
di perjalanan anak anak bernyanyi dengan riangnya membuat suasana yang menyenangkan hingga akhirnya sampailah mereka di tempat tujuan dan masuk setelah mengantri untuk mendapatkan tiket masuk ke sebuah kebun binatang.
mereka begitu bahagia bisa melihat dan mengenal berbagai macam binatang mereka berkeliling tanpa mengenal kata lelah.
" sayang istirahat dulu yuk, mommy cape, sekalian kita makan siang dulu ini udah jam dua siang" saut fira pada anak anak.
" tapi freya gak cape mommy, freya masih pengen keliling" protes freya pada mommy nya.
" ya lah kamu gak cape, orang dari tadi di gendong sama daddy" ucap fannan.
" biarin" seru freya dengan menyenderkan kepalanya di bahu zafran
" anak manja" finley dengan nada datarnya.
" ayo kita cari tempat istirahat dulu"
setelah mencari tempat untuk istirahat akhirnya mereka mendapatkan tempat yang nyaman dan tidak terlalu ramai.
setelah menyiapkan tempat akhirnya mereka bisa duduk di atas tikar yang sudah di siapkan. mereka sengaja membawa tikar agar suasana saat makan bersama semakin berarti dari pada makan di atas kursi.
beberapa saat kemudian mereka sudah selesai dengan makan siangnya dan mereka kembali berkeliling lagi.
__ADS_1
mia pov
setelah kepergian fira beberapa taun yang lalu aku tidak pernah bertemu lagi, malau pun kami masih komunikasi lewat email tapi tetap saja aku begitu merindukan sahabat ku itu. setelah menikah dengn very beberapa waktu yang lalu aku berusaha membujuknya agar dia memberi tahu ku alamat fira atau dia mengantar ku menemui fira tapi hasilnya nihil. dia susah sekali di bujuk dan kali ini aku harus bisa membujuk nya. walau pun harus menggodanya toh sekarang dia adalah suami ku, dulu aku tidak bisa membujuknya dan sekarang harus berhasil.
sekarang aku masih berdiri di depan cermin kamar mandiku dengan memperhatikan tubuhku yang memakai lingerie yang tipis dan seksi.
aku melangkahkan kaki ku ke arah pintu kamar mandi sebelum aku membukakan pintu aku menarik napas ku dalam dalam dan menghembuskannya.
perlahan aku membuka pintunya mata ku tertuju pada sosok laki laki yang sedang pokus pada laptopnya perlahan aku menghampirinya dan aku langsung duduk di atas pangkuannya.
"kapan kamu pulang aku kok gak tau" tanyaku basa basi dan dia pun menjawabnya. " sayang kapan kau akan membawa ku menemui fira?" dan aku langsung mengalungkan tangan ku pada lehernya dan aku yakin dia sekarang sedang memandangi kedua gundukan di dada ku karena itu begitu dekat dengan wajah nya. awalnya dia tidak menjawabnya namun aku perlahan memainkan telinganya dengan jari jari lentik ku. " sayang kenapa kau tidak menjawabnya?" dan bia berkata " aku akan menanyakan nya terlebih dahulu pada fira, karena aku sudah janji pada nya tidak akan memberi tahu siapa siapa di mana dia tinggal, termasuk kamu, aku harap kamu mengerti"
" aku tau tapikan itu sudah ber tahun tahun dan aku ingin memberinya kejutan"
" bagai mana apa kau akan membawa ku menemuinya?" aku mendekatkan bibir ku dan bibirnya. ku kecup bibirnya beberapa kali dengan pelan. tapi dia masih saja terdalam dan masih dalam pendiriannya.
sekarang tangannya sudah mulai memainkan salah satu gundukan di dada ku yang masih terbungkus bra dan aku terus membujuk dan membiarkannya bermain di sana. namun dia tetap saja bungkama. dengan kesal aku melepaskan tanganku dari lehernya dan berdiri berjalan menuju kamar mandi.
sebelum aku masuk kamar mandi dia menarik pergelangan tangan ku dan memeluk ku dengan erat.
"mau kemana" tanyanya dengan parau.
__ADS_1
" aku mau ganti baju, aku harus pergi kehotel ada sesuatu yang ketinggalan di sana"
"setelah apa yang kau lakukan pada ku kau akan meninggalkan ku? aku tidak akan membiar kanya. kau harus bertanggung jawab" suaranya begitu lirih dan pelan. aku menelan slavina ku dan berkata "kenapa aku harus bertanggung jawab? emang apa yang sudah aku lakukan?" tanya ku berpura pura polos.
dia berbisik di telingaku "kau sudah membangunkan adik kecil ku sayang" perkatannya membuat ku merasa merinding di sekujur tubuh ku. aku berusaha melepaskan pelukannya namun tenagaku tidak sebanding dengannya. aku begitu terkejut ketika dia menggendong ku dan dia melempar tubuh ku keatas kasur dan tanpa menunggu dia langsung **** ku.
dia memandang ku dengan intens nya membuat wajahku merona merah karena malu. perlahan dia mendaratkan bibirnya di atas bibirku. dia mengecupnya dengan lembut. aku masih berdiam tidak membalas ciumannya. lama ke lamaan kecupnnya berubah menjadi sebuah hisapan. dia menggigit kecil bibir bawah ku sehingga aku reflex membuka mulut ku dan lidahnya langsung masuk kedalam mulutku. lidahnya nenelusuri setiap ruang rongga mulutku dan membelit lidah ku. sedangkan tangannya memainkan salah satu gundukan di dada ku.
bibirnya beralih ke leher jenjang ku di hisapnya di beberapa bagian menjadikannya beberapa tanda kepemilikan yang berwarna merah dengan bentuk yang indah.
" sayang aku sudak tahan" bisiknya di telingaku terasa hembusan napas yang terasa panas.
seketika tubuh ku sudah telanjang bulat tanpa sehelai benangpun yang menempel pada tubuh ku begitu pula pada tubuhnya.
"siap sayang ?" tanyanya dengan parau dan aku pun menngangguk.
ku lihat dia menuntun adik kecilnya itu untuk masuk ke dalam liang kenikmatannya.
" aahhh" saat terasa adik kecilnya sudah berada di dalam liang kenikmatannya. perlahan dia memaju mundurkan pinggulnya dengan tangan yang masih memainkan puncak gundukan di dada ku yang sebelah kanan sedangkan bibir nya bermain di atas bibir ku. napas kami begitu memburu.
semakin lama gerakannya semakin cepat membuat gairah kami semakin memanas. ku lihat dia begitu menikmatinya saat aku menggerakan pinggul ku yang menyambut hentakannya. begitu terasa luar bisa. tidak ku pungkiri aku memang suka dengan aksinya di atas ranjang dia selalu memuaskan ku di atas ranjang hingga beberapa kali aku mengeluarkan cairan kenikmatan.
__ADS_1
malam pun semakin larut setelah beberapa saat kami istirahat setelah pelepasan pertamanya. seakan akan dia tidak puas dengan pergulatan pertama kami, kini dia sudah memulainya lagi tak kalah panasnya. aku hanya bisa meladeninya tanpa mengeluh walau aku sudah kelelahan dengan pergulatan pertama kami.