Perjalanan Fira

Perjalanan Fira
13. semakin jelas


__ADS_3

jangan lupa sebelum baca budayakan like, vote, komentar, saran dan kritikan akan membatu author untuk memperbaiki tulisan author agar lebih baik..


terima kasih dan selamat membaca.


 ___


" makanlah yang banyak supaya kamu dan kandungan mu kuat dan sehat. dan mommy nenyarnkan kamu tinggal di sini dulu fir, agar kamu ada temannya, lagian aku gak bakalan balik dulu ke bandung sebelum kamu baikan" kata nina, fira hanya mengangguk tanpa menjawab.


satu minggu telah berlalau kini fira sudah semakin membaik.


" mom fira pulang dulu" ucap fira berpamitan.


" kamu yakin mau pulang sekarang?" mommy nina.


" ya mom, makasih yach, mommy sama nina udah ngijinin fira tinggal disini" fira.


" kamu jangan sungkan sayang, mommy akan senang sekali, kalau fira mau tinggal di sini, jadi kan mommy ada temennya" mommy nina.


"ya, fir kalau ada apa apa kesini aja, lagian kaya sama siapa aja?" nina.


" makasih banyak aku beruntung ada kalian di hidup ku" fira.


" terus sekarang apa yang akan kamu lakukan?" nina


" aku mau pulang dulu nin, setelah itu aku mau mempercepat perceraian ku nin" fira


" ya, aku gak bisa bantu apa apa hanya bisa mendukung apa pun keputusan mu itu" nina


" makasih nin" kata fira, fira pun berpamitan kepada nina dan mommy nya.


di tempat lain


" bi, fira kemana?" ardika


" gak tau pak, ibu belum pulang" maid.


" belum pulang? sejak kapan? " ardika


" hari yang lalu ibu pulang dari rumah sakit, tapi ibu pergi lagi tidak tau ke mana?" maid


" rumah sakit?" ardika.


" ya pak, ibu sempet di rawat 2 hari di rumah sakit" maid


" kapan? sakit apa?" ardika.

__ADS_1


" kata mba sani, ibu di temukan pingsan di kamar mandi hotel setelah peshhen show wantu itu, mba sani juga katanya menghubungi bapak tapi tidak ada jawaban" maid.


ardika langsung memeriksa ponselnya namun tidak ada satu pun panggilan dari fira atau sani.


" sakit apa dia? kenapa tidak ada satu pun panggilan masuk? jadi setelah kejadian itu dia tidak pulang sama sekali? apa mungkin dia bersama bajingan itu? tapi zafrankan setelah jejadian itu dia pergi di luar negri , dasar bajingan setelah merusak rumah tangga orang dia seenaknya pergi keluar negri " gumam ardika dalam hati dan mengepalkan tangannya karena emosi.


"ya, sudah bi tolong buatkan saya makanan" ucap ardika. tanpa menjawab maid itu pun pergi ke dapur.


" sayang" terdengar suara yang tiba tiba muncul.


" sedang apa kamu di sini? dan apa apaan kamu bawa koper segala?" ucap ardika.


" mulai hari ini aku mau tinggal sama kamu sayang" ucap felisha.


" kamu gila apa?" ucap ardika


" kenapa? bukannya sebentar lagi kamu sama ka fira bakalan cerai?" tanya felisha.


" ya tapi kamu, kenapa terburu buru tinggal di sini, aku dan fira belum betcerai secara resmi"


ucap ardika.


" ya tapi aku gak mau sendirian di apartenen, aku mau di temani kamu, lagian aku kan lagi hamil dan aku tuh selalu ingin bercinta sama kamu sayang" ucap felisa dengan manjanya dengan memeluk ardika.


" ya tapi kan aku bisa ke apartemen kamu" ucap ardika.


" kamu harus jaga sikap kalau di sini" ucap ardika.


" kenapa? ka fira kan gak ada di rumah" kata felisha seraya mendekatkan wajahnya ke wajah ardika, begitu dekan dan sekamakin dekat kini bibir mereka sudah saling berciuman.


tiba tiba terdengar suara pecaha piring yang terjatuh, ternyata maid yang terkejut melihat ardika dan felisha yang sedang berciuman.


" maaf pak saya tidak sengaja" dengan cepat maid itu membersihkan belahan piring yang pecah.


sedang kan fira entah dari kapan sudah berada di balik pintu dengan mata yang berkaca kaca dan mendengar semua percakap ardika dan felisha. dengan pura pura tidak tau fira berjalan melewati ardika dan felisha.


" fira" panggil ardika. fira pun terpaksa menoleh.


" ada apa? felisha kamu ada di sini?" dengan senyum yang di paksakan.


" dari mana aja kamu kenapa tidak pulang?" tanya ardika dengan nada tinggi. tapi fira mengabaikan pertanyaan ardika.


" felisha kenapa kamu bawa koper banyak begitu?" tanya fira yang melihat koper berjejeran.


" aku mau tinggal di sini ka, apartemenku sedang di perbaiki, bolehkan?" tanya felisha.

__ADS_1


" kenapa kamu tanya sama kaka? ini bukan rumah kaka, jadi kaka gak berhak ngasih ijin sama kamu, seharusnya kamu minta ijin sama kaka ipar mu itu" ucap fira dengan ketusnya. ardika tanpak terkejut dengan perkatan fira.


" ada apa kenapa dia? ketus sekali biasanya dia selalu lembut?" gumam ardika dalam hati.


" aku udah minta ijin sama ka ardika, dan ka ardika ngijinin aku tinggal di sini" felisha. tanpa berkata lagi fira meninggalkan felisha dan ardika dengan wajah datar.


tidak lama setelah fira masuk kamar ardika pun masuk.


" kemana aja kamu selama ini kenapa gak pulang?" ucap ardika yang tiba tiba.


"pulang atau gak, bukan urusan mu. lagian aku juga gak pernah nanyain kamu pergi kemana iya kan?" fira.


" apa? atau jangan jangan kamu pergi dengan selingkuhan mu itu yang tak lain ayah dari anak yang kamu kandung?" ucap ardika dengan tatapan membunuh. mendengar perkatan ardika membuat fira sedih dan tak terasa matanya mengeluarkan air mata namun inat akan kehadiran ardika di sana fira buru buru menghapusnya dengan tangannya sendiri karena tidak mau terkihat lemah.


" entah ini anak zafran atau anak mu, anak yang ku kandung hanyalah milik ku seorang, kamu dan zafran sama sekali tidak berhak" ucap fira dengan meninggalkan ardika dan masuk kekamar mandi dan menguncinya.


ardika terheran mendengar perkatan fira barusan, seakan memiliki arti yang tertentu, namun ardika tidak tau maksud dari perkataan fira itu.


di dalam kamar mandi fira terduduk dengan lemasnya di atas lantai kamar mandi. air mata yang dari tadi di bendungnya kini keluar dengan derasnya. terngiang ngiang perkatan felisha yang mengatakan dirinya hamil bahkan usia kandungan nya hampir sama. bahkan selisih 3 minggu dan itu lebih tua kandungan felisha dari pada kandungan fira.


" fira cepat keluar, ada yang mau aku omongin sama kamu" ucap ardika dengan berteriak. namun fira mengabaikannya. agar ardika tidak curiga fira menyalakan kran air sehingga suara isakan tangisannya tersamarkan oleh air yang mengalir dari kran.


sedangkan diluar ardika menunggu fira dengan cemasnya. karena dari tadi fira tidak keluar sama sekali. dor dor dor dor suara gedoran pintu namun tetap saja fira tidak keluar bahkan suasananya begitu hening. membuat ardika semakin khawatir.


karena takut terjadi apa apa ardika berlari ke luar kamar dan memanggil maid nya untuk meminta kunci cadangan. setelah mendapatkan kunci cadangan ardika kembali ke kamar nya dengan tergesa gesa dan langsung membuka pintu kamar mandinya.


alangkah kerkejutnya arfika ketika melihat fira sedang di dalam bak mandi yang terisi air panas yang hampir penuh dengan mata tertutup. tanpa menunggu lama ardika berlari mendekati fira dan masuk ke bak mandi dan langsung memeluk fira.


" sayang banguuunnnn, maaf kan aku" ucap ardika dengan lirih dan gemetar.


"sedang apa kau di sini? mengapa mengganggu k..." sebelum selesai ardika sudah memotong nya. " sayang kamu gak apa apa? maaf aku"


" apa kamu buta? lihatlah aku tidak apa apa, dari tadi aku ke tiduran, dan kamu kenapa mengganggu tidur ku" ucap fira dengan geramnaya.


" maaf aku, aku tadi cemas karena kamu tidak keluar luar" ucap ardika.


" sampai kapan kamu akan memeluk ku, lepaskanlah" ucap fira dengan mendorong tubuh ardika yang memeluknya.


" maaf" ucap ardika.


terlihat dua sosok mata yang merah padam karena emosi melihat ardika yang sedang memeluk fira. dan bagai mana raut wajah ardika yang cemas akan kondisi fira yang membuatnya di landa api cemburu. dengan emosi yang menggembu felisha meninggalkan ardika dan fira.


" *lihat aja aku gak bakalan membiarkan kalian bersatu lagi, sejauh ini aku sudah susah payah dan kerja keras agar kalian pisah dan aku gak bakalan membuat nya gagal. kamu hanya milik ku seorang ardika." gumam felisha.


__ADS_1


komentar, saran, dan kritikannya di tunngu terima kasih.


nantikan kelanjutannya....*


__ADS_2