Perjalanan Gadis Kampung

Perjalanan Gadis Kampung
Part 12


__ADS_3

Bulan berbulan, hari perhari dan jam perjam 6 bulan sudah perjalanan cinta mereka. Kini hubungan Inara dan Fahmi sedang tidak sehat, banyak konflik yang terjadi.


Dari mulai masalah orang ketiga, masalah kecil di perbesar. Inara tak menyangka Fahmi berubah drastis setelah apa yang dilakukan sesuatu yang merugikan diri Inara.


Menghancurkan masa depan gadis yang menginjak usia 18 tahun itu.


Inara tak menyangka juga bila manisnya pacaran ada ujung perpisahan dan menjadikan orang satu sama lain, tak akur kembali seperti dulu.


Hubungannya belum berakhir namun seakan akan manisnya kebersamaan akan menjadi sebuah kenangan bagi Inara.


Sahabat Inarapun iba mendengarnya, bahwa kekasih yang Inara anggap seseorang yang Setia ternyata menamparkan sebuah luka berpaling dan meninggalkan jejak rasa yang amat sakit yang tak akan mungkin lagi Inara dapatkan.


Semua telah terjadi dan tak mungkin kembali, Perjalanan gadis kampung yang tak beruntung soal asmara dan cintanya.


Rugi jika anak gadis sudah kehilangan mahkotanya di luar pernikahan, orang yang dianggap akan melindunginya, orang yang dianggap akan menjaganya kini telah merusak masa depannya.


Inara melamun menangisi dirinya, namun sudah tak ada air mata yang keluar dari pelupuk matanya. Kejadian sebulan yang lalu menyadarkan dirinya akan satu hal, bahwa Fahmi tak tulus mencintainya itu bukan cinta, tapi Obsesi.


"Bodohnya kamu Inara percaya akan bualan laki laki berengsek seperti dia, aku benci dirinya aku benci" gumam Inara sambil memukul mukul dadanya yang terasa sesak.


Cinta yang menurutnya indah tak terbayangkan akan seperti ini, dulunya Fahmi sangat mencintainya juga berusaha mendapatkan Inara dengan susah payah itu cuman kedok semata.


Selain ditinggalkan dengan jejak oleh sangkekasih Inara pun dikhianati akan manisnya cinta ia tak setia dan berpaling.


Fahmi berpaling kepada wanita yang bernama Yolanda Martha, gadis cantik dan smart dengan lesung pipi dan tubuh mungilnya. Ia manis dan manja, Murid tetangga sebelah jurusan tata busana.


Siapa yang tak terpesona dengan kecantikan dan kepintarannya, semua gurupun terhipnotis dengan keahlian belajar dan kemampuannya dalam pelajaran apapun.


***


Flasback On


Sebulan yang lalu


Pulang sekolah Inara tak langsung keluar gerbang ia berteduh dipinggiran pos jaga dekat gerbang karna hujan mulai turun dan ia menunggu Abah karna paginya sudah berjanji pulang dengan Abah lagi.


Murid yang lain sudah berhamburan untuk pulang ke rumah mereka masing masing, Sahabat Inara sudah pulang lebih dulu karna di jemput oleh ayahnya.


"Kenapa diluar neng, sini masuk hujannya sudah turun, dingin" Ucap pak satpam penjaga gerbang.


"Iya pak" Inara mengangguk dan masuk ke dalam duduk di ruang tunggu.


"Nunggu pak Ahmad lagi Neng Ara?"


Inara cukup mengangguk saja karna satpam itu sudah tahu perihal Inara dan Pak Ahmad adalah Keluarga.


Titiiiit


Suara klakson itu, Gagas Inara mengintip dari bayangan kaca ternyata benar itu kekasihnya, Lantas Inara pun berpamitan kepada satpam lalu keluar.


"Permisi ya pak, itu diluar ada teman saya" ucap Inara.


"Oh ya silahkan Neng" Pak satpam pun tersenyum dan menganggukan kepalanya.


Inara berjalan perlahan menuju orang yang dicintainya, ia tersenyum begitu manisnya setibanya Inara di hadapan Fahmi, Fahmipun membalas senyuman Inara.


Fahmi sungguh keren juga sangat membagongkan di mata Inara, Rambut yang ditarik ke atas dengan memakai jaket warna hitam seragam putih dengan dasi hitamnya.


Laki laki itu seakan akan ingin wanitanya bertekuk lutut meminta iya untuk tetap bersamanya, ya Fahmi selalu mengutamakan style karna wanita selalu ingin kekasihnya rapi tampan juga wangi tentunya.


" Ayo... Sayang" Suara Fahmi lirih ampir tidak terdengar oleh Inara.


"Apa hemm?" Inara melipat tangan di dada, sambil menaikan alisnya.


"Ayo pulang aku anterian ya" Ajakan Fahmi mampu membuat Inara celingak celinguk.


"Kamu yakin? gak bakal ketahuan?!"


"Gak bakal sayang, semua murid sudah pada pulang" Ucap Fahmi yang kata sayangnya ia kecilkan suaranya.

__ADS_1


"Ayolah, Aku bela belain pulang duluan dan nunggu diperempatan sana mastiin semua orang sudah pada pulang, yaaang" Fahmi merengut karna Inara belum mengiyakan ajakannya.


"Bukan mau nolak mi, tapi tadi udah janji sama abah kalau pulangnya bareng lagi" Ucap inara dengan tenangnya.


"Apa apa? mi siapa itu mi, makin berani ya sekarang awas hukumannya berat loh" sergah Fahmi dengan senyum jahilnya.


Waah otak Inara langsung bergeser nih, mulai gak beres nih orang kalau ada kata hukuman. Inara bergidig mengingat hukuman yang Fahmi berikan ketika menyebutkan namanya dengan mi.


Hukumannya suka aneh aneh, lah pasti kalian tahulah kalau hukuman masa masa pacaran itu seperti apa?


"Ayo dong pulang bareng, kamu tuh ada aja alesannya yang" Fahmi terus mendesak Inara dengan ajakannya.


"Iya.. Iya sekarang kamu diem disini, aku mau pamit dulu ke dalam ok. jangan kemana mana tetap disitu" tunjuk Inara lalu berlalu sambil kumat kamit.


Saking kesalnya Inara kepada Fahmi mendesaknya ingin pulang bareng dengan kekeuhnya, akhirnya Inara masuk ke ruang guru tanpa salam.


"Bu permisi Pak Ahmad beres rapatnya jam berapa ya?!"


Tanya Inara kepada guru yang sedang duduk menghadapnya dengan memangku laptop berlogo apel digigit, Lantas guru itu menutup laptop mahalnya dan menatap dengan tajam ke arah Inara.


"Mungkin dua jam lagi, ada perlu apa Inara?!" jawab guru itu dan berbalik bertanya.


"begini bu saya mau pulang sudah dijemput teman saya, saya mau pamit ke Pak Ahmad dulu, kan tadi sudah janjian kalau pulanngnya harus bareng lagi, takut nanti nyariin kalau saya pulang duluan" Jelas Inara panjang lebar.


"Siapa yang jemput, teman kamu riyan itu? Ya sudah Ibu bilangin nanti ke Pak Ahmad ya"


"Iya bu, Terima kasih kalau gitu saya perisi, Assalamualaikum" Inara tersenyum ramah lalu keluar.


"Waalaikumusallam, Hati hati"


Inara cukup mengiyakan pertanyaan guru tadi bahwa yang menjemputnya sahabatnya riyan, Padahal bukan.


"berbohong demi kebaikan tidak masalah lah daripada urusannya makin panjang dan ribet" monolog Inara dengan berjalan tergesa gesanya menuju depan gerbang.


Sesampainya di depan gerbang Inara melihat Fahmi yang tersenyum senang ke arahnya.


"Udah dikasih izin?!" tanya Fahmi dengan tatapan hangatnya.


"trus ke siapa?"


"ke Ibu Guru cantik, gak tau siapa karna baru lihat"


"Ya udah kan udah izin, tar juga dikasih tau ke Pak Ahmad ya kan? mana ada guru yang gak amanah" Sergah Fahmi dengan senyuman teduhnya.


Mereka berjalan ke luar gerbang karna Motor milik Fahmi disana, Suasana tempat itu sangat sepi meskipun hujan mulai reda biasanya ramai dengan penjual ketoprak si mang mang gerobak.


Namun sekarang tidak ada lantaran tadinya hujan mungkin sudah pada pulang pikir Inara.


"Ayo naik sayaaaang, duduk yang bener ya jangan lupa pegangan yang kencang" Ucap Fahmi dengan mata genitnya.


"Haah mulai deh Ini orang, kok bisa ada orang seperti ini" gerutu Inara didalam hati sambil menggelengkan kepalanya.


"kenapa kok malah geleng geleng, ayo duduk sayang, sini aku pakein helm kamu dulu" kata Fahmi lalu memakaikannya ke Inara sangat romantis.


"iya iya baweeeel" Inarapun duduk dijok belakang.


Wussh


Kendaraan beroda dua sejenis motor Sport jenis lainnya yaitu Naked Bike itupun berlalu dengan kecepatan rendah, menuju tempat tujuannya.


Kemarin kemarin memakai motor Matic Honda Vario kesayangan bundanya, karna tidak pernah dipakai menjemput sang pujaan hati.


Namun sekarang Ia menggunakan Motor Sport kesayangannya karna dipergunakan untuk menjemput orang tersayang juga.


***


Sekarang Fahmi dan Inara sedang berteduh di warung seblak Mbak Rahma diperempatan jalan.


Karna hujan turun kembali iya memutuskan berteduh disana sambil menunggu hujan reda.

__ADS_1


cekleek


Pintu dibuka dari luar oleh Fahmi, Inara berbalik dengan tatapan bingung dan penuh pertanyaan.


"Kenapa bisa dibuka, kuncinya dari mana yang ini warung orang loh" serentetan pertanyaan Inara layangkan kepada sang kekasih.


"tanyanya satu satu dong, kata siapa punya orang ayok masuk?!"


Fahmi malah mengajaknya masuk tanpa menjelaskan pertanyaan Inara, Ia menuntun tangan sang kekaaih untuk masuk kedalam.


Sesampai di dalam Inara menganga dan menutup mulutnya, ia edarkan pandangannya keseluruh penjuru.


Menakjubkan itu kata pertama yang Inara ucapkan saat masuk ke warung, dilihat dari luar seperti gubuk yang tampak lapuk dengan bilik bilik sudah berubah warna.


Namun sekarang seperti dalam Istana Rapih bersih juga nyaman, berdindingkan warna pink hello kitty.


Yang menjadi perhatian Inara adalah fhoto seorang Wanita dengan baju dinas berlogo tempat ia mencari Ilmu.


"Loh ini Ibu guru tadi yang, saat aku minta izin pulang"


Ucap Inara sambil mendekat ke arah fhoto yang tergantung di dinding, Fahmi mendongak dan menghampirinya juga.


"Itu bundaku sayang"


Jawab Fahmi sambil memeluk Inara dari belakang dengan Posesifnya, lantas Inara terkejut dan berbalik.


"Bunda kamu?! kenapa baru lihat aku, wah malunya aku kalau bertemunya lagi, aku tak sopan yang pas masuk tadi gak ucap salam"


Ucapan Inara panjang lebar ia mengalungkan tangannya ke leher Fahmi sambil cemberut.


"Bunda bukan orang pemarah sayang, biarlah kan sudah berlalu".


"Tunggu deh" Inara melepaskan tangannya dari leher Fahmi namun Fahmi menahannya. "kenapa hemm?!"


"kamu belum jawab pertanyaan aku tadi, ini warung siapa? kenpa kamu punya kuncinya, ini juga ada fhoto bunda kamu. Ayo jelasin kita udah masuk ke warung orang nanti disangka pencuri aku gak mau dipenjara muda muda".


Tanya Inara panjang lebar, ia menantikan jawaban sang kekasih sambil cemberut.


Cup


Fahmi malah mencium Inara dan terkekeh. "Ih malah gitu cari kesemapatan dalam kesempitan, jelasin dulu baru itu". ucap Inara sambil malu malu.


"Iya iya sayang, sambil duduk yuk biar nyaman" Fahmi menuntun Inara duduk di sofa berbulu ukuran sedang meski sempit namun sangat nyaman.


"Kalau sambil selonjoran betah yang kayaknya" ucap Inara dengan mata berbinarnya.


Fahmi berdiri lalu mengitari kursi itu dan jongkok di depan Inara.


"mau ngapain?!"


"mau keluarin yang bawahnya biar kamu bisa selonjoran kan"


Lantas Inara langsung berdiri juga, sreeet, taraa yang bawah sudah terpasang seperti mirip kasur namun tak terlalu besar.


cukup untuk dua orang dewasa berbaring tak luas namun pas. Inara dan Fahmi duduk selonjoran dengan santainya.


"Ya udah kita udah nyaman, kamu jelasin ini warung siapa?! sambil menunggu hujan reda ayo" tanya Inara dengan tak sabarannya.


"Iya iyah ih bawel banget, Ini itu warung bunda cuma dikelola oleh mbak rahma, Mbak Rahma itu adiknya bunda. Aku kemana mana selalu bawa kuncinya ya karna sering kesini aja"


Penjelasan Fahmi panjang lebar, dan Inara cuma beroh ria saja tanpa embel embel kaget lagi, karna ucapan Fahmi tidak ngarang atau berbohong karna adanya fhoto Ibundanya Fahmi jadi bukti kalau tempat ini sudah jelas milik orang tuanya.


.


.


Sudah dulu ya Maaf gaje dan gak nyambung, karna baru permulaan bantu dukungannya ya🙏


.

__ADS_1


Next Part😊


__ADS_2