Perjalanan Fira

Perjalanan Fira
bertemu lagi


__ADS_3

terima kasih sebelumnya bagi yang masih mengikuti cerita author.


dan mohon maaf karena cerita dan penulisannya masih banyak kekurangannya.


terima kasih dan selamat membaca...


\==================================


setelah pendonoran darah selesai dan setelah istirahat beberapa jam asthon pun masuk ke ruangan freya di sana nampak fira yang sedang duduk di samping ranjang freya dan bi ani yang duduk di sopa.


"bagai mana keadaannya?" asthon.


"sudah membaik tapi belum sadar" fira.


"ayo kita makan dulu, kamu pasti belum makankan?" asthon.


" tidak usah terima kasih, kamu aja sendiri" fira.


" kamu harus makan agar kamu ada tenaga untuk jagain freya" asthon membujuk fira, tanpa menjawab fira pun mengangguk.


" bi nitip dulu freya sebentar" ujar asthon sebelum mereka keluar dan bi ani pun mengiyakan nya.


beberapa langkah menuju kaffe rumah sakit fira melihat seseorang yang tak asing baginya. namun fira tak memperdulikan keberadannya walau pun dia ingin tau kenapa dia di rumah sakit ini.


setelah mencari tempat kosong kini fira dan asthon pun duduk di atas kursi dan menunggu hidangan yang sudah di pesannya.


tiba tiba ada sebuah tangan yang menepuk bahunya, fira pun menoleh dan ternyata dia orang yang di lihatnya beberapa waktu lalu. tanpa di persilahkan duduk laki laki itu duduk di samping fira.


"kenapa kau duduk di sini?" fira.


"kenapa tidak boleh? bukankah ini tempat umum?"


"tapi masih banyak tempat yang kosong" fira.


"aku maunya di sini sama dengan mu"


"sadang apa kau di sini dengannya?" mengarahkan pandangannya pada asthon


"seharusnya aku yang bertanya seperti itu" fira


"aku ada urusan di sini"


"terus kenapa kamu masih di sini?" fira.

__ADS_1


"kenapa tidak boleh?"


"tidak boleh!" fira dengan nada ketus.


"apa hubungan mu dengannya?" pandangannya yang tajam tertuju pada aston.


" apa pun hungannya ku dengannya semua itu tidak ada hubungannya dengan mu" fira.


"aku tidak suka kamu dekat dengan laki laki lain selain aku"


"terserah aku dekat dengan siapa pun itu bukan urusan mu" fira.


"tapi aku masih mencintai mu dari dulu sampai sekarang dan kamu hanya milik ku, apa kau tau selama ini aku mencari mu dan ternyata kamu ada di sini"


" sudahlah! kau bukan siapa siapa ku, jadi ku harap tolong jangan temui aku lagi" fira.


"oke aku tau kalau aku salah, aku minta maaf, waktu itu aku terpaksa meningalkan kamu karena sesuatu hal" asthon memegang tangan fira dengan eratnya namun fira segera melepaskannya.


"aku tidak perduli soal itu, semua itu hanya masa lalu dan tidak ada hubungannya dengan ku" fira bicara tanpa menoleh pria yang ada di sampingnya. sedangkan asthon hanya tersenyum sinis melihat sosok pria yang ada depannya.


tiba tiba seseorang datang dan berdiri di depan zhafran.


" bagai mana apa ada hasil?" tanya zafran


" ia pak, menurut informasi bu kirana (istri zafran ibu kandung dari finley, fannan dan freya) meninggal dunia setelah melahirkan dan ke tiga anak nya di serahkan pada teman bu kirana, namun tidak ada informasi soal teman bu kirana pak"


"jadi selama ini kamu sudah menikah?"


"iya, maafkan aku"


" kenapa minta maaf pada ku?"


" karena aku tidak jujur sama kamu fir, tapi sungguh aku sangat mencintai mu"


" sejak kapan kamu menikah?"


"beberapa bulan sebelum aku menjebak mu?"


"apaaa?"


" ya, maafkan aku"


" waktu itu aku dalam proses perceraian tapi ternyata dia hamil jadi aku terpaksa meningalkan mu, di luar dugan dia malah kabur dan menghilang tanpa jejak dan aku tidak menemukannya" fira tak berkata apa apa fira benar benar tak menyangka akan sesuatu yang dia baru ketahui. fira pun meninggalkan zafran dan di susul oleh asthon. saat zafran hendak mau mengejar fira, asthon terlebih dahulu mencegah nya. zafran pun tidak bisa berbuat apa apa.

__ADS_1


setelah sampai di ruangan freya asthon berpamitan pada fira dan bi ani karena ini sudah larut malam di tambah ada urusan yang penting yang harus di urusnya.


pagi pun tiba, setelah semalaman fira tidak bisa tidur karena kenyatan yang baru dia ketahui, bingung, gelisah, takut, bersalah, semua tercampur aduk.


bingung antara memberi tahu zafran atau tidak bahwa anak anak yang di carinya ada pada nya.


gelisah karena takut akan ketahuan zafran kalau anak anak yang dia cari ada pada nya.


takut jika zafran tau, dia akan mengambil anak anak dari pelukannya. apa fira egois karena tidak mau menyerahkan anak anak nya? karena tidak mau kehilangannya walau pun dia sudah mendapatkan surat kuasa dari ibu kandung nya namun tetap saja rasa takut akan kehilangan anak anak membuatnya egois.


plash back....


saat fira hendak menemui kirana di ruangannya ternyata di dalam ada seorang pria yang sedang berbica dengan kirana. saat fira hendak akan menutup kembali pintunya kirana memanggilnya.


"fira kenalkan ini pengacara ku, dia yang akan mengurus surat hak asuh anak anak yang ku serahkan pada mu, maaf sebelumnya aku tidak berbicara terlebih dahulu pada mu soal rencana ku ini, aku minta maaf. aku sungguh berharap kamu mau membesarkan anak anak ku, karena tidak ada yang dapat aku percayai dan aku percaya pada mu, walau kita hanya bertemu beberapa kali, tapi sungguh rasa nya aku nyaman dan percaya pada mu"


"aku tidak masalah soal itu, tapi bagai mana dengan keluarga mu dan suami mu?"


"aku tidak punya keluarga, yach hanya kaka ku seorang tapi dia begitu sibuk, aku takut anak anak ku terbengkalai, soal suami ku, aku sudah berpisah dengan nya, dan aku tidak mau menyerahkan anak anak ku pada nya mau pun pada keluarga nya"


"apa kau yakin akan menyerahkannya pada ki? bagai mana jika suatu saat mereka mengbilnya dari ku?"


"aku kan sudah membuatkan surat hak asuh dan surat kuasa yang di tanda tangani oleh ku"


plash back of....


bersalah karena fira merasa anak anak nya kehilangan ibu nya dan tidak mengenal ayah kandungnya karena dia. karena ayahnya lebih memilih meninggalkan istrinya dan lebih memilih mengejar nya.


semua perasaan itu bercampur menjadi satu daalam hati dan pikirannya.


"mommy" suara freya yang parau membuat lamunan fira buyar dalam sekejap.


" sayang kamu sudah bangun nak?"


" ya mommy"


"syukurlah" fira sambil mengecul puncak kepala freya


"bibi akan panggilkan dokter nenk" ucap bi ani seraya melangkahkan kaki nya ke luar.


" sayang kamu jangan banyak bergerak"


" mommy sakit" keluh freya yang memegang kepalanya.

__ADS_1


"yang sabar ya sayang, sebentar lagi kamu pasti sembuh, makan dulu yak nak" tanpa membantah freya pun makan dengan di suapi ibu nya.


tak lama kemudian dokter pun datang dan memeriksa keadan freya. dokter menyatakan freya dapat pulang jika kondisinya bener benar membaik.


__ADS_2