aku pun meninggaljannya. terdengar suara tawa darinya. aku tidak menghiraukannya dan dia berjalan mengikuti ku dari belakan.


satu persatu anak tangga ku naiki sehingga sampailah kami di depan kamar ku. aku membukakan pintu dan berjalan ke arah lemari untuk mengambilkannya handuk.


" ini mandilah dulu" ujar ku seraya menyodorkan handuk yang aku ambil tadi. dia mengambil handuknya dan berkata "oyah sayang, tolong ambilkan baju di sebuah tas di dalam begasi mobil dan ini kunci mobilnya" aku pun mengambil kunci mobilnya dan keluar meninggalkannya di kamar.


setelah aku mendapatkan bajunya aku pun kembali kekamar. di kamar, ku dengar suara guyuran air shower dan aku yakin kalau dia masih mandi. aku pun meletakan bajunya di atas kasur. sesaat air showernya berhenti tak terdengar dan tak lama pintu kamar mandi terbuka.


saat aku berbalik badan hendak keluar dari kamar tiba tiba dia menarik ku ke dalam pelukannya dan mendaratkan ciumannya di leher jenjang ku.


" zafran apa yang kau laku kan? lepaskan aku!" seru ku sedikit berteriak.

__ADS_1


" aku tidak tahan sayang, walau pun sudah mandi dengan air dingin tapi dia tetap saja tidak mau tidur kembali" namun aku tidak menghiraukan perkatannya. dia masih saja menghisap leher ku yang ku pastikan aksinya itu akan meninggalkan jejak merah yang tertinggal di sana.


aku masih melawan nya tiba tiba....


__ADS_2