
terdapat konten dewasa......
jangan lupa like dan komentnya..
karena merasakan perubahan sikap fira yang menjadi dingin ardika langsung mengejar fira. " sayang" ucap ardika yang memanggil fira namun fira tidak menghiraukannya. setelah melewati beberapa ruangan masuklah ardika kedalam kamar ceklek terdengan suara pintu tertutup setelah menutup pintu ardika naik ke atas ranjang dan merebahkan tubuhnya di samping fira yang sudah berbaring.
perlahan ardika menyibakan ramput fira ke atasnya agar memudahkan bibirnya beraksi di belakang tengkuk fira, perlahan namun pasti mulai dari tengkuk kini pindah ke bahu dengan tangan kanan yang sudah *** payudara fira dengan lembut nya. dengan perlahan membalikan tubuh fira dengan perlahan sehingga mereks berhadapan seketika mata mereka saling beradu pandang satu sama lain.
tak menunggu lama ardik mengecup bibir ranum fira perlahan dan lembut, merasa ada balasan dari fira, ardika langsung melahapnya dengan gairah yang semakin panas sedangkan tangannya berusa melepas pakaian rumah fira, setelah melepas pautannya sejenak kini fira sudah terlepas dari pakainyannya kini hanyalah bra dan cd yang menempel pada tubuh nya itu. tanpa menunngu ardika langsung mendaratkan bibirnya pada leher jenjang fira dengan meninggalkan beberapa kissmark disana, kini pokusnya beralih pada benda kenyal di atas dada milik fira, perlahan di kulum dan di hisapnya dengan tangan yang satunya lagi memainkan puncak benda kenyal itu, karena merasa tidak tahan ardika membuka semua pakaian yang di gunakannya. beserta membuka bra dan cd fira.kini mereka sudah sama sama polos tanpa sehelai benang pun yang menempel.
perlahan ardika membuka paha fira dengan lebarnya, terus memenamkan kepalanya di atas inti fira, perlahan lidahnya bermain, menjilati dan menghisap area sensitip fira, sehingga membuat fira melengkuh dengan membusungkan dadanya ke atas. setelah selesai dengan permainan di area sensitip kini ardika kembali mendekati wajah fira dan langsung melumat habis bibir pira... perlahan tangan fira beralih pada adik kecil ardika di kocoknya perlahan dan bertambah ritmenya semakin kencang, kini beralih fira yang menggulum dan menjilati adik kecil ardika dengan lihainya.
karena merasa sudah tidak tahan ardika menarik bahu fira agar sejajar dengan nya dan langsung membalikan posisi sehingga fira kembali di bawah dan ardika di atasnya. perlahan ardika menuntun adiknya agar masuk ke dalam lubang kenikmatan milik fira. perlahan demi perlahan akhirnya adik kecil ardika sudah terbenam di dalam surga dunianya.
kini gerakan maju mundur yang ardika lakukan semakin cepat dan semakin panas sehingga fira mendapat pelepasannya dan di susul oleh ardika. ardika ambruk di atas tubuh fira tanpa melepaskan adik kecilnya dari liang inti fira.
terdengar suara napas mereka yang memburu karena kelelahan di kecup puncak kepala fira oleh ardika " terima kasih sayang" ucap ardika lirih dengan lemasnya dan di lepaskanlah adik kecilnya dari liang inti fira. dan ardika memeluk fira dalam tidurnya.
tepat pukul 06:30 ardika sudah terbangun melihat istrinya masih terlelap, ardika hanya memandanginya dengan bibir melengkung tersenyum, " tau kah kamu sayang aku sangat mencintai mu, awal nya aku marah dan benci saat aku melihat mu dengan laki laki lain di sebuah kamar hotel tanpa pakaian, bahkan aku melontarkan kata kata yang pastinya membuat mu sakit hati, tapi semakin aku menjauhi mu semakin aku tersiksa, aku gak perduli kalau kamu pernah menghianati ku, karena aku juga menghianati mu, tapi akan ku pastikan mulai sekarang kamu tidak akan berpaling lagi dari ku, aku akan berusaha keras agar kamu tetap di sisi ku, walau pun aku bingung dengan felisha dan anak yang di kandungnya di tambah aku tidak tau siapa ayah dari anak yang kamu kandung, tapi aku tidak perduli, yang aku tau kamu hanya milik ku seorang dan aku hanya milik mu" gumam ardika dalam hati. kemudian ardika melumat bibir fira, yang buat fira terbangun dari mimpinya. " pagi sayang " ucap ardika dengan senyiman kebahagiannya dan kembali melumat habis bibir fira, perlahan fira pun membalasnya. ciumanya semakin dalam dan panas. " sayang aku mau lagi" bisikan ardika di telinga fira dengan lirih.
" bukannya semalam sudah? bahkan beberapa ronde, apa tidak capek?" tanya fira dengan seyumannya.
" aku tida akan pernah cape dan tidak akan pernah berhenti jika bersama mu" ucap ardika dengan langsung melahap payudara fira, di gulum, di hisap bahkan di gigit kecil. cukup lama ardika **** payudara fira namun belum juga berhenti seakan candu.
sampai....
" kaka aku mau...." sebelum felisha melanjutkan perkatannya, felisha terlebih terkejut dengan melihat ardika sedang asik **** payudara fira, dengan tangan satunya * payudara satunya lagi. bukannya melepaskan ardika malah terus **** dan * mengabaikan keberadaan felisha.
" sayang hentikan ada felisha" ucap fira, namun ucapannya di abaikan ardika. mungkin setelah bertengkar dan tidak bertemu cukup lama hubungan intim semakin luar biasa rasanya sehingga tidak menganggap orang lain yang berada di sana
__ADS_1
" ada apa felisaha, nanti kaka ke bawah dan kita bicara di sana!?" seru fira sambil menekan kepala ardika seakan senggan untun melepasknnya.
" maaf ka mengganggu" felisha pun keluar dengan wajah yang memerah karena emosi.
" sial kenapa mereka baik baik saja, tidak akan ku biarkan lihat saja nanti" gumam felisha dengan mengepalkan tangannya.
di dalam kamar nampak ardika dan fira melanjutkan aksinya semakin menggairahkan dan semakin panas, setelah selesai dengan kegiatan panas mereka, merekapun mandi bersama namun tidak sekedar mandi saja pastinya mereka mengulangi kegiatan intim mereka di dalam kamar mandi.
beberapa jam kemudian tampak ardika dan fira berjalan bergandengan dengan raut muka yang berseri seri karena sesuatu yang tidak dapat di jelaskan dengan kata kata. sedangkan felisha hanya memandang mereka dengan tatapan yang tajam dengan seyuman yang di paksakan.
" tadi kamu ada perlu apa felisha?" tanya fira yang baru duduk di atas kursi di samping ardika.
" tidak jadi ka, aku lupa mau ngomong apa" ucap felisha.
felisha merasa iri dan cemburu melihat ardika menyiapkan sarapan untuk fira.
" makan yang banyak sayang" ucap ardika seraya menyodorkan piring yang sudah di isi pada fira.
" fel kamu berangkat duluanbya, kaka ada janji dengan kelien"
" iya ka" felisha.
" emang mau ke mana sayang?" tanya ardika.
" ke restoran biasa kita makan" ucap fira.
"ya udah, aku antar"
" gak usah sayang, itu kan beda arah dengan kantor mu" seru fira.
" gak apa apa sayang demi kamu" ucap ardika dengan kedipan sebelah matanya.
__ADS_1
" ya udah ka, aku duluan" felisha
" habiskan dulu sarapannya fel!" seru fira.
" udah kenyang ka" ucap felisha seraya berjalan meninggalkan ardika dan fira yang tidak tahan melihat ardika dan fira.
setelah selesai sarapan ardika dan fira pun berangkat, butuh waktu beberapa menit ke tempat tujuan fira namun karena jalanan macet fira menjadi terlambat. setelah mengantar fira kini ardika pergi meninggalkan fira.
saat fira masuk ke dalam restoran nampak fira sedang mencari seseorang. setelah terlihat orang yang di maksud fira menghapirinya.
" maaf saya terlambat, tadi macet" ucap fira seraya duduk di atas kursi.
" tidak apa apa saya juga baru sampai" mereka pun bercakap capak terlihat keseriusan di raut muka mereka.
" terima kasih atas bantuan nya" ucap fira.
" sama sama, semoga lancar dan sukses"
"terima kasih" ucap fira dengan menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan.
di tempat lain nampak ruangan kantor yang kuar tekstur moderen dengan cat tembok berwarna abu abu dan putih bertanda kepemilikannya seorang laki laki. disana tetlihat seorang perempuan yang sedang menunggu. terdengar suara pintu terbuka ternya itu adalah ardika.
" kenapa lama? aku udah nunggu kamu dari tadi"
" sedang apa kamu di sini?" tanya ardika.
"kenapa aku tidak boleh ke sini?"
" cepat katakan mau bicara apa? aku banyak kerjaan" ucap ardika tanpa basa basi. bukan nya bicara perempuan tersebut malah mendekati ardika dan duduk di pangkuannya dan langsung mekumat bibir ardika.
" apa yang kamu lakukan, lepaskan" ucap ardika berusaha menghindar. namun perempuan tersebut tidak menghiraukan kata kata ardika.
__ADS_1