Perjalanan Gadis Kampung

Perjalanan Gadis Kampung
Part 30


__ADS_3

"Apa?! jadi ayah menolong wanita yang di idamkan anak kita, terus bagai mana sekarang keadaanya?!" tanya Ibu Alma kaget plus khawatir.


"Dia baik baik saja, ia anak baik dan penurut. Ayah bahagia dapat menolong dan menjaga ia dengan baik" ucap Tuan Vino menimpali.


"kasihan anak sebaik Inara harus menanggung kesalahan pacarnya yah, walau bagaimanapun ia adalah korban" ucapnya "kenapa ayah juga baru cerita sekarang? apa Alvin mengetahuinya. pantesan saja Alvin menjadi lagi Alvin yang dulu banyak diam dan dingin"


"Iya sudah mengetahuinya bunda, cuma ia tak mengetahui Inara dimana. Karna ia diam diam menugaskan Bodyguard ayah tuk mencarinya" sela Tuan Vino menatap manik istrinya.


"Emm begitukah, kasian Anak kita baru juga melihat pelangi sudah diberikan hujan badai lagi" Kikik Ibu Alma mencandai suaminya.


"Iya sayang. Apa bunda bersedia ayah mengurusnya dan membesarkan anaknya, Ayah sudah menyayanginya karna ia gadis baik, ramah, juga sangat pengertian" ucap Tuan Vino serius.


"Ishh masa ayah saja bunda gak diajak gitu mengurus calon menantu dan cucu kita" ucap sang Istri manja.


"Oke kalau gitu kita sepakat ya! tapi jangan pernah bunda kasih tahu Alvin sekecil apapun itu, biarlah ia dengan pelajarannya nanti stelah ia menjabat sebagai CEO dibagaskara Group baru ayah akan memberikan dirinya untuk mantu kita" Jelas Tuan Vino panjang lebar.


Ibu Alma mengangguk menurut apa kata suaminya lalu merangkul memeluk suaminya dengan mesra.


"Etshh tunggu, diliat liat bunda pake baju dinas ya! kok ayah baru ngeuh sih" Tuan Vino langsung menidurkan sang Istri.


"Ishh ayaah kaget tau" ucap Istrinya malu malu.


"Begadang yaaah, sudah lama tak merasakannya lagi" ucap Tuan Vino ditelinga sang istri dengan nada sensualnya.


Ibu Alma mengangguk dan pasrah saja untuk yang satu ini, ia menerima dekapan suaminya untuk meredakan ia yang sudah sesak dan meronta dibawah sana untuk ia puaskan, jeritan dan erangan ia lontarkan dengan nikmatnya gesekan dibawah sana meskipun sudah sama sama tua namun tenaganya masih di atas rata rata membuat Ibu Alma kewalahan.


***


Pagipun tiba menjemput sangsurya untuk menyinari alamnya tepat pukul 06:00 Inara terbangun setelah ia melaksanakan sholat subuh tadi ia merasakan lagi ngantuk dan kembali tertidur dan sekarang ia kembali terjaga.

__ADS_1


Mungkin bagi Ibu hamil lainnya yang memiliki suami ia akan dimanja dan disiapkan makanan oleh suami suaminya, tapi tidak dengan si Ibu hamil satu ini. Ia tetap mengerjakan pekerjaan rumah, memasak, mencuci dan lain sebagainya.


Tidak ada kata sempat mengeluh akan hal itu, seiring berjalannya waktu perutnyapun kian membesar ia tak pernah merisaukan tentang dirinya yang mengurus anak seorang diri meskipun itu pertama kalinya bagi dirinya.


Menyanyi kecil dan riang kala memasak seperti biasa Inara lantunkan kadang bersholawat bernyayi tentang anak anak dan banyak hal lainnya lagi. Setiap harinya sperti itu dan akan terus sperti itu.


"Good Morning my baby. cie yang udah bangun gerak gerak terus, Love you" ucap Inara riang.


"Udah laper ya anak bunda, oke siap! mari makaaan" ucapnya lagi membawa masakannya ke meja untuk ia santap.


"Ucap basmallah dulu yaa! Bismillahirrobbil Alaamiin, Allahuma Bariklanaa Pimarozaktana Wakiina Adzabanar.. Aamiin" Ia berdoa dengan sebelah tangan mengusap perutnya dan sebelahnya lagi ia tadahkan di depan wajahnya.


Selepas berdoa ia mengambil nasi serta lauk lauknya, ia makan begitu lahap dan hidmat. Semenjak hamilnya menginjak hamil besar nafsu makannya semakin meningkat.


Sedangkan dikediaman Alvino Bagaskara tengah sarapan bersama, Alvin tampak tak bersemangat dan hanya mengutak atik makanannnya saja tanpa ia makan sedikitpun. Tatapannya kosong ia hanya banyak menghela nafas berat berulang ulang, entah ada apakah gerangan pewaris satu satunya Bagaskara group tersebut.


Orang tuanya pun pagi ini merasa aneh pagi pagi sekali mereka sudah disuguhkan Mood anaknya yang begitu jelek, saking penasarannya Bunda Alma langsung bertindak menanyakannya langsung meski tak langsung sang anak jawab.


"Iya ada apa Al, gak biasanya kamu kayak begini? Oh ayah tau pasti pengen kendaraan baru!" ucap Tuan Vino diakhiri kekehannya pelan.


Alvin masih saja diam dengan makanannya di depan mata, tak sekalipun ia melirik atau membalas candaan ayahnya. Seperti enggan bicara dan muak akan keadaan dirinya yang sperti ini tak ada kata semangat atau tersenyum ceria kala dulu lagi.


Ia seperti itu sejak semalam tak ada cahaya lagi yang tadinya cahaya itu mulai mendapati celahnya kini sudah menghilang kembali. Ya malam kemarin Alvin kembali mengontek akun *Cahaya Kecil* tanpa ada balasan darinya ataupun apa.


Ia kembali di rundung rasa kecewa orang yang ia harapkan itu kembali pada dirinya namun keinginan hanya keinginan saja, wanita itu sudah membawa separuh hati Alvin. Ya semalam semenjak Alvin mengirim pesan pada si *Cahaya Kecil* ia dikejutkan bahwa akunnya diblokir dan tak bisa ia hubungi lagi.


Semenjak itu Alvin menghapus akun Al-Kara dan ia menggunakan akunnya yang dulu dan kembali mengetikan nama akun Cahaya Kecil namun ia tak menemukannya, rasa kecewa itu semakin menjadi terdiam dan melamun sepanjang malam tanpa ingin tidur ia terus memikirkan Inara yang tak jelas dimana ia tinggal.


Setelah ia menanyakan rumah yang dibogor kepada sang Ibunda jawabannya hanya membuat Alvin kecewa lagi dan lagi ternyata yang mengurus rumah tersebut hanya wanita paruh baya, lalu yang diposting Inara rumah siapa. Alvin kenal tempat itu karna Alvin sendiri yang mendesain rumah tersebut apalagi meja tersebut meja kesayangan Bunda Alma.

__ADS_1


Alvin dibuat bingung dengan hanya satu malam tadi dan sekarang mungkin selanjutnya akan sperti ini. Alvin menyudahi mengaduk aduk makannnya dan menatap sang ayah yang sedang makan begitu tenangnya.


"Yaah, Alvin pindah sekolah lagi ya?" To the point sampai Tuan Vino tersedak makanannya sendiri.


"Haaah? apa kamu bilang. Stop udah yaa Al ayah cape nyariin kamu sekolahan kamu udah 7X pindah sekolah dari SMP" ucap Tuan Vino menyudahi makannya.


"Ia Al sedangkan kita bakalan terus menetap dikota ini. Bunda capek harus beradaptasi lagi sama tetangga tetangga baru teman arisan bunda baru lagi dehh" sungut Bunda Alma menimpali.


"Tapi... yah!".


"Tak ada tapi tapian untuk saat ini, atau kamu ayah pulangkan ke London ke kakek kamu, mau?" ucap Tuan Vino Tegas.


Alvin hanya tertunduk dan diam tanpa mengiyakan ucapan ayahnya kalau mode tegas seperti ini Tuan Vino sudah tak ingin dibantah dan Alvinpun pasrah. Bukannya ia tak takut malahan sang ayah selalu takut pada anaknya namun Alvin hanya menghargai tindakan orang tuanya. Ia masih berpikir jernih, tinggal di London bukan solusi baik untuk diri Alvin.


Sarapan pun selesai mereka bertiga bubar menuju tempat masing - masing Alvin kembali ke kamarnya dan Bunda Alma kehalaman belakang sedangkan Tuan Vino sudah berangkat kerja stelah menyelesaikan makannya dan sedikit berargumen dengan anaknya.


Alvin mengambil jaket berwana hitamnya dilemari ia kenakan dan menatap dirinya dengan wajah sendunya meskipun begitu tetap ketampanannya tak pernah pudar oleh tatapan sedih sekalipun, Alvin lupa tersenyum untuk saat saat seperti ini.


"Ahh pusing gue, pelajaran numpuk terus tuh cewek blokir gue lagi. Atau sengaja kali lupain gue" Alvin menatap marah dirinya di depan cermin.


"Awas saja kalau ketemu gak bakalan gue lepasin lagi, meskipun kamu memiliki anak bukan darah dagingku, Ahh Inara kau membuatku seperustasi ini" Alvin kembali bergumam dengan mengambil ranselnya secara kasar.


Lalu ia berjalan keluar dan bergegas menuruni tangga waktu sudah menunjukan jam depan lewat, ia menuju garasi sang supir sudah menunggunya namun Alvin hanya melewatinya saja kali ini ia menggunakan kendaraannya sendiri motor Sport berwarna putih.


.


.


Maaf kalau gak nyambung, bantu dukungannya teman teman🙏

__ADS_1


Next Part💖


__ADS_2