
beberap bulan kemudian kini kandungan fira menincak 9 bulan dan sekarang berada di salah satu kota di negara amerika di sini fira bekerja pada temannya yang juga bergulat di bidang fashion di sini juga fira sudah di sediakan sebuah rumah, walaupun tidak besar tapi cukup untuknya sani dan juga bi ani. fira beruntung karena di perlakukan baik oleh rekan kerjanya yang kebanyakan orang indo.
keterpaksaan fira meninggalkan negara asalnya di karena tidak mau terus terusan di ganggu mantan suaminya yang sering datang ke bandung dan tak sering pula menginap di sana. walaupun dengan terang terangan fira menolak dan mengusirnya namun ardika begitu keras kepala. hanya keluarga nina yang tau keberadannya. sedangkan yang lain fira tidak memberi tahukannya karena takut mereka akan memberi tahukan keberadaanya pada ardika.
sedang kan laki laki yang bernama zafran dia menghilang seakan akan di telan bumi setelah menemuinya beberapa kali di bandung namun fira tidak memperdulikan hal itu kereba baginya itu tidaklah penting.
tempat baru, lingkungan baru, dan kehidupan baru di mulai dari sekarang setelah apa yang di laluinya akhirnya beban itu terlepaskan.
kini fira betada di sebuah rumah sakit yang cukup terkenal, untuk memeriksakan kandungannya, tiba tiba seseorang menabraknya
"sorry I am not intentionally, are you okay?"
"I'am fine" ucap fira.
wanita tersebut pun membantu fira membereskan isi tasnya yang berserakan. tanpa basa basi mereka pun berjalan ke arah tujuan masing masing. setelah oemeriksaan kandungan, sang dokter mengatakan bahwa keadaan bayinya sehat dan baik baik saja membuat hati fira merasa lega dan tenang.
dalam perjalanan pulang pandnfan fira tertuju pada wanita yang menabraknya tadi sedang berjalan kaki tepat di depannya.
"hi we meet a gain (hai kita bertemu lagi)" sapa fira dengan menyentuh pundak wanita di depannya, wanita itu pun menoleh ke arah fira
"what a coincidance (kebetulan sekali)"
"want to cros? let's be the same (mau menyebrang? ayo kita sama sama)" setelah melirik kana kiri merek pun menyebrang dengan saling bergandengan tangan. pertemuan mereka yang baru pertama kali entah kenapa membut mereka merasa nyaman seakan akan sudah lama saling kenal.
beberapa detik kemudian sebuah mobil melintas dengan begitu kencang yang entah dari mana datangnya setika membuat dua wanita itu tersungkur pada aspal. fira yang perutnya terbentur merasan sakit di bagian perutnya. fira berteriak kesakitan yang luar bisa darang keluar mengalir dari selangkangannya. sedangkan wanita yang satunya lagi tak sadarkan diri setelah kepalanya terbentur.
kerumuna orang datang menyelamatkan dua wanita itu, sedangkan mobil yang menabraknya kabur entah kemana. beberapa saat kemudian ambulance datang dan membawa mereka kerumah sakit. kini mereka berada di rumah sakit yang baru saja mereka tinggalkan beberapa menit yang lalu. beberapa suster terlihat sudah siap menyambut kedatangan mereka di lobi rumah sakit.
di ruang icu para dokter dan suster sedang berusaha keras menyelamatkan hidup dari dua orang ibu. seketika terdengan suara tangisan bayi yang menggema di ruangan icu.
para suster membawa bayi itu yang begitu cantik dan tanpan untuk di bersihkan dan di periksa lebih lanjut. setelah melewati masa krisis mereka kini sudah berada di ruangan inap dan fira sudah di temani bi ani yang langsung datang setelah mendapat kabar kecelakaan fira. sedangkan sani berda di ruangan bayi melihat bayi bayi yang baru saja lahir mereka terlihat begitu lucu dan menggemaskan.
setelah beberapa jam tak sadarkan diri kini fira sudah terbangun dan langsung mennyakan keadan bayinya setelah merasakan perut yang datar.
" bi bagai mana ke adan bayi ku? boleh kah aku melihatnya " fira.
" tenang benk, bayinya selamat dan sekarang sedang di rawat karena kondisinya agak lemah akibat benturan" bi ani
"syukurlah aku takut kehilangan dia bi, dan bagaimana ke adan wanita yang bersama ku bi?" fira.
"dia baru sajamelewati masa kritis dan baru saja di pindahkan ke ruang inap" bi ani.
"bolehkah aku melihat nya" fira.
__ADS_1
"boleh tapi nanti setelah kedaan mu lebih baik" bi ani. fira pun mengikuti perkatan bi ani.
sekarang keadaan fira semakin baik dan fira langsung menemui dokter untuk menanyakan keadaan bayinya dan akhirnya fira bisa melihat bayinya, megitu terasa sakit melihat bayinya dengan berbagai alat medis yang menempel pada tubuh mungil itu yang terlihat lemah. "kamu harus kuat na demi mommy" gunam fira dalam hatinya. tapi setelah melihat 3 bayi lainnya begitu sehat dan aktip membuat fira merasa tenang.
fira pun menemui wanita yang sama sama korban tabrak lari. setelah di ruangannya ternyata wanita itu keritis lagi setelah beberapa waktu yang lalu sadarkan diri. namun naasnya wanita itu tidak terselamatkan setelah kritis yang ke dua kalinya. tapi fira masih beruntung karena beberapa waktu yang lalu fira sempat berbicara dengan wanita itu dan membahas sesuatu.
3 bulan kemudian...
setelah seharian bekerja fira semakin di sibukan dengan ke baradaan bayi bayinya. bahkan di sabtu dan minggu pun fira kerja. dia harus banting tulang untuk mendapatkan uang agar bisa membiyayai finley adlan, fannan adlin, freya azhura dan terutama farren a**z**nin yang harus selalu di bantu oleh alat alat medisnya yang tentunya harus menguras banyak uang, namun keadaan farren masih saja sama.
kini fira sedang berada di rumah sakit, tepat nya di depan ruangan farren dan ada dokter yang menemani fira. dokter menjelaskan bahwa fareen harus di oprasi, walau kemungkinan untuk sembuh hanya 10%. namun itu membutuhkan dana yang sangat besar namun kini fira sudah tidak memiliki uang lagi karena tabungannya sudah habis di pakai pengobatan fareen.
di rumah fira nampak sedang memperhatikan ke 3 bayinya yang sedang tertidur pulas setelah beberapa saat yang lalu minum susu. di temani bi ani dan sani yang baru datang.
"bagai mana ke adan fareen mba?" sani.
" fareen kondisinya memburuk dan harus segera di oprasi tapi..." fira.
"tapi apa mba?" sani.
"oprasinya membutuhkan bayak uang" fira.
" aku punya tabungan, mba pakai aja" sani.
" terus gimana mba?" sani.
"tidak ada cara lain, mba harus pulang dulu ke indo, dan mbak akan minta bantuan ardika, bagai mana pun ardika adalah ayah biologisnya" fira.
"mbak yakin" sani.
" mbak yakin, untuk saat ini mbak gak boleh egois, walau mbak tidak yakin apa ardika akan membantu mba atau tidak, yang jelas mbak akan mencobanya terlebih dahulu" fira.
"kapan mbak ke indo?" sani.
" besok pagi dan malamnya mbak langsung pulang ke sini" fira.
"semoga mbak berhasil" sani.
"iya terima kasih san, mbak nitip dulu anak anak!" fira.
"iya mbak gak usah khawatir aku dan bi ani akan jaga anak anak" sani.
\=====
__ADS_1
setelah beberapa jam menempuh perjalanan kini fira sudah berada di jakarta tepatnya di kantor ardika, karena ini waktu kerja ardika pasti di kantor itulah yang ada di pikiran fira.
"permisi bisa saya bertemu dengan pak ardika atdmaja?"
" maaf apa anda sudah membuat janji?"
"belum tapi ini darurat"
"ya udah anda bisa menunggu sebentar, saya aKan menanyakannya terlebih dahulu" seru bagian recepsionis " maaf nama anda siapa?" sambungnya.
"fira"
setelah menunggu sebentar fira pun di panggil...
"maaf bu fira, pak ardika ternyata sudah pulang tadi siang"
" ya udah terima kasih" fira pun bergegasan pergi dari kantor itu. tanpa menunggu lama fira sudah menaiki taksi dan melaju menuju rumah ardika.
kini fira meninjakan kakinya di rumah yang dulu dia tempati "masih sama seperti dulu tidak ada yang berubah sedikit pun" gumam fira dalam hati. fira pun meneken bel pintu beberapa kali dan akhirnya ada yang membukakan pintu nya itu.
" bu fira? silahkan masuk bu!" seru bi inah.
"terima kasih bi"
" silahkan duduk" setelah duduk di ruang tamu fira melihat beberapa bingkai foto, terlihat mereka seperti keluarga yang bahagia dengan seorang anak di tengah tengah mereka.
"bi apa ardika ada di rumah? boleh kah saya bertemu dengannya?"
" ada bu sebentar saya panggilkan" bi inah pun naik ke atas dan beberapa menit kemudian bi inah kembali di susul oleh ardika dan felisha yang sedang menggendong anak kecil.
"ada apa kakak kemari?" felisha.
" ada yang mau aku omongin sama ardika"
" ada apa kalau mau ngomong cepat karena kami ada urusan" ardika
" aku butuh bantuan mu ard bisakah kamu membantu ku?"
" membantu apa?"
" aku butuh dana untuk oprasi farren dan aku sudah tidak punya uang lagi"
" kenapa kamu memintanya pada ku? seharusnya kau memintanya pada ayah dari anak itu!" mendengar ucapan ardika yang sampai saat ini tidak mengakui anak nya membuat fira merasakan sakit hati, mungkin ini kesalahannya kerena berharap ardika bisa membantu.
__ADS_1