Perjalanan Gadis Kampung

Perjalanan Gadis Kampung
Part 04


__ADS_3

Tiba di rumah


Inara duduk di teras dekat pot yang tadi pagi disimpen kunci, mebuka sepatu sambil bernyanyi riang. "ehh kok sepi, pada kemana? emang belum pulang yah si atu jam segini".


Inara bergumam pelan, karna rumah masih sepi dan kunci masih ada ditempatnya. Itu pertanda orang rumah belum pulang ke rumah. Aneh memang sedangkan jam sudah jam 13:30 WIB.


Inara masuk "Assalamualikum Wr Wb" salam inara saat masuk rumah. sepi tak ada yang menyahut kan para penghuninya belum pulang semua baru inara yang pulang duluan.


Inara masuk kamar dan berganti pakayan, lalu duduk ditepi ranjang mini tempat ternyaman saat menyelami mimpi waktu malam tiba, Inara mengucek ngucek mata lalu menguap sambil merentangkan tangan.


"Ah lelahnya seharian jalan kaki sambil nyeloteh gak jelas sama si cungkuk" gumam Inara sambil mengambil hp di meja nakas dekat ranjang.


Mengambil benda canggih lalu menyalakannya ke mode data, ada satu panggilan tak terjawab dari mamah. Inara tekan panggil balik siapa tahu ada hal penting.


Tuuuut, panggilan pertama belum di angkat.


tuuut "Halo Assalamualikum mah" Saat tersambung inara langsung salam.


"Iya Waalikumsalam sayang, gimana kabarnya anak gadis mamah?"


"Allhamdulillah inara baik mah, mamah gimana sama bapak sehat sehatkan dikampung?"


"syukur atuh sayang. Allhamdulillah kita sehat walafiat sayang". ucap mamah lagi.


"Mamah lagi apa? tumben nelpon diwaktu inara belum pulang sekolah, ada hal penting apa mah?" tanya inara sambil basa basi.


"Nggak ada sayang, mamah sama bapak kangen aja gak ada hal penting apapun. Ya udah syukur kalo kamu sehat, mamah tutup telponnya mau pengajian udah ketinggalan ya sayang"


"Oia atuh, ya yaudah inara tutup telpon dari sini ya, Assalamualikum mamah" salam inara.


"Iya Waalikumusalam sayang" tuuuut, sambungan terputus sepihak tentunya dari inara.


Inara rebahan sambil scroll-scroll dunia hiburannya. di akun facebook Inara Ramdhania tetntu miliknya pribadi. Inara senyum senyum sendiri dikala melihat akun sahabatnya yang bersetatuskan "My bestie" Fhoto mereka dikala jajan seblak diwarung mbak rahma siang tadi.


Inara menulis dikolom komentar akun @Riyan Futri "Kenapa dibikin status bego, malu muka gue burik bestie💖" Isi komentar Inara dan dibumbui emot love.


"Kita burik berdua sayang, namanya pulang sekolah pasti belom mandi dodol🤣" balas riyan ditambahi emot ngakak.

__ADS_1


Inara tersenyum lalu mengscrensut status riyan, Inara mengscroll kembali melihat komentar komentar di status riyan. Ada yang mencolok oleh akun @Fahmi FK "Sebelah kanan🖤" begitu isi komentarnya, diakhiri emot love warna hitam.


Inara tersenyum kembali ia tahu yang kanan itu dirinya, inara melihat balasan komentar Fahmi FK.


[Lu naksir mi sama cewek kampung, gak salah liat gue pake love love segala gitu] Akun bernama @Dina Fw.


[Iya bener kata si dina mi, Facar lu yang bohay di kemanain tuh?] @Yeni SH.


[Mungkin si Fahmi kurang kerjaan men-temen, jadi deketin si cewek udik dari kampung itu. Selera lu rendahan sekarang mi?] @GinaBucieen


Tak ada balasan dari sangempu, bener kata yang lain inara dari kampung udik kucel pula, senyum inara menghilang dikala komentar komentar buruk tentangnya bermunculan.


Tiiiiiiing


[Udah sampai rumah ra?] Pesan baru dari akun @Fahmi FK.


Inara cuma membaca pesannya saja tanpa ingin ia balas, karna inara sadar ia dari kampung bener yang dikatakan ciwi-ciwi dikomentar akun sahabatnya itu. Inara mengabaikannya, kembali scroll mencari yang asik di layar canggihnya itu.


Sedangkan fahmi sudah ada pacar bohay pula. "sebaiknya abaikan sajalah nanti dikatain pelakor sama pacarnya kalau ladenin si fahmi" gumam inara.


Tiiiiing!


[Inaraaaaa.. cuek mulu perasaan, dibaca doang kagak di bales sakit tahu online lagi] dari orang yang sama yang chat barusan.


Akhirnya Inara bales chat fahmi dengan tambahan penjelasan, biar tidak mengganggunya lagi.


[Ngapain sih mi, chat chat aku terus? ganggu tau. chat aja pacar kamu ntar dia marah sama kamu, udah sana aku sibuk] isi pesan inara, inara masih dalam mode mengetik.


[Kalo udah punya yang bohay jangan dianggurin mi, pas kehilangan baru tahu rasanya kayak gimana. Bukannya gamau diganggu juga aku ngehargain hubungan kalian biar nggak renggang cuma gara gara kamu chat aku terus-terusan. disekolah juga kita ketemu aku gak mau jadi yang dikatain teman Facebook kamu, dikatain pelakor padahal gak tau apa apa udah ya jangan chat chat aku lagi] Terkirim centang biru dua.


Isi pesan inara mungkin Fahmi sedang membaca balasan pesan inara, ada yang sakit dihati inara padahal cuman kasih penjelasan biar nggak ada salah paham kedepannya.


Inara melamun kembali, ada rasa menghangat sebenarnya dikala Fahmi tersenyum, Menatap juga perhatian kecilnya. Ah inara bingung perasaan apakah itu? Inara menggelengkan kepalanya sambil bergumam "jangan gila inara, ngelamunin apa kamu gak jelas banget"


tiiiiiing


[Kenapa ngomong gitu ra? emang kata siapa aku punya yang bohay. ketemu juga belum emang ada buktinya aku punya pacar?] pesan baru, balasan fahmi ke inara.

__ADS_1


[Gak tau, pokoknya aku gak mau jadi perusak hubungan orang] balas inara, sambil cemberut.


Inara kesal menyimpan layar canggihnya dinakas kembali, tanpa mematikan datanya Ia beranjak meninggalkan kamar berlalu ke halaman belakang. Melihat pekerja sambil berjalan cepat dan masuk duduk di mesin paling ujung sambil cemberut.


"Kemana bang rais teh? gak masuk kerja lagi?" Tanya inara ke salah satu pekerja didepannya.


"gak tahu juga ra, katanya sih nganter bapaknya berobat dari kemarin kan sakit sakitan" jawab nya.


Inara beroh ria saja tanpa mau bertanya tanya lagi, karna moodnya sedang down. Inara menyalakan mesin melanjutkan pekerjaan tadi malam yang belum selesai.


***


Sore tiba


tak terasa sudah jam 5 sore, inara beranjak dan mematikan mesin. Lumayan dapet satu kodi kerah kemeja, ditempat sudah tak ada pekerja emang waktunya istirahat jam Ashar waktunya sembahyang.


Inara membuka pintu yang menyambungkan halaman belakang ke rumah, tapi terkunci perasaan tadi tak dikunci gumam inara sambil mengingat ngingat kembali.


Inara tak habis akal dia keluar lewat pintu samping yang biasa dilalui pekerja, untungnya terbuka inara menuju pintu utama rumah umi, motor sudah terparkir berarti abah sudah pulang sepatu si ratu juga sudah keliatan.


"Dari mana teh? kirain abah main dirumah riyan" tanya abah sambil memangku laptopnya.


"dari halaman belakang bah" aku menjawab sekenanya dan berlalu ke kamar.


Abah cuman ber oh ria aja yang masih inara dengar tanpa bertanya apa apa lagi, dikamar si ratu dikerubunin selimut mungkin tidur tak inara hiraukan. inara keluar lagi membawa handuk dan masuk ke kamar mandi.


Selepas dari kamar mandi inara mengerjakan panggilan yang maha kuasa, meski sudah jam 5 lewat, yah daripada nggak dikerjakan sama sekali biarpun telat inara kerjakan karna wajib.


.


.


Segitu dulu ya teman baik💖


.


.

__ADS_1


Next part😊


__ADS_2