Perjalanan Gadis Kampung

Perjalanan Gadis Kampung
Part 27


__ADS_3

Sampai di lantai atas Tuan Vino tak langsung duduk di meja kebesarannya. Ia menatap jendela kaca dengan senyuman mengembang dan merogoh gawainya di saku jas miliknya.


Ia membuka layar tersebut muncul orang yang ia cintai Istri beserta Alvin sewaktu bayi dalam gendongan dirinya, Tuan Vino menekan nama Kontak *Alvin* .


Tut.. Tut.. Tut.. Tak ada jawaban dari sebrang sana sampai panggilan ke tiga kalinya barulah sang anak mengangkatnya.


[Hallo, ada apa sih yah! Alvin males ngobrol tau ganggu saja] nada Alvin sedikit galak di sebrang sana.


"Ya tuhan! anak siapa ini orang tua nelpon bukannya senang atau salam dulu. gak sopan Alvin" ucap Tuan Vino tegas.


[ Emm Assalamualikum? Ada apa ayah telpon siang siang begini, apa ada hal penting. Atau mau nyuruh lagi supaya bunda tak merajuk?!] Tanya sang anak kembali.


"Waalaikumusalam. Nah gitu dong baru anak ganteng Ayah, Nggak ayah cuma berpesan kamu belajar yang giat dua tahun lagi ayah akan mewariskan perusahaan ini sama kamu" pesan sang ayah tegas.


[What? dua tahun lagi. trus kuliah Al gimana ayah, ayah ngada ngada deh pegang perusahaan sendiri itu harus ada bekalnya dong masa lulusan SMK langsung jadi CEO, ayah suka aneh aneh saja] jelas Alvin ngegas.


"Ya kan sambil kuliah Al. Lagian ayah mau hadiahkan dia yang kamu idamkan! Pasti kamu gak bakalan nolak"


[Hadiah apaan, pasti ayah jodohkan Al lagi dengan wanita wanita anak teman Ayah yang berpakaian kurang bahan itu lagi kan?]


"Bukan lah, ia sosok berlian yang ayah temukan dari tumpukan batu kerikil. Terlihat dekil namun saat kamu poles nanti akan berkilauan dan bersinar cahaya akan rembulan malam" ucap Tuan Vino Serius.


[Halahh Ayah puitis sekali sekarang! iya iya nanti Al poles lagi deh, kalau menurut Ayah bagus]


"Good Job Boy! Ya sudah ayah tutup telponnya ya" Tuut, sambungan pun terputus scara spihak karna Tuan Vino lebih dulu mematikannya.


'Ahh dasar anak ini, menyuruh anak buah ayahnya mencari wanita sedang hamil pula. cari saja sendiri anak muda biar ku sembunyikan dulu berlianmu' batin Tuan Vino duduk dikursi kebesarannya dengan gagah.


Sedangkan Alvin sekarang tengah selonjoran di dekat kolam renang dengan berkecamata hitam dengan masih mengenakan celana seragamnya ia hanya bertelanjang dada.


Ia sempat kesal setelah panggilan dari Tuan Vino diputus scara sepihak. dan ia masih bertanya tanya apakah berlian itu sungguh berharga sampai sang ayah mewariskan kepada dirinya


"Tak biasanya ayah begini, pasti ada yang tak beres mungkin sudah direncanakan! Saat ulang tahunku tak sperti ini kenapa tiba tiba memberi hadiah"


Gumam Alvin pelan ia membuka kecamatanya dan duduk dengan tegak mengambil benda persegi itu kembali stelah ia lempar ke atas meja tadi setelah bertegur sapa lewat telpon dengan Ayahnya.


Ia tersenyum saat layar pertama saat dinyalakan foto Inara yang ayu. Alvin berselancar di dunia maya melihat dan mencari lagi akun 'Inara Ramdhania' apakah akunnya sudah digunakan lagi atau belum.


Ternyata nama yang ia cari masih belum muncul juga Alvin menghela nafas dan berucap 'Ah sial kenapa sih belum kamu gunakan lagi'.


Alvin tak berhenti disitu ia masuk ke Instagram, TikTok, Twitter namun yang ia cari tak ditemukan juga. Alvin pasrah dan masuk lagi ke aplikasi sebelumnya.


Ia melihat lihat status teman temannya dan Video video kocak lainnya sampai ia cekikikan sendiri di ruangan kolam tersebut. Melupakan kegundahannya lewat video dalam gawai mahalnya.


Di tempat lain Anak laki laki berusia 18 tahun dengan masih dibaluti seragam itu tengah duduk dikursi caffe dengan seorang wanita cantik dan manja tak lain Yolanda bersama Fahmi.

__ADS_1


Sepulang sekolah mereka biasanya tak langsung pulang, sepasang kekasih yang sudah merajut kasih satu bulan lebih itu selalu mengahabiskan waktu berdua setiap pulang sekolah.


Karna Yolanda tak diijinkan keluar malam malam oleh orang tuanya, jadi ia bisa meluangkan waktunya sepulang sekolah saja, karna malamnya ia diharuskan belajar belajar dan belajar.


"Yang, kenapa sih akir akhir ini kamu jadi agak cuek. gak sehangat sebulan yang lalu" tanya Yolanda dengan nada manjanya.


"Ah kata siapa, dari kemarin gini gini aja deh" ucap Fahmi menatap sang pacar.


"Iya aku perhatiin kamu banyak melamun, banyak diemin aku dan jarang bales chat aku" tanya nya lagi sedikit bergelayut dilengan Fahmi.


"Aku kangen sama kamu, tiap malam minggu teman aku pada keluar cuma pacar aku yang sibuk dengan buku bukunya! bosan tau ketemunya siang mulu gak dapat jatah kissnya" ucap Fahmi pelan ditelinga Yolanda.


"Ishh mulai dasar kamu ya gak dikasih kiss sehari saja diemin akunya sampai seminggu. Gak lucu tau" Yolanda cemberut dan mencubit lengan Fahmi pelan.


"Hahahh iya iya maaf sakit tau" Fahmi sok kesakitan dan mengelus tangannya.


Ya akhir akhir ini Fahmi menglami gejala sperti orang hamil, malam suka bergadang dan pagi pagi muntah. ia menyukai rujak perujakan kadang ia manjat pohon mangga demi memakan diatas sana dengan lahapnya.


Stiap Fahmi mengingat sang mantan ia hanya dibaluti bayang bayang jerit inara saat iya gagahi waktu itu, iya tak pernah menyesalinya telah membobol anak gadis orang.


'Kapan lagi dapet perawan boy! legit menggigit pula, ah Inara andai dulu pakai pengaman sekarang kita akan terus mengulang nikmatnya dunia dan gigitanmu' batin Fahmi kala sang pacar disampingnya.


Ayalnya buaya tetap buaya meskipun pacar sendiri disampingnya tetap otaknya memikirkan wanita lain dan pikiran ngeresnya.


Membuat ia furstasi dan selalu membuat rencana dan segala hal supaya sang pacar bisa keluar bermalam dengannya.


Treng.. teng teng!!! Anggap saja suara telpon.


Yang berbunyi gawai milik Yolanda gagas iya menjawabnya. "Waalaikumsalam, iya ma Yolan pulang sekarang".


Sambungannya ia matikan dan yolanda menatap sendu Fahmi karna panggilan dari orangtuanya sudah menandakan bahwa ia harus segera pulang.


"Yang maaf sebentar. Besok besok lagi ya!" ucap Yolanda manja plus sok imutnya.


"Emm ya gak papa asal...." ucap Fahmi terpotong.


"Asal apa ih, Emm antar yah! mang supir lagi libur hari ini" senyumnya mengembang.


"Asal dibayar dengan ini" Fahmi menunjuk bibirnya yang sexy.


"Aiih bisa aja, ya sudah ayok" Yolanda bergegas berdiri.


"Kamu gak cinta sama aku yang" ucapan itu Fahmi layangkan kepada Yolanda.


"Kamu ngomong apa sih, aku cinta lah sama kamu cinta banget malah" Yolanda duduk kembali dan mencubit pipi Fahmi dengan gemas.

__ADS_1


"Kalau cinta masa pacar minta k*ss gak di kasih, kamu udah lupa loh rutinitas itu" sela Fahmi so' lemah.


"Iya iya nanti kalau dapet gang sepi aku kasih vitamin, sekarang ayok kita pulang dulu. Oke" ucapnya meyakinkan Fahmi.


"Siap sayang, kamu terdepan" jawab Fahmi dengan senyuman predatornya.


Fahmi berjalan ke parkiran menggandeng tangan sang pacar dengan mesra, ia celingak celinguk mencari WC yang prabayar namun nihil tak menemukannya kebanyakan WC umum.


Akhirnya mereka meninggalkan tempat itu dengan kuda besi beroda dua, Fahmi melewati jalanan sepi mungkin ke rumah Yolanda akan semakin jauh karna berputar, ia dari tadi tak mendapatkan tempat sepi atau WC prabayar.


"Yang kamu kok pake jalan ini, makin jauh tau" Tanya Yolanda dengan nada keras.


"Gapapa sekali kali kita jalan jalan yang, nanti juga nyampe rumah kok gak bakalan ngabisin waktu banyak! kalaupun telat kamu bilangin aja ke mama kamu jalanan macet. Oke" jawab Fahmi berteriak.


"He'em iya sayangkuuu" balas Yolanda memeluk punggung Fahmi dengam mesra.


****


Beda lain dengan si ibu hamil satu ini, iya tengah selonjoran disofa depan tv menyaksikan Film Tom And Jerry dengan ketawa ketawa renyahnya didalam rumah sunyi itu.


Ya jam 5 siang tadi Inara dibolehkan pulang dan tidak di ijinkan untuk lembur, apalagi bermalam dikantor sperti yang lainnya.


Inara merasa aneh namun ia selalu berpikiran positif terhadap orang orang disekitarnya. Ia memanfatkan waktu itu untuk beristirahat merilekan tubuhnya dan memanjakan anak dalam kandungannya dengan makanan bergizi.


Sudah hampir 3 bulan Inara bekerja diperusahaan itu dengan mendapatkan gaji yang cukup untuk dirinya dan anak juga tabungan persalinannya sudah ia siapkan.


Inara sempat membeli gawai kecil persegi cukup untuk dunia hiburan logo Facebook saja, tidak ada Whatsapp atau aplikasi trendi lainnya.


Ia membuat akun baru bernama 'Cahaya Kecil' itu hanya nama samaran sementara. stelah anaknya lahir ia akan menggantinya dengan nama anaknya sendiri.


Semua orang kantor kini sudah mengetahui identitas Inara bahwa ia gadis yang sudah hamil karna perutnya yang membesar dengan berjalannya waktu, usia kandungannya sudah 6 bulan.


Namun karyawan, stap, OB atau Office girls sekalipun tak ada yang menindas atau merendahkannya. Karna dibelakang Inara ada yang melindunginya yaitu Tuan Vino.


Tanpa sepengetahuan Inara Tuan Vino mengumumkan bahwa Inara bukan gadis hamil diluar nikah, ia gadis bersuami dan suaminya meninggalkan wanita hamil itu dan selain itu juga Tuan Vino mengaku bahwa Inara anak Temannya yang ingin hidup mandiri tanpa bantuan orang tuanya.



π™Žπ™–π™£π™œπ™–π™© π™žπ™’π™ͺ𝙩 𝙗π™ͺ𝙠𝙖𝙣 π™¨π™ž π™žπ™—π™ͺ π™π™–π™’π™žπ™‘ 𝙨𝙖𝙩π™ͺ π™„π™£π™žβ™₯︎


.


.


Next PartπŸ’–

__ADS_1


__ADS_2