
Pov Author
Fahmi bahagia lantaran mendapatkan Inara belum genap 2 bulan sama sekali, Fahmi melakukan Itu bukan semata mata Mencintai Inara dengan tulus saja.
Tapi ada perjanjian diatas kertas bersama sahabatnya Andika. Siapa lebih dulu mendapatkan Inara akan mendapatkan Hadiah besar besaran.
Fahmi tergiur dan menyutujui perjanjian itu, Fahmi sempat menyesal akan mempermainkan perasaan seorang gadis yang lugu dan polos, ia juga sempat menyimpan perasaan di dalam lubuk hatinya.
Biarlah dia simpan dulu perasaan itu, meskipun ia sempat sembunyi sembunyi menghubungi Inara tanpa sepengetahuan sahabatnya, karna perjanjian itu tidak dilibatkan ke dalam perasaan sesungguhnya.
***
Fahmi Sudah mendapatkan Inara duluan, melaporkannya kepada Andika dan Hasbi, menunjukan bukti rekaman Inara saat menerima Fahmi.
Ya saat itu Fahmi merekamnya tanpa sepengatahuan Inara supaya dijadikan bukti bahwa Fahmi lebih unggul dibanding sahabatnya Andika.
Mereka semua tertawa mendengar penuturan Fahmi bahwa ia sudah memutuskan Inara setelah menembaknya.
"Gila lo mi, lo tega banget demi ingin memenangkan taruhan lo berbuat senekad itu sama gadis kampung yang tak tahu apa apa" Hasbi menggeleng menatap sahabatnya tak percaya.
"Lagian gue tak terlalu tertarik sama cewek yang sok polos kayak dia bego" Fahmi bersungut sambil melayangkan bantal sofa ke arah Hasbi.
Tak tahu saja mereka bahwa Fahmi sedang bahagia, Fahmi tidak pernah memutuskan Inara karna dia sungguhan mencintai Inara dan menjalin hubungan tanpa sepengetahuan sahabatnya.
Fahmi tak sadar ia sudah berkhianat ke dua belah pihak, Pertama terhadap sahabatnya yang tak lain adalah merahasiakan hubungannya dengan Inara yang berjalan sudah satu hari setelah penembakannya.
Kedua terhadap Inara, yang tak lain menjadikannya Inara taruhan demi mendapati hadiah yang menggiurkan menurutnya.
Tapi tak sepenuhnya Fahmi jadikan Inara taruhan dia juga sangat mencintai Inara, perhatian juga ucapannya bukan semua semata mata karna taruhan.
Fahmi dan Inara berkomitmen bahwa hubungannya harus dirahasiakan, mengingat dirinya gadis dari kampung tidak mau orang lain tahu bahwa Inara ada hubungan special dengan Fahmi.
Fahmi mengiyakan saja, karna itu lebih memudahkan untuk meyakinkan sahabat sahabatnya kalau dirinya tak tertarik kepada Inara.
Cuma Hasbi yang tahu perasaan Fahmi ke Inara seperti apa? ya mungkin karna mereka deket banget dan tentunya satu kelas.
"Terserah lo aja deh mi, gue gak ikut campur yaa" Hasbi berucap kembali dikala Fahmi sedang melamunkan ucapan Inara.
"Ya lo tenang aja gue gak ngelibatin lo juga" jawab Fahmi.
Andika juga mencabikan bibir tak nyangka Fahmi berbuat seperti itu, Padahal andika tahu perasaan Fahmi ke Inara seperti apa? mungkin Fahmi gengsi mengaku kalau dia suka gadis kampung sperti Inara.
"Munafik banget si Fahmi" gumam Andika didalam hati sambil menggelengkan kepala.
"Kenapa lo ka geleng geleng kepala? lo sakit?" tanya Hasbi.
"Nggak , gue gak nyangka Si Fahmi bakal duluan dapetin si Inara, kan judes banget si Inara ke semua cowok"
"Hahahahh.. iya juga ya, mungkin si Inaranya punya rasa sama si Fahmi bro" timpal Hasbi.
"Kalah gue! padahal dari rupa gue ganteng banget" Andika membanggakan ke gantengannya.
"mungkin si Inara gak mandang tampang bro"
"Diem lu semua berisik, kenapa si bahas tuh cewek gue mau tidur" Sergah Fahmi marah.
__ADS_1
"Yaelah kalo mau tidur ya tidur aja kali, gak usah banyak bacot" Sungut Hasbi tak terima karna ia lagi asik ngobrol.
Tak tahu saja Fahmi marah karna kepanasan ia cemburu bahwa kekasih hatinya dibicarakan oleh sahabat sahabatnya.
***
Dikediaman Inara
Inara juga merasakan amat bahagia orang yang Inara cintai kini menjadi pacarnya, cintanya tak bertepuk sebelah tangan juga terbalaskan dan sungguh diluar dugaan.
Inara tak menyangka "Apa ini sungguh nyata ya allah, Ahh aku bahagia sekali" gumamnya sambil menyentuh dadanya yang bergemuruh karna bahagia.
Tiiiing
Ada notifikasi masuk ke ponsel Inara, ia gagas mengambilnya, ada pesan masuk.
[Lo kemana aja baby, gue chatin dari tadi gak balas juga, lo gak papa kan ra?]
Ahh ternya dari 'CungukSyg' Inara mencabik "kirain dari ayang" Inara bersungut sambil cemberut, akhirnya ponsel dari genggamannya di tatap kembali, dan membalaskan pesan Riyan.
[Ada dirumah by, Aku dari tadi sibuk banget plus bahagia selalu tentunya] terkirim centang dua warna biru.
[Oiaa kirain kenapa, Acieeee ada yang bahagia ternyata! bagi bagi dong biar nular bahagianya😁] balasan Riyan diakhiri emot ketawa.
[Gak ada bagian buat kamu ya baby masalah hati, hahah😅]
[Acie cie, kayaknya ada yang baru di tembak nih!! bener gak?]
[Ceritain dong ara yang ca'em😘]
[Kenapa gitu ra?]
Inara tak membalasnya lagi, ia selalu pusing kalau chattingan bareng Riyan rempongnya mintak ampun, jadi Inara diemin aja. besok kan ketemu lagi di sekolah pikirnya.
Inara melihat jam dinding dikamarnya ternyata sudah jam 5 sore, ia buru buru berdiri dan mengambil handuk digantungan, bergegas keluar karna teringat belum melaksanakan Sholat asyar.
"teteh baru mau mandi, kemana atu?!" tanya umi yang lagi nonton tv sireal India paforitnya.
"Iya kelupaan hehe,, gak tau tadi katanya maen kerumah mala mi" jawab Inara.
"Mala yang di gang sebelah kanan dekat grosir baru itu?" Tanya umi lagi.
"He'em gak terlalu tau juga mi" Jawab Inara lalu berlalu ke kamar mandi.
Tak lama di kamar mandi, akhirnya aktivitas air Inara selesai juga. Ia keluar dengan segarnya tak lepas dari senyum bahagianya ia sunggingkan.
Ia tak lupa sembahyang lima waktunya ia laksanakan meskipun sudah terlewat sekalipun dari pada dilewat kan sayang dosa pula.
Selesai empat raka'at Inara mendengar sayup sayup orang ngobrol diluar kamar, begitu gaduh juga terdengar isakan kecil, gagas Inara melipat mukenah dan menyimpan ditempatnya.
Ia keluar lalu celingak celinguk, "tidak ada siapa siapa di ruang tv" gumam Inara sambil berjalan pelan ke ruang tamu atas.
"Maafin atu mi, besok besok lagi gak bakalan main sama mala deh ya" hik.. hik.. hik..tangis kecil Ratu.
Ahh rupanya s ratu dimarahin umi, "kirain siapa?! makanya neng kalau main ingat waktu " Gumam inara dalam hati.
__ADS_1
Lantaran Itu tak penting menurut Inara, Inara masuk kembali ke dalam kamar dan duduk di bibir ranjang, mengambil benda pipih dan mencari nama kontak 'FK' mengklik edit nama.
"Nama apa ya yang pas" tanya Inara ke dirinya sendiri, Ia mengurungkan niat mengedit nama Fahmi di kontaknya, Inara malah merebahkan dirinya di ranjang tanpa menyimpan gawainya.
Sepanjang hari ini Inara sudah banyak menyunggingkan senyum manisnya, Pekerjaan yang biasanya ia kerjakan diruang menjahit seketika Inara melupakannya.
Biarlah bahagia dulu ia rasakan, tak memungkin juga kan orang bahagia melupakan pekerjaannya, tapi Inara sengaja melupakannya karna tidak mau rasa bahagianya orang lain tau cukup dia sendiri dan mungkin besok bertambah satu yaitu sahabatnya.
***
Pagi tiba
"Teh serapan dulu, Roti dan telur urak arik aja yang ada, umi belum belanja" Ucap umi saat aku memakai sepatu.
"Disekolah aja mi, ini udah siang banget" jawab Inara terburu buru.
"oh ya udah, abah kemarin kasih uang jajan gak sebelum berangkat tugas?!" tanyanya lagi.
"Udah kok, malah masih banyak. Udah mi Asaalamualikum" Inara berucap salam sambil mencium punggung tangan Umi dengan terburu buru.
"hmm Waalaikumusalam sayang hati hati" Salam umi.
"Iya miii" Ara berteriak dari luar cukup kencang.
Inara melambaikan tangannya memberhentikan angkot, angkotpun berhenti di ujung jalan dekat warung Ia berlari langsung masuk. ia terengah engah karna lari dari gerbang rumah ke sisi jalan kanan dekat warung.
"Lumayan jauh dan capek juga" gumam Inara sambil mengibas ngibaskan tangan ke arah muka.
Akhirnya sampai dengan selamat ke tempat tujuan, Inara turun lalu membayar tumpangannya dan berjalan menuju gerbang sekolah disana sudah ada Riyan sang sahabat melambaikan tangannya.
"Kok naik angkot sih baby, kemana ayangnya?!" Tanya Riyan Futri.
"Hussh diem gak, nanti kedengaran yang lain" sungut Inara menyimpan telunjuknya dibibir mengkode riyan supaya diam tak membahas itu.
"Emm oke deeeh, Ya udah kedalam yu bentar lagi masuk" Ajak Riyan merangkul pundak sahabatnya tersayang.
Treng.. teng.. teng..
Bunyi belpun nyaring dengan keras, semua murid masuk kedalam kelas masing masing tak tersisa. Inara duduk manis sambil melirik sang pujaan dengan sudut matanya.
Fahmipun sama melirik Inara dengan senyuman termanisnya.
"Aciee yang lagi pandang pandangan" bisik Ryan dengan senyum jahilnya.
Inara menyikut tangan Riyan dan beralih menatapnya dengan tatapan tajam untuk sesaat, Inara dan Riyan akhirnya saling lempar senyum hampir terjerumus ke arah tertawa namun di tahan karna sudah hadir guru.
Ahh begini rasa manisnya pacaran sembunyi sembunyi, Ada rasa rindu dikala dekat sekalipun karna tak bertegur sapa secara langsung.
.
.
Sudah dulu ya, Maaf gaje dan gak nyambung karna permulaan, bantu dukungannya ya kawan🙏
Next Part💖
__ADS_1