
Akhirnya setelah berjamaah sholat magrib di musola terdekat rumahku. Aku bergegas kerumah bersama abangku juga A Iky yang ikut serta.
Aku membereskan tempat tidur seperti semula lagi, supaya keadaan tetap terkendali dimana pas waktu pulang nanti bunda tak akan marah marah karna meninggalkan kamar berantakan. Hahaa
Aku abangku dan A Iky berangkat dengan motor terpisah, Abang berboncengan dengan A Iky sedangkan aku sendiri mengendarai motor matic kesayangan bunda, karna motorku dirumah Andika.
Saat ini hujan turun lumayan deras, Aku memakai helm juga jaket hujan.
Sesampainya di rumah kami tak langsung masuk, A iky izin ke warung dulu tak tahu beli apa? kami menunggu di teras rumah sambil membuka jas tanpa membuka helmku.
A Iky tiba dengan membawa kantung keresek kecil warna hitam, Ia langsung mengetuk pintu sambil mengucap salam.
"Assalamualaikum?"
"Wa'alaikumusallam, ya sebentar" ucap seseorang dari dalam sana.
Seketika pintu terbuka dari dalam, pandangan pertama yang aku lihat wajah kagetnya. Mungkin A Iky bawa teman cowok semua mangkanya dia kaget.
Masyaallah cantiknya nambah kalau pake mukenah, ia memandang kami bertiga dengan tatapan aneh dan melayangkan pertanyaan.
"kenapa bawa anak buah a?" sambil bersedekap dada.
Inara tak curiga ataupun tau ini aku, Padahal aku sering pakai helm dan jaket ini saat sekolah.
Kirain bakalan langngsung mengenali diri ini tapi nihil dia tak melirik sekalipun, aku melewatinya ekor mataku melihat ke arahnya.
Ahh itu bib*r jangan dipaju pajuin ara, suka gak kuat lihatnya, umur ku mungkin belum sepadan untuk orang dewasa namun aku tetap pria normal dan punya akal sehat.
Mungkin ia kesal mangkanya ia cemberut dengan lucunya, Aku masih melihat gerak geriknya dari bibir tangga dekat ruang tamu.
Iya geleng geleng kepala lalu masuk ke kamarnya, Aduh manisnya kamu sayang.
Aku menaiki tangga ke atas sambil membuka helm dan meletakannya di meja dekat pintu kamar, Rasanya senang melihatnya membuka pintu dan memakai mukenah.
Coba kalau tersenyum mungkin aku orang bahagia memilikinya, udah baik cantik sholeh pula tentunya sayang pasangan.
Aku membuka pintu pandangan pertama yang aku lihat A Iky rebahan dikasur sambil menyetel musik DJ online dilaptopnya, sedangkan abangku rebahan dikasur berbulu dibawah. Aku melewati abangku dan duduk diranjang.
Wangi lavender di kamar A Iky membuatku nyaman, perlahan aku berbaring dan terlentang menatap langit langit, sampai suara teriakan dari bawah mengganggu gendang telingaku, aku kembali duduk.
"A...... A Iky"
Wih suaranya kencang banget, dikira pendiam dan anggun ternyata bar bar dan cerewet juga ya ini orang.
A Iky bergegas bangun lalu turun tergesa gesa ke bawah.
Aku tak tahu yang diucapkan A Iky di bawah sana karna tak terlalu ku dengar. Berisiknya musik DJ dari laptop A Iky yang menyala.
Pintu kamar terbuka dari luar ternyata A Iky kembali lagi ke atas dan nongol di depan pintu.
"Bro ke bawah yu, Inara buatin kita cemilan" A Iky mengajak kami.
"Wah bagus dong enak hujan hujan ngopi cemilan" Sela abangku sambil beranjak dari rebahannya dan berlalu.
"Tunggu woy gue matiin laptop dulu" Ia berucap dan membuka pintu lebar lebar.
Lalu ia masuk ke dalam melewatiku dan mengambil laptopnya mematikannya juga menyimpannya di meja dekat kaca.
"Ayo bro malah diem disitu lu, katanya kenal sama ara" A Iky masih di ambang pintu, ia mengajak kembali agar aku turun kebawah.
"A Iky duluan sama abang aja deh, aku ngangkat telpon dulu dari teman" Alibiku.
__ADS_1
"Ya sudah aku duluan mi"
A Iky menangguk dan menutup pintu lalu turun ke bawah karna aku mendengar derap langkah kaki yang menjauh, dan sampai tak terdengar lagi mungkin sudah sampai di bawah sana.
Wangi masakan yang tercium baunya nyampe sampai atas dan menggapai hidungku, ah rasa laparku pun meronta seketika.
Duuuh Inara masak apa sih? Aku beranjak dan bergegas turun kebawah, ku kantongi si layar persegi panjang itu ke saku celanaku.
Sampai di bawah Abang dan A Iky bercanda sambil makan gorengan buatan Inara namanya tahu gejrot yang menggugah selera.
Lantas aku duduk dihadapan mereka berdua dan menyomot gorengan itu satu.
Pas aku gigit rasanya pedas, gurih dan enak tentunya pas banget dilidah, dasar Istri idaman masakannya enak bikin nagih. Sama kaya orangnya bikin candu, aku mengambil satu gelas teh yang masih mengepul dan mencium wangi aromanya.
Aku teguk perlahan rasanya sangat hangat, melegakan juga memabukan. mungkin yang membuatnya yang bikin memabukan mah Fahmiii🤣.
Tau aja yaa nih si ayang cemilan pas saat hujan. Aku tersenyum dan mengambil hpku di saku celana depan, aku duduk bersandar di sandaran kursi.
Aku kembali menekan nama yang bertuliskan 'My Queen' aku memulai percakapan kembali, ternyata sedang online aku tersenyum jahil.
[Kenapa belum tidur cantik?] terkirim centang dua warna biru.
[Belum ngantuk mi]
[Oh ya? katanya tadi udah ngantuk] balasku lagi.
Ya tadi sebelum ngechat Inara aku berbincang bincang dulu dengan A Iky, Berbasa basi menanyakan yang masak tahu gejrot ini sudah kekamarnya katanya mengantuk.
[kamu cantik kalo pake mukenah💕]
[Tau dari mana juga?]
Dasar ya gak ngeuh juga, aku kodein, aku sebutin juga ia cantik pake mukenah ya udah aku usilin saja sebut ia dengan sebutan sayang, bakal gimana reaksinya.
Hy harusnya kamu yang mastiin tinggal kamu terima pasti hubungannya bagus dan sehat juga pasti😁 ah dasar author gaje.
Aku menyimpan layar persegi panjang itu dimeja, kini aku ikut nimbrung bersama Abang dan A Iky ngebahas ceweknya Abangku yang katanya culunnya mintak ampun dan diledekin terus oleh A Iky yang membuatku tertawa terbahak bahak.
Lagi enak enaknya ketawa terdengar suara gaduh dari kamar Inara.
Duk... Duk... Duk...
Seketika tawaku dan tawa A Iky bungkam, aku panik dan berdiri takut Inara kenapa napa tapi keduluan A Iky.
A Iky berlalu menuju pintu kamar Inara, Akupun membuntutinya karna penasaran
"Ada apa ra?" tanya A Iky pelan.
Tok... Tok... Tok...
A Iky mengetuk pintu kamar, tapi tak kunjung dibuka dari dalam.
"Ra ada apa? Ini aa di depan pintu kamar kamu" tanya A Iky lagi dengan paniknya.
"Nggak, gak ada apa apa itu tadi ada kecoa, Inara takut dan lompat lompat" Jawab Inara dari dalam.
"Sekarang gimana, kecoanya masih ada gak? Aa masuk ya" A Iky maksa banget, mungkin khawatir ara kenapa napa.
"Kecoanya udah pergi kok, Nggak gak usah ara gak papa. Lagian ara mau tidur ngantuk"
A Iky berbalik dan merangkul Abangku akupun melangkahkan kaki dan mengikutinya dari belakang kembali ke ruang tamu.
__ADS_1
"Bro masih mau dimakan gorengannya atau dibawa ke atas?" memandang kami berdua.
"Bawa aja ke atas, kita makannya di atas aja ky" Jawab abangku sambil mengangkat gelas teh miliknya.
Aku ingin beranjak namun ku urungkan.
"A Iky aku minta izin ketemu Inara sebentar ya, mau minta E-mail yang diperaktikan besok di sekolah aku belum kerjain".
"Emangnya kamu kenal?"
"Kenal lah kan sekelas"
"Oh yaudah, chat dulu atau telpon dulu takutnya sudah tidur dia kebo banget kalo udah ke alam mimpi"
"Iya A, thank you" ucapku lalu aku duduk kembali.
"Eh iya mi nomernya ada gak?"
"Ada ini di group kelas"
Aku beralasan padahalkan dari kemarin pun kita chatan A, bahkan telponan sama VCan sekalipun pernah malah tak terlewatkan.
A Iky berlalu ke atas membawa nampan dan gelas teh miliknya, Abangku sudah tak terlihat mungkin sudah dari tadi naik tapi aku tak menyadarinya.
Aku mengecek gawaiku lagi, aku tersenyum manis melihat nama 'My Queen' masih Online.
Aku mulai membuka percakapan kembali lewat chattingan dengannya, membuatku senyum senyum sendiri saking bahagianya dan tak ku sadari aku berjalan menuju pintu kamarnya.
Aku mengajak dia supaya keluar dan ngobrol kepastiannya diluar.
Pintu terbuka dari dalam, Inara keluar sambil senyum kikuk mungkin ia tak percaya bahwa aku di depan pintu kamarnya dan akupun menuntunnya untuk duduk dikursi.
Sangat cantik walau tak berhias bib*r mungil berwarna merah muda alami, rambut diikat asal dan terlihat leher jenjang putih mulusnya. Ia memakai switer kebesarannya.
Aku mengatakan maksudku, Intinya aku menembak Inara yang kedua kalinya dan menyatakan cinta untuk kesekian kalinya.
Ternyata Jawabannya "Iya aku menerima kamu" ucapnya sambil terus menunduk.
Hah aku fikir aku semenakutkan itu Inara, sampai lawan bicaramu ujung meja aku disini sayang disampingmu.
Meskipun begitu aku tetap bahagia saat ini, akhirnya Inaraku menjawab dan membalaskan cintaku, Ahh Inara sayaaang.
Aku menyentuh pundaknya supaya berbalik menatapku, alhasil Inara beralih menghadapku dan menatap mataku dengan penuh haru dan rasa cinta.
Aku tatap balik juga dengan perasaan yang sama seperti Inara, tak terasa aku mendekat. Inara malah menggigit bib*r bawahnya, ah aku malah tergoda sudah pasti rasanya sangat manis.
Inara malah menyentuh dada bidangku, aku malah semakin terpancing tapi aku Ingat batasanku tak akan melakukannya lebih, aku masih anak sekolahan bukan om om berdasi pada umumnya.
Aku memegang tangannya, tapi tak kusadari dan tak terkendali aku malah menci*mnya. Cup..! satu kecupan mendarat di bib*r ranum milik Inara.
"Manis" Ucapku kelepasan.
Tak tahu malunya aku berucap kata 'Manis' kala Inara melototiku bukannya merasa bersalah aku malah tersenyum kepadanya.
Hah Inara maafkan aku, aku terlalu khilaf dan tak kusadari saat melakukan itu, dan garis besarnya terlalu menggoda atas apa yang kamu gigit tadi.
Lantas aku berpaling ke arah lain dan menjauh menormalkan detak jantungku yang berdegup kencang, Haah intinya aku bahagia sekali terima kasih Inara 'I Love You' .
.
.
__ADS_1
Sudah dulu ya maaf gaje, baru permulaan🙏
Next Part💖