
Erik datang menghampiriku di kamar dengan wajah datar tanpa rasa bersalah,"Kamu kenapa lagi cha??" Tanya erik.
"Seperti yang kamu lihat." Jawabku singkat.
"Makanya jangan banyak pikiran." Ucap Erik.
"Iya...mungkin efek ujian kemarin jadi begini tapi udah agak baikan." Jawabku.
"Baguslah,eh...teman-teman yang lain nggak ada yang datang menjenguk???" Tanya Erik.
"Nggak ada,mungkin lagi sibuk." Jawabku.
"Maaf yaa aku nggak bisa temani di sini soalnya aku ada urusan sebentar, lagian aku nggak suka bau rumah sakit." Ucap Erik.
__ADS_1
"Nggak apa-apa." Ku jawab seadanya,tidak ingin banyak bicara lagi pada Erik.Rasa kecewa ini membuatku malas untuk berbicara lama dengan Erik.
"Kamu istirahat ya...aku pulang dulu,besok Aku datang lagi." Melangkah pergi.
Hari ke dua di rumah sakit,rasanya sepi tidak ada teman kuliah satu pun yang datang menjenguk.
"Kenapa nggak ada satu pun yang datang menjenguk ya,padahal banyak yang mengaku teman tapi saat sakit seperti ini nggak ada yang datang,ternyata pertemanan mereka hanya sebatas urusan kampus setelah itu pergi.Erik juga sudah mulai berubah hanya datang sebentar kemudian pergi,tadi pun datang sebentar lalu pergi,serasa berjuang sendiri melawan sakit ini,hanya adikku riri yang menjagaku sendiri,dia terlihat begitu lelah menjagaku sendirian."Batinku.
Sudah tiga hari di rumah sakit aku sudah bisa pulang,selesai riri urus administrasi.Diantar oleh teman riri,kami pulang ke kos.
Setiap hari aku hanya makan bubur dan telur rebus,aku terlihat sangat kurus karena susah makan.
Orang tuaku terlihat sangat khawatir melihat keadaanku,mencoba cari obat agar aku bisa kembali sembuh.Sampai ada yang memberitahu bahwa kunyit dan madu sangat bagus untuk mengobati sakit asam lambung.
__ADS_1
Setiap pagi sebelum makan ibuku meracik kunyit mentah lalu di campur madu,di siapkan di meja.Sebelum sarapan minum obat itu dulu.hampir setiap hari seperti itu diminum dua kali sehari dan perlahan-lahan ke adaan ku mulai membaik,sudah bisa makan yang lain selain bubur dan telur rebus.
Dua bulan kemudian,aku sudah kembali sehat,mulai memikirkan untuk kembali mengurus persiapan wisuda.
Erik masih sibuk mengurus skripsinya,tidak tega melihat dia belum selesai jadi aku bantu menyusun agar bisa mendaftar dan wisuda bersamaan tapi ternyata belum bisa selesai karena nilainya yang bermasalah.
Aku masih bersama erik tapi hatiku selalu merasa tidak tenang,"Untuk apa aku masih percaya erik kalau aku sendiri berpikir dia akan pergi dengan yang lain,kenapa aku harus percaya pada laki-laki yang belum tentu akan serius menepati janjinya."Batinku.
Selalu terbesit di hatiku kata-kata itu bahkan aku sudah siap jika erik pergi,pemikiran ku sudah mulai berubah dan tidak ingin terlalu larut,percaya pada hal yang tidak pasti.Aku membiarkan semuanya berjalan sampai semuanya jelas,entah akan bersama atau mungkin aku yang pergi.
Tiba waktunya wisuda keluargaku pun datang mendampingi,Erik juga tapi dia datang di saat selesai wisuda dan bertemu ke dua orang tuaku,berfoto bersama.
Terlihat ke dua orang tuaku suka dengan Erik,orang tuaku melihat Erik anak yang baik dan sopan.Meskipun aku hanya bilang erik itu teman tapi mereka hanya diam dan paham kalau kami lebih dari teman.
__ADS_1
🌸🌸🌸🌸
Tidak ingin menunggu lama,Besoknya aku mulai mengurus ijazah.Agar selesai dengan cepat dan mencari pekerjaan,tidak sabar ingin merasakan dunia kerja lagi agar tidak meminta uang pada orang tua terus.