Perjalanan Gadis Kampung

Perjalanan Gadis Kampung
Part 06


__ADS_3

Seminggu Kemudian


Ya seminggu telah berlalu setelah kejadian chat yang tak terbalaskan itu. Inara menjadi banyak senyum dan Cerah ceria, hujan atau angin darimana? inara jadi orang paling bahagia disekolah ataupun dirumah.


Apakah Fahmi menyatakan cintanya atau diantara mereka seminggu lalu jadian? Ah ntahlah author gak yakin. Fahmi demikian sering senyum gak jelas padahal tak ada yang lucu sama sekali.


Ya seminggu yang lalu Fahmi menyatakan cintanya kepada inara dan jawabannya hari ini, Fahmi tersenyum-senyum membayangkan apa jawaban sangpujaan hati nantinya.


Ia membuka benda persegi panjangnya mengklik whatsapp dan menekan nama "My Queen" dia mengetik pesan [Udah berangkat belum ra] terkirim. Centang satu warna abu.


Fahmi gelisah takut inara tak masuk sekolah karna waktu masuk kelas sebentar lagi, dan akhirnya muncul juga Fahmi tersenyum. Perlahan senyum itu pudar tatkala Inara masuk dan menggandeng tangan pria yang seumuran dengannya.


"Perkenalkan semuanya ini Alvin Bagaskara, pindahan baru dari Jakarta pusat" Ucap pak guru bahasa Indonesia itu, tak berselang lama pak guru berucap kembali "Ayo nak perkenalkan dirimu didepan yang lainnya biar cepat akrab".


"Hy semuanya, gue Alvin Bagaskara anak tunggal keluarga Alviano. Gue pindahan dari jakarta pusat kot A, Salam kenal mari bergabung dan bimbingannya. Terima kasih" Ucap Alvin Sambil tersenyum ramah


Iya Alvin Bagaskara Anak tunggal Keluarga Alviano. Ganteng tinggi putih maco dan masih banyak kelebihan lainnya. siswa perempuan para heboh kedatangan murid baru dari kota A itu.


"Iya salam kenal juga Alvin, sini duduk disebelahku bangku ku kosong kok" Ucap dina sambil tunjukin bangku disebelahnya.


Alvin mengangguk lalu tersenyum ia berjalan melewati meja dina. "Hy Inara ya? tadi yang tunjukin kelas ini ya. boleh duduk disini?" Ya alvin berjalan ke arahku dan duduk ditempat riyan, karna si cunguk itu bolos lagi.


Tanpa permisi dan tanpa inara iyakan pun Alvin duduk sambil tersenyum, Di sisi lain Fahmi geram menyaksikan perkenalan murid baru pindahan itu yang dari tadi tak lepas pandangan menatap sang pujaan hati.


Fahmi kesal bukan main bahkan saat pelajaran dimulai Fahmi pergi keluar tanpa menghiraukan teriakan guru, Disusul hasbi mungkin kasihan melihat temannya yang kesal oleh kecemburuannya.


**


Di WC


"Mi lo kenapa si, ayok masuk pelajaran dimulai loh" ajakan hasbi.


"Lo duluan aja deh, kesel gue. muak gue liat anak pindahan pandangin cewek gua sampai segitunya" ucap Fahmi berapi api


"Lu cemburu mi? Hah gak nyangka gue lu cemburu sama si Inara, emng lu udah jadi cowoknya? Hasbi bertanya, sambil berledakan tawa.


Fahmi menatap sengit ke arah Hasbi. "diem luh keluar aja de loh, bikin gue makin murka liat muka lo" Sungut fahmi dengan nada marahnya.


Akhirnya hasbi keluar dari WC itu, dan masuk kelas seorang diri "Mana fahmi? Kenapa sendiri kamu" ucap pak guru sesampai hasbi duduk dibangkunya.


"Fahmi lagi galau pak mungkin gak bakal masuk pelajaran bapak hari ini" jawab hasbi.

__ADS_1


"Galau kenapa emang? putus cinta atau ditolak cinta" Tanya pak guru lagi, sambil terkekeh diakhir kalimat.


"Mungkin itu salah satunya pak" Jawab hasbi lagi.


Deg Inara terkejut sesi menulisnya mendadak berhenti. Inara menatap bangku kosong pahmi, Apa mungkin Fahmi cemburu ya? gumam inara didalam hati, tak lepas melihat bangku kosong dengan tatapan sendunya.


Ah iya sekarangkan jawabanku seminggu telah berlalu, pasti Fahmi salah paham gara gara murid satu ini, gak beres ini harus dijelasin dulu biar gak bengkok. ntar aja deh pas pulang sekolah. Inara bergumam dalam hati.


***


Setiba pulang sekolah


Inara berbincang didepan gerbang dengan teman yang lainnya, mendapati Fahmi naik motor dibonceng Dika. Sehari penuh tak masuk kelas padahal ada dilingkungan sekolah. Motor Andika berlalu melewati Inara begitu saja tanpa melirik sedikitpun.


Inara kesal dan pulang jalan kaki sendiri sambil menghentak-hentakan kakinya, Fahmi sudah tak menganggapnya ada padahal di depan matanya sendiri. "Coba kalau ada kamu yan, pasti gak bakal sedih aku" gumam kinara sambil jalan pelan.


"Siapa Riyan? Pacar kamu?" Aku berbalik ke belakang, ternyata Alvin.


Duh kerennya. Kemeja seragamnya nggak dikancingin terus rambutnya diacak-acakin, uh mas bambang gantengnya pake banget. Inara langsung menepuk pipinya "sadar inara lu kemanain si Fahmi, Gak kalah ganteng dia juga" gumam inara didalam hati, seketika inara sadar dan tersenyum ramah.


"ehh bukan itu temen aku yang bangkunya kamu dudukin, dia perempuan namanya Rian Futri. Gak masuk sekolah hari ini" jelasku panjang lebar.


"Nggak gak usah deket kok" Jawabku.


"Ayo aku anterin aja, masa anak gadis jalan sendiri dibawah teriknya matahari, kan kasian ntar cantiknya ilang. yuu tuh mobilku didepan" dia berlalu mendahuluiku.


What? Mobil wih gak nyangka aku diajakin naik mobil sekeren itu, inara malah tersenyum senyum dipinggiran jalan tak terasa mobil sudah didepan mata, tinggal masuk saja.


"Ayok kok malah bengong disitu, ayo masuk inara" ucap Alvin dijok belakang sambil membuka pintu mobil.


Ah ternyata pake supir, kirain si alvin yang nyetir inara terpaksa masuk dan duduk disamping alvin karna didalam bertiga sama supir, gak terlalu hawatir pikir inara. mobil melesat membelah jalan yang padat dan panas itu.


Disisi lain Fahmi tengah uring uringan takut inara diambil orang, mungkin cinta sudah mendalam jadi menjurus ke takut kehilangan. Ya Fahmi melihat inara masuk ke mobil mewah si Alvin cunguk itu, Fahmi sempat berpikir untuk pulang kembali kesekolah dan mengantarkan inara pulang.


Sesampainya disana Fahmi marah dan menendang apa yang ia lihat, inara mengobrol dengan alvin dan masuk kemobilnya. akhirnya fahmi pun pulang dengan prasaan kesal marah dan kecewa.


***


Sampai Rumah


Inara berucap salam, tak ada sahutan mungkin orang rumah belum pada pulang atau kembali lagi keluar karna rumah tak dikunci. Inara melepas sepatunya dengan wajah lesu, karna seharian Fahmi tak menyapanya malah tak menganggapnya ada.

__ADS_1


Inara menjatuhkan tubuhnya dikasur empuk kesayangannya, Tanpa terasa dia tertidur dengan baju yang lengkap belum ia ganti.


Tring Tring Tring


Panggilan seluler masuk tertera nama Umi tanpa aba aba inara mengangkatnya sambil mata terpejam. "Halo Assalamualikum umi?" suara serak inara suara khas bangun tidur.


"ya Waalikumsalam teh, Umi gak bakal pulang sama abah. umi lagi diperjalanan mau kerumah neneknya ratu katanya sakit" ucap umi disebrang sana.


"Iya gak papa umi" Jawabku.


"Oia atu juga ikut, gak papa kan umi tinggal sendiri. ntar iky umi suruh pulang ya". tambah umi lagi "yaudah umi matiin ini lagi dimotor takut celaka" sambungnya lagi.


Inara cukup mengiyakan dan sambungan terputus sepihak. Hah bahagia rasanya inara seneng-seneng tanpa beres-beres rumah.


Triiiing triiing triiing


Tanpa inara lihat siapa yang memanggil iya langsung mengangkatnya "Halo Ada apa lagi mi?" tak ada sahutan ternyata, inara lihat tertera nama FK.


"Ya Halo ra, semangat banget ngangkatnya. kamu rindu aku ya" Fahmi terkekeh disebrang sana.


"hah kamu mi, Kirain umi tadi gak taunya kamu, soalnya gak diliat namanya dulu" aku jujur


"Ck kirain lagi mikirin aku. Ternyata enggak" jawaban Fahmi dengan nada lesu.


"hah maaf, bukan begitu maksud aku mi" ucapku lirih.


tuuut panggilan terputus sepihak, mungkin fahmi kecewa. ya udahlah moodnya mungkin lagi labil gara gara tadi kejadian di sekolah.


Inara melamun sambil duduk dan mengendurkan dasi, sesak rasanya seharian digantungin dileher. begitu juga hati yang digantungin terus sama fahmi, salah dia gak nemuin pas tadi ditunggu digerbang. padahal mau ngasih jawaban yang seminggu lalu.


.


.


Sudah dulu ya, maaf gaje soalnya permulaan..


.


.


next partyađź’–

__ADS_1


__ADS_2