
terima kasih sebelumnya bagi yang masih mengikuti cerita author.
dan mohon maaf karena cerita dan penulisannya masih banyak kekurangannya.
terima kasih dan selamat membaca...
\==================================
asthon sadar akan kecerobohan fira yang membuatnya tertawa kecil sedari tadi saat fira meninggalkannya tanpa berkata apa pun dan berlalu meninggalkannya dan kini fira sudah berada di hadapannya.
" ada apa kenapa kau kesini lagi? apa ada sesuatu?" pura pura tidak tau dengan senyum yang mengejek.
"sial kenapa aku bisa sebodoh ini sich" grutu fira dalam hati. " kembalikan ponsel ku"
asthon menggodanya "ponsel?"
" iya ponsel, cepat berikan pada ku"
" baiklah, tapi duduklah dulu ada yang mau aku bicarakan dengan mu" raut wajah yang begitu serius.
" aku ke sini hanya untuk mengambil ponsel ku, bukan mau bicara dengan mu, bukan kah aku sudah mengabulkan keinginan mu untuk makan malam dengan ku" masih dalam pendiriannya.
" yach tapi itu tidak cukup, ada yang mau aku bicarakan ini penting"
fira pun duduk kembali "baiklah ku beri waktu 5 menit cepat katakan!"
asthon menghela napas dalam dalam mengumpulkan keberaniannya karena takut di tolak lagi "menikah lah dengan ku!"
fira membulatkan mata dengan sempurnanya dengan penuh emosi "dasar gila"
" aku serius, oke, aku akan beri waktu untuk berfikir"
fira pun mengambil ponselnya yang ada di tangan asthon, entah apa yang ada di pikiran asthon sehingga dia dengan beraninya mengajak fira untuk menikah bahkan jika di ingat ingat pertemuan mereka hanya beberapa kali.
beberapa hari pun berlalu asthon pun masih saja mengganggu fira dengan berbagai alasan walau pun dia tau kalau dirinya pasti di tolak mentah mentah oleh fira namun asthon selalu punya cara agar bisa bersama fira.
kini waktu menunjukan pukul 13:45 waktu setempat tampak fira meninggalkan butik dengan tergesa gesa setelah mendapat telpon dari seseorang.
menunggu di pinggir jalan berharap ada taksi yang lewat namun seakan akan di permainkan taksi tak kunjung datang satupun. dengan terpaksa fira berjalan kaki menelusuri jalan sambil menunggu taksi. akhirnya dapat juga taksi tanpa menunggu lama fira masuk kedalam taksi dan memberi tahukan alamat yang di tujunya dalam perjalanan fira begitu hawatir dan resah tidak tenangkan diri.
__ADS_1
akhirnya dalam beberapa menit sampailah fira di sebuah rumah sakit yang ternama. begitu keluar taksi fira berjalan dengan cepat menuju ruangan ugd di sana sudah ada bi ani yang duduk di kursi tunggu.
" bi bagai mana keadaannya?"
" tidak tau neng dari tadi belum ada yang keluar"
" sebenar nya apa yang terjadi?"
" sewaktu main di taman non freya mengejar bolanya yang ke jalan raya dan ternyata ada mobil yang lewat, katanya supir itu mengantuk makanya tidak sadar ada ank kecil, tadi udah di bawa ke kantor polisi"
"terus susternya ke mana kenapa tidak jagain freya ci bii?"
" bibi juga gak tau, mungkin karena takut susternya malah kabur, untungnya ada mamah nya temen non freya yang ngenalin ci non dan langsung telpon ambulan bibi juga di kasih tau sewaktu non freya udah ada di rumah sakit"
terlihat seorang suster keluar masuk rungan tanpa memberi tahukan apa yang terjadi di dalam sana dan tak lama dokter pun keluar dari ruangan.
" orang tua pasien?"
"saya dok"
" anak ibu masih dalam keadaan kerisis dan membutuhkan donor darah namun di rumah sakit ini stok darahnya hanya sedikiy karena golongan darah yang langka, saya berharap keluarga ibu ada yang sama dengan golongan darah anak ibu"
" kami akan berusaha mencari golongan darah yang sama di rumah sakit yang lain semoga bisa mendapatkannya karena begitu langka, ibu berdo'a saja dan tolong hubungi kerabat ibu semoga salah satu dari mereka ada yang memiliki golongan darah yang sama"
"baik dok terima kasih" dokter itu pun meninggalkan fira, sedangkan fira dan bi ani masuk kedalam ruangan freya. di nampak freya yang terbaring tak sadarkan diri. perlahan fira mendekatkan dirinya dapa gadis kecil itu dan duduk di atas kursi di damping ranjang.
melihat freya yang berbaring yang tak sadarkan diri membuat dirinya teringat akan putrinya yang sudah tiada. di genggamnya tangan mungil freya dengan rasa takut akan kehilangan seorang putri yang ke dua kalinya. tak terasa air matanya bercurcuran membasahi pipinya.
" sayang kamu harus kuat demi mommy dan kakak kakak mu, mommy tidak mau kehilangan lagi cukup satu kali mommy kehilang putri mommy, mommy tidak mau kehilang mu atau kaka kaka mu, kamu harus bertahan! mommy akan melakukan segala hal agar kamu bisa mendapatkan pendonor tapi kamu harus tetap bertahan sayang, selama ini mommy bertahan hidup karena ada nya kalian, kalian penyamangat hidup mommy, kalian yang mampu membuat mommy tertawa, bahagia dan sehingga mommy bisa melupakan masa lalu mommy yang begitu menyakitkan" air matanya bertambah deras mengingat bayangan bayangan masa lalunya yang sampai saat ini masih membekas rasa sakit dalam hatinya.
bi ani berdiri dan berjalan mendekati fira yang dari tadi menangis tak hentinya.
" sabar nenk, non freya anak kuat dia pasti sembung nenk"
\=====
dua hari sudah freya tak sadarkan diri dan belum mendapatkan donor darah sedang kan stok darah nya sudah habis, fira sudah berusaha mendatangi beberapa rumah sakit namun tidak mendapat hadis bahkan fira meminta bantuan orang orang yang di kenalnya namun hasilnya masih sama tidak ada yang cocok satu pun. kini fira hanya pasrah menunggu pertolongan tuhan dan berharap ada keajaiban untuk gadis kecilnya.
sebelum masuk ruangan freya, ada seseorang yang memanggil nama fira. fira pun menoleh ke arah suara tersebut.
__ADS_1
" kau?"
"ya, aku"
" sedang apa kau di sini"
" baru cek up kesehatan, kamu sendiri kenapa di sini"
" freya lagi di rawat di sini"
" kenapa anak itu?"
" kecelakan"
" apa parah?"
" yang jelas freya sedang butuh darah tapi stoknya terbatas dan harus mencarinya"
" bagai mana kalau aku mendonorkannya?" ucapnya yang yang membuat fira terheran tanpa ragunya dia menawarkan menjadi pendonor padahal dia sendiri tidak menanyakan golongan darahnya. bahkan dia tidak menanyakan siapa freya? seakan akan dia tau segala hal.
" kenapa bengong? darah ku pasti akan cocok untuknya"
" kenapa kamu segitu yakinnya?"
" kenapa engga?" walaupun ada sedikit keraguan tapi fira tidak menolaknya, dan tanpa menunggu lama fira pun pergi menuju ruangan dokter. setelah keruangan dokter mereka pun menuju ruang lep untuk mencocokan darah asthon dan freya.
setelah beberapa jam akhirnya tes nya keluar dan ternyata benar apa yang di katakannya tadi bahwa golongan darahnya sama.
"bagai mana dok?" tanya fira yang penasaran.
" berdasar kan hasil tes nya cocok bu, dan tuan ini dapat mendonorkan darahnya setelah beberapa tes yang lalu"
ada sedikit kerutan di sudut bibir fira setelah mendengar penjelasan dokter "terima kasih banyak dok"
"sama sama, silakan bapak dan ibu ikuti saya!" fira dan asthon pun mengikuti fokter itu untuk mengambil darah asthon.
kini asthon berbaring di atas ranjang dengan selang influs di tangannya dan fira pun menemani laki laki itu.
" terima kasih" asthon tersenyum bahagia pasalnya fira memegang tangannya tanpa di minta. padahal selama ini fira selalu menolak segala sesuatu yang di minta laki laki itu.
__ADS_1
setelah pendonoran darah selesai dan setelah istirahat beberapa jam asthon pun masuk ke ruangan freya di sana nampak fira yang sedang duduk di samping ranjang freya dan bi ani yang duduk di sopa.