
Malam tiba
Inara seperti biasa beres beres nyuci piring kotor bekas makan tadi, Lumayan enteng dan tak terlalu banyak bekas karna dirumah ada 3 orang nyawa.
Karna ini malam pertama umi nginep dipertemuan, rumah serasa kuburan biasanya banyak canda tawa serta kekonyolan umi jailin si bontot, Abah entah kemana? Si ratu nonton TV dikamar sudah dipastikan karna suaranya terdengar nyampe dapur.
"Ah akhirnya selesai juga" gumam inara, lantas ia berlalu berjalan menuju kamar.
"Teh Abah kemana? sepi banget diluar" tanya ratu sambil pokus ke layar kotak yang menyala.
"mungkin kehalaman belakang, gak tau juga sih emang kenapa? tumbenan nanyain abah" jawabku sambil ditanya balik.
"Kita keluar yuk, kita jajan baso tusuk didepan biasanya malem minggu rame" Ucapnya lagi girang.
"Nggak ah dah kenyang, ntar abah nyariin kita. trus ngomel lagi" sungutku sambil duduk di tepi ranjang.
"Ya gappa kali kali aja ya teh, mumpung aku ada duit sisa tadi pulang sekolah" menghadapku sambil memohon.
"nggak ah gak mau, kamu aja sana aku malas mau bobo ntar diluar ada om om gembrot culik kamu" jawabku sambil ngakak diakhir kalimat, Ngapain juga keluyuran aku gak suka meski riyan sering ajak jalan aku keluar aku sering tolak, tolakan halus maksudnya.
"Lah teteh sombong amat mentang mentang ditembak cowok ganteng serasa tinggi ya sekarang" sungut ratu, ia beranjak sambil banting pintu.
__ADS_1
"Cowok ganteng siapa hah ngaco kamu" aku berteriak biar dia denger, ditembak siapa coba deket aja sama cowok kagak dasar anak durjana.
Inara kepikiran benda persegi panjang yang ia simpan dinakas dekat ranjang, ia mendekat ternyata benda yang ia maksud tak ada ditempatnya. "kemana ya perasaan aku taruh disini tadi" guman inara sambil membuka laci.
"ah ini dia, loh kok bisa dilaci" pasti kerjaan si atu gumam inara pelan. Inara mengambil benda panjang persegi itu ada 10 panggilan tak terjawab dari no FK. Ya inara namain no Fahmi FK "Ada apa ya tuh cowok panggil banyak banyak emang ayalnya gak punya kerjaan" Gumam inara lagi.
Inara mengaktifkan datanya, ternyata banyak pesan masuk dari Fahmi yang sudah kebuka tapi tak terbalaskan. Pasti kerjaan anak durjana itu, Inara mendelik dan berfikir keras takut disangkanya sombong, dibaca iya dibales nggak.
Inara bingung harus bales apa, menjelaskan apa? Terlanjur juga sudah terlewat juga akhirnya inara abai meninggalkan ruang aplikasi chat.
Tiiiiiing!
[Biasa abis beres beres rumah, Ah biarin aja aku gak punya hutang padanya juga] Kirimku, langsung centang dua abu-abu tanda belum dibaca.
Inara keluar dari ruang chat menuju ke aplikasi lainnya dan menekan aplikasi putih berlogo F, dia berselancar dengan asiknya sambil ketawa ketiwi.
Ada yang mengganggu mata inara di Story @Fahmi FK screenahotan chat terus namanya diblurd cuma tulisan onlinenya yang tak diblurd dan kata yang lainnya sama diblurd. [Online Tapi Entah Kemana?] Captionya bingung bertanya dan diakhiri love retak.
Inara mengklik like entah sadar atau tidak, Tanpa disadari ia senyum sendiri hatinya menghangat. Apa inara merasakan rasa yang aneh terhadap Fahmi, perasaan suka sayang atau cinta. Ah ntahlah cuma dia yang merasakan bukan Author.
Tiiiiiiing
__ADS_1
Pesan baru [Baru aktif kemana aja?] chat baru dari orang yang bikin story, Inara tersenyum dan langsung membalasnya.
[Iya, ada kok] terkirim centang dua biru, Inara tak sadar tersenyum senyum sambil lihat hp nunggu balasan orang yang ia balas barusan.
[Kenapa tadi gak bales, cuma di read padahal online aku tunggu sampe ketiduran tau😕] balasannya diakhiri emot kesal.
Inara bingung harus menjawab apa? balas bagai mana. Akhirnya iya abaikan dan meninggalkan ruang chat, iya kembali ke aplikasi berlogo putih ber huruf F.
Inara merasa bahagia dan Ingin semua orang tahu isi hatinya sekarang, dia ingin menyatuskan perasaannya di story namun ia berfikir kembali dan mengurungkan niatnya itu, taku disangka ke ge'eran.
Inara keluar lagi masuk ke ruang chat berlogo gagang telpon warna hijau mengklik pesan chat paling atas dan membaca ulang chat yang belum terbaca dan sudah terbuka.
[Percaya sama aku ra, aku gak punya pacar bohay kata siapa sih?]
[Aku gak suka kamu berasumsi seperti itu, jangan percaya si dina sama si yeni deh ra. Mereka ituh tukang jodoh-jodohin orang dah banyak korbannya juga]
[Diread mulu dibales kagak, Online loh kamu ra. Sebegitu inginnya kamu jauhin aku ra?]
[Ya udah deh kalo gak mau balas aku tinggal, Aku sayang kamu ra]
Nyessss pipi inara merona tanpa di perintah dan ada rasa menghangat setelah baca pesan rentetan dari fahmi yang ia baru baca barusan.
__ADS_1