
benerapa hari kemudian...
"mommy kapan freya pulang? freya sudah bosan tinggal di rumah sakit, kangen kaka kaka freya" rujuk freya.
" kamu kan tiap hari video call sama kaka kaka mu, sayang" fira.
" ya tapi aku mau ketemu mereka" freya.
" ya tapi entar kalau udah sembuh kan bisa ketemu" fira.
" aku mau nya sekarang" freya.
" sayang kamu harus dengerin kata kata mommy, kalau dokternya bilang boleh pulang , baru kamu boleh pulang, makanya kamu harus banyak makan dan minum obat dengan teratur sayang" ucap sani yang berdiri di samping fira dan freya hanya cemberut tanpa berkata lagi.
tiba tiba pintu terbuka dan masuklah seseorang pria...
" daddyyy" ucap freya yang bahagia melihat sosok pria yang baru di kenalnya beberapa hari yang lalu. namun entah kenapa freya begitu dekat dengannya padahal freya bukan tipe anak yang cepat akrab dengan orang dewasa apa lagi yang baru di lihatnya beberapa kali.
" hai sayang lihat daday bawa apa untuk mu" seraya menyodorkan sebuah boneka taddy bear yang begitu lucu dengan ukuran besar dan freya begitu senang dengan hadiahnya.
" waahh freya suka daddy, thank you daddy" seraya memeluk bonekanya. pria itu pun mengecup puncak kepala freya dan fira hanya memperhatikan bagai mana pria dewasa itu memperlakukan freya.
" bagai mana keadaan mu nak?" freya hanya cemberut dan berkata "baik daddy tapi freya gak boleh pulang dulu padahal freya udah membaik dan freya bosan tinggal di rumah sakit, freya ingin pulang"
" kamu harus sembuh total dilu sayang, baru boleh pulang, atau kamu mau pindah ke rumah sakit lain?"
__ADS_1
" sebaik nya kamu jangan berlebihan, ini dua kali freya pindah rumah sakit dan kamu memutuskannya sendiri tanpa memberi tahu ku" ucap fira dengan kesalnya.
"aku hanya ingin yang terbaik untuk putri ku"
"berhenti bicara yang tidak tidak, freya putri ku bukan putri mu" ucapfira dengan ketusnya.
"aku tau, tapi sebentar lagi freya akan menjadi putri ku, karena apa? karena kita akan segera menikah bukan?" dengan senyuman liciknya.
"ya ampun, kamu selalu saja berkata seperti itu, berapa kali ku katakan aku tidak mau menikah dengan mu, jadi tolonglah berhenti bicara yang tidak tidak, jangan pengaruhi putri ku" dengan sedikit emosi.
"iya mommy, mommy menikah aja dengan deddy, deddy orang nya baik ko" ucap freya yang polos.
"tuh kan freya udah ngedukung ku, jadi bolehkan aku menikahi mu?" mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda fira.
" tidak, anak ku bukan hanya freya masih ada fannan dan fanley. dan aku yakin kamu tidak akan bisa membujuk kedua putra ku itu, jadi kamu jangan berharap" dengan memberi penekanan pada akhir katanya. pria itu pun menoleh pada gadis kecil yang tangan mungilnya sedang di genggamnya.
" tentu saja daddy, freya akan membantu daddy membujuk kakak kakak freya" dan pria itu hanya mengangkat ibu jarinya ke atas.
"sayang jadi kamu akan mendukung nya? bukan mommy?" fira terheran.
" tentu mommy, freya akan mendukung daddy karena freya ingin punya daddy seperti teman teman freya" ucap gadis yang masih berusia 4 tahun yang begitu polosnya. sedangkan fira tidak dapat berkat kata lagi.
pria itu pun berkata "anak pintaarr" sambil mengusap kepala freya.
" maaf bapak ko di panggil daddy sama freya?" pertanyaan sani yang ingin di tanyakannya dari tadi saat melihat bos nya masuk ruangan freya dan ternyata bosnya itu begitu dekat dengan freya dan bahkan mengajak fira menikah dengan terang terangan di depan freya.
__ADS_1
" kamu? kenapa kamu ada di sini?" tanya asthon yang baru menyadari kehadiran sani. sebelum sani menjawabnya fira terlebih dahulu bertanya "kamu kenal dengannya?"
" pak asthon itu bos saya mbak" ucap sani
" haii manis" ucap sem mengedipkan matanya beberapa kali pada sani yang baru datang dengan kedua tangannya yang penuh dengan bungkusan makanan dan minuman. orang orang yang ada di ruangan itu pun menoleh pada sem dan menatapnya, sem hanya cengengesan karena di perhatikan.
bagai mana tidak perhatikan baru saja masuk sudah menggoda sani tanpa memperhatikan sekitarnya.
" maaf bos, ini pesanan nya bos" sem pun menyimpan makanan nya di atas meja.
"kalian makan dulu!" seru asthon.
dua hari kemudian...
freya sudah di ijinkan pulang namun masih harus tetap kontrol. kini freya, fira dan sani berada dalam taksi, sepanjang perjalanan freya tak hentinya berbicara ingin melakukan ini ingin melakukan itu seakan akan ingin membayar waktu yang telah hilang selama di rumah sakit.
seakan akan baru terbebas dari ruang lingkup yang begitu membosankan baginya. fira dan sani hanya menjadi pendengar setia freya dan sesekali tertawa akan perkatan freya yang terkadang lucu bagi mereka bahkan supir taksi pun tak kala ikut tertawa mendengar celotehan gadis mungil itu.
waktu begitu terasa cepat dan kini sampai lah mereka di rumah. di depan pintu terlihat bi ani, fanley dan fannan yang sedang menunggu kedatangan mereka. begitu freya keluar dari mobil ke dua kakak itu langsung berlari dengan kencang menghampirinya dan memeluk adik bungsu mereka.
beberapa minggu bagi mereka seakakn akan satu tahun lamanya mereka begitu merindukan adik bungsunya itu bagai mana tidak merindukan karena mereka tidak bisa menjahili adik pungsunya itu, tidak ada yang merengek ingin ikut main bola, tidak ada yang merengek ketika kaka kakanya bermain sepeda karena freya selalu ingin ikut kakak kakanya main sepeda padahal dia sendiri punya sepeda, banyak hal yang tak dapat di ceritakan dari ketiga sodara kembar itu.
setelah puas berpelukan mereka pun masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang keluarga. freya menceritakan bagai mana banyak nya obat obatan yang begitu pahit yang harus di minumnya tepat waktu, makanan yang rasanya hambar, rasa ngilu karena jarum influs, dan juga menceritakan sosok asthon yang di panggilnya dengan sebutan daddy, dan sem yang menurut freya begitu lucu karena sem selalu membuat gadis mungil itu tertawa.
di ruangan itu begitu di penuhi gelak tawa dari anak anak yang membuat fira begitu merasa bahagia dan penuh syukur karena tuhan mengirin nya tiga malaikat kecil di kehidupannya dan berharap kebahagian ini tidak akan hilang dari kehidupannya.
__ADS_1
tak lama kemudin bel pintu berbunyi, fira oun melangkahkan kakinya menuju pintu dan membukanya. saat pintu terbuka dengan lebarnya fira terkejut melihat orang yang ada di hadapannya itu.